cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Food Science and Culinary Education Journal
ISSN : 22526587     EISSN : 2829355X     DOI : https://doi.org/10.15294/focuze
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas) TERHADAP KUALITAS INDERAWI KUE WIDARAN Rizki Dwinta Arfiani
Food Science and Culinary Education Journal Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fsce.v3i1.7846

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh kualitas kue widaran dengan penamabahan ubi jalar ungu dengan prosentase 30%, 40%, dan 50% ditinjau dari indikator warna, aroma, tekstur dan rasa.(2) Untuk mengetahui tingkat kesukaan masyarakat tentang kue widaran tersebut,(3) Untuk mengetahui kandungan serat dan antosianin masing-masing sampelnya. Populasi dalam penelitian ini adalah kue widaran dengan penambahan ubi jalar ungu yang berbeda. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian kue widaran dengan penambahan ubi jalar ungu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan adalah random sampling. Metode alat pengumpulan data yaitu, 1) Penilaian subyektif dengan uji inderawi dan uji kesukaan, 2) Penilaian obyektif dengan uji laboratorium kandungan gizi serat dan antosianin dilaboratorium CHEM-MIX PRATAMA, Bantul, Yogyakarta. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis varian klasifikasi tunggal, uji Tukey, dan analisis deskriptif prosentase untuk menguji tingkat kesukaan masyarakat, uji laboratorium yaitu uji kandungan serat kasar dengan metode AOAC tahun 1970 dan uji antosianin dengan metode Giusti & Wrolstad tahun 2000. Hasil penelitian :  ada pengaruh penambahan ubi jalar ungu terhadap kualitas kue widaran penambahan ubi jalar ungu 30%, 40%, 50% pada indikator warna, aroma, rasa, tekstur renyah, dan tekstur berongga karena F hitung > F table artinya ada pengaruh perbedaan yang nyata pada sampel yang diuji. Uji kesukaan masyarakat terhadap kue widaran hasil eksperimen adalah kue widaran dengan penambahan ubi jalar ungu 50% keseluruhan nilai 87% kriteria sangat disukai. Hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan serat dan antosianin (1) Kue widaran dengan penambahan ubi jalar ungu 30% adalah 4,88 % (serat kasar) dan 2,67 ppm (antosianin), (2) Kue widaran dengan penambahan ubi jalar ungu 40% adalah 5,71 % (serat kasar) dan 5,51 ppm (antosianin), (3) Kue widaran dengan penambahan ubi jalar ungu 50% adalah 7,24 % (serat kasar) dan 9,57 ppm (antosianin). Saran : Sampel kue widaran dengan penambahan ubi jalar ungu 50% perlu disebarluaskan melalui organisasi kemasyarakatan, media massa, elektronik, maupun internet karena mengandung antosianin dan serat kasar yang tinggi dibandingkan dengan kue widaran dipasaran dan perlu ditambahkan kemasan dan label agar produk lebih menarik.The purpose of this study is (1) To determine effects in the quality of the widaran by adding purple sweet potato with a percentage of 30%, 40%, and 50% in terms of the indicator coluor, flavour, texture and taste. (2) To knowledge the favorite profile of widaran, (3) to know the content of fiber nutrient and anthocyanin in every samples. The population of this research is the “widaran” with the adding of different purple sweet potato. Sample of the research is the part of “widaran” with the adding of purple sweet potato. The sampling technique used was purposive sampling technique. This type of research is experimental. The experimental design is use random technique. The method of data collections are, (1) Subjective assessment by doing a sensory test and preference test. (2) Objective test by doing a laboratory test about the content of fiber and anthocyanin in CHEM-MIX PRATAMA Laboratory, Bantul, Yogyakarta. Data analysis technique used in this study is a single classification analysis of variance, Tukey test, and descriptive analysis to examine the percentage preference level of the society, testing laboratory that is testing crude fiber content by AOAC method in 1970 and anthocyanin test by using Giusti and Wrolstad method in 2000. The result of the research are: there is an effect of adding the purple sweet potato to the sensory quality of “widaran” about 30%, 40%, and 50%, to the indicator of colour, taste, crunchy texture and hollow texture because the F calculation  F table that means there is an influence of real differences to the tested sample. The favorite test in the society to the “widaran” cake of the experiment is the “widaran” with the adding of purple sweet potato is about 50% with an overall value 87% with a highly preferred criterion. The results of the laboratory test shows the content of fiber and anthocyanin are (1) The “widaran” by adding 30% of the purple sweet potato is 4,88% (crude fiber) and 2,67 ppm (anthocyanin), (2) The “widaran” by adding 40% of the purple sweet potato is 4,88% (crude fiber) and 5,51 ppm (anthocyanin), (3) The widaran by adding 50% of the purple sweet potato is 7,24% (crude fiber) and 9,57 ppm (anthocyanin). Advices: The samples of “widaran” by adding 50 % purple sweet potato need to be widely informed by society organization, mass media, electronic, or internet because it contains of anthocyanin and higher crude fiber compare to “widaran” in the market and it also need better packaging and label to make the product more interesting.
EKSPERIMEN PENGGUNAAN FILLER TEPUNG KULIT PISANG DALAM PEMBUATAN NUGGET TEMPE Triyuni Hikmatun
Food Science and Culinary Education Journal Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fsce.v3i1.7850

Abstract

Kulit pisang merupakan limbah dari buah pisang yang sering dijumpai. Kulit pisang jarang dimanfaatkan sebagai bahan makanan oleh masyarakat setempat padahal kandungan karbohidrat dalam kulit pisang tinggi. Kandungan karbohidat pada kulit pisang sebesar 18,50%, menyebabkan kulit pisang berpotensi sebagai sumber pati untuk pembuatan tepung kulit pisang. Tepung kulit pisang dapat digunakan sebagai alternatif filler karena kandungan karbohidrat yang tinggi. Tepung kulit pisang akan digunakan menjadi filler dalam pembuatan nugget tempe, karena tempe memiliki kandungan protein yang tinggi . Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari perbedaan kualitas inderawi nugget tempe dengan filler tepung kulit pisang yang berbeda berdasarkan indikator warna, aroma, tekstur kekompakan, tekstur kepadatan, rasa, mutu kimiawi yaitu kandungan protein, dan tingkat kesukaan masyarakat. Obyek penelitian ini adalah tepung kulit pisang raja, tepung kulit pisang kepok dan tepung kulit pisang ambon dengan kriteria tepung berwarna kecoklatan, bagian kulit pisang yang digunakan adalah daging kulit pisang yang berwarna putih, tepung diayak dengan ukuran 80 mesh, yang didapat di daerah Sekaran, Gunung Pati, Semarang. Hasil penelitian yaitu ada perbedaan kualitas inderawi nugget tempe ditianjau dari indikator warna, tekstur (kepadatan dan kekompakan) dan rasa. Sedangkan pada indikator aroma tidak ada perbedaan yang nyata. Sampel eksperimen yang disukai oleh masyarakat adalah sampel A yaitu nugget tempe dengan filler tepung kulit pisang kepok dengan presentase 86,1%. Kandungan protein dari sampel K (10,6187%), sampel A (13,1435%), sampel B (12,5972%), sampel C (15,6447%).The banana peel is a waste of bananas are often encountered . Banana peel is rarely used as food by local people when the carbohydrate content in banana peel high . Carbohydrate content of banana peel at 18.50 % , causing potential banana peel as a source of starch for flour banana peel . Flour banana peels can be used as an alternative filler because of the high carbohydrate content . Banana peel flour filler will be used in the manufacture of tempe nuggets , because tempe has a high protein content . The purpose of this study was to look for differences in sensory quality tempe nuggets with different types of indicators based on color , scent , texture compactness , density texture , flavor , namely chemical quality protein , and the level of community preferences . Object of this study is flour raja banana peel, flour ambon banana peel and flour kepok banana peel, banana peel with brownish white flour criteria , used banana peel is flesh colored banana peel white , flour sifted with a mesh size of 80 , which had in the area have now , Mount Pati , Semarang . Results of the study is that there is a difference in quality sensuous observed tempe nuggets of indicator color , texture ( density and compactness ) and flavor . While the indicator scent no real difference . Sample experiments are favored by the public is a sample that tempe nuggets with a banana peel flour filler with a percentage of 86.1 % kepok . Protein content of the sample K ( 10.6187 % ) , sample A ( 13.1435 % ) , sample B ( 12.5972 % ) , sample C ( 15.6447 % ).
Pengaruh Komposisi Ekstrak Jambu Biji Merah terhadap Kualitas Jelly Drink Fitriani, Yunita; Zahrulianingdyah, Atiek
Food Science and Culinary Education Journal Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Food Science and Culinary Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/focuze.v11i1.11325

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui pengaruh komposisi ekstrak buah jambu biji merah terhadap kualitas jelly drink jambu biji merah ditinjau dari aspek kejernihan warna, aroma, tekstur, rasa manis, dan rasa asam, 2) mengetahui komposisi ekstrak buah jambu biji merah yang tepat sehingga dapat menghasilkan jelly drink jambu biji merah yang berkualitas, 3) mengetahui kandungan vitamin C dan serat pada jelly drink jambu biji merah hasil eksperimen, 4) mengetahui kesukaan masyarakat terhadap kualitas jelly drink jambu biji merah hasil eksperimen ditinjau dari segi kejernihan warna, aroma, tekstur, rasa manis dan rasa asam. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis varian klasifikasi tunggal untuk menganalisis data uji inderawi, analisis deskriptif presentase untuk menganalisis uji kesukaan masyarakat dan untuk uji kandungan gizi dilakukan di laboratorium BBTPPI, Semarang. Hasil penelitian ini adalah ada perbedaan kualitas jelly drink pada aspek kejernihan warna, aroma, tekstur dan rasa. Dari segi kejernihan warna dapat disimpulkan semakin banyak penggunaan buah warna semakin baik. Aroma yang dihasilkan juga berbeda, semakin banyak penggunaan buah aroma semakin nyata. Untuk aspek tekstur hasil yang diperoleh semakin banyak jumlah buah maka tekstur akan semakin keras. Rasa manis yang dihasilkan cenderung sama namun untuk rasa asam semakin banyak penggunaan buah maka rasa akan semakin asam. Hasil uji kesukaan masyarakat yaitu sampel A disukai masyarakat, sampel B sangat disukai masyarakat, sampel C disukai masyarakat, sampel D disukai masyarakat. Kandungan vitamin C pada sampel A yaitu 138,21 mg, sampel B yaitu 150,40 mg, sampel C yaitu 162,61 mg. Kandungan serat kasar pada sampel A yaitu 0,06%, sampel B yaitu 0,09%, sampel C yaitu 0,10%.
Eksperimen Pembuatan Roll Cake dari Tepung Kedelai Putih dengan Substitusi Tepung Maizena Pratiwi, Maya Dewi; Santosa, Hanna Lestari
Food Science and Culinary Education Journal Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Food Science and Culinary Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/focuze.v11i1.15695

Abstract

Tujuan dari penelitian yang berjudul roll cake dari tepung kedelai putih dengan substitusi tepung maizena adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas roll cake dari tepung kedelai putih substitusi tepung maizena dengan perbandingan persentase 75%:25%, 65%:35%, dan 55%:45% dilihat dari aspek inderawi yaitu warna bagian luar, warna bagian dalam, aroma, tekstur dan rasa, untuk mengetahui kandungan protein dan serat kasar dari roll cake hasil eksperimen dan untuk mengetahui kesukaan masyarakat terhadap roll cake hasil eksperimen. Dari hasil perhitungan anava klasifikasi tunggal menunjukkan ada perbedaan kualitas roll cake dari tepung kedelai putih dengan substitusi tepung maizena dilihat dari aspek inderawi yaitu warna bagian luar, warna bagian dalam, aroma, tekstur dan rasa. Hasil uji kimiawi menunjukkan sampel A memiliki kandungan protein 12,88% dan serat kasar 11,29%, sampel B kandungan protein 11,86% dan serat kasar 10,96%, dan sampel C kandungan protein 11,46% dan serat kasar 10,62%. Hasil uji kesukaan masyarakat sampel C memperoleh persentase tertinggi yaitu 97,44% yang termasuk dalam kriteria sangat suka.
Pengaruh antara Pengetahuan dan Sikap Gizi Siswa dengan Pola Konsumsi Jajan Siswa di SD Negeri 08 Brebes Fauziyah, Atika Nur; Astuti, Pudji; Fathonah, Siti
Food Science and Culinary Education Journal Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Food Science and Culinary Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/focuze.v11i1.20001

Abstract

Tujuan penelitian: 1) untuk mengetahui pengaruh antara pengetahuan gizi dengan pola konsumsi jajan siswa; 2) untuk mengetahui pengaruh antara sikap gizi dengan pola konsumsi jajan siswa”; 3) untuk mengetahui pengaruh antara pengetahuan dan sikap gizi dengan pola konsumsi jajan siswa; 4) untuk mengetahui besarnya pengaruh antara pengetahuan dan sikap gizi dengan pola konsumsi jajan siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah 35 siswa kelas 5. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian ini adalah penelitian survei menggunakan rancangan penelitian cross-sectional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase, uji korelasi product moment, uji regresi sederhana, uji regresi berganda, sumbangan relatif dan sumbangan efektif. Hasil: 1) tidak ada pengaruh antara pengetahuan gizi terhadap pola konsumsi jajan; 2) tidak ada pengaruh antara sikap gizi terhadap pola konsumsi jajan ; 3) tidak ada pengaruh antara pengetahuan dan sikap gizi terhadap pola konsumsi jajan; 4) besarnya pengaruh tingkat pengetahuan dan sikap gizi terhadap pola konsumsi jajan adalah 4,4%. Saran: 1) siswa diharapkan dapat menerapkan pengtahuan gizi yang dimiliki dengan lebih memperhatikan pola konsumsi jajan; 2) melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor lain yang mempengaruhi status pola konsumsi jajan siswa.
Pembuatan Kue Bangkit Komposit Tepung Jengkol (Pithecellobium jiringa) dengan Perlakuan Perendaman Kapur Sirih pada Tekanan Berbeda Pangastika, Tsa; Ansori, Muhammad
Food Science and Culinary Education Journal Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Food Science and Culinary Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/focuze.v11i1.24861

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengurangi kandungan asam jengkolat dengan mengkombinasikan perlakuan perendaman kapur sirih dan metode penetrasi menggunakan tekanan pada jengkol sebelum diolah menjadi tepung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan pada penelitian ini yaitu K (100% tepung tapioka), A (komposit tepung jengkol penekanan 5 psi), B (komposit tepung jengkol penekanan 10 psi), dan C (komposit tepung jengkol penekanan 15 psi). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Jika Fhitung > Ftabel, maka dilakukan uji lanjut dengan Tukey pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kualitas inderawi pada aspek warna, tekstur, dan aroma. Kue bangkit terbaik pada penelitian ini adalah C dengan warna coklat kekuningan, tekstur agak rapuh, aroma jengkol cukup nyata, rasa manis, kadar protein 2,845%, kadar saponin tidak terdapat, dan kadar total asam tidak terdeteksi.
Inovasi Pembuatan Kerupuk Garut dengan Perlakuan Awal Bahan Kukus, Presto, Rebus Amirrah, Nadia Ismi; Wahyuningsih, Wahyuningsih
Food Science and Culinary Education Journal Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Food Science and Culinary Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/focuze.v11i1.26874

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui perbedaan kerupuk garut dengan perlakuan awal bahan kukus, presto, dan rebus terhadap sifat organoleptik kerupuk garut yang meliputi tekstur, warna, rasa, dan aroma. Mengetahui tingkat kesukaan masyarakat, dan mengetahui kandungan gizi serat kerupuk garut hasil eksperimen. Metode analisis data yang digunakan analisis varian yang dilanjutkan dengan uji tukey dan rerata skor. Hasil penelitian kualitas kerupuk garut dengan perlakuan awal bahan kukus, presto, dan rebus menunjukan ada perbedaan aspek tekstur, rasa, warna, dan aroma. Nilai rerata pada indikator tekstur pada sampel kerupuk garut dengan perlakuan awal presto adalah sebesar 4,57, diikuti oleh sampel kerupuk garut dengan perlakuan awal presto dengan rerata sebesar 4,52, kemudian sampel kerupuk garut dengan perlakuan awal rebus dengan rerata sebesar 4,00. Nilai rerata pada indikator rasa menunjukkan sampel kerupuk garut dengan perlakuan awal bahan kukus dan presto memiliki nilai rerata yang sama yaitu sebesar 4,52. Sedangkan sampel kerupuk garut dengan perlakuan awal bahan rebus menunjukkan nilai rerata sebesar 4,19. Nilai rerata pada indikator warna pada sampel kerupuk garut dengan perlakuan awal bahan kukus adalah sebesar 4,19; sampel kerupuk garut dengan perlakuan awal bahan presto menunjukkan nilai rerata sebesar 4,19; sampel kerupuk garut dengan perlakuan awal bahan rebus dengan rerata sebesar 3,90. Nilai rerata pada indikator aroma pada sampel kerupuk garut dengan perlakuan awal bahan kukus adalah sebesar 2,48; sampel kerupuk garut dengan perlakuan awal bahan presto menunjukkan nilai rerata sebesar 2,38; sampel kerupuk garut dengan perlakuan awal bahan rebus menunjukkan nilai rerata sebesar 2,95. Hasil uji kesukaan kerupuk garut paling disukai adalah pada sampel kerupuk garut dengan metode pengolahan kukus dengan rerata skor 6,43, rerata skor 6,31 pada sampel kerupuk garut dengan metode pengolahan presto, dan rerata skor 4,86 pada sampel kerupuk garut dengan metode pengolahan rebus. Hasil uji serat pada sampel kerupuk dengan presentase paling tinggi adalah kerupuk garut dengan metode pengolahan presto yaitu 26,64%/0,5g, pada sampel kerupuk garut dengan metode kukus yaitu 25,31%/0,5g, dan pada sampel kerupuk garut dengan metode rebus yaitu 21,88%/0,5g.
Eksperimen Pembuatan Roti Manis dari Bahan Dasar Tepung Terigu dengan Substitusi Tepung Kulit Ari Kedelai
Food Science and Culinary Education Journal Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Food Science and Culinary Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/focuze.v6i1.15553

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh tepung kulit ari kedelai terhadap kualitas inderawi roti manis, untuk mengetahui pengaruh tepung kulit ari kedelai terhadap kualitas pengembangan roti manis, untuk mengetahui tingkat kesukaan, kandungan serat kasar dan protein. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah bahan dasar tepung terigu yang di substitusi dengan tepung kulit ari kedelai dengan perbandingan: 95% : 5%, 90% : 10%, dan 85% : 15%. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kualitas inderawi yang meliputi aspek warna, tekstur, aroma dan rasa, uji kesukaan serta kandungan gizi yang meliputi serat kasar dan protein. Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh tepung kulit ari kedelai terhadap roti manis pada perlakuan perlakuan KAKd5% (presentase 95%:5%), perlakuan KAKd10% (presentase 90%:10%), perlakuan KAKd15% (presentase 85%:15%). Ada pengaruh substitusi tepung kulit ari kedelai terhadap pengembangan roti manis pada perlakuan KAKd5%, KAKd10% dan KAKd15%. Hasil uji kesukaan roti manis perlakuan KAKd5% dengan rerata 86,96% memiliki kriteria sangat disukai, perlakuan KAKd10% dengan rerata 80,98% memiliki kriteria disukai, perlakuan KAKd 15% dengan rerata 77,9% memiliki kriteria disukai. Hasil kandungan gizi protein dan serat kasar hasil eksperimen perlakuan KAKd5% yaitu 9,86% dan 1,76%, perlakuan KAKd10% yaitu 9,94% dan 3,38%, perlakuan KAKd15% yaitu 10,45% dan 4,63%.
Eksperimen Pembuatan Kerupuk dengan Komposit Bonggol Pisang
Food Science and Culinary Education Journal Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Food Science and Culinary Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

kerupuk salah satu makanan ringan yang berasa gurih, renyah dan bertekstur kering. Kandungan gizi kerupuk rendah, perlu inovasi penganekaragaman kerupuk dengan komposit bahan dasar untuk meningkatkan kandungan gizi. Alternatif bahan lokal adalah limbah bonggol pisang yang memiliki kandungan kadar pati yang tinggi, gizi yang lebih baik, dan mudah didapat. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kesukaan masyarakat kerupuk bonggol pisang. Objek penelitian yang digunakan adalah komposit bonggol pisang yang berbeda dengan prosentase 50%, 60%, dan 70%. Penelitian ini digunakan 3 variabel yaitu bebas, terikat, dan kontrol. Teknik analisis data untuk menganalisis kesukaan masyarakat. Hasil uji kesukaan masyarakat aspek warna, aroma, tekstur dan rasa, sampel A (70%), B (60%) disukai masyarakat dengan prosentase masing-masing yaitu 80,06% dan 74,13%. Sampel C (50%) prosentase 57,63% memiliki kriteria cukup disukai masyarakat. Saran penelitian ini adalah Perlu dilakukan penelitian lanjutan dan mencari metode tepat untuk menghilangkan rasa sepat pada kerupuk hasil eksperimen, serta sosialisasi kepada masyarakat pemanfaatan limbah bonggol pisang menjadi olahan kerupuk untuk meningkatkan nilai ekonomis.
Inovasi Peningkatan Kualitas Permen Marshmallow dengan Pemanfaatan Daun Cincau Hijau
Food Science and Culinary Education Journal Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Food Science and Culinary Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/focuze.v6i1.16862

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui perbedaan kualitas inderawi permen Marshmallow substitusi daun cincau hijau dengan persentase 10%, 20%, 30% ditinjau dari indikator tekstur, warna, rasa dan aroma. (2) untuk mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap permen Marshmallow substitusi daun cincau hijau dengan persentase 10%, 20%, 30% ditinjau dari indikator tekstur, warna, rasa dan aroma. (3) untuk mengetahui kandungan kalsium dan kadar abu pada permen Marshmallow substitusi daun cincau hijau dengan persentase 10%, 20%, 30%. Hasil analisis varian klasifikasi tunggal Marshmallow hasil eksperimen menunjukkan adanya pengaruh subtitusi daun cincau hijau (Premna oblongifolia. Merr) terhadap kualitas Marshmallow pada indikator tekstur, warna, rasa, dan aroma. Hasil uji tingkat kesukaan masyarakat terhadap permen Marshmallow substitusi daun cincau hijau pada sampel K mempunyai rata-rata persentase sebanyak 84,06% dengan kriteria sangat suka, sampel 10% substitusi dengan rata-rata persentase sebanyak 79,50% dengan kriteria suka, sampel 20% substitusi dengan rata-rata persentase sebanyak 75,25% dengan kriteria suka, dan sampel 30% substitusi dengan rata-rata persentase sebanyak 72,69% dengan kriteria suka. uji laboratorium permen Marshmallow substitusi daun cincau hijau pada kandungan kalsium sampel 10% substitusi 0,165mg/l, sampel 20% substitusi 0,198mg/l, sampel 30% substitusi 0,214mg/l serta uji kadar abu sampel 10% substitusi 0,0581%, sampel 20% substitusi 0,0625%, sampel 30% substitusi 0,0800%.

Page 8 of 11 | Total Record : 102