cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Fashion and Fashion Education Journal
ISSN : 22526803     EISSN : 28280237     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2012)" : 18 Documents clear
PERBEDAAN KUANTITAS DAN KUALITAS HASIL JAHITAN MESIN JAHIT MANUAL DAN HIGH SPEED Jannah, Arifatul; W, Sri Endah; Wahyuningsih, Urip
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v1i1.199

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan kuantitas dan kualitas hasil jahitan pada mesin jahit manual dengan mesin jahit high speed serta mengetahui seberapa besar perbedaan penggunaan mesin jahit manual dengan mesin jahit high speed. Pengumpulan data penelitian eksperimen ini menggunakan instrumen tes pengukuran dan dokumentasi. Sampel ditentukan berdasarkan purposive sampling dan terpilih satu orang mahasiswa yang membuat sarung bantal kursi dengan 1 mesin jahit manual dan 1 mesin jahit high speed. Kuantitas hasil jahitan diukur waktu penyelesaian, sedangkan kualitas diukur dari kerapian hasil jahitanya seperti retsleting, tepi kain, lipit, serta menyambung bagian depan dengan bagian belakang. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan kualitas dan kuantitas hasil jahitan mesin jahit manual dengan mesin jahit high speed. Besarnya nilai perbedaan hasil produksi menggunakan mesin jahit manual dengan mesin jahit highspeed ditinjau dari beda mean sebesar 15. Penggunaan mesin jahit manual mempunyai karakteristik yang lebih familiar dibanding mesin jahit high speed, lebih mudah karena kecepatan gerak yang lebih lambat sehingga dapat mengimbangi kecepatan gerak mesin, meskipun secara kuantitas lebih lama.This study aims to assess the differences in quantity and quality of the stitching on the manual sewing machine and high speed sewing machine and to know how much difference the use of manual sewing machine with high speed sewing machines. Data collected of this experimental study using measurement instruments and test documentation. Sample is determined based on purposive sampling and selected one student who made a pillowcase of chair with manual sewing machine and a high speed sewing machine. Quantity was measured by suture completion time, while the quality is measured from the neatness of the seams like a zipper, the edge of the fabric, pleated, and connect the front to the back. The results showed no difference in quality and quantity of stitching of manual sewing machines and a high speed sewing machine. The magnitude of the difference in production using a sewing machine manual sewing machine highspeed terms of the mean difference of 15. Manual sewing machine has the characteristics of more familiar than the high speed sewing machine. It’s easier than high speed sewing machine because it have lowerspeed.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KERJA OPERATOR JAHIT PADA KONFEKSI Budiastuti, Ludviana Dwi; -, Marwiyah; Endang, Sri
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v1i1.200

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja operator jahit, dan mengetahui seberapa besar persentase masing-masing faktor dalam mempengaruhi produktivitas kerja operator jahit pada Konfeksi Amanah di Gunungpati Semarang. Semua karyawan bagian operator jahit pada Konfeksi Amanah di Gunungpati yang berjumlah 40 orang digunakan sebagai populasi sekaligus sebagai sampel dalam penelitian ini. Data dikumpulan menggunakan metode angket dan observasi, dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor motivasi, pendidikan, disiplin kerja, keterampilan, etos kerja dan lingkungan kerja mempunyai pengaruh terhadap produktivitas kerja operator jahit pada Konfeksi Amanah di Gunungpati. Kontribusi faktor motivasi, pendidikan, disiplin kerja, keterampilan, etos kerja dan lingkungan kerja dalam mempengaruhi produktivitas kerja operator jahit sebesar 71,15% dan 28,85% lainnya dipengaruhi faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini. Perekrutan karyawan dengan pendidikan lebih tinggi ataupun menganjurkan karyawan yang berpendidikan rendah untuk ikut program pendidikan kesetaraan sangat berpengaruh untuk lebih meningkatkan produktivitas kerjanya.This research aim to know factors are affecting the productivity of labor in a sewing operator, and know how large a percentage of each factor in influencing the productivity of labor in a sewing operator at Gunungpati Confection Amanah. All employees part of operator sew at Gunungpati Confection Amanah amounting to 40 people used as by population at the same time as sampel in this research. Corps data use enquette method and observation, and is here in after analysis descriptively percentage. Result of research indicate that motivation factor, education, activity discipline, skill, ethos work and activity environment have influence to operator work productivity sew at Gunungpati Confection Amanah. Contribution Factor motivation, education, activity discipline, skill, ethos work and environment work in influencing operator work productivity sew equal to 71,15% and 28,85% influenced by other of other factor which do not be expressed in this research. Recruitment of employees with higher education and or suggest employees which have low education to follow equivalence education program very having an effect on to be more improve its work productivity.
STRATEGI PEMASARAN PRODUK BUSANA MUSLIM “GALERI DITA” PADA ERA GLOBALISASI So'imah, Nurul
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v1i1.201

Abstract

AbstractStrategi pemasaran dirancang untuk menentukan arah, tujuan pemasaran dalam bisnis yang berkaitan dengan keputusan segmentasi pasar, identifikasi pasar sasaran, penempatan posisi dan unsur–unsur bauran pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menentukan strategi pemasaran yang meliputi segmentasi pasar, target pasar, penempatan posisi, produk, harga, distribusi/tempat, dan strategi promosi. Di samping itu, juga untuk mengetahui kendala yang dihadapi “Galeri Dita” pada era globalisasi. Penelitian studi kasus ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis model interaktif yang berlangsung terus-menerus dan berkelanjutan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dilakukan cukup efektif. Segmentasi dan target pasar wanita dari kelas mengah ke atas yang berbusana muslim, meskipun penempatan posisinya belum tercapai. Strategi produk yang dilakukan melalui menjual barang yang bermerk dengan desain terbaru. Strategi harga menjual barang kualitas baik dengan harga di atas harga pasaran atau sebaliknya. Strategi pendistribusian barangnya menggunakan jasa pengiriman barang. Strategi promosinya menggunakan ineternet sebagi media promosinya seperti facebook dan web dengan kendala foto dan warna, waktu ma, harga jual, kepercayaan konsumen karena banyak terjadi penipuan di dunia maya.Marketing strategies designed to determine the direction, the purpose of marketing inibusiness decisions relating to market segmentation, target market identification, positioning and marketing mix elements. Galery Dita is an online store Moslem who frequent online transactions than their competitors in the era globalization. Galery Dita was founded by Ms. Anindita Dinnie in 2010. The results of this study indicate that marketing strategies are carried out effectively enough. Segmentation and target market is women from upper-class dress to Moslem, although the placement of the position has not been achieved. Strategy is to sell products made of branded goods with the latest design. Price strategy of selling quality goods at a price above bail the market price or otherwise. Goods distribution strategy using freight forwarding services. Use as a promotional startegy internet promotional media such as facebook, web and others. Based on these research activities can provide advice to the Galeri Dita doing research on consumer loyalty and business ties following the Moslem Indonesia.
UPAYA PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN BORDIR Ahyani, Rahmania; -, Widowati; Wahyuningsih, Urip
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v1i1.202

Abstract

AbstractUpaya pengembangan merupakan hal yang harus dilakukan oleh pemilik usaha agar usahanya tidak tutup. Upaya pengembangan ini harus tepat dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan dan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pengembangan dalam bidang pemasaran, produksi, dan bidang kemitraan dengan usaha lain yang dilakukan Usaha kerajinan bordir An-Nur di desa Krajan Kulon kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Penelitian studi kasus ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam bidang pengembangan produk, usaha kerajinan bordir An-Nur selalu melakukan inovasi dan variasi baru dalam produk yang dihasilkan dan melakukan pengontrolan kualitas barang. Selanjutnya dalambidang pengembangan pemasaran, melakukan promosi dengan mengikuti bazaar yang diselenggarakan oleh berbagai instansi, menyediakan jasa antar barang langsung kepada para konsumen, dan menjadi nara sumber bersama Bupati Kendal dalam suatu acara pengembangan otonomi daerah pada stasiun TV lokal. Selain pengembangan produk dan pemasaran, usaha kerajinan bordir An-Nur juga melakukan pengembangan kemitraan. Usaha kerajinan bordir An-Nur memiliki dua mitra usaha yaitu Karya Usaha Konfeksi dan Konfeksi Zahra. Kemitraan ini ditujukan untuk mendukung pengembangan produk yang dilakukan oleh usaha kerajinan bordir An-Nur.Development effort is a absolute thing to do for enterpreneur in developing his industry. This effort should match to the condition and necessity of the company and so the market. An-Nur embrodery craft industry whose Hj. Ma’rifat beginning since 1983. This industry is one of any other industry that still exist even there is no goverment support. The result describes the weakness of An-Nur industry are production volume, management and administration, marketing, capitalising, and unfridly situation for industry. So these are the strategies for developing, increasing the production volume, marketing, and relationship with other industries. Eventhough, there is still a few lacks, An-Nur industry could stand on it. The process of developing seems to be easy and smothly done by developing in production, marketing, and relationship. Product development shows new innovation. Marketing development gives new customers by taking part in bazar market, and get cooperate partner by customers.
EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PRAKERIN DI SEKOLAH DAN DI BUTIK Lestari, Rina Puji; Setyowati, Erna; -, Musdalifah
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v1i1.203

Abstract

AbstractProgram prakerin disusun dengan menyesuaikan peraturan antara sekolah dan industri. Pelaksanaan prakerin di SMK N 1 Tengaran dilaksanakan di 2 tempat yaitu industri (butik) dan sekolah. Asumsi sementara prakerin di sekolah lebih efektif karena guru mengawasi secara langsung. Penilaian parakerin di sekolah dilakukan oleh guru dan mengacu pada kurikulum, sedangkan di butik dilakukan oleh pemilik butik dan mengacu pada kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan prakerin di sekolah dan di butik, serta untuk mengetahui seberapa besar efektifitas pelaksanaan prakerin di sekolah dan di butik pada siswa kelas XI SMK N 1 Tengaran. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMK N 1 Tengaran dengan jumlah 115, dengan sampel penelitian berjumlah 66. Hasil uji analisis perbandingan persentase rata-rata data prakerin di butik sebesar 81,25%, sedangkan prakerin di sekolah sebesar 74,14% kategori. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan prakerin di butik lebih efektif dibandingkan prakerin di sekolah. Besarnya efektifitas pelaksanaan prakerin di butik termasuk dalam kategori sangat baik, sedangkan prakerin di sekolah termasuk dalam kategori baik.Prakerin Program arranged by adjusting between schools and industry regulations. Implementation Prakerin at SMK N 1 held in two places, namely industry (boutique) and the school. Assumptions states that at school Prakerin more effective because teachers supervise directly. Prakerin Assesment conducted by teachers in schools and referred to the curriculum, while at the boutique by boutique owners and referring to consumer satisfaction. This study aims to determine the effectiveness of Prakerin in school and in the boutique, as well as to find out how effectively implementation of Prakerin in schools and at boutiques for class XI student at SMK N 1 . Data were collected by observation, interviews, questionnaires, and documentation. The study population was 115 student class XI SMK N 1 with 66 sample. Comparative analysis average of percentage of data on the boutiques is 81.25%, while in school is 74.14% . Based on the research results can be concluded that the implementation Prakerin in the boutique more effective than at school. Implementation Prakerin in the boutique included in the excellent category, while in school Prakerin included in either category.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PELAYANAN PRIMA Riyana, Eti Novi
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v1i1.1900

Abstract

Pelayanan Prima merupakan mata pelajaran teori yang kurang diminati siswa karena dilihat dari hasil belajar siswa masih banyak  yang  belum  mencapai  nilai  70  yang  merupakan  batas  kriteria  ketuntasan  minimal  (KKM),  oleh  karena  itu diperlukan penerapan metode  pembelajaran yang inovatif dan diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Metode pembelajaran  Snowball  Throwing  adalah  salah  satu  metode  pembelajaran  kooperatif  yang  menekankan  belajar  kelompok berbasis  sosial.  Permasalahan  yang  dikaji  dalam  penelitian  ini  adalah  apakah  penerapan  metode  pembelajaran  Snowball Throwing  dapat  meningkatan  hasil  belajar  Pelayanan  Prima  siswa  SMKN  3  Magelang.  Tujuan  penelitian  ini  yaitu:  (1) Untuk mengetahui bagaimanakah penerapan metode  pembelajaran Snowball Throwing  dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran  Pelayanan Prima, (2)  Mengetahui adakah  perbedaan hasil belajar metode  Snowball Throwing dibandingkan dengan hasil belajar yang tidak menggunakan metode SnowballAbstractPrime Services is a theoretical subjects less desirable students as seen from the results of student learning  are  still  many  who  do  not  achieve  a  score  of  70  which  is  the  limit  of  minimum completeness criteria (KKM), therefore required the application of innovative learning methods are expected to improve student learning outcomes. Snowball Throwing learning method is one that emphasizes cooperative learning method based group of social learning. Issues that were examined in  this  study  is  whether  the  application  of  Snowball  Throwing  learning  method  can  improve student learning outcomes Prime Services SMKN 3 Magelang. The purpose of this study are: (1) To determine how the application of learning methods Snowball Throwing in improving student learning  outcomes  in  subjects  Excellent  Service,  (2)  Knowing  there  any  difference  in  learning outcomes  Throwing  Snowball  method  compared  to  the  learning  outcomes  that  do  not  use Throwing Snowball method.
MINAT MEMAKAI BUSANA MUSLIMAH PADA MAHASISWA PRODI PKK S1 TATA BUSANA JURUSAN TJP FT UNNES Amaliatusholiha, Indah
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v1i1.1901

Abstract

Abstrak___________________________________________________________________Tujuan  penelitian  ini  adalah  mengetahui  minat  mahasiswa  terhadap  busana  muslimah  pada  mahasiswa  Prodi  PKK  S1 Tata  Busana  Jurusan  Teknologi  Jasa  dan  Produksi  Fakultas  Teknik  Universitas  Negeri  Semarang  (TJP  FT  UNNES) Angkatan  2010.  Teknik  pengumpulan  data  menggunakan  metode  angket  dan  wawancara.  Angket  digunakan  untuk penelitian  seteleh  diuji  menggunakan  uji  validitas  dan  reabilitas.  Penelitian  ini  digolongkan  penelitian  deskriptif  dengan metode  analisis  data  distribusi  frekuensi  (mean,  kriteria,  frekuensi  dan  persentase).  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa mahasiswa Program Studi PKK S1 Konsentrasi Tata Busana di Jurusan TJP, FT, UNNES angkatan 2010 sebagian besar memakai busana muslimah saat di luar rumah. Selain mengikuti perintah agama, desain busana juga mempengaruhi gaya berbusana mereka. Minat mahasiswa terhadap pemakain busana muslimah termasuk tinggi (82,95%) hal tersebut didukung oleh perasaan senang sebesar 19,59%, ketertarikan sebesar 19,96%, pengetahuan sebesar 20,59%, perhatian sebesar 17,84% dan  pengaruh  positif  dengan  persentase  sebesar   22,02%.  Berdasarkan  hasil  penelitian  dapat  disimpulkan  bahwa  minat memakai  busana  muslimah  pada  mahasiswa  Prodi  PKK  S1  Tata  Busana  Jurusan  TJP  FT  UNNES  angkatan  2010 dikategorikan tinggi dengan persentase sebesar 82,95%. Abstract___________________________________________________________________The  purpose  of  this  study  was  to  determine  the  student's  interest  in  Muslim  fashion  dressmaking  Student  Services  and Production Technology Department, Faculty of Engineering, State University of Semarang Force 2010. This research was a descriptive study classified by the percentage of descriptive data analysis methods (mean, criteria, frequency and percentages). Techniques of data collection using questionnaires and interviews. Questionnaire used for research seteleh tested using validity and  reliability.  The  results  showed  that  students  of  PKK  S1  dressmaking  Concentration  in  the  Department  of  TJP,  FT, UNNES forces 2010 most of the wear Muslim clothing when outside the home. In addition to following the orders of religion, fashion design also affects their style of dress. Student interest in the Muslim fashion is high (80.15%) is reflected in the good feelings of 19.59%, an interest of 19.96%, 20.59% for knowledge, attention was 17.84% and the percentage of positive influenc e amounted to 22.02%. Based on the  results of this study concluded that the interest of students towards the Moslem Student Services Technology Department of Clothing Design and Production, Faculty of Engineering, State University of Semarang force 2010 high categorized by percentage of 80.15%
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKSTIL DI SMK SYAFI’I AKROM PEKALONGAN Safitri, Emilia
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v1i1.24023

Abstract

Abstract The results of SMAN Syafi'i Akrom Pekalongan obtained data that the learning of textile subjects is still low, seen from the results of learning that still many not meet the standards of KKM. One of the learning models that can be used in textile learning is the Numbered Heads Together (NHT) model. The purpose of this research is to know and use various models of NHT learning on student learning outcomes in the subjects of Textile Lesson. The population in this research is the students of Fashion Class class X SMK Syafi'i Akrom Pekalongan communicating 16 students. The sample in this study using total sampling. Methods of data collection using test methods and nontes. Testing hypothesis 1 using Uji-t obtained thitung> ttable that is 4,98> 2,13. Testing of hypothesis 2 using N-Gain calculation obtained significance 0,33. Based on the results of research can be concluded that there is integration and 33% use of NHT learning model on student learning outcomes in the eyes of Textile Lessons. Keywords : Cooperative Learning, Numbered Heads Together (NHT), learning outcomes

Page 2 of 2 | Total Record : 18