cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
madesrisatyawati@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Linguistika
Published by Universitas Udayana
ISSN : 08549613     EISSN : 26566419     DOI : -
Core Subject : Education,
The linguistic journal as a vehicle for the development of the linguistic horizon is published by the Linguistics Master Program (S2) Linguistics and Doctoral Program of Udayana University Graduate Program. The publication of this journal in 1994, led by the Chairman and Secretary of Master Program (S2) and S3 Postgraduate Program of Udayana University, Prof. Dr. I Wayan Bawa and Prof. Dr. Aron Meko Mbete. In its development, there are various changes in linguistic journals, such as cover colors, style selingkung, and the number of articles published.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 26 No 2 (2019): September" : 10 Documents clear
Karakteristik dan Bentuk Ujaran Bahasa Jepang Orang Osaka Tinjauan Linguistik Kebudayaan I Putu Wahyu Cipta Widiastika
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 26 No 2 (2019): September
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.661 KB) | DOI: 10.24843/ling.2019.v26.i02.p04

Abstract

Jurnal ini membahas mengenai karakteristik dan bentuk ujaran bahasa Jepang orang Osaka tinjauan linguistik kebudayaan. Data dikumpulkan melalui interview langsung. Data dianalisis dengan menggunakan teori linguistik kebudayaan menurut Foley (1991), Palmer (1996), dan Riana (2003). Dari data yang ditemukan, karakteristik dan bentuk ujaran bahasa Jepang orang Osaka ditunjukkan dengan kenyamanan berbahasa dengan menggunakan leksikon ‘akan’, bentuk hormat bahasa Jepang orang Osaka dengan leksikon (~haru), bentuk sopan bahasa Jepang orang Osaka dengan leksikon ‘sai de gozaimasu, sou de omasu, sou dasu, sai de gowasu dan sai de goasu’, bentuk keakraban berbahasa dengan bentuk ‘dou dekka, moukatte makka’, dan bahasa Jepang Osaka kasar ‘ahou’ Kata kunci: karakteristik, bentuk hormat, bentuk sopan, keakraban berbahasa dan bahasa kasar.
Morfologi Bahasa Bali Aga Dialek Sembiran, di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng Putu Wahyu Citrawati; I Wayan Teguh; Putu N Widarsini; Gede Eka Wahyu
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 26 No 2 (2019): September
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.112 KB) | DOI: 10.24843/ling.2019.v26.i02.p10

Abstract

Bahasa Bali memiliki dua dialek utama, yaitu dialek Bali Dataran (DBD) dan dialek Bali Aga (DBA). DBD digunakan di daerah dataran Pulau Bali termasuk daerah perkotaan seperti Kota Denpasar, dan Kabupaten Badung. Sebaliknya DBA biasanya digunakan oleh masyarakat yang ada di daerah pegunungan, terutama daerah pegunungan Kintamani, Buleleng, Pulau Nusa Penida, dan Karangasem. Desa Sembiran merupakan salah satu desa Bali Aga yang ada di Bali. Desa Sembiran terletak di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Seperti kebanyakan bahasa Bali Aga, bahasa Bali Aga dialek Sembiran sangat berbeda dengan dialek bahasa Bali dataran atau yang lazim disebut dengan bahasa Bali Kapara. Dialek bahasa Bali Aga memiliki struktur dan fungsi bahasa tersendiri yang berbeda jauh dengan bahasa Bali Daratan. Perbedaan antara DBD dan DBA terlihat dari (1) variasi kosakata, (2) fonologi (termasuk pendistribusian bunyi vokal), (3) anggah ungguhing basa (bahasa halus dan bahasa kasar), serta (4) kosakata (Bawa, 1983). Yang paling jelas perbedaannya adalah pada dialek yang dipergunakan oleh masyarakat penggunanya. Sekadar diketahui bahwa, dalam DBA tidak dikenal adanya bahasa halus, tetapi yang ada hanya bahasa kasar. Kata Kunci: Dialek, morfologi bahasa Bali, bahasa Bali Aga.
Ranah Graduation dalam Sistem Appraisal yang Digunakan pada Harian Bali Post dan Tribun Bali Ida Ayu Suryantini Putri
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 26 No 2 (2019): September
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.038 KB) | DOI: 10.24843/ling.2019.v26.i02.p05

Abstract

Abstrak – Artikel ini berfokus pada penggunaan salah satu peranti yang ada dalam sistem appraisal, yakni graduation. Data dikumpulkan dari teks berita kriminal yang ada pada Harian Bali Post dan Tribun Bali menggunakan metode simak dengan teknik catat. Berita yang didapat kemudian dianalisis menggunakan sistem appraisal dari White dan dipersentasekan untuk mendapatkan jumlah kemunculan dan perbandingan. Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa peranti graduation yang digunakan wartawan pada suatu pemberitaan berbeda-beda, tergantung dari peristiwa yang terjadi dan situasinya. Kata Kunci: appraisal, pergeseran makna, berita kriminal
Ideologi Ketaatan terhadap Tuhan/roh dalam Tuturan Ireng pada Guyub Tutur Manggarai Katarina Noviming Sakura
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 26 No 2 (2019): September
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.291 KB) | DOI: 10.24843/ling.2019.v26.i02.p07

Abstract

This article aims at describing obedience ideology towards The Lord/spirit that exists in ireng utterances of Manggarai Speech Community. Ireng is one kind of prohibiton in Manggarai, transferred verbally from generation to generation. The obedience towards The Lord/spirit is based on dynamism, animism, and belief in the existence of the Highest being as the Creator of all things in the world. The problem of this article is how the obedience ideology is described through ireng that could be seen through lingual aspects and its meaning. This article uses some ireng utterances as the data collected by interview and questionnaire from Manggarai language speakers in two districts in Manggarai. The method used is conversation through some technics namely interview face to face, questionnaire, recording, and writing. The data is analized by agih and padan method, using the theory of Cultural Linguistics. Data is presented through formal and informal method. The result shows that there is ireng or prohibition to use the name of The Lord in inappropriate ways to show respect to being the Highest, such as cussing, swearing, and joking using the name of The Lord. There is also a special naming of The Lord, such as Morin agu Ngaran Bate Jari agu Dedek ‘The Lord as the Owner of the world’, Mori Keraeng ‘The Lord’, Jari agu Wowo ‘The Maker’, and Jari agu Dading ‘The Maker of life’. As for the honour to the spirit, it is showed through some ireng, for example not screaming in the garden, and the obligation to perform rituals in farming. The purpose of the obedience to God/spirit is to maintain good relationship with The Lord/spirit in order to have peaceful and prosperous life.
The Description and Documentation of the Karonese Semantic Rosita Ginting; Leman Sembiring; Joy Sembiring; Sugihana Sembiring
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 26 No 2 (2019): September
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.173 KB) | DOI: 10.24843/ling.2019.v26.i02.p01

Abstract

The research, recording, and documentation of Karonese Semantic is an attempt to re-identify the types of word meaning, meaning relation, meaning change and meaning of names in Karonese. The semantics of Karo language is a type of communication that reflects the cultural values ??of the region, and is a part of the national culture. The Karonese sematic needs to be done in an attempt to recapture as clear information as possible about the types, relationships and changes in the meaning and meaning of names in Karonese. Semantics, which is a science of meanings of words, helps to answer it. To get research data in the form of descriptive qualitative, we applied an observation method with the technique of involment and communication, a method of interview with the recording and noting down technique, and a method of documentation with noting down technique. The results are presented in narrative form theory with structural analysis.
Translation Procedures Applied in Localized Websites I Putu Aryadi Jaya
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 26 No 2 (2019): September
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.137 KB) | DOI: 10.24843/ling.2019.v26.i02.p06

Abstract

Many companies have their website contents translated into languages spoken by many people globally. Here, translation plays an important role in making people who speak different languages know and understand more about certain products, services, terms and conditions, and also as a part of sales and marketing strategies. The data in the form of sentences containing terminologies in SL (English) and their translations in TL (Indonesian) were collected from Booking.com and Expedia.co.id using the observation method and the note-taking technique. The results showed that the types of terminologies analyzed in this study based on the data sources are: 1) power words; 2) hospitality terms; 3) Internet terms; and 4) legal terms. The translation procedures used in translating the selected terminologies vary greatly, namely transference, literal, naturalization, synonymy, couplet, shift, componential analysis, reduction, and expansion. Keywords: terminologies, localization, booking websites
Gender Representation in English Textbook Used in Grade x of Senior High School Sa’wanatul Abidah; Putu Sutama
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 26 No 2 (2019): September
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.836 KB) | DOI: 10.24843/ling.2019.v26.i02.p02

Abstract

This study aims at finding how English textbook published by the Ministry of Education and Culture of Indonesia for Grade X of senior high school represents gender. It is a descriptive work using content analysis as its design in looking at how gender is represented in the book both quantitatively and qualitatively.The findings showed that the text book is generally gender friendly in which it represents women and men in mostly equal manner. However, it is still not free from stereotyping attached to its female and male characters. Furthermore, the differences in verbosity, the use of question form and intensifiers by female and male characters are identified. Key words: gender representation, English textbook, Grade X
Tindak Tutur dan Nilai Karakter pada Seni Tari Gambuh yang berjudul “Swayamwara” Sesuai dengan 18 Nilai Karakter Kurikulum 2013 Ngurah Agung Riski Restuaji; Ni Made Suryati
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 26 No 2 (2019): September
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.177 KB) | DOI: 10.24843/ling.2019.v26.i02.p08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tindak tutur, fungsi komunikasi, dan nilai karakter yang terkandung pada seni tari gambuh dengan judul “Swayamwara” sesuai dengan nilai karakter yang terkandung pada kurikulum 2013. Sumber data berupa rekaman video pementasan tari gambuh yang selanjutnya ditranskripsi kemudian dianalisis dengan menggunakan teori tindak tutur dan selanjutnya nilai-nilai karakter dianalisis sesuai dengan nilai karakter yang terdapat pada kurikulum 2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari penggalan percakapan yang dipilah menjadi 39 data ditemukan 17 data yang mengandung makna lokusi, 20 data dengan makna ilokusi, dan 2 data mengandung makna perlokusi. Pada bentuk dan fungsi komunikasi ditemukan 11 data dengan fungsi komunikasi asertif, 5 data dengan fungsi direktif, 2 data dengan fungsi komisif, 15 data dengan fungsi ekspresif, dan 1 data dengan fungsi deklaratif. Dari 18 nilai karakter yang ada pada kurikulum 2013, ditemukan 12 nilai karakter yang terdapat pada seni tari gambuh meliputi nilai religius, toleransi, disiplin, kerja keras, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, peduli sosial, dan nilai tanggung jawab. Pada penelitian ini ditemukan satu nilai yang tidak terdapat pada kurikulum 2013, yakni nilai keberanian. Kata kunci: Tindak tutur, fungsi komunikasi, nilai karakter, tari gambuh
Kekerabatan Kosa Kata Bahasa Karo, Bahasa Nias, dan Bahasa Simalungun di Kota Medan: Kajian Linguistik Historis Komparatif Sherly Novita; Dwi Widayati
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 26 No 2 (2019): September
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.276 KB) | DOI: 10.24843/ling.2019.v26.i02.p03

Abstract

Artikel ini berjudul “Kekerabatan Kosa Kata Bahasa Karo, Bahasa Nias, dan Bahasa Simalungun di Kota Medan: Kajian Linguistik Historis Komparatif”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi hubungan kekerabatan antara ketiga bahasa tersebut. Terdapat 42 pasangan kata yang berkerabat antara Bahasa Karo (BK) dengan Bahasa Nias (BN), yaitu sebesar 21%; terdapat 73 pasangan kata yang berkerabat antara Bahasa Karo (BK) dengan Bahasa Simalungun (BS), yaitu sebesar 37%; terdapat 47 pasangan kata yang berkerabat antara Bahasa Nias (BN) dengan Bahasa Simalungun (BS), yaitu sebesar 24%. Dari jumlah persentase kekerabatan tersebut dikelompokkan bahwa BK dan BN adalah keluarga bahasa. Selanjutnya, dihitung waktu pisah kedua bahasa yang dibandingkan melalui rumusan W = log C / 2 log r. Hasilnya adalah 3,597. Artinya BK dan BN adalah bahasa yang berkerabat dan merupakan satu bahasa yang sama sekitar 3,597 tahun yang lalu atau sekitar tahun 1,578 Sebelum Masehi (dihitung dari tahun 2019) dan termasuk dalam tingkat bahasa serumpun (family of stock). BK dan BS adalah bahasa kerabat dan merupakan satu bahasa yang sama sekitar 2,290 tahun yang lalu atau sekitar tahun 271 SM (dihitung dari tahun 2019), sebelum akhirnya berpisah dan termasuk dalam tingkat bahasa sekeluarga (language of family). Lalu BN dan BS adalah Bahasa yang berkerabat dan berpisah sekitar 3,288 tahun yang lalu atau sekitar tahun 1,269 SM (dihitung dari tahun 2019), dan termasuk dalam tingkat bahasa serumpun (family of stock). Kata Kunci— kekerabatan, Karo, Nias, Simalungun, leksikostatistik
Peningkatan Kemampuan Penggunaan Kohesi Gramatikal dan Leksikal Melalui Teknik Graphic Organizer dalam Karangan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Ikip Saraswati Tabanan Cucu Ardiah Ningrum; I Wayan Simpen
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 26 No 2 (2019): September
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.255 KB) | DOI: 10.24843/ling.2019.v26.i02.p09

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan penggunaan kohesi gramatikal dan leksikal pada karangan mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Sarasawati Tabanan. Tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan graphic organizer sebagai teknik dalam mendukung kemampuan mahasiswa menggunakan alat-alat kohesi. Ad tiga tahapanan, yakni tahapanan pratindakan, siklus 1, dan siklus2. Pada tahapan pratindakan, penggunaan kohesi dalam karangan mahasiswa berjumlah 558 dari kalimat atau satuan topik sebanyak 195 buah. Dari total 558 kohesi, terdapat 439 penggunaan kohesi yang benar dan 119 penggunaan kohesi yang salah. Nilai rerata yang didapat pada tahapanan pratindakan ini adalah 78 dengan predikat baik (B). Pada pelaksanaan siklus 1, penggunaan kohesi meningkat sebanyak 670 kohesi dari satuan topik sebanyak 3.702 kalimat. Pada tahapan ini, terdapat 610 penggunaan kohesi benar dan 87 penggunaan kohesi salah. Nilai rerata yang diperoleh mahasiswa adalah 88.2 dengan predikat amat baik (A). Peningkatan penggunaan kohesi berlanjut pada siklus 2 dengan penggunaan kohesi sebanyak 726 dari kalimat atau satuan topik sebanyak 3.842 buah. Penggunaan kohesi yang benar tercatat sejumlah 651 sementara kohesi yang salah sejumlah 75. Nilai rerata yang diperoleh mahasiswa adalah 89 dengan predikat amat baik (A). Kata kunci: kohesi gramatikal dan leksikal, graphic organizer, karangan mahasiswa

Page 1 of 1 | Total Record : 10