cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Fashion and Fashion Education Journal
ISSN : 22526803     EISSN : 28280237     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
Pengembangan Media Pembelajaran Elektronik Pola Digital Di SMK Negeri 6 Semarang Anggreni, Magdalena Dwi; Sawitri, Sicilia
Fashion and Fashion Education Journal Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v9i1.41257

Abstract

Pembuatan pola kemeja secara digital merupakan salah satu kompetensi dasar yang masih baru dalam kurikulum 2013 Revisi. Pemahaman siswa mengenai pembuatan pola kemeja secara digital masih awam, dan belum berkembangnya media menjadi faktor hambatan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran yang berupa media elektronik pola digital pada materi pembuatan pola kemeja dan mengetahui kelayakan produk media elektronik pola digital tersebut sebagai pembelajaran mandiri bagi siswa kelas XI SMK Negeri 6 Semarang berdasarkan penilaian ahli materi, ahli desain pembelajaran, ahli media komunikasi pembelajaran, dan respon siswa. Desain penelitian yang digunakan mengacu pada desain pengembangan dari Sugiyono yang dimodifikasi sesuai kebutuhan dan keterbatasan penelitian. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yang dilakukan secara online Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah: (1) produk media elektronik pola digital yang telah dikembangkan berupa software aplikasi yang mencakup materi pembuatan pola kemeja secara digital, (2) produk media elektronik pola digital dinyatakan sangat layak digunakan menurut ahli materi, ahli desain pembelajaran, ahli media komunikasi pembelajara dan respon siswa. Kata Kunci: media elektronik, pola kemeja secara digital, pembelajaran mandiri.
Kualitas Hasil Ecoprint Teknik Steam Menggunakan Mordan Tunjung, Tawas, dan Kapur Tohor Nada, Fatimah; Widowati, Widowati
Fashion and Fashion Education Journal Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v9i2.41808

Abstract

Zat warna yang terkandung dalam tumbuhan beraneka ragam sehingga menghasilkan warna yang beraneka ragam pula. Potensi warna yang dihasilkan diasumsikan dapat di aplikasikan pada pewarnaan teknik ecoprint. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas hasil ecoprint Teknik steam menggunakan mordan tunjung, tawas, dan kapur tohor. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif persentase. Hasil keseluruhan penelitian oleh panelis yaitu kualitas hasil ecoprint pada indikator motif sebesar 79.6% dan kualitas hasil ecoprint pada indikator warna sebesar 83.2%. Simpulan dari penelitian ini yaitu kualitas hasil ecoprint Teknik steam menggunakan mordan tunjung, tawas, dan kapur tohor termasuk dalam kriteria sangat tinggi, sehingga hasil ecoprint dinyatakan berkualitas. Saran dari penelitian ini yaitu mordan yang mendapatkan persantase di setiap indikator yaitu kapur tohor dibandingkan jenis mordan lainnya untuk penelitian selanjutnya perlu diperhatikan penggunakaan Teknik ecoprint, jenis daun dan jenis mordan yang lebih bervariasi agar menambah nilai estetika Kata Kunci : Ecoprint, Kualitas Hasil Ecoprint, Zat Warna Alam
Kajian Sabah Batik di Malaysia sary, Feren Novita; Wahyuningsih, Sri Endah
Fashion and Fashion Education Journal Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v9i1.42640

Abstract

Batik cukup dikenal Negara tetangga Malaysia, Sehingga banyak perajin batik disana, salah satunya Sabah batik, industri batik dikota kinabalu yang sudah cukup lama berdiri. Sabah batik merupakan salah satu perajin yang memiliki cirikhas pada motif batiknya yaitu geometri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, Perkembangan batik di Sabah Batik, Fakta sejarah munculnya batik di Malaysia, Identifikasi motif batik yang ada di Sabah Batik Malaysia. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan berdasarkan tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Simpulan dari penelitian ini: perkembangan batik di sabah batik Malaysia tidak cukup signifikan dari tahun ke tahun, Munculnya batik di Malaysia adalah dampak dari hubungan perdagangan antara Kerajaan Melayu di Jambi dengan kota-kota pesisir Jawa, Sabah Batik menghasilakan batik cap dan batik tulis, motif batik yang dihasilkan di Sabah Batik kebanyakan adalah motif geometri yang diberi nama motif ethnic sabah, dengan sumber ide utama dari buku tenunan sabah.
APD (MASKER) COVID-19 UNTUK PENYANDANG DIFABLE Russanti, Irma; Rohmah, Lailatul; Kharnolis, Mein
Fashion and Fashion Education Journal Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v10i1.43906

Abstract

Masker merupakan alat pelindung diri yang penting saat ini, penggunaan masker dapat menekan penyebaran virus COVID-19. Desain masker yang ada tidak dapat digunakan oleh semua orang terutama para difabel. Pengembangan desain masker diperlukan para difabel selain untuk melindungi diri juga memberikan kenyamanan dalam berkomunikasi.Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui desain, bahan, dan daya pakai masker COVID-19 bagi difabel. Untuk mendapatkan studi literatur ini dilakukan pencarian jurnal tentang desain, bahan, dan daya pakai masker yang baik untuk perlindungan masyarakat dan melindungi dari penyebaran droplet (cairan) yang diperoleh dari Google Scholar, Research Gate, Mendeley, dan PubMed mulai dari tahun 2017 hingga 2020 dan mendapatkan lebih dari 10 jurnal.Hasil studi literature menunjukkan bahwa bahan masker COVID-19 bagi difabel memiliki dua bahan yaitu bahan katun dan bahan mika dengan quilter cotton,desain masker COVID-19 bagi difabel memiliki bagian transparan pada bagian mulut, dan daya pakai masker COVID-19 bagi difabel yang baik memberikan perlindungan terhadap droplet dan kenyamanandalam berkomunikasi.
ANALISIS PEMBUATAN COWL DRAPERY DENGAN TEKNIK DRAPING PADA BUSANA Nurlita, Ela; Yasnidawati, Yasnidawati
Fashion and Fashion Education Journal Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v10i2.48618

Abstract

Abstract. This study aims to describe the results of cowl drapery using the draping technique. The type of research used is applied research. The object of research is cowl drapery using draping technique. The research instrument uses an assessment format with a Likert Scale. The assessment is carried out by 3 panelists, namely lecturers who are experts in the field of clothing, by fitting. The data analysis technique used is quantitative descriptive and inferential analysis. The results of the cowl drapery using the draping technique show that the results of the cowl drapery using the draping technique obtained an assessment result with a percentage value of 80.21% categorized as appropriate. Based on the t-test, it was found that the average results were significant between the results of cowl drapery using the draping technique with a significance level of 0.05. Keywords: Cowl drapery; draping; Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan hasil cowl drapery menggunakan Teknik Draping. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian terapan. Objek penelitian yaitu cowl drapery menggunakan teknik draping. Instrumen penelitian memakai format penilaian dengan Skala Likert. Penilaian dilakukan oleh 3 orang panelis yaitu dosen yang ahli dalam bidang busana, dengan cara fitting. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuatitatif dan analisis inferensial. Hasil cowl drapery menggunakan Teknik Draping menunjukkan hasil cowl drapery menggunakan teknik draping didapatkan hasil penilaian dengan nilai persentase sebesar 80.21 % dikategorikan Sesuai. Berdasarkan uji t didapatkan hasil rata-rata penilaian yang signifikan antara hasil jadi cowl drapery menggunakan teknik draping dengan taraf signifikansi sebesar 0.05. Kata Kunci: Cowl drapery; draping;
PENGEMBANGAN E-MODUL PEMBUATAN PELENGKAP BUSANA PADA MATA PELAJARAN PRAKARYA DI MA AL KHOIRIYYAH SEMARANG Amalia, Pujawati Khairul; Sawitri, Sicilia
Fashion and Fashion Education Journal Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v10i2.49076

Abstract

Abstract. The results of observations in the field present that student understanding of making complementary clothing crafts from patchwork waste in Craft Subjects took a long time, lack of teaching materials that support practical learning activities, and limited learning time are some of the things that make Craft Subjects difficult to understand. This research was conducted to develop e-modules as a medium for learning crafts as well as to determine the level of feasibility. This research is a Research and Development (R&D) which consists of six stage: potential and problems, data collection, product design, product validation, product revision, and product testing. The validation process was carried out by six expert lecturers and three vocational teachers. The e-module also tested on 15 students of class XI MA Al Khoiriyyah Semarang. The results of the feasibility of the e-module by the validator from the material aspect obtained a percentage of 85% (very feasible), media aspect 89% (very feasible), the user (teacher) aspect 88% (very feasible), and student assessments obtained a percentage of 91% (very feasible). This study concludes that there is a need for e-modules as learning media because the media is easy to operate and appropriate to be used for independent study. The feasibility level of e-modules by material experts, media, and teachers was declared very feasible. The results of student assessments of e-modules were declared very feasible so that e-modules were declared suitable for use in craft learning aspects of crafts. Keywords: crafts, patchwork, complementary fashion, development, e-module. Abstrak. Hasil observasi di lapangan menunjukkan pemahaman siswa terhadap pembuatan kerajinan pelengkap busana dari limbah kain perca pada Mata Pelajaran Prakarya membutuhkan waktu cukup lama, kurangnya bahan ajar yang mendukung kegiatan pembelajaran praktik, serta keterbatasan waktu pembelajaran adalah beberapa hal yang menjadkan Mata Pelajaran Prakarya aspek kerajinan sulit dipahami. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan e-modul sebagai media pembelajaran Prakarya dan untuk mengetahui tingkat kelayakannya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) yang terdiri dari 6 tahap, yaitu: potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk, dan uji coba produk. Validasi dilakukan oleh 6 dosen ahli dan 3 guru SMK. E-modul diuji cobakan pada 15 siswa kelas XI MA Al Khoiriyyah Semarang. Hasil kelayakan e-modul oleh validator dari aspek materi diperoleh persentase 85% (sangat layak), aspek media 89% (sangat layak), aspek pengguna (guru) 88% (sangat layak), dan penilaian siswa diperoleh persentase 91% (sangat layak). Simpulan penelitian ini adalah adanya kebutuhan e-modul sebagai media pembelajaran karena media tersebut mudah dioperasikan dan dapat digunakan untuk belajar secara mandiri. Tingkat kelayakan e-modul oleh ahli materi, media, dan guru dinyatakan sangat layak, hasil penilaian siswa terhadap e-modul dinyatakan sangat layak, sehingga e-modul dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran Prakarya aspek kerajinan. Kata Kunci: kerajinan, kain perca, pelengkap busana, pengembangan, e-modul.
PEMBUATAN BUSANA BERKUALITAS DARI LIMBAH TEKSTIL MELALUI BRAND CICLO.TH MENGGUNAKAN TEKNIK MIXED MEDIA Nayoan, Jovinka Rizky; Gema Fitri, An Nisa; Umaroh, Cindi Fadilatul; Maharani, Dewi Astri; Farhan, Farhan; Irianti, Agus Hery Supadmi
Fashion and Fashion Education Journal Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v10i2.49681

Abstract

Abstract. In this era of globalization, industrial growth in Indonesia occurs very rapidly, causing environmental problems, especially waste originating from industrial disposal reaching 3% (2018: PKLH). When textile waste ends up in landfills, the clothes will be difficult to decompose. Therefore, it is necessary to minimize overcoming waste pollution. Implementing an upcycle using 3R will minimize the increase in waste due to textiles in Indonesia. The purpose of this paper is to make quality fashion products to reduce textile waste by applying 3R using mixed media techniques. To overcome these problems the method used is the ADDIE Model development method. The development model using ADDIE has 5 stages, namely Analysis (analysis), Design (design), Development (development), Implementation (implementation / execution), and Evaluation (evaluation / feedback). The results of expert validation indicate that this product is feasible to produce, while the results of the implementation by conducting trials in small groups show that this product is up-to-date, cheap, comfortable to use, has a unique motif and has nuances of the culture of the City of Malang. Keywords: waste, used clothes, mixed media, tripshop, and ciclo.th Abstrak. Pada era globalisasi ini pertumbuhan industri di indonesia terjadi sangat pesat, sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan, khususnya limbah yang berasal dari pembuangan industri mencapai 3% (2018: PKLH). Ketika limbah tekstil itu berakhir di tempat pembuangan akhir, maka pakaian itu akan sulit terurai. Maka dari itu untuk meminimalisir mengatasi pencemaran limbah dibutuhkan. Menerapkan upcycle menggunakan 3R akan meminimalisir meningkatnya limbah akibat tekstil di Indonesia. Tujuan dari penulisan ini adalah Membuat Produk busana berkualitas guna mengurangi limbah tekstil dengan menerapkan 3R dengan menggunakan teknik mixed media. Untuk mengatasi permasalahan tersebut metode yang digunakan adalah metode pengembangan Model ADDIE. Model pengembangan menggunakan ADDIE terdapat 5 tahap yaitu Analysis (analisa), Design (desain/perancangan), Development (pengembangan), Implementation (implementasi/eksekusi), dan Evaluation (evaluasi/ umpan balik). Hasil validasi ahli menunjukkan produk ini layak diproduksi, sedangkan hasil implementasi dg melakukan uji coba pada kelompok kecil menunjukkan bahwa produk ini Uptodate, murah, nyaman dipakai, motifnya unik serta bernuansa budaya Kota Malang. Kata Kunci: limbah, pakaian bekas, mixed media, triftshop, dan ciclo.th
PELATIHAN PEMBUATAN ECOPRINT PADA IBU-IBU PKK DI KELURAHAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Sholikhah, Roudlotus; Widowati, Widowati; Nurmasitah, Sita
Fashion and Fashion Education Journal Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v10i2.50612

Abstract

Abstract. This service aims to provide training on making Ecoprints for PKK women in the Kalisegoro Gunungpati village which has the potential to increase the creative industry with products that have economic value and are worth selling. The methods implemented in this community service are: (1) providing theoretical material about making Ecoprints and entrepreneurship which will be delivered using lecture and discussion methods, (2) practical materials for making Ecoprints and entrepreneurship are given using demonstration methods, exercises and project-based learning, (3) monitoring and evaluation. The instrument used to measure the success of the training is a product assessment sheet. The training activities made the Ecoprint of housewives in Gunungpati Village to be carried out properly and smoothly. The implementation of the training makes the Ecoprint can be carried out according to the plan, all the planned materials can be carried out properly. There has been an increase in understanding from 40% to 80% of materials regarding Ecoprint. The results of the evaluation of the Ecoprint making training in Kalisogoro Gunungpati Village, namely an increase in the understanding and ability of participants before and after being given training on making Ecoprints, among others, are as follows: 1) mastery of the use of tools and materials for making Ecoprints from 26% increased to 95%; 2) mastery of Ecoprint manufacturing techniques from 0% increased to 98%; 3) Ecoprint creation creativity increased from 0% to 93%; 4) Ecoprint product yield increased from 0% to 100%; 5) participant participation during Ecoprint training increased from 0% to 100%; and 6) understanding of entrepreneurship theory from 10% increased to 87%. Keywords: Training, Ecoprint, Gunungpati Village Abstrak. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan membuat Ecoprint bagi ibu-ibu PKK di kelurahan Kalisegoro Gunungpati yang berpotensi untuk peningkatan industri kreatif dengan produk yang bernilai ekonomis dan layak jual. Metode yang dilaksanakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah: (1) pemberian materi teori tentang membuat Ecoprint dan kewirausahaan yang akan disampaikan dengan metode ceramah dan diskusi, (2) materi praktek membuat Ecoprint dan kewirausahaan diberikan dengan metode demontrasi, latihan dan pembelajaran berbasis proyek, (3) monitoring dan evaluasi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pelatihan adalah lembar penilaian produk. Kegiatan pelatihan membuat Ecoprint ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Gunungpati dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar. Pelaksanaan pelatihan membuat Ecoprint dapat terlaksana sesuai perencanaan, materi yang direncanakan dapat terlaksana semua dengan baik. Telah terjadi peningkatan pemahaman dari 40% menjadi 80% materi mengenai Ecoprint. Hasil evaluasi pelatihan pembuatan Ecoprint di Kelurahan Kalisogoro Gunungpati yaitu terjadi peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta sebelum dan sesudah diberikan pelatihan pembuatan Ecoprint antara lain sebagai berikut: 1) penguasaan terhadap penggunaan alat dan bahan pembuatan Ecoprint dari 26% meningkat menjadi 95%; 2) penguasaan teknik pembuatan Ecoprint dari 0% meningkat menjadi 98%; 3) kreativitas pembuatan Ecoprint dari 0% meningkat menjadi 93%; 4) hasil produk Ecoprint dari 0% meningkat menjadi 100%; 5) partisipasi peserta selama pelatihan Ecoprint dari 0% meningkat menjadi 100%; dan 6) pemahaman teori kewirausahaan dari 10% meningkat menjadi 87%. Kata Kunci: Pelatihan, Ecoprint, Kelurahan Gunungpati
PEMANFAATAN GULMA KENCANA UNGU (RUELLIA TUBEROSA L) SEBAGAI PEWARNA ALAMI KAIN SUTERA MENGGUNAKAN PROSES POST MORDANTING Hidayah, Nurul; Syamwil, Rodia; Nurrohmah, Siti
Fashion and Fashion Education Journal Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v11i1.17195

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah gulma khususnya tanaman kencana ungu dapat digunakan sebagai pewarna alami tekstil yang diujikan pada kain sutera menggunakan mordan tunjung, tawas dan kapur tohor dengan lima konsentrasi yang berbeda dan mengetahui hasil kualitas pewarnaan dalam aspek arah warna, ketuaan warna, dan ketahanan luntur warna terhadap pencucian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dan hasilnya diuji secara kualitatif. metode yang digunakan yaitu metode dokumentasi dan hasil uji laboratorium. Hasil kualitas uji arah warna yang dihasilkan oleh ketiga jenis mordan berbeda. Mordan tunjung menghasilkan warna iron mordan tawas menghasilkan warna crocodile dan mordan kapur tohor menghasilkan warna hazelnut. Hasil uji ketuaan warna diperoleh kategori sangat tua namun tingkat ketuaan warna paling baik adalah mordan tunjung sedangkan hasil ketahanan luntur warna terhadap pencucian paling baik diperoleh mordan tawas dengan kategori baik dan cukup baik. Simpulan dari penelitian ini adalah tanaman kencana ungu dapat digunakan sebagai pewarna alami tekstil dan jenis mordan yang digunakan berpengaruh terhadap hasil kualitas pewarnaan yaitu arah warna, ketuaan warna dan ketahanan luntur terhadap pencucian.
PENGARUH MORDAN TERHADAP HASIL PEWARNAAN KAIN KATUN MENGGUNAKAN DAUN KERSEN (Muntingia Calabura) Listian, Septina; Musdalifah, Musdalifah; Prasetyaningtyas, Wulansari
Fashion and Fashion Education Journal Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v11i1.18886

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh mordan terhadap pencelupan kain katun primishima dengan zat pewarna daun kersen terhadap ketuaan warna, ketahanan luntur warna terhadap pencucian, dan beda warna. Variabel bebas pada penelitian ini adalah mordan kapur tohor, tawas, dan tunjung. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu ketuaan, ketahanan luntur terhadap pencucian, dan beda warna. Variabel kontrol pada penelitian ini adalah daun kersen 1,5 kg, air 10 liter, pencelupan dingin, mori primishima 1m, pembangkitan mordan 15 menit. 5 liter air, perendaman zat warna dicelup diangkat selama 10 kali dalam waktu 1 menit, frekuensi pencelupan sampel 15 kali. Uji hipotesis menggunakan uji Kruskal Wallis, dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney melalui program SPSS release 22. Uji Kruskal Wallis menunjukkan dari ketiga uji hasilnya signifikan. Hasil uji Mann Whitney kelunturan warna serta beda warna hasilnya signifikan, sedangkan ketuaan warna pada mordan tunjung tidak signifikan. Simpulan ada pengaruh penggunaan mordan terhadap kelunturan warna, dan ketuaan warna menggunakan mordan tunjung terhadap pencucian tidak ada pengaruh.