cover
Contact Name
Putra Afriadi
Contact Email
putraafriadi12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hartono_sukorejo@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Catharsis
ISSN : 25024531     EISSN : 25024531     DOI : -
Catharsis: Journal of Arts Education provides an international forum for research in the field of the art and creative education. It is the primary source for the dissemination of independently refereed articles about the visual arts, performances (music, dance, drama/theater/play), creative process, crafts, design, and art history, in all aspects, phases and types of education contexts and learning situations (formal and informal).
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 5 No 1 (2016)" : 10 Documents clear
KESENIAN LAESAN DI KECAMATAN LASEM KABUPATEN REMBANG (Kajian Fungsi & Konflik) Anggrahita, Nimas Hayuning; Sunarto, Sunarto
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui dan memahami bagaimana Kesenian Laesan difungsikan oleh masyarakat Desa Soditan Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang dan ingin mengetahui dan memahami adanya pertentangan atau konflik yang ada di dalam kehidupan  masyarakat  Lasem  dalam  konteks  Kesenian  Laesan.  Hasil  penelitian  yang pertama adalah Kesenian Laesan merupakan salah satu sarana hiburan bagi masyarakat Lasem. Di samping berfungsi dalam kegiatan upacara-upacara, Kesenian Laesan juga sering ditampilkan hanya sekedar untuk tontonan saja, untuk membangkitkan rasa estetis pada masyarakat dan sebagai hiburan. Kesenian Laesan d ipandang sebagai   ritual yang tidak sesuai dengan norma-norma agama karena mengandung unsure mistik dan juga dipandang sesat karena menggunakan sesajen untuk mengundang roh-roh para leluhur yaitu bidadari. Hal ini menjadikan adanya penolakan dari sebagian masyarakat Lasem terutama santri. Adanya percampuran antara Islam dengan kebudayaan Jawa (kejawen)  seharusnya justru memperkuat masyarakat untuk menghidupkan kembali Kesenian Laesan sebagai kesenian asli Rembang sebagai suatu bentuk hiburan semata.
KESENIAN SILAKUPANG GRUP SRIMPI: PROSES KREATIVITAS KARYA DAN PEMBELAJARAN DI KABUPATEN PEMALANG Dhien Hayati, Nur Lintang; Jazuli, Muhammad; Florentinus, Totok Sumaryanto
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Silakupang merupakan sebuah inovasi atas hasil dari kreativitas seniman yang diwacanakan sebagai identitas kesenian daerah oleh Disbudpar Pemalang. Silakupang merupakan kolaborasi dari empat kesenian yaitu Sintren, Laes, Kuntulan dan Kuda Kepang. Pengamatan di lapangan  menunjukan  bahwa  terdapat  sebuah  sanggar  seni  yang  aktif  berkreasi  dalam mengembangkan kesenian Silakupang yaitu sanggar Srimpi. Masalah penelitian ini adalah  kreativitas seperti apa yang terbentuk pada kesenian Silakupang? dan bagaimana proses pembelajaran kesenian Silakupang dalam grup Srimpi? Pendekatan yang dipakai dalam penelitian adalah interdisiplin yang melibatkan disiplin ilmu musikologi dan pendidikan. Kajian musikologi digunakan untuk mengkaji proses kreativitas pada kesenian Silakupang grup  Srimpi,  sedangkan  disiplin  ilmu  pendidikan  untuk  melihat  proses  pembelajaran kesenian Silakupang di sanggar Srimpi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pemusatan pada metode riset lapangan. Lokasi penelitian di Kecamatan Ampelgading Pemalang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik keabsahan data secara utama menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dan analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, ditemukan kreativitas karya pada garapan grup Srimpi yang terletak pada musik pengiring pertunjukan, menciptakan lagu baru, dan penyajian  yang  menarik.  Kedua,  proses  pembelajaran  meliputi  tujuan,  materi,  metode, media belajar  dan evaluasi.
Musik Gondang Batak Horas Rapolo dalam Proses Penggunaanya untuk Berkesenian pada Upacara Adat Pernikahan Batak Toba di kota Semarang Lubis, May Sari; Wadiyo, Wadiyo
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik Gondang Batak adalah musik tradisi yang berasal dari Sumatera Utara. Musik Gondang Batak ini dikembangkan oleh grup Horas Rapolo di Kota Semarang dan digunakan sebagai musik pengiring dalam berbagai acara dan upacara adat khususnya dalam upacara adat pernikahan di Kota Semarang. Grup musik Gondang Batak dalam mengiringi upacara adat lahir dari sebuah  tindakan nyata yang dilakukan antar individu dan kelompok (penikmat). Masalah penelitian ini adalah bagaimana proses penggunaan musik Gondang Batak dalam upacara adat pernikahan di Kota Semarang? Pendekatan yang diterapkan penelitian ini adalah disiplin ilmu sosiologi. Kajian sosiologi dalam teori tindakan sosial Max Weber akan digunakan untuk mengkaji tindakan sosial dalam  proses  penggunaan  musik  Gondang  Batak  grup  Horas  Rapolo  pada  Upacara  adat pernikahan di Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Lokasi penelitian di Taman Budaya Raden Saleh, Kota Semarang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik keabsahan data secara utama menggunakan triangulasi  sumber.  Teknik analisis  data  yang  digunakan  adalah  analisis  isi  dan analisis  data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan, adanya interaksi  dari situasi  sosial yang melahirkan pemikiran subjektif sehingga adanya respon serta tanggapan kepada penikmat dalam upacara adat pernikahan tersebut.
MAKNA NYANYIAN MA’ZANI BAGI MASYARAKAT PETANI DI DESA RURUKAN KOTA TOMOHON Pandaleke, Stefanny Mersiany; Jazuli, Muhammad
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena berkesenian masyarakat petani di desa Rurukan menjadi hal unik yang jarang ditemui di daerah lain. Ma’zani sebagai kegiatan bernyanyi masyarakat petani masih digunakan dalam aktivitas hidup sehari-hari, khususnya dalam kegiatan bertani. Dipercaya melalui   interaksi   masyarakat   petani   dengan   menggunakan   nyanyian   Ma’zani   dapat menyuburkan tanaman dan mendatangkan hasil panen yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami makna nyanyian Ma’zani bagi masyarakat petani di desa Rurukan. Metode yang digunakan kualitatif dengan pendekatan sosiologi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dan teknik analisis data yang digunakan mengikuti langkah analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna nyanyian Ma’zani bagi masyarakat petani di desa Rurukan terbentuk melalui proses interaksi sosial masyarakat dan disempurnakan dalam penggunaan Ma’zani sehari-hari. Masyarakat petani memaknai  nyanyian  Ma’zani  sebagai  nyanyian  yang  menghubungkan  manusia  dengan Tuhan dan manusia dengan sesama.
BENTUK NYANYIAN RAKYAT DALAM SENI SASTRA SENJANG DI KABUPATEN MUSI BANYUASIN Virganta, Anada Leo; Sunarto, Sunarto
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senjang adalah salah satu bentuk media seni budaya komunikasi antara orang tua dengan generasi muda atau dapat juga antara masyarakat dengan pemerintah dalam penyampaian aspirasi yang berupa nasehat, kritik, maupun penyampaian rasa gembira. Masalah penelitian ini adalah bagaimana  bentuk nyanyian rakyat  dalam seni  sastra Senjang  di Kabupaten Musi  Banyuasin Sumatera  Selatan.  Penelitian ini  menggunakan  metode  penelitian  kualitatif.  Pendekatan  yang digunakan dalam penelitian ini adalah interdisiplin dengan melibatkan disiplin ilmu yaitu folklor  dan musikologi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan studi dokumen.Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan, bentuk nyanyian rakyat dalam seni sastra Senjang terbagi dalam beberapa bentuk yaitu nyanyian rakyat sesungguhnya,  nyanyian  berisikan nasihat,  nyanyian  pacaran  dan  pernikahan,  serta  nyanyian jenaka.
GURITAN: MAKNA SYAIR DAN PROSES PERUBAHAN FUNGSI PADA MASYRAKAT MELAYU DI BESEMAH KOTA PAGARALAM Firduansyah, Dedy; Rohidi, Tjetjep Rohendi; Utomo, Udi
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guritan adalah salah satu jenis sastra daerah masyarakat Besemah yang eksistensinya ditampilkan dalam bentuk teater tutur. artinya ia dituturkan secara monolog oleh seorang penutur cerita dalam bahasa Besemah dengan lagu atau syair tertentu dan memakai alat bantu sambang.  Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah makna syair guritan di Besemah Kota Pagaralam dan bagaimanakah perubahan fungsi   guritan pada masyarakat melayu di Besemah Kota Pagaralam? Pendekatan yang diterapkan penelitian ini adalah interdisiplin yang melibatkan disiplin ilmu semiotika dan sosiologi. Metode yang digunakan kualitatif. Lokasi penelitian di Kota Pagaralam. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik keabsahan data secara utama menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dan analisis data interaktif. Hasil penelitian yang pertama yaitu terdapat makna berupa nasehat-nasehatt anjuran berbuat baik dan tolong menolong serta selalu menghormati kedua orang tua dan pembahsan kedua ditemukan adanya perubahan fungsi guritan yang di sebabkan oleh pengaruh budaya luar yang masuk di Kota Pagaralam yaitu kebudayaan islam hal tersebut menyebabkan perubahan prilaku masyarakat Kota Pagaralam yang harus mengikuti  norma  dan nilai  yang belaku  pada  budaya  yang  baru  yang  berdampak pada perubahan fungsi pada guritan.
PROSES PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BIOLA DI SD BUDI MULIA DUA YOGYAKARTA Normalita, Adityas; Hartono, Hartono
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to understand: (1) a learning process the viola di primary school budi mulia two jogjakarta; (2) the process of planting the values of character that was found at the time of learning the viola di primary school budi mulia two yogyakarta .This research adopting both interdisiplin in the form of the qualitative study with the method of analysis deskritif the process of planting nilai- nailai  character,  data  collection  technique  uses  observation  ,  interviews  and  document  the study.The results of the study obtained that: (1) there are learning violin has been based on the process has fulfilled procedure of 3 domain the phase early, stage stuffing and the cover.In addition teachers also already have a syllabus in every levels, (2) The process of planting values character is implanted early to their students primary school budi mulia two yogyakarta.Through learning violin indirectly students have values character identified through learning violin.Values character that was found in learning violin in primary schools budi mulia two yogyakarta is; 1; value religious; 2.value disipli; 3; value tolerance; 4.value of this trait; 5.value love of the land water;        
NILAI BUDAYA DALAM PERTUNJUKAN RAPAI GELENG MENCERMINKAN IDENTITAS BUDAYA ACEH Verulitasari, Esti; Cahyono, Agus
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertunjukan Rapai Geleng sebagai salah satu kesenian tradisi Aceh,   merupakan hasil kesatuan antara agama dengan kebudayaan. Hal ini menjadikan Rapai Geleng bagian dari kehidupan masyarakat Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami identitas budaya Aceh yang tercermin pada pertunjukan Rapai Geleng. Metode yang digunakan kualitatif dengan pendekatan Antropologi Budaya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dan teknik analisis data yang digunakan mengikuti langkah analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya yang terkandung dalam pertunjukan Rapai Geleng, terbukti sebagai cerminan identitas budaya Aceh. Dari beberapa nilai budaya yang telah dijelaskan,sebagian masuk dalam faktor pembentuk identitas budaya berdasarkan kepercayaan, bahasa, dan  pola prilaku. Sehingga dapat dikatakan bahwa nilai-nilai budaya yang terdapat dalam pertunjukan Rapai Geleng merupakan refleksi atau cerminan dari kehidupan masyarakat Aceh yang merupakan identitas budaya Aceh.
PLOTING TEATER DULMULUK DALAM LAKON ZUBAIDAH SITI DI KOTA PALEMBANG Sari, Sania Mariant; Hartono, Hartono
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teater Dulmuluk adalah teater tradisional Palembang yang berkembang melalui syair dan menjadi teater.  Lakon  Zubaidah  Siti  merupakan  salah  satu  lakon  yang  digemari  oleh  masyarakat Palembang karena lucu juga adanya amanat pendidikan, rasa cinta dan setia kepada keluarga. Masalah penelitian ini adalah bagaimana ploting lakon Zubaidah Siti dalam teater Dulmuluk di kota  Palembang?  Pendekatan  yang  diterapkan  penelitian  ini  adalah  disiplin  ilmu  dramaturgi. Kajian dramaturgi  akan  digunakan  untuk  mengkaji  ploting  lakon Zubaidah Siti  dalam  teater Dulmuluk di kota Palembang,. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Lokasi penelitian di Kecamatan Gandus  Palembang. Teknik pengumpulan  data  yang  digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik keabsahan data secara utama menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dan analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, ditemukan adanya ploting teater dulmuluk, bersifat flexibel, dan mengikuti alur maju. Ploting yang digunakan adalah alur maju.
NILAI-NILAI YANG TERTANAM PADA MASYARAKAT DALAM KEGIATAN MASAMPER DI DESA LAONGGO Maragani, Meyltsan Herbert; Wadiyo, Wadiyo
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena berkesenian masyarakat etnis Sangihe di desa Laonggo menjadi hal yang unik dan menarik. Dalam hal ini, Masamper diyakini tidak hanya sebagai sarana hiburan masyarakat  tetapi  juga  sebagai  sarana  untuk  berinteraksi.    Masalah  yang  dikemukakan dalam penelitian ini adalah nilai-nilai apa yang tertanam pada masyarakat dalam aktivitas interaksi yang terjadi dalam Masamper. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan  desain  penelitian  studi  kasus.  Teknik  pengumpulan  data  meliputi  observasi,wawancara  dan  studi  dokumen.  Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa  nilai-nilai  yang tertanam pada masyarakat dalam kegiatan Masamper, terbentuk melalui proses interaksi yang terjadi pada saat kegiatan Masamper berlangsung. Interaksi dalam kegiatan Masamper merupakan interaksi simbolis yang ditandai dengan adanya tindakan yang didasarkan atas makna. Nilai-nilai yang tertanam pada masyarakat meliputi nilai religius, kerjasama, etika, kerukunan, cinta budaya, kedisiplinan, tenggang rasa, dan keindahan. Nilai-nilai tersebut tertanam  pada  masyarakat tidak hanya  melalui  lagu-lagu  yang  dinyanyikan,  tetapi  juga melalui aktivitas-aktivitas atau tindakan-tindakan yang dilakukan masyarakat pada saat berinteraksi dalam kegiatan Masamper.

Page 1 of 1 | Total Record : 10