cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Food Science and Culinary Education Journal
ISSN : 22526587     EISSN : 2829355X     DOI : https://doi.org/10.15294/focuze
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
Perbedaan Penggunaan Penanganan Awal pada Kualitas Kerupuk Bonggol Pisang
Food Science and Culinary Education Journal Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Food Science and Culinary Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/focuze.v6i1.18578

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1)untuk mengetahui perbedaan penggunaan penanganan awal pada kualitas inderawi kerupuk bonggol pisang ditinjau dari indikator warna, tekstur, aroma, dan rasa; 2)untuk mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap kerupuk bonggol pisang hasil eksperimen ditinjau dari indikator tekstur, warna, rasa, dan aroma; 3)untuk mengetahui kandungan gizi karbohidrat dan serat pada kerupuk bonggol pisang hasil eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan adalah Desain Acak Sempurna. Metode pengumpulan data dengan melakukan penilaian uji inderawi, uji kesukaan, dan penilaian uji laboratorium. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan analisis Varian Klasifikasi Tunggal (ANAVA) pada uji inderawi yang dilanjutkan dengan uji Tukey, analisis deskriptif untuk uji kesukaan, dan analisis secara kimiawi untuk mengetahui kandungan karbohidrat dengan uji iodin dan kandungan serat dengan uji gravimatri pada kerupuk bonggol pisang hasil eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan 1) Adanya perbedaan kualitas inderawi kerupuk bonggol pisang dengan penanganan awal yang berbeda ditinjau dari indikator warna dan rasa. Sedangkan pada indikator tekstur dan aroma tidak ada perbedaan. 2) Keseluruhan sampel kerupuk bonggol pisang menunjukkan kriteria disukai oleh masyarakat. 3) Pada sampel kontrol perolehan kadar karbohidrat sebesar 49,92% dan kadar serat 45,43%; sampel perendaman dengan air suhu ruang kadar karbohidrat 47,92% dan serat 38,83%; sampel perendaman dengan air es kadar karbohidrat 49,81% dan serat 38,62%; sampel blanching kadar karbohidrat 48,55% dan serat 36,90%.
Eksperimen Pembuatan Kerupuk Subtitusi Tepung Jagung dengan Penambahan Rasa dari Ikan Rucah
Food Science and Culinary Education Journal Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Food Science and Culinary Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/focuze.v6i1.18579

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui perbedaan kualitas inderawi kerupuk subtitusi tepung jagung dengan penambahan ikan rucah ditinjau dari indikator tekstur, warna, rasa dan aroma; 2) untuk mengetahui kandungan zat gizi protein dan serat pada kerupuk hasil eksperimen; 3) untuk mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap kerupuk subtitusi tepung jagung dengan penambahan ikan rucah ditinjau dari indikator tekstur, warna, rasa dan aroma. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Desain Acak Sempurna. Data dianalisis dengan Analisis Varian Klasifikasi Tunggal (ANAVA) untuk mengetahui perbedaan kualitas kerupuk subtitusi tepung jagung dengan penambahan rasa dari ikan rucah, kandungan Protein dan Serat dengan uji laboratrium, sedangkan deskriptif presentase untuk mengetahui tingkat kesukaan masyarakat. Hasil analisis pembuatan kerupuk subtitusi tepung jagung dengan penambahan rasa dari ikan rucah terhadap kualitas kerupuk terdapat perbedaan pada indikator tekstur, warna, rasa dan aroma. Hasil analisis kandungan protein dan serat yaitu sampel kerupuk kontrol memiliki kandungan protein 10,14% dan kandungan serat kasar 36,14%. Pada sampel kerupuk subtitusi 20% tepung jagung memiliki kadar protein 11,17% dan kandungan serat kasar 36,99%. Pada sampel kerupuk subtitusi 30% tepung jagung memiliki kadar protein 12,52% dan kandungan serat kasar 39,08%. Sedangkan pada sampel kerupuk subtitusi 40% tepung jagung memiliki kadar protein 13,14% dan kandungan serat kasar 42,57%. Hasil analisis tingkat kesukaan masyarakat pada sampel kerupuk kontrol menunjukkan kriteria sangat disukai dan sampel kerupuk subtitusi 20% tepung jagung, sampel kerupuk subtitusi 30% tepung jagung, sampel kerupuk subtitusi 40% tepung jagung menunjukkan kriteria suka.
Pengaruh Perbedaan Teknik Pembuatan Tepung Kimpul (Xanthosoma Sagittifolium L. Schott) terhadap Kualitas Roti Manis Ambar Sari; Octavianti Paramita; Bambang Sugeng Suryatna
Food Science and Culinary Education Journal Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/focuze.v6i2.19623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik penepungan roti manis dari bahan campuran tepung terigu dan tepung kimpul dilihat dari aspek rasa, warna, tekstur dan aroma. Penelitian juga untuk mengetahui tingkat kesukaan masyarakat, kandungan protein dan lama masa simpan. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pottest-Only Control Design, sedangkan teknik pengambilan sampel adalah Simple Random Sampling. Data dianalisis dengan analisis varian klasifikasi tunggal untuk mengetahui pengaruh teknik pembuatan terhadap kualitas dan data kualitas roti manis di ambil menggunakan metode inderawi, kadar protein menggunakan metode Kjeldahl, data masa simpan diambil menggunakan pengamatan inderawi dan pertumbuhan kapang. Hasil analisis roti manis dari bahan campuran tepung terigu dan tepung kimpul dengan variasi teknik pembuatan tepung terdapat perbedaan pada indikator rasa, warna, tekstur, dan aroma. Hasil analisis tingkat kesukaan masyarakat menunjukkan roti manis dari bahan campuran tepung terigu dan tepung kimpul dengan variasi teknik pembuatan tepung termasuk kedalam kriteria suka.Terdapat hasil analisis kandungan protein roti manis. Terdapat lama masa simpan yang berbeda dengan suhu penyimpanan yang berbeda.
Intervensi Pendidikan Gizi dan Kesehatan Serta Konsumsi Biskuit Padat Energi terhadap Status Gizi Anak Usia Dini di KB Aisyiyah 26 Semarang Titis Budi Rahayu; Siti Fathonah
Food Science and Culinary Education Journal Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/focuze.v6i2.19735

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak intervensi pendidikan gizi dan kesehatan serta konsumsi biskuit padat energi terhadap status gizi AUD. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase, uji perbedaan paired sample t-test, N-gain, uji korelasi product moment, uji regresi sederhana, dan uji indeks determinasi. Hasil penenlitian menunjukan bahwa: 1) ibu dan guru AUD menyukai ketiga jenis biskuit padat energi berbasis pangan lokal; 2) ada pebedaan pengetahuan gizi dan kesehatan pada ibu dan guru sesudah intervensi pendidikan gizi dan kesehatan AUD; 3) ada efektivitas pendidikan gizi dan kesehatan AUD pada ibu dan guru; 4) tidak ada perbedaan status gizi AUD sesudah intervensi; 5) tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi dan kesehatan pada ibu dengan status gizi AUD; 6) besarnya pengaruh tingkat pengetahuan gizi dan kesehatan pada ibu terhadap status gizi AUD adalah 5,85%. Saran dari penelitian ini adalah: 1) menambah jangka waktu pertemuan intervensi pendidikan gizi dan kesehatan AUD pada ibu dan guru; 2) manambah jumlah sampel intervensi terhadap status gizi AUD; 3) melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor lain yang mempengaruhi status gizi AUD.
Hubungan Pengetahuan dan Praktik Hiegine Sanitasi Penjamah Makanan di Kantin Kampus UNNES Muhammad Muhlisun; Siti Fathonah; Muhammad Ansori
Food Science and Culinary Education Journal Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangan merupakan segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah diperuntukkan sebagai bahan makanan dan minuman bagi konsumsi manusia termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan. Kontaminasi makanan dapat terjadi selama proses produksi makanan Kontaminasi seringkali disebabkan permasalahan hiegine sanitasi yang kurang baik. Makanan yang terkontaminasi menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis (1) ada tidaknya hubungan antara pengetahuan dan praktik hiegine sanitasi makanan dan (2) seberapa besar hubungan antara pengetahuan dan praktik hiegine sanitasi makanan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey. Penelitian dilaksanakan dikantin kampus Unnes. Dalam penelitian ini setiap satu kantin diambil satu penjamah makanan dijadikan sampel. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif presentase dan uji korelasi product moment. Hasil penelitian yang didapat yaitu (1) tingkat pengetahuan hiegine sanitasi makanan dalam kategori baik, (2) praktik hiegine sanitasi makanan dalam kategori cukup baik dan (3) hubungan pengetahuan dan praktik hiegine sanitasi makanan dengan uji korelasi product moment didapat nilai signifikansi 0,207 (p > 0,05). Maka kesimpulan yang didapat tidak ada hubungan antara pengetahuan dan praktik hiegine sanitasi makanan di kantin kampus Unnes.
Hubungan Antara Kebiasaan Makan Ikan dengan Status Gizi Balita Usia 6 - 59 Bulan pada Keluarga Nelayan RW 01 Desa Nyamplungsari Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang Diyah Ayu Sari Arum Dasih; Saptariana Saptariana; Pudji Astuti
Food Science and Culinary Education Journal Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/focuze.v6i2.20014

Abstract

Tujuan penelitian: 1) Mengetahui gambaran kebiasaan makan ikan; 2) Mengetahui gambaran status gizi balitausia6-59 bulan; 3) Mengetahui hubungan antara kebiasaan makan ikan dengan status gizi balitausia6-59 bulan. Populasi penelitian adalah sejumlah 266 balita, usia 6 - 59 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini adalah penelitian survei menggunakan rancangan penelitian cross-sectional dan korelasi.Teknik analisis data untuk menggambarkan kebiasaan makan ikan dan status gizi balita menggunakan deskripsi presentase, Sedangkan untuk menganalisis hubungan kebiasaan makan ikan dengan status gizi balita menggunakan uji Chi-square. Hasil : 1) Kategori kebiasaan makan ikan tinggi sebanyak 7 balita (4,52%), kategori baik 103 balita (66,45%), kategori cukup 40 balita (25,81%), ketegori rendah 5 balita (3,22%); 2) Status gizi normal 116 balita (74,84%), gizi lebih16balita (10,32%), gizi kurang 22 balita (14,19%), gizi buruk 1 balita (0,65%);3) Ada hubungan antara kebiasaan makan ikan dan status gizi balita dengan hasil koefisien Chi kuadrat 10,04. Kesimpulan: 1) Kebiasaan makan ikan paling banyak pada kategori baik; 2) status gizi balita paling banyak pada kategori normal; 3) Ada hubungan antara kebiasaan makan ikan dengan status gizi balita.
Perbedaan Kualitas Mutu Cheese Straw Subtitusi Tepung Kacang Hijau dengan Persentase Berbeda Nurma Fatunia Azizah; Saptariana Saptariana; Meddiati Fajri Putri
Food Science and Culinary Education Journal Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/focuze.v6i2.20816

Abstract

Tujuan penelitian ini : 1) Mengetahui perbedaan kualitas cheese subtitusi tepung kacang hijau dengan persentase 10%, 15%, 20% dilihat dari rasa, tekstur, aroma, warna, dan bentuk. 2) Mengetahui perbandingan manakah yang memiliki kualitas terbaik. 3) Mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap cheese straw subtitusi tepung kacang hijau dengan perbandingan persentase 10%, 15%, dan 20%. 4) Mengetahui kandungan protein, kalsium dan lemak pada cheese straw subtitusi tepung kacang hijau. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Posstest – Only Control Design. Metode analisis data yang digunakan metode analisis klasifikasi tunggal dilanjut dengan uji tukey, metode deskriptif presentase,.dan Uji laboratorium Hasil penelitian menunjukan 1) Ada perbedaan cheese straw kacang hijau pada aspek warna, rasa, tekstur, bentuk kecuali aroma. 2) Kualitas terbaik yaitu cheese straw subtitusi tepung kacang hijau 0% dan 10%. 3) Tingkat kesukaan masyarakat terhadap cheese straw kacang hijau sampel 0% sebesar 87,6% (sangat suka). Sampel 10% sebesar 84,6% (sangat suka). Sampel 15% sebesar 82,85%(suka). Sampel 20% sebesar 80,85 (suka). 4) Uji kandungan kalsium, protein dan lemak pada sampel subtitusi tepung kacang hijau 0% sebesar 27,25 mg, 17,63 gram, 7,94 gram. Sampel 10% sebesar 28,43 mg, 18,35 gram, , 8,71 gram. Sampel 15% sebesar 29,61mg, 18,90 gram, 9,13 gram. Sampel 20 % sebesar 30,79 mg, 19,45 gram, 9,55 gram.
The Influence of Creative Entrepreneurship Learning Outcomes and Entrepreneurial Motivation on Entrepreneurial Interest of Grade XI Students at SMKN 1 Tengaran Yuliana, Erika; Saptariana, Saptariana; Kuswardinah, Asih; Astuti, Pudji
Food Science and Culinary Education Journal Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/focuze.v12i1.65222

Abstract

Abstract. One of the objectives of vocational secondary education is to prepare students to be productive and able to work independently through entrepreneurship. This research was conducted to analyze the influence between PKK learning outcomes and entrepreneurship motivation on students' interest in entrepreneurship. Data collection techniques with documentation and questionnaires were distributed to the sample, namely 246 class XI students of SMKN 1 Tengaran in all majors. The method of analysis using descriptive percentage test and regression test. The results of the descriptive test on the percentage of the PKK learning outcomes variable were in the complete criteria, the variables of motivation and interest in entrepreneurship were in the high category. The results of the regression test found an effect between PKK learning outcomes and entrepreneurship motivation both partially and simultaneously with the equation Y = 49.216 + 0.472 X1 + 0.381 X2, which can be interpreted that PKK learning outcomes have an effect of 47.2% on interest in entrepreneurship and entrepreneurship motivation has an effect of 47.2% 38.1% of interest in entrepreneurship. So after knowing the description of the variable conditions it is suggested that class XI students of SMKN 1 Tengaran together can improve learning outcomes and motivation for entrepreneurship and interest in entrepreneurship so that the goals of vocational high schools (SMK) can be achieved. Keywords: PKK Learning Outcomes, Entrepreneurial Motivation, Interest in Entrepreneurship. Abstrak. Salah satu tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah yaitu menyiapkan peserta didik agar produktif dan mampu bekerja mandiri dengan berwirausaha. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh antara hasil belajar PKK dan motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha siswa. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi dan kuesioner yang dibagikan kepada sampel yaitu 246 siswa kelas XI SMKN 1 Tengaran diseluruh jurusan. Metode analisis menggunakan uji deskriptif persentase dan uji regresi. Hasil uji deskriptif persentase variabel hasil belajar PKK berada pada kriteria tuntas, variabel motivasi dan minat berwirausaha pada kategori tinggi. Hasil uji regresi ditemukan pengaruh antara hasil belajar PKK dan motivasi berwirausaha baik secara parsial maupun simultan dengan persamaan Y = 49,216 + 0,472 X1 + 0,381 X2, dimana dapat diartikan bahwa hasil belajar PKK berpengaruh sebesar 47,2% terhadap minat berwirausaha dan motivasi berwirausaha berpengaruh sebesar 38,1 % terhadap minat berwirausaha. Sehingga setelah mengetahui gambaran dari kondisi variabel disarankan untuk siswa kelas XI SMKN 1 Tengaran bersama-sama dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi berwirausaha serta minat berwirausaha agar tujuan sekolah menengah kejurusan (SMK) dapat tercapai. Kata kunci : Hasil Belajar PKK, Motivasi Berwirausaha, Minat Berwirausaha.
The Influence of Soybean Flour Substitution on Community Acceptance and the Protein and Dietary Fiber Content of Roti Bun Nikmah, Milkhatu Fuadatin; Rosidah, Rosidah
Food Science and Culinary Education Journal Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/focuze.v12i1.65688

Abstract

Abstrak : Roti bun tepung kacang kedelai adalah produk roti yang dibuat dengan substitusi tepung kacang kedelai, dibuat dengan cara mencamprkan semua bahan dengan mixer lalu memanggangnya hingga matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kacang kedelai 0%, 5%, 10%, dan 15% pada roti bun terhadap tingkat daya terima masyarakat ; 2) untuk mengetahui kandungan protein dan serat pangan hasi eksperimen roti bun dengan substitusi tepung kacang kedelai 0%,55,10%, dan 15%. Penelitian ini merupaka penelitian eksperimendengan desain eksperimen posttest-only control design. Objek penelitian ini adalah rot bun substitusi tepung kacang kedelai yang berbeda yaitu 0%% (kontrol), 5%, 10%, dan 15%. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu penilaian subjektif dengan uji kesukaan dan penilaian objektif untuk mengetahui kadar protein dan serat pangan. analisis data menggunakan metode deskriptif presentase yang digunakan untuk mengetahui tingkat kesukaan masyarakat. Hasil penelitian : 1) sampel 246 (substitusi 0% atau kontrol) nilai presentase kesukaan menunjukkan 79%(suka), sampel 357 (substitusi 5%) nilai presentase kesukaan menunjukkan 79% (suka), sampel 468 (substitusi 10%) nilai presentase kesukaan menunjukkan 85%, sampel 579 (substitusi 15%) nilai presentase kesukaam menunjukkan 88% (sangat suka), 2) hasil uji laboratorim kandungan protein sampel 246 (substitusi 0% atau kontrol) sebesar 1,52%, sampel 357 (substitusi 5%) sebesar 1,55%, sampel 468 (substitusi 10%) sebesar 2,30%, sampel 579 (substitusi 15%) sebesar 3,11%. 3) hasil uji laboratorium kandungan serat pangan pada sampel 246 (substitusi 0% atau kontrol) sebesar 45,49 %, sampel 357 (substitusi 5%) sebesar 17,46%, sampel 468 (substitusi 10%) sebesar 25,16%, sampel 579 (substitusi 15%) sebesar 32,49%. Kata kunci : protein, serat pangan, roti bun, tepung kacang kedelai. Abstract : Soya bean flour bread bun is a bread product made by substituting soy bean flour, made by mixing all the ingredients with a mixer and then baking it until cooked. This study aims to determine 1) to determine the effect of soy bean flour substitution 0%, 5%, 10%, and 15% in bread buns on the level of public acceptance; 2) to determine the protein and dietary fiber content of the experimental results of bun bread with 0%, 55, 10%, and 15% soy bean flour substitution. This research is an experimental research with a posttest-only control design experimental design. The object of this research was the different soybean flour substitutions, namely 0%% (control), 5%, 10%, and 15%. The data collection method used in this study was a subjective assessment with a preference test and an objective assessment to determine protein and dietary fiber levels. data analysis using percentage descriptive method which is used to determine the level of people's preferences. Research results: 1) sample 246 (0% substitution or control) the percentage value of liking shows 79% (likes), sample 357 (substitution 5%) the percentage value of liking shows 79% (likes), sample 468 (10% substitution) percentage value preference shows 85%, sample 579 (15% substitution) the percentage value of liking shows 88% (very like), 2) laboratory test results protein content of sample 246 (0% substitution or control) of 1.52%, sample 357 (5 substitution %) of 1.55%, sample 468 (10% substitution) of 2.30%, sample 579 (15% substitution) of 3.11%. 3) laboratory test results for food fiber content in sample 246 (0% substitution or control) of 45.49%, sample 357 (5% substitution) of 17.46%, sample 468 (10% substitution) of 25.16%, sample 579 (15% substitution) of 32.49%. Keywords: protein, dietary fiber, bread buns, soybean flour.
The Effect Of Nutritional Literacy On The Adequacy Of Energy And Protein In Culinary Education Study Program Students At Semarang State University Hanapi, Roy; Fathonah, Siti
Food Science and Culinary Education Journal Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/focuze.v12i1.65802

Abstract

Abstract The research objectives were 1) to determine the level of nutritional literacy in college students 2) to determine energy adequacy in college students 3) to determine protein adequacy in college students 4) to determine the effect of nutritional literacy on energy adequacy 5) to determine the effect of nutritional literacy on protein adequacy. This research was a survey research and a cross-sectional research design with research subjects being students of the Culinary Education Study Program, Semarang State University. Sampling used a saturated sampling technique in which all members of the population in this study were used as samples. The sample in this study was 81 students of the Culinary Education Study Program, Semarang State University, Class of 2021. Nutritional literacy is measured by The Nutrition Literacy Assessment Instrument (NLit). Energy and protein adequacy was measured using a food recall instrument for two days. Data analysis used percentage descriptive analysis for objectives 1-3 and simple linear regression for objectives 4-5. The results showed that the level of nutritional literacy on average was in the less category with a percentage of 63.4%. Energy adequacy shows an average value in the category of moderate level deficit with a percentage of 73%. Protein adequacy shows an average value in the mild deficit category with a percentage of 87.6%. The results of simple linear regression analysis showed that there was no significant effect between nutritional literacy and energy adequacy (p = 0.698) and there was no significant effect between nutritional literacy and protein adequacy (p = 0.812). These results indicate that students' understanding of nutritional literacy has not been able to fulfill proper nutritional adequacy. Keywords: Nutritional literacy, energy adequacy, protein adequacy

Page 9 of 11 | Total Record : 102