cover
Contact Name
Sigit Hariyadi
Contact Email
sigit.hariyadi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijgc@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
ISSN : 22526374     EISSN : 25976133     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Indonesian journal of guidance and counceling publishes research articles and conceptual analysis of guidance and counseling both in schools and out of school education that includes the study of guidance counseling, management, and counseling application approaches, innovation, media / information technology and assessment.
Arjuna Subject : -
Articles 667 Documents
Supervisi Terbimbing : Strategi Internalisasi Mind-Skills Mahasiswa BK dalam Praktik Keterampilan Dasar Konseling
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i2.68126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling kelompok teknik permainan kerja sama dalam meningkatkan interaksi sosial anak di panti asuhan Amanah Ambarawa. Jenis penelitian yang digunakan adalah true experimental, post-test only control design dengan jumlah sampel sebanyak 10 anak dibagi 2 kelompok, kelompok eksperimen dan kontrol dengan teknik random sampling. Alat pengumpulan data penelitian menggunakan skala interaksi sosial dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok teknik permainan kerja sama dapat meningkatkan interaksi sosial anak di panti asuhan Amanah Ambarawa. Hal ini ditunjukkan melalui perbandingan skor rata-rata pre-test dan post-test kelompok eksperimen yaitu 79,4 (kategori sedang) menjadi 107,2 (kategori sangat tinggi). Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp.Sig. (2-tailed) 0,005 < 0,05, artinya layanan konseling kelompok teknik permainan kerja sama efektif untuk meningkatkan interaksi sosial. The basic skills that professional counsellors must have are: counselling theories and approaches, basic communication skills in counselling, and mind-skills. Basic skills need to be internalised since pre-service education at the undergraduate level. Guided supervision is a strategy used to internalise basic skills, especially mind-skills. Guided supervision was implemented through classroom action research with the aim of improving the quality of learning processes and outcomes. This classroom action research took place over two cycles. This research was conducted at the Department of BK FIP UM located in the D1.307 building in the Basic Counselling Skills (KDK) course. The subjects used were KDK students class of 2015, semester 3 as many as 35 consisting of 7 male students and 28 female students. Data in this study were collected with various instruments, including: (1) mind-skills self-reflection format, (2) Student Learning Experience Journal (JPBM) format, (3) observation guidelines for student performance, (4) daily assignment format, (5) Mid Semester Exam (UTS) format, (6) Final Semester Exam (UAS) format, (7) mind-skills test instrument; (8) learning recording journal; and (9) co-teacher performance observation guidelines. The research data were analysed quantitatively and qualitatively. The results showed that guided supervision can help students to internalise mind-skills in the practice of basic counselling skills.
Analisis Pelayanan Konseling di Instansi Pemerintah, Dunia Industri, dan Pendidikan Non Formal
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i2.68172

Abstract

Pelayanan konseling merupakan upaya sistematis, objektif, logis, dan berkelanjutan serta terprogram yang dilakukan konselor guna memfasilitasi perkembangan konseli dalam mencapai kemandirian di kehidupan sehari-hari. Pelayanan konseling diselenggarakan melalui berbagai komponen program dan bidang layanan. Penelitian bertujuan menganalisis penyelenggaraan pelayanan konseling oleh konselor pada setting instansi pemerintah, dunia industri, dan pendidikan non formal. Penelitian dilakukan melalui metode survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan yaitu angket terkait penyelenggaraan pelayanan konseling. Populasi penelitian merupakan konselor profesional alumni program Pendidikan Profesi Konselor (PPK) Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (FIP UNNES) berjumlah 216 orang. Sampling menggunakan teknik purposive sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Uji statistik deksriptif digunakan sebagai metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan konseling yang diselenggarakan oleh konselor profesional berkualifikasi S1 BK dan telah menempuh program PPK pada setting instansi pemerintah sebesar 63,7%, pada dunia industri sebesar 12,1%, dan pendidikan non formal sebesar 24,2%. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan kajian dan analisis terhadap evaluasi kurikulum prodi PPK yang merujuk pada penyelenggaraan pelayanan konseling oleh konselor profesional di setting instansi pemerintah, dunia industri, dan pendidikan non formal. Counseling services are systematic, objective, logical, and sustainable and programmed efforts by counselors to facilitate the development of counselees in achieving independence in everyday life. Counseling services are provided through various program components and service areas. This study aims to analyze the implementation of counseling services by counselors in the setting of government agencies, the industrial world, and non-formal education. The research was conducted through a descriptive survey method with a quantitative approach. The instrument used is a questionnaire related to the implementation of counseling services. The research population is professional counselors alumni of the Counselor Professional Education (PPK) Department of Guidance and Counseling (BK) Faculty of Education, State University of Semarang (FIP UNNES) totaling 216 people. Sampling using purposive sampling technique so that the entire population is used as a research sample. Descriptive statistical test was used as a method of data analysis. The results showed that the counseling services provided by professional counselors with a Bachelor's degree in Guidance and Counseling and who had taken the PPK program in government agency settings were 63.7%, in the industrial world by 12.1%, and in non-formal education by 24.2%. The results of the study are expected to be used as material for study and analysis of the evaluation of the PPK study program curriculum which refers to the implementation of counseling services by professional counselors in government agencies, industry, and non-formal education settings
Perolehan Kompetensi Pedagogik Mahasiswa dalam Implementasi Kampus Mengajar
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v9i2.68670

Abstract

Program Kampus Mengajar yang dilaksanakan pada sekolah-sekolah di Indonesia bukan hanya memberikan dampak kepada sekolah yang ditempati tetapi juga dirasakan oleh mahasiswa peserta program tersebut. Salah satu dampak program kampus mengajar adalah meningkatnya kompetensi pedagogik pada mahasiswa peserta program kampus mengajar. Tidak semua mahasiswa peserta kampus mengajar merupakan mahasiswa pendidikan sehingga menarik dikaji apakah mahasiswa mendapat keterampilan baru dalam program tersebut. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan perolehan kompetensi pedagogik mahasiswa dalam implementasi kampus mengajar yang dilaksanakan di SDN 1 Kerso, Kedung, Kab. Jepara. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode studi kasus sebagai desain penelitian. Pendekakatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan subjek penelitian mahasiswa peserta Kampus Mengajar di SDN Kerso, Kedung, Kab. Jepara. Hasil penelitian mengungkapkan setelah mengikuti kegiatan kampus mengajar, mahasiswa mendapatkan kemampuan baru atau menguatkan kemampuan yang sudah ada yaitu kompetensi pedagogik. Bedasarkan hasil penelitian, para mahasiswa dapat mengembangkan keterampilam mengajar, kesiapan mengajar, peningkatan keterampilan mengajar, keterampilan mengevaluasi pembelajaran, dan kemampuan berbicara. The Teaching Campus Program implemented in Indonesian schools not only has an impact on the schools occupied but also felt by the students participating in the program. One of the impacts of the teaching campus program is the improvement of pedagogic competence of students participating in the teaching campus program. Not all students participating in teaching campuses are education students so it is interesting to study whether students gain new skills in the program. This article aims to describe the acquisition of student pedagogic competence in the implementation of teaching campus held at SDN 1 Kerso, Kedung, Jepara Regency. The research was carried out using the case study method as the research design. The research approach used was qualitative with research subjects participating in the Teaching Campus at SDN Kerso, Kedung, Kab. Jepara. The results of the study reveal that after participating in teaching campus activities, students gained new abilities or strengthened the existing abilities, namely pedagogic competence. Based on the results of the research, students can develop teaching skills, teaching readiness, improving teaching skills, learning evaluation skills, and speaking skills.
Gambaran Kecemasan Karier Mahasiswa Tingkat Akhir di Masa Pandemi COVID-19
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 12 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v12i1.55332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecemasan karier mahasiswa tingkat akhir di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah sebanyak 402 orang mahasiswa tingkat akhir yang telah melaksanakan praktik kerja, yaitu 123 orang laki-laki dan 279 orang perempuan. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik convenience sampling atau accidental sampling. Alat pengumpul data berupa angket career anxiety scale (Tsai, 2017) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Pengujian validitas dan reliabilitas menunjukkan butir pernyataan sudah baik dan kategori kuat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran kecemasan karier mahasiswa tingkat akhir memperoleh skor rata-rata jumlah sebesar 68.4 dari total skor maksimum 100. Aspek dengan skor rata-rata yang mendominasi yaitu aspek personal ability dengan skor rata-rata sebesar 3,15, sedangkan aspek dengan skor rata-rata yang kurang mendominasi yaitu aspek irrational beliefs about employment dengan skor rata-rata sebesar 2,41 10. Intervensi seperti future time perspective, mengelola hidup dan merencanakan masa depan (MHMMD), dan CBT direkomendasikan untuk mengatasi isu kecemasan karier. This research aims to describe the career anxiety of final-year students during the COVID-19 pandemic. This study uses a quantitative descriptive method. A total of 402 final-year students, who have already finished their internship, have participated in this research, including 123 male and 279 female students. A sampling of the study used convenience sampling or accidental sampling. The data was measured by the Career Anxiety Scale and was adapted from Tsai (2017). The result of validity and reliability tests shows that the statement items are good and in a strong category. The results of this study showed that career anxiety of final year students has an average total score of 68.4 out of 100. The aspect with an average score that dominates is the aspect of personal ability with a score of 3,15, while the aspect with an average score that does not dominate is the aspect of irrational beliefs about employment with a score of 2,41. Interventions such as future time perspective, mengelola hidup dan merencanakan masa depan (MHMMD), and CBT are recommended to help students with career anxiety issues.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Toleransi Beragama Siswa SMK
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 12 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v12i1.57004

Abstract

Pola asuh orang tua memegang peran yang penting dalam kehidupan sosial terutama berkaitan dengan hubungan antar individu dalam menumbuhkan rasa toleransi beragama. Penelitian ini memiliki tujuan guna melihat pengaruh dari pola asuh orang tua yang didalamnya dibagi menjadi tiga, yakni demokrasi, otoriter, dan permisif terhadap sikap toleransi beragama siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Dharma Bahari Surabaya. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan teknik regresi linear berganda. Sampel yang diambil sebanyak 35 siswa melalui teknik simple random sampling. Perolehan data yang dianalisis menunjukkan hasil yakni: (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara pola asuh orang tua demokrasi dengan toleransi beragama (2) tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pola asuh orang tua otoriter dengan toleransi beragama (3) tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pola asuh orang tua permisif dengan toleransi beragama anak (4) terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara tipe pola asuh orang tua demokrasi, otoriter dan permisif terhadap toleransi beragama anak. Sehingga dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan landasan bagi guru BK dalam memberikan layanan BK yang berhubungan dengan pola asuh orang tua terhadap perilaku siswa khususnya toleransi beragama, mengingat pentingnya perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari salah satunya di lingkungan sekolah yang memiliki keberagaman agama. Parenting play an important role in social life, especially with regard to relationships between individuals in increasing a sense of religious tolerance. This study aims to examine the effect of parenting (democratic, authoritarian, permissive) on the religious tolerance of students at Dharma Bahari Vocational High School Surabaya. The approach used in this study is quantitative correlation with multiple linear regression techniques. Samples were taken as many as 35 students through simple random sampling technique. The data obtained analyzed showed the results, namely: (1) there was a significant influence between democratic parenting and religious tolerance (2) there was no significant effect between authoritarian parenting and religious tolerance of children (3) there was no significant effect between permissive parenting and religious tolerance of children (4) there is a jointly significant effect between democratic, authoritarian and permissive parenting styles on children's religious tolerance. So that this research is able to provide a basis for counseling teachers in providing services related to parenting patterns on student behavior, especially religious tolerance considering the importance of religious tolerance in everyday life, one of which is in a school environment that has religious diversity student.
Tinjauan Teoretik tentang Transferable Skill
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 12 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v12i1.57358

Abstract

Istilah transferable skill sering dimaknai sebagai kecakapan abad ke-21, basic skill, dan generic skill. Artikel ini mendeskripsikan secara teoretis tentang transferable skill, teori yang mendasari, pengukuran, dan tema-tema yang terkait dengannya. Sistematic literature review digunakan sebagai metode kajian. Kajian ini mengikuti Standard Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses Protocols (PRISMA-P) untuk mendapatkan 30 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori transfer belajar adalah teori yang mendasari transferable skill, selain dari teori belajar konstruktivisme. Upaya peningkatan transferable skill dapat dilakukan dalam desain kurikulum yang terintegrasi dengan pembelajaran pada umumnya, atau diberikan pada waktu khusus di luar pembelajaran. Hasil kajian berimplikasi bagi rencana riset selanjutnya dimana penelitian di masa depan dapat memanfaatkan konseptualisasi transferable skill untuk (1) menginvestigasi bagaimana dan kapan konsep transferable skills diterapkan dan (2) cara mengembangkan dan menilai transferable skill siswa. Transferable skills are often interpreted as 21st-century, fundamental, and generic skills. This article describes theoretically transferable skills, the underlying theory, measurement, and related themes. A systematic literature review is used as the study method. This study followed the Standard Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses Protocols (PRISMA-P) to obtain 30 articles that met the inclusion criteria. The study results show that the theory of transfer of learning is a theory that underlies transferable skills, apart from the theory of constructivism learning. Efforts to increase transferable skills can be carried out in a curriculum design integrated with learning in general or at particular times outside of learning. The study results have implications for future research plans where future research can utilize the conceptualization of transferable skills to (1) investigate how and when the concept of transferable skills is applied and (2) how to develop and assess students' transferable skills.
Bimbingan Karier dengan Teknik Modeling pada Peserta Didik Sekolah Menengah: Systematic Literature Review
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 12 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v12i1.60186

Abstract

Untuk membantu permasalahan karier peserta didik, guru bimbingan konseling perlu mempertimbangkan teknik yang akan digunakan. Salah satu teknik yang dapat dimanfaatkan oleh guru bimbingan konseling sebagai upaya membantu permasalahan karier peserta didik ialah dengan teknik modeling. Artikel ini bertujuan dalam menganalisis penelitian relevan untuk mengetahui efektivitas teknik modeling dalam bimbingan karier, jenis teknik modeling, dan prosedur pelaksanaan teknik modeling dalam bimbingan karier. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode systematic literature review (SLR). Data literatur diperoleh dari beberapa laman seperti Google Scholar, Sinta Ristekbrin, dan Garuda Ristekbrin. Untuk meninjau data literatur, digunakan kata kunci utama yaitu “teknik modeling” atau “modeling technique” dan “karier” atau “career”. Sejumlah 20 literatur yang telah terpilih pada tahap penyortiran kemudian dianalisis. Efektivitas dari penggunaan teknik modeling untuk mengatasi masalah karier yang teruji pada penelitian-penelitian relevan diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi guru bimbingan konseling untuk memanfaatkan teknik modeling dalam membantu permasalahan karier peserta didik di sekolah menengah .
Pengaruh Patriarchal Belief dan Rejection Sensitivity Terhadap Perilaku Kekerasan Dalam Pacaran Pria Dewasa Awal
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 12 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v12i1.62443

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh patriarchal belief dan rejection sensitivity terhadap perilaku kekerasan dalam pacaran yang dilakukan pria dewasa awal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif desain analisis regresi linier berganda. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner menggunakan skala Teen Dating Violence: Perpetration and Victimization, Patriarchal Belief Scale, dan Adult Rejection Scale Questionnaire. Kuesioner disebarkan kepada 182 responden laki-laki berusia 18-25 tahun yang sedang berpacaran atau pernah berpacaran dalam 6 bulan terakhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel patriarchal belief berpengaruh signifikan terhadap perilaku kekerasan dalam pacaran, sedangkan rejection sensitivity tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Ketika kedua variabel diuji bersamaan, ditemukan hasil bahwa keduanya berpengaruh signifikan terhadap perilaku kekerasan dalam pacaran. This study aims to determine the effect of patriarchal belief and rejection sensitivity on violent behavior in dating by early adult men. The research method uses a quantitative approach to multiple linear regression analysis design. Data were collected through a questionnaire using the Teen Dating Violence: Perpetration and Victimization scale, the Patriarchal Belief Scale, and the Adult Rejection Scale Questionnaire. The questionnaire was distributed to 182 male respondents aged 18-25 who are currently dating or have been in a relationship for the last 6 months. The results of this study indicate that the patriarchal belief variable has a significant effect on dating violence behavior, while rejection sensitivity does not show a significant effect. When both variables were tested together, it was found that both had a significant effect on dating violence behavior.
Perkembangan Kognitif Spoiled-Teen dan Pengaruhnya Terhadap Tatanan Masyarakat
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 12 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v12i1.63193

Abstract

Perkembangan kognitif setiap anak berubah-ubah berdasarkan lingkungan mereka, termasuk golongan spoiled-teen atau remaja manja. Remaja yang mempunyai perilaku manja rentan terhadap penyerapan diri yang berlebihan, depresi, tidak mampu mengontrol diri, kecemasan, egois, mementingkan diri dan keras kepala sehingga memberi pengaruh terhadap tatanan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kognitif remaja SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan dan pengaruh sikap manja yang berlebihan pada remaja terhadap tatanan masyarakat. Penelitian ini menggunakan data-data kualitatif kemudian disajikan dalam bentuk kuantitatif dengan melibatkan 90 orang siswa yang diposisikan sebagai subjek penelitian. Pengolahan data dilakukan dengan menganalisis data responden yang diperoleh dari hasil pengisian angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan memiliki tingkat kemandirian kognitifnya yang baik dengan persentase 75%-100% yaitu masuk dalam kategori baik. Kesimpulan penelitian ini adalah perlakuan manja remaja di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan standar, sedangkan tingkat kemandirian kognitifnya juga adalah baik. Rekomendasi saran adalah orang tua siswa perlu memberi didikan yang benar kepada anak mereka agar mampu menjadi manusia yang bertanggungjawab serta melahirkan generasi masyarakat yang bermoral tinggi.
Pengaruh Kualitas Persahabatan terhadap Kebahagiaan Siswa SMA Sara Irene Fangidae; Eni Rindi Antika
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 12 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v12i1.69819

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah menguji pengaruh kualitas persahabatan terhadap kebahagiaan pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain expost facto. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa SMA di wilayah Purwokerto yang berjumlah 396 siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 199 siswa yang diambil menggunakan teknik proporsionate random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala kualitas persahabatan dan skala kebahagiaan. Skala kualitas persahabatan berjumlah 26 item yang memiliki rentang nilai koefisien validitas 0,256 hingga 0,773 dan reliabilitas 0,883 sehingga dapat dikatakan valid dan reliabel. Selanjutnya skala kebahagiaan berjumlah 30 item memiliki rentang nilai koefisien validitas 0,263 hingga 0,636 dan reliabilitas 0,816 sehingga dapat dikatakan valid dan reliabel. Penelitian ini menggunakan dua teknik analisis data yaitu analisis deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas persahabatan ada pada kategori tinggi (M=74,43; SD=10,36), kebahagiaan berada pada kategori tinggi (M=93,88; SD=8,76). Berdasarkan analisis regresi diperoleh hasil kualitas persahabatan berpengaruh terhadap kebahagiaan dengan koefisien determinasi (R2 = 0,293, ρ < 0,05). Artinya kualitas persahabatan memberikan kontribusi terhadap kebahagiaan sebesar 29,3%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya. Disarankan kepada guru BK untuk dapat memberikan layanan dasar maupun layanan responsif untuk meningkatkan kualitas persahabatan serta kebahagiaan siswa. The purpose of this study was to examine the effect of friendship quality on happiness in high school students. This study uses a type of quantitative research with ex post facto design. The population in this study were high school students in the Purwokerto area, totaling 396 students. The sample of this research was 199 students who were taken using proportional random sampling technique. Data was collected using a friendship quality scale and a happiness scale. The friendship quality scale consists of 26 items that have a validity coefficient range of 0.256 to 0.773 and a reliability of 0.883 so that it can be said to be valid and reliable. Furthermore, the happiness scale of 30 items has a validity coefficient range of 0.263 to 0.636 and a reliability of 0.816 so that it can be said to be valid and reliable. This study used two data analysis techniques, namely descriptive analysis and simple linear regression. The results showed that friendship quality was in the high category (M=74.43; SD=10.36), happiness was in the high category (M=93.88; SD=8.76). Based on the regression analysis, the results show that the quality of friendship influences happiness with a coefficient of determination (R2 = 0.293, ρ <0.05). This means that the quality of friendship contributes to happiness by 29.3%, while the rest is influenced by other factors. It is suggested to BK teachers to be able to provide basic services and responsive services to improve the quality of friendship and student happiness.

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2023): Desember 2023 Vol 12 No 1 (2023): Juni 2023 Vol 11 No 2 (2022): Desember 2022 Vol 11 No 1 (2022): Juni 2022 Vol 11 No Special Ed (2022): Edisi Khusus Annual Guidance and Counseling Academic Forum Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021 Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020 Vol 9 No 1 (2020): Juni 2020 Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 More Issue