cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Fashion and Fashion Education Journal
ISSN : 22526803     EISSN : 28280237     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
PENGARUH DAYA SERAP AIR TERHADAP KUALITAS BATIK WET ON WET Megawati, Oka Indah
Fashion and Fashion Education Journal Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v3i1.4434

Abstract

Batik merupakan salah satu warisan Indonesia yang telah mendunia dan telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda hasil karya manusia (Masterpieces of the Oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity). Teknik Wet On Wet yaitu cat air disapukan pada kertas menggunakan kuas sehingga menghasilkan efek motif yang bergradasi akibat warna berbaur dengan air. Berdasarkan latar belakang masalah dilakukan penelitian dengan tujuan sebagai berikut: (1) mengetahui daya serap air kain mori, sutera dan belacu yang digunakan pada penelitian ini; (2) mengetahui kandungan air dalam kain pada beberapa variasi waktu penirisan; (3)mengetahui  pengaruh  waktu penirisan setelah perendaman kain terhadap batik Wet on wet. Hasil dari penelitian ini adalah (1) terdapat perbedaan ketuaan warna pada kain mori dengan variasi waktu penirisan,namun nilai ketuaan warna pada kain belacu dan sutera dengan variasi waktu tidak terdapat perbedaan terhadap ketuaan warna. (2) tidak ada perbedaan ketahanan luntur terhadap pencucian pada kain mori, belacu dan sutera dengan variasi waktu penirisan menggunakan zat warna procion MX dengan teknik wet on wet. (3) terdapat perbedaan efek wet on wet pada hasil pewarnaan batik pada kain mori, belacu dan sutera dengan variasi waktu penirisan  menggunakan zat warna procionMX dan teknik wet on wet.Batik is one Indonesian heritage has had become worldwide and designated by UNESCO as an intangible cultural heritage of human handiwork (Masterpieces of the Oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity). Technique wet on wet by added water cat to the paper by using brush so that it produced graded effect pattern because the color blanded with the water. Based on the basic problem, research done with the following objective: (1) knowing the water absorbing ability on mori fabric, silk and blaco that used on this research. (2) knowing the water content on fabric for various time seepage, (3) knowing the influence of seepage time after soaking the fabric on wet on wet. The result of this research was (1) There were differences in the color aging on the mori fabric with the various time of seepage, but the value of aging color on the blaco and silk with the various time Hd made no different on the colour aging. (2) Nothing different on the colour fastness when washing the mori fabric, blaco and silk with the various seepage using procion MX colouring substance with the technique of wet on wet. (3) There were differences on wet on wet effect for the result of the batik colouring on mori fabric, blaco and silk with the various seepage using procion MX colouring substance and technique wet on wet
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HASIL PRODUKSI USAHA KONFEKSI (Studi Kasus di “Sa’dun Konfeksi” Desa Sendang, Kalinyamatan, Jepara) Mukaromah, Siti
Fashion and Fashion Education Journal Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v3i1.4435

Abstract

Usaha konfeksi telah tersebar hampir diseluruh daerah di Indonesia. Salah satunya yaitu di desa Sendang Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. “Sa’dun Konfeksi” adalah salah satu usaha konfeksi yang masih eksis di desa Sendang hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkan kualitas hasil produksi usaha konfeksi di “Sa’dun Konfeksi” desa Sendang dan upaya manakah yang diprioritaskan. Penelitian dilaksanakan di “Sa’dun Konfeksi” desa Sendang, kalinyamatan, Jepara. Sumber data penelitian ini meliputi : data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, mencatat dokumen, dan studi pustaka. Keabsahan data dalam penelitian ini di uji dengan menggunakan teknik triangulasi (sumber dan teknik).Hasil penelitian menunjukkan ada upaya untuk meningkatkan kualitas hasil produksi yang telah dilakukan oleh pengusaha “Sa’dun Konfeksi”. Upaya-upaya tersebut dapat dilihat dari aspek bahan baku, alat produksi, proses produksi dan tenaga kerja. Dari hasil analisis, tidak ada upaya yang paling diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas produk konfeksi, keempat aspek yang diidentifikasi satu dengan yang lain saling melengkapi sesuai dengan fungsi dan kapasitas masing-masing untuk dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.The clothing industry business has spread almost throughout the regions in Indonesia. One of them is in the Sendang village, Kalinyamatan, Jepara, Central Java, i.e. “Sa’dun Clothing Industry”. This study aims to determine how the efforts that have been made in improving the quality of the production of the clothing products in the village of Sendang and which prioritized efforts. The experiment was conducted in the village of Sendang, Kalinyamatan, Jepara, as clothing industry village centers. The data sources of the study include primary and secondary data. The technique of collecting data using interviews, observations, recorded documents, and literature. Test the validity of the data using the technique of triangulation (sources and techniques). Results showed that efforts to improve the quality of the products that have been made by the entrepreneurs (The Sa’dun Clothing Industry). These efforts can be seen from the aspect of raw materials, production equipment, production processes and labor. Based on the analysis, none of the most prioritized efforts to improve the quality of the clothing industry, the fourth aspect identified with one another in accordance with the complementary function and the capacity of each to be able to improve the quality of the product.
ANALISIS PELAKSANAAN KURSUS MEMBATIK PADA PENYANDANG TUNADAKSA DI PUSAT REHABILITASI YAYASAN KRISTEN UNTUK KESEHATAN UMUM (YAKKUM) YOGYAKARTA Sa’adah, Any Ulfatus; Syamwil, Rodia
Fashion and Fashion Education Journal Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v4i1.7748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kursus membatik dan mengetahui faktor pendukung serta faktor penghambat pelaksanaan kursus membatik di pusat rehabilitasi YAKKUM. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian pada pelaksanaan kursus membatik pada penyandang tunadaksa di YAKKUM dengan subjek penelitian 7 peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kursus membatik di Pusat Rehabilitasi YAKKUM belum menggunakan kurikulum. Pusat rehabilitasi YAKKUM dapat membantu peyandang tunadaksa untuk mendapat pendidikan dan memperoleh pekerjaan. Hal tersebut terbukti 100% peserta didik mendapatkan pekerjaan bahkan menciptakan lapangan pekerjaan setelah mengikuti kursus membatik. Produk yang dihasilkan dapat diterima oleh masyarakat dan pasar terbukti 70% produk batik tulis kontemporer yang sudah terjual saat pameran batik.Education is a right and an obligation for all the people of Indonesia. It is listed in the 1945 Constitution, Article 31, paragraph 1, of all Indonesian citizens are entitled to teaching where disabilities have equal rights and equal opportunities to education as other citizens. Pusat Rehabilitasi Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM) provide batik courses for quadriplegic. This study aimed to analyze the implementation of batik courses and identify factors supporting and inhibiting factors of the courses at a rehabilitation center YAKKUM batik.This study used a qualitative descriptive approach with a focus on the implementation of batik courses in quadriplegic in YAKKUM. Research subjects are 7 learners. Data collection methods used were observation, interviews and documentation. Data analysis was performed using the method of triangulation. The results showed that the implementation of batik courses at the Rehabilitation Center YAKKUM not use batik kurikulum. Pusat YAKKUM rehabilitation can help peyandang quadriplegic to education and acquire the pekerjaan.Hal proven to be 100 % learners get a job even create jobs after the course membatik.Produk generated can be accepted by society and market-proven 70 % of contemporary batik products that have been sold during the exhibition of batik .
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN PROYEK MATA PELAJARAN DASAR TEKNOLOGI MENJAHIT SISWA SMK TATA BUSANA Puspita, Dita; Setyowati, Erna
Fashion and Fashion Education Journal Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v4i1.7767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan seberapa besar efektivitas metode pembelajaran proyek  pada mata pelajaran dasar teknologi menjahit siswa kelas X tata busana di SMK Negeri 1 Ampelgading. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes, observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan uji t. Hasil uji rata-rata posttest 2 kelas sampel diperoleh thitung = 11,72 sedangkan ttabel = 1,99, karena thitung > ttabel (11,72>1,99), dapat diartikan bahwa Ha yang berbunyi metode pembelajaran proyek pada mata pelajaran dasar teknologi menjahit efektif meningkatkan hasil belajar siswa kelas X tata busana SMK Negeri 1 Ampelgading diterima. Hasil perhitungan gain diperoleh sebesar 0.53 atau 53% dan termasuk dalam kriteria sedang.This study aims to determine the effectiveness and how much the effectiveness of teaching methods project on basic subjects sewing technology class X dressmaking at SMK Negeri 1 Ampelgading. System of data collection method using the test method , observation and documentation, while the analysis of the data using the t test. The test results mean posttest 2 grade samples obtained tcount = 11,72 while ttable = 1.99, because tcount > ttable (11,72> 1.99), can be interpreted that the learning method that reads Ha project on the basis of technology subjects sew effectively improve the results of class X student of fashion SMK Negeri 1 Ampelgading accepted. The results obtained for the calculation of gain of 0.53 or 53% and is included in the criteria are.
ANALISIS PELAKSANAAN DAN HASIL BELAJAR KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BATIK SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN KALIWUNGU KUDUS Wafa, Latifa Rifatul; Syamwil, Rodia
Fashion and Fashion Education Journal Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v4i1.7783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler batik siswa SD di Kecamatan Kaliwungu Kudus dan menganalisis hasil belajar kegiatan ekstrakurikuler batik siswa SD di Kecamatan Kaliwungu Kudus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta kegiatan ekstrakurikuler batik siswa SDN 2 Gamong Kudus dan siswa SDN 2 Papringan Kudus yang berjumlah 100 siswa, dengan jumlah sampel 30 siswa yang diperoleh secara acak. Variabel dalam penelitian ini adalah pelaksanaan dan hasil belajar dengan indikator sikap, kinerja, produk dan pengetahuan. Pengumpulan data diolah dengan metode observasi dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan deskriptif tendensi sentral dan kualitatif. Hasil penelitian pelaksanaan dan hasil belajar kegiatan ekstrakurikuler batik siswa sekolah dasar di Kecamatan Kaliwungu Kudus termasuk dalam kriteria baik dengan rata-rata sebesar (2,68) dengan rincian perindikator sikap dengan rata-rata sebesar (3,16) termasuk dalam kriteria baik, kinerja dengan rata-rata sebesar (2,98) termasuk dalam kriteria baik, produk dengan rata-rata sebesar (2,18) termasuk dalam kriteria cukup baik, dan pengetahuan dengan rata-rata sebesar (2,40) termasuk dalam kriteria cukup baik.The aim of this research were knowing the implementation extracurricular batik activity by students SD at Kecamatan Kaliwungu Kudus and analyzed learning result extracurricular batik activity by students at Kecamatan Kaliwungu Kudus. The population in this research were all activity extracurricular batik by students SDN 2 Gamong Kudus and students SDN 2 Papringan Kudus amounting to 100 students, the number of 30 sampels obtained at random. Variabels in this research is implementation and learning outcomes wit indicator attitude, performance, product and knowledge. Accumulation for processing with method observation and documentation analyzed using central tendency descriptive and qualitative. The results of this research is implementation learning result extracurricular batik activity students SD at Kecamatan Kaliwungu Kudus included in good criteria with average as (2,68) details of indicator attitude with average as (2,98) included in good criteria, product with average as (2,18) included in good enough criteria, and knowledge with average (2,40) included in good enough criteria.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA VIDEO PADA PEMBELAJARAN PEMBUATAN STRAPLESS SISWA KELAS XII SMK NEGERI 1 JAMBU Fitrianingsih, Rina; Musdalifah, Musdalifah
Fashion and Fashion Education Journal Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v4i1.7793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas media video dan mengetahui efektivitas video sebagai media pada proses pembuatan strapless. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, desain penelitian yang digunakan Pre-Experimental Design dengan model desain One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII sejumlah 56 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, maka siswa kelas XII BB2 dipilih sebagai sampel penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, angket, dokumentasi, dan observasi. Sedangkan untuk menganalisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji t, uji gain, dan uji efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest adalah 70.41 dan nilai rata-rata posttest adalah 84.69, hal ini berarti hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 14.28, dan besar rata-rata uji gain termasuk dalam kriteria sedang yaitu sebesar 0.48 atau 48%. Berdasarkan paparan di atas, dengan penggunaan media video dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran pembuatan strapless kelas XII SMK Negeri 1 Jambu.The aim of this study is to find out the video media validity and to find out the effectiveness of video as a learning media in the process of making strapless. The kind of this study was the experimental study, the research design which was used was Pre-Experimental Design with the design model One-Group Pretest-Posttest Design. The population in this research was all of the XII graders, 56 students. Sampling method was conducted by using random sampling simple technique, so the XII graders of BB2 was chosen as a sample research. The collecting data methods that were used were test, quetionnaire, documentation, and observation. While, the analyzing methods that were used were normality test, homogenity test, T test, gain test, and efectiveness test. The result of the research shows that the pretest average score from the experimental class is 70.41, and the posttest average score 84.69, it means that there is the increasing result of study that is 14.28, and average of gain test is included into middle criteria that is 0.48 or 48%. According to the explanation above, the using of video media can increase the result of students’ study in the lesson of making strapless for the XII graders of Jambu State Vocational High School.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PEMBUATAN KAMISOL MENGGUNAKAN MODUL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMK Sugiyarningsih, Anik; Setyowati, Erna; Marwiyah, Marwiyah
Fashion and Fashion Education Journal Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v4i1.7866

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah pembelajaran pembuatan kamisol menggunakan modul efektif terhadap hasil belajar siswa SMK dan seberapa besarkah efektifitas pembelajaran pembuatan kamisol menggunakan modul terhadap hasil belajar siswa SMK.Populasi yaitu dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Yasiha dengan jumlah 26 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji T dan uji Gain.Hasil perhitungan analisis uji T yang dieroleh  = 16,974, untuk nilai   α = 5% dan dk = 25 diperoleh  = 1,71. Karena > . Perhitungan uji rata-rata gain ternormalisasi yang diperoleh 0,64 atau 64%. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran pembuatan kamisol menggunakan modul efektif terhadap hasil belajar siswa SMK dengan rata rata hasil belajar. Besarnya efektivitas pembelajaran pembuatan kamisol menggunakan  modul terhadap hasil belajar siswa SMK mengalami peningkatan dengan kriteria sedang. Saran 1) Guru SMK Yasiha dapat menerapkan dan memeberikan modul pada mata pelajaran yang lain untuk meningkatkan hasil belajar siswa. 2) Guru dapat membuat, menggunakan dan meningkatkan media pembelajaran.The research objective was to determine whether the learning module manufacture camisole using effective against SMK student learning outcomes and how much learning effectiveness camisole manufacture using modules for student learning outcomes SMK.Populasi which in this study is a class XI student of SMK Yasiha the number of 26 students. Methods of data collection in this study is the method of testing, observation and documentation. Data analysis using T test and test calculations Gain. T test analysis dieroleh t_hitung = 16.974, for the value of α = 5% and df = 25, obtained t_tabel = 1.71. Because t_hitung> t_tabel. Calculations the average normalized gain obtained 0.64 or 64%, due to the gain value obtained is less than 0.7, the improvement of learning outcomes are included in the criteria. The conclusions of this study is that learning camisole manufacture using effective module for student learning outcomes with the average vocational learning outcomes. Suggestion 1) Yasiha Vocational Teachers can apply and give the modules in other subjects to improve student learning outcomes. 2) Teachers can create, use and improve instructional media.
PERBEDAAN HASIL PENCELUPAN BATIK MENGGUNAKAN BONGGOL PISANG DENGAN MORDAN TUNJUNG, KAPUR DAN JERUK NIPIS Kartika, Feny Fitri; Krisnawati, Maria; Aulia, Sofwah
Fashion and Fashion Education Journal Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v10i2.15845

Abstract

Abstract. This study aims to determine how the results and differences that arise from the test of fastness, sharpness of motifs and color direction on the immersion results using mordan tunjung, lime, and lime. The research used experimental research method with independent variable (mordan tunjung, lime and lime) and dependent variable (fastness, sharpness of motif and color direction). Data collection techniques used were observation method, documentation method and laboratory test with analysis that is mean analysis on test of fastness and sharpness of motif, then descriptive analysis on color direction test. The results of the fastness test and the sharpness of the best motif on mordan lime. The results of the color direction test show pecan on mordan tunjung, cinnamon on mordan lime, and caramel on mordan lime. The conclusion of this research is banana hump can be used as batik nature dye, and there are differences in the result of batik dyeing using banana bonggol with mordan tunjung, lime, and lime. Keywords: Banana Stalk, Tunjung, Lime, Lime, Mordan Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil dan perbedaan yang muncul dari uji ketahanan luntur, ketajaman motif dan arah warna pada hasil pencelupan menggunakan mordan tunjung, kapur, dan jeruk nipis. Penelitian menggunakan metode penelitian eksperimen dengan variabel bebas (mordan tunjung, kapur dan jeruk nipis) dan variabel terikat (ketahanan luntur, ketajaman motif dan arah warna). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, metode dokumentasi dan uji laboratorium dengan analisis yaitu analisis rerata (mean) pada uji ketahanan luntur dan ketajaman motif, kemudian analisis deskriptif pada uji arah warna. Hasil uji ketahanan luntur dan ketajaman motif paling baik pada mordan kapur. Hasil uji arah warna menunjukkan pecan pada mordan tunjung, cinnamon pada mordan kapur, dan caramel pada mordan jeruk nipis. Simpulan penelitian ini adalah bonggol pisang dapat digunakan sebagai pewarna alam batik, dan terdapat perbedaan pada hasil pencelupan batik menggunakan bonggol pisang dengan mordan tunjung, kapur, dan jeruk nipis. Kata Kunci: Bonggol Pisang, Tunjung, Kapur, Jeruk Nipis, Mordan
PENGGUNAAN ZAT PEWARNA ALAMI DARI BENALU POHON PETAI SEBAGAI ALTERNATIF PEWARNA BATIK Sani, Diyan Satwika; Kusumastuti, Adhi; Sagita, Amelia
Fashion and Fashion Education Journal Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v10i2.16721

Abstract

Abstract. The research done by experimental research method with independent variable (mordan alum, lime, and tunjung) and dependent variable (color aging, color fastness to washing and staining of white cloth). Data collection techniques are used observation method, documentation method, and laboratory test. The analysis is used to descriptiveanalysis on all laboratory test results. The most concentrated color aging test on mordan tunjung. Fade resistance test results against leaching and staining of white fabrics have the same result on every mordan with a value of 3 (enough) for mordan tunjung and a value of 3-4 (good enough) for mordan lime and alum. The conclusion of this research is the parasite petai tree can be used as batik natural dye, for the difference research of dyeing batik clote using parasite petai tree with mordan alum, lime and tunjung. Keywords: Batik, Parasite Petal Tree, Natural Dyes Abstrak. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian eksperimen dengan variabel bebas (mordan tawas, kapur dan tunjung) dan variabel terikat (ketuaan warna, ketahanan luntur warna terhadap pencucian serta penodaan terhadap kain putih). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, metode dokumentasi dan uji laboratorium.Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif pada semua hasil uji laboratorium. Hasil uji ketuaan warna yang paling pekat pada mordan tunjung. Hasil pengujian ketahanan luntur terhadap pencucian dan penodaan terhadap kain putih memiliki hasil yang sama pada setiap mordan dengan nilai 3(cukup) untuk mordan tunjung dan nilai 3-4 (cukup baik) untuk mordan kapur tohor dan tawas. Simpulan penelitian ini adalah benalu pohon petai dapat digunakan sebagai pewana alami batik, terdapat perbedaan hasil pencelupan kain batik menggunakan benalu pohon petai dengan mordan tawas, kapur tohor dan tunjung. Kata Kunci: Batik, Benalu Pohon Petai, Pewarna Alam
Batik, Lengkeng, Zat Warna Alam PEMANFAATAN DAUN LENGKENG (Nephelium Logan) UNTUK PEWARNA BATIK Amantika, Ravika Setyo; Syamwil, Rodia; Nurrohmah, Siti
Fashion and Fashion Education Journal Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v10i1.23977

Abstract

UTILIZATION OF LEAF LITCHI (NEPHELIUM LOGAN) FOR BATIK DYES. Abstract : The purpose of this study to determine whether the leaves litchi can be used as natural dye for batik cloth. This research uses experimental method and the result in laboratory test to see the quality of dyeing result with leaf litchi. The analysis used that is analysis descriptive on all results test laboratory . The object of this research is leaf litchi , primissima mori cloth that has been batik, type mordan (alum, lime tohor, tunjung). Leaf extraction process litchi with type different mordant showing existence difference old age color on fabric morri that is without mordan produce most young color with value the mean T% 44,32, with alum with value the mean T% 46,71, then chalk with value the mean T% 77.79, and tunjung produce The oldest color with value average of TT% 94.02. Conclusions can be explained that leaf litchi can be used as a source of natural dyes in bati k and the type of mordan used can affect the direction of the resulting batik color Keywords: Batik, Leaf litchi (Nephelium logan) , Natural Color Substance

Page 11 of 21 | Total Record : 203