cover
Contact Name
Sigit Hariyadi
Contact Email
sigit.hariyadi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijgc@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
ISSN : 22526374     EISSN : 25976133     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Indonesian journal of guidance and counceling publishes research articles and conceptual analysis of guidance and counseling both in schools and out of school education that includes the study of guidance counseling, management, and counseling application approaches, innovation, media / information technology and assessment.
Arjuna Subject : -
Articles 667 Documents
Hubungan Antara Dukungan Keluarga dengan Kemampuan Pengambilan Keputusan Karir pada Siswa
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i1.35390

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kemampuan pengambilan keputusan karir. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 100 dari populasi siswa berjumlah 144 siswa dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan alat pengumpul data skala dukungan keluarga dan skala kemampuan pengambilan keputusan karir. Adapun analisis data menggunakan product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kemampuan pengambilan keputusan karir (r=0,242, p = 0,015<0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin rendah dukungan keluarga, maka kemampuan pengambilan keputusan karir mereka akan semakin rendah juga, sebaliknya jika dukungan keluarga semakin tinggi maka kemampuan pengambilan keputusan karir siswa juga semakin tinggi. Abstract This research aimed to know the relationship between family support with the ability of career decision making. This research was descriptive correlational research. The sample used were 100 students out of 144 population taken used simple random sampling. The data collection tools used family support scale and the ability of career decision making scale. The data analysis used product moment. The result showed that there is significant relationship between family support with the ability of career decision making ((r=0,242, p = 0,015<0,05). It can be concluded that the lower the family support, the lower their career decision-making capabilities will be, the opposite if family support increases,, the student career decision-mmaking skills also increase.
Dukungan Sosial, Kesulitan Regulasi Emosi, dan Resiliensi Siswa
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i1.36266

Abstract

A lot of stressful situations and various problems of students, make resilient attitude very important to be explored further. This reserch aims to identify the relationship between social support and emotional regulation difficulties with resilience of students. The sample involved 304 students (44% male and 56% female) selected using stratified random sampling. Data were collected using the instrument of Multidimentional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) adapted from Canty-Mitchell dan Zimet (2000), Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS) adapted from Gratz dan Roemer (2004), dan Resilience Scale (RS) adapted from Wagnild dan Young (1987). The findings of this study indicate that the source of support comes from friends and two types of difficulties of emotional regulation correlate with resilience. Therefore, it is suggested for the counseling teachers teachers to be able to give a valuable service that can increase student resilience.
Hubungan Konsep Diri Akademik dengan Prokrastinasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri Se Kecamatan Grobogan
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i1.36291

Abstract

Abstrak Banyaknya perilaku prokrastinasi dikalangan siswa menjadikan perilaku prokrastinasi penting untuk dieksplorasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan konsep diri akademik dengan prokrastinasi pada siswa SMP. Desain penelitian ini adalah ex post facto. Data dikumpulkan dengan menggunakan General Procrastination Scale (GPS) yang diadaptasi dari Lay (1986) dan Academic Self Concept for Adolescents (ASCA) scale yang diapatasi dari Ordaz & Tomasini (2013). Teknik pengambilan sampel menggunakan culster random sampling taraf kesalahan 5% dengan total sampel 221 siswa dari populasi 599 siswa. Hasil analisis regresi hierarkis menunjukan adanya hubungan negatif signifikan antara konsep diri akademik dengan prokrastinasi (R= 0,094, F(4,213)=63,349, p<0,001). Berdasarkan hasil tersebut, maka guru bimbingan dan konseling diharapkan dapat mengembangkan konsep diri akademik siswa dengan harapan dapat menurunkan kecenderungan siswa melakukan prokrastinasi. Abstract High frequency of procrastination behaviors among students makes procrastination behavior important to be explored further. This research aims to identify the relationship between academic self-concept and procrastination in junior high school students. The design of this research is ex post facto. The data were collected using the General Procrastination Scale (GPS) adapted from Lay (1986) and the Academic Self Concept for Adolescents (ASCA) scale adapted from Ordaz & Tomasini (2013). The sampling technique uses culster random sampling error rate of 5% with a total sample of 221 students from a population of 599 students. Hierarchical regression analysis results showed a significant negative relationship between academic self-concept and procrastination (R = 0.094, F (4.213) = 63.394, p <0.001). Based on these results, the guidance and counseling teacher is expected to develop students' academic self-concepts in the hope of reducing the tendency of students to procrastinate
Hubungan Antara Self-efficacy dengan Motivasi Belajar Menghadapi Ulangan pada Siswa
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i1.36305

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di lapangan di mana adanya motivasi belajar di SMP Negeri 1 Penawangan yang menunjukkan bahwa siswa mengalami motivasi belajar yang rendah. Faktor yang dominan pada motivasi belajar siswa yaitu self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan motivasi belajar menghadapi ulangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian expost facto dengan desain korelasional. Skala self-efficacy dan skala motivasi belajar ditanggapi oleh 158 responden dan datanya dianalisis dengan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara self-efficacy dengan motivasi belajar menghadapi ulangan (rxy)= 0,481, r-tabel = 0,481 > 0,159. Jadi dapat disimpulkan antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang cukup/sedang, bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara self-efficacy dengan motivasi belajar menghadapi ulangan. Maka dari itu, disarankan kepada guru BK agar menjalin kerjasama dengan semua stakeholder BK khususnya wali kelas dan guru mata pelajaran untuk membantu meningkatkan perkembangan siswa yang berkaitan dengan self-efficacy dan motivasi belajar. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini diharapkan dapat lebih mendalam dan memperluas terkait dengan metode atau jenis penelitian yang berbeda dengan penelitian ini. Abstract This research was designed based on the phenomenon where the learning motivation in Junior High School 1 Penawangan showed that the students have low motivation in learning. The dominant factor of learning motivation is self-efficacy. This research aims to know the relation of self-efficacy and learning motivation when facing examination. The type of the research is expost facto research with correlational design. The scale of self-efficacy and learning motivation were responded by 158 respondents and then being analysed with product moment correlation technique. The result of the research showed that there is positive significant correlation between self-efficacy and learning motivation when facing examination (rxy)= 0.481, r-table= 0.481 > 0.159. So, it can be concluded that between X and Y variable there is medium correlation which means it is positive significant correlation between self-efficacy and learning motivation when facing examination. Therefore, it is suggested for school counselor to have a good cooperation with stakeholder counselor especially homeroom or advisory teacher and subject teacher in order to improve students' development in terms of self-efficacy and learning motivation. For the next researcher, hopefully this research can be analysed further and deeper in terms of different methods or types with this study.
Internet Addiction, Dukungan Sosial dan Prokrastinasi Akademik
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i1.36619

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena prokrastinasi akademik yang seringkali dilakukan oleh beberapa siswa di sekolah. Prokrastinasi akademik merupakan perilaku yang berdampak negatif bagi siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara internet addiction dan dukungan sosial dengan prokrastinasi akademik siswa SMP se-kecamatan Pemalang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional. Sampel yang digunakan berjumlah 320 dari 1923 siswa dengan teknik pengambilan sampel cluster sampling. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah PASS (Procrastination Assesment Scale of Students) yang diadaptasi dari Solomon dan Rothblum (1984), IAT (Internet Addiction Test) yang disusun oleh Young (1996), dan MPSS (Multidimensional Scale of Perceived Social Support) yang disusun oleh Canty Mitchell dan Zimet (1988). Temuan dalam penelitian ini secara bersama-sama menunjukkan bahwa internet addiction dan dukungan sosial memprediksi prokrastinasi akademik. Namun temuan korelasi antara internet addiction dengan prokrastinasi akademik dinyatakan tidak berkorelasi, sedangkan temuan korelasi antara dukungan sosial dengan prokrastinasi akademik dinyatakan berkorelasi. Disarankan agar guru BK dan lingkungan sosial siswa bersama-sama mengontrol perilaku siswa dalam penggunaan internet dan memberikan motivasi kepada siswa agar siswa terhindar dari perilaku menunda-nunda tugas dan tanggung jawab sebagai siswa. Saran untuk peneliti lanjutan yaitu melakukan penelitian dengan menggunakan variabel bebas lain yang dapat memprediksi prokrastinasi akademik dan dengan setting yang berbeda. Abstract This research was conducted based on the phenomenon of postponement of academic work that is often done by some students at school. Academic procrastination is a behavior that has a negative impact on students. The purpose of this study was to determine the relationship between internet addiction and social support with academic procrastination of junior high school students in Pemalang. This study uses a correlational quantitative design. The samples used were 320 of 1923 students with cluster sampling techniques. Then, the data analysis technique used multiple regression analysis. The data collection tool used is PASS (Procrastination Assessment Scale of Students) which was adapted from Solomon and Rothblum (1984), IAT (Internet Addiction Test) compiled by Young (1996), and MPSS (Multidimensional Scale of Perceived Social Support) compiled by Canty Mitchell and Zimet (1988). The findings in this study together show that internet addiction and social support predict academic procrastination. However, the correlation findings between internet addiction and academic procrastination are stated to be uncorrelated, while the findings of the correlation between social support and academic procrastination are correlated. It is recommended that the guidance and counseling teacher and student’s social environment jointly control student behavior in internet use and provide motivation to students so that students avoid the behavior of procrastinating on assignments and responsibilities as students. Suggestion for advanced researchers is doing research using other independent variables that can predict academic procrastination and with different settings.
Efektivitas Konseling Kelompok Teknik Permainan Kerjasama Untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Anak di Panti Asuhan Amanah Ambarawa
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i1.36834

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial perlu berhubungan dengan individu lain dan lingkungannya. Hal tersebut menjadi dasar pentingnya interaksi sosial dalam kehidupan. Permasalahan interaksi sosial menjadi salah satu isu yang cukup memerlukan perhatian. Minimnya interaksi sosial banyak dialami oleh remaja tidak terkecuali remaja yang tinggal di panti asuhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektivitasan konseling kelompok teknik permainan kerjasama dalam meningkatkan interaksi sosial anak di panti asuhan Amanah Ambarawa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian true experimental, posttest only control design dengan jumlah sampel sebanyak 10 anak dibagi 2 kelompok, kelompok eksperimen dan kontrol dengan teknik random sampling. Alat pengumpulan data penelitian menggunakan skala psikologis. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok teknik permainan kerjasama dapat meningkatkan interaksi sosial anak di panti asuhan Amanah Ambarawa. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan skor posttest bila dibandingkan skor pretest. Tingkat interaksi sosial kelompok eksperimen berada pada kategori sedang setelah konseling kelompok teknik permainan kerjasama terjadi peningkatan menjadi kategori tinggi dan sangat tinggi. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp.Sig. (2-tailed) 0,005 < 0,05 yang apabila disimpulkan maka layanan konseling kelompok teknik permainan kerjasama efektif untuk meningkatkan interaksi sosial.
Pengaruh Spiritual Terhadap Kebahagiaan Di Sekolah Berbasis Asrama
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i1.45755

Abstract

Abstrak Penelitian tentang aspek kebahagiaan dalam konstruksi psikologis remaja penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh spiritual dengan kebahagiaan siswa di sekolah berbasis asrama. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan skala kebahagiaan yang diadaptasi Anggoro dan Widiarso dan skala spiritual assesment inventory yang diadaptasi dari Hall dan Edwards (2002). Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Cluster Sampling dan Proportionate Stratified Random Sampling dengan jumlah 110 siswa yang terdiri atas sebaran kelas X dan XI SMA IT Bina Amal dan MA Nudia Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat spiritual SMA IT se-wilayah Gunungpati Semarang masuk kategori sedang dengan kategori sedang pada aspek awareness, realistic acceptance, grandiosity, instability, dan impression management sementara untuk aspek disappointment berasa pada kategori rendah. Tingkat kebahagiaan di sekolah berbasis asrama pada siswa SMA IT se-wilayah Gunungpati Semarang tergolong kategori tinggi, dimana siswa memperoleh kebahagiaan tinggi dari terpenuhinya aspek ikatan kekeluargaan, kebutuhan spiritual, prestasi atau pencapaian diri, dan relasi social. Berikutnya, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara spiritual terhadap kebahagiaan siswa, maka dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki spiritual yang tinggi akan meningkatkan pula kebahagiaan siswa. Implikasi penelitian ini bagi Bimbingan dan Konseling terdapat dalam pembahasan Abstract The research about aspect of happiness in the psychological construction of adolescents is important. This study aims to prove the spiritual influence on student happiness in boarding-based schools. The research method used is quantitative with a happiness scale adapted by Anggoro and Widiarso and a spiritual assessment inventory scale adapted from Hall and Edwards. The sample in this study amounted to 110 students with the distribution of class X and XI SMA IT Bina Amal and MA Nudia Semarang. The results showed that the spiritual level of IT SMA in the Gunungpati area of ​​Semarang was in the medium category which included aspects of awareness, realistic acceptance, grandiosity, instability, and impression management. Meanwhile, the disappointment aspect is in the low category. The level of happiness in boarding-based schools for IT SMA students in the Gunungpati Semarang area is in the high category, where students get high happiness from the fulfillment of aspects of family ties, spiritual needs, achievement or self-achievement, and social relations. Next, there is a positive and significant influence between spirituality on student happiness, it can be concluded that students who have high spirituality will also increase student happiness. The implications of this research for Guidance and Counseling are contained in the discussion.
Hubungan antara Efikasi Diri Keputusan Karier dengan Career Engagement pada Mahasiswa FIP UNNES
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i1.49135

Abstract

Abstrak Memiliki karier yang sukses merupakan impian semua mahasiswa dan hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa untuk meraihnya. Penelitian ini berfokus pada career engagement yang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi efikasi diri yang dalam penelitian ini dispesifikan menjadi efikasi diri keputusan karier. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri keputusan karier dengan career engagement pada mahasiswa FIP UNNES. Subyek dalam penelitian ini yaitu 320 mahasiswa FIP UNNES yang dipilih secara stratified random sampling. Metode penelitian yang digunakan yaitu korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara efikasi diri keputusan karier dengan career engagement pada mahasiswa FIP UNNES. Hasil temuan ini memberikan implikasi bagi layanan konseling karier di tingkat perguruan tinggi khsusunya konselor di perguruan tinggi yang diwadahi oleh pusat pengembangan karier mahasiswa dapat menyusun program kerja sesuai dengan hasil need assesment mahasiswa yang dapat meningkatkan efikasi diri keputusan karier. Abstract Having a successful career is the dream of all students, and it is a challenge for students to achieve it. This study focuses on career engagement which is one of the factors that influence self-efficacy which in this study is specified as career decision self-efficacy. The purpose of this study was to analyze the relationship between career decision self-efficacy and career engagement in FIP UNNES students. The subjects in this study were 320 FIP UNNES students elected by stratified random sampling. The research method used is the Pearson Product Moment correlation. The results showed that there was a positive and significant relationship between career decision self-efficacy and career engagement in FIP UNNES students. These findings have implications for career counseling services at the tertiary level, especially counselors in tertiary institutions facilitated by the student career development center can arrange work programs according to the results of student needs assessments that can increase career decision self-efficacy.
Hubungan Locus Of Control terhadap Academic Burnout Siswa Selama Masa Pandemic Covid-19
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 11 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v11i3.54364

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa mengalami tekanan tuntutan studi yang tinggi, menurunnya semangat belajar, susah berkonsentrasi dalam mengerjakan tugas, dan merasa jenuh saat jam pelajaran secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara locus of control dengan academic burnout siswa kelas XI di SMK Negeri 4 Kota Bengkulu. Populasi pada penelitian ini yaitu 255 siswa dan sampel pada penelitian berjumlah 155 siswa diambil dengan teknik proporsional random sampling dari seluruh jurusan pada kelas XI. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala likert yaitu angket locus of control dengan hasil uji reliabilitas sebesar 0,914 dan angket academic burnout sebesar 0,918. Data dianalisis menggunakan korelasi regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara locus of control dengan academic burnout pearson correlation -,676 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,005. Dapat disimpulkan jika semakin tinggi tingkat locus of control maka akan semakin rendah tingkat academic burnout, sebaliknya semakin rendah tingkat locus of control maka akan semakin tinggi tingkat academic burnout. This research is motivated by the number of students experiencing the pressure of high study demands, decreased enthusiasm for learning, difficulty concentrating on assignments, and feeling bored during online lessons. This study aims to describe the relationship between locus of control and academic burnout of class XI students at SMK Negeri 4 Bengkulu City. The population in this study was 255 students and the sample in this study amounted to 155 students taken by proportional random sampling technique from all majors in class XI. The instrument in this study uses a Likert scale, namely a locus of control questionnaire with a reliability test result of 0.914 and an academic burnout questionnaire of 0.918. Data were analyzed using simple linear regression correlation. The results of this study indicate that there is a negative and significant relationship between locus of control and academic burnout Pearson correlation -.676 with a significance level of 0.000 < 0.005. It can be concluded that the higher the locus of control level, the lower the level of academic burnout, on the contrary, the lower the level of locus of control, the higher the level of academic burnout.
Hubungan Dukungan Sosial Orang Tua dan Self-Regulated Learning dengan Prestasi Belajar
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 11 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v11i3.54496

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan sosial orang tua dan self-regulated learning dengan prestasi belajar siswa SMP Negeri se-Kecamatan Temanggung. Penelitian adalah penelitian kuantitaif korelasional, subyek terdiri dari 3 sekolah dengan jumlah sampel sebanyak 298 siswa. Hasil analisis menerangkan tingkat dukungan sosial orang tua siswa SMP Negeri se-Kecamatan Temanggung pada kategori tinggi (M=3,36), tingkat self-regulated learning sedang (M=3,19), dan tingkat prestasi belajar yang baik. Hasil dari analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara dukungan sosial orang tua dengan prestasi belajar (t=2,660; β=0,186; p<0,05), self-regulated learning berhubungan signifikan dan positif dengan prestasi belajar (t=6,235; β=0,436; p<0,05), dan terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara dukungan sosial orang tua dan self-regulated learning dengan prestasi belajar (R=0,586; R2=0,344; F=77,286; p<0,05). Berlandaskan hasil penelitian, mengharapkan guru bimbingan dan konseling dapat memberikan layanan BK terkait bidang belajar untuk dapat memantau prestasi belajar siswa di setiap semester, mempertahankan tingkat dukungan sosial orang tua serta layanan untuk menaikkan self-regulated learning siswa. The purpose of this study is to find out the relationship of social support of parents and self-regulated learning with the learning achievements for students of SMP Negeri in the District of Temanggung. This research is correlation quantitative, the subject consists of 3 schools with a sample number of 298 students. The results of the analysis showed that the level of social support of parents of the students of SMP Negeri in Temanggung District was in the high category (M=3,36), the level of self-regulated learning was average (M=3,19), and level of learning achievement was good. The results of multiple linier regression analysis showed that there is a significant and positive correlation between social support of parents and learning achievement (t=2,660; β=0,186; p<0,05), self-regulated learning has a significant and positive correlation with learning achievement (t=6,235; β=0,436; p<0,05), and there is a significant and positive correlation between social support of parents and self-regulated learning with learning achievement (R=0,586; R2=0,344; F=77,286; p<0,05). Based on the results of the research, it is expected that the teachers of guidance and counseling can provide guidance and counseling services in realm of learning to be able to monitor learning achievement of students in each semester, maintain a level of social support of parents and services to increase of self-regulated learning of students.

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2023): Desember 2023 Vol 12 No 1 (2023): Juni 2023 Vol 11 No 2 (2022): Desember 2022 Vol 11 No 1 (2022): Juni 2022 Vol 11 No Special Ed (2022): Edisi Khusus Annual Guidance and Counseling Academic Forum Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021 Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020 Vol 9 No 1 (2020): Juni 2020 Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 More Issue