cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies
ISSN : 22526447     EISSN : 25274597     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies (IJCETS) publish two major themes on educational technology and curriculum studies
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2022): November 2022" : 6 Documents clear
Why Do Science Lecturers Distinguish the Use of Mobile Technologies for Instruction? Onojah, Amos Ochayi; Obielodan, Omotayo Olabo; Onojah, Adenike Aderogba; Alani, Taye Rasheed
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 10 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v10i2.58479

Abstract

Lecturers are not engaging in the frequent use of mobile technologies to support and supplement instructions and their learning experiences, as these technologies assist in simplifying concepts and could lead to improved academic performance. The objectives were to investigate science lecturers' perceived use of mobile technologies for instruction. The study was a descriptive research of survey type and a random sampling technique was adopted to select 172 respondents. Data were analyzed using frequency count, percentage and t-test. The findings established that science lecturers have a bright perception of the use of mobile technologies for instruction. The study concluded that science lecturers’ perception of the use of mobile technology boosts their students’ learning. It was thus recommended that government should provide an affordable platform for lecturers and students to have their personal technological devices (computer set) which they can use independently and for group learning. Abstrak Dosen tidak sering menggunakan teknologi seluler untuk mendukung dan melengkapi instruksi dan pengalaman belajar mereka, karena teknologi ini membantu menyederhanakan konsep dan dapat meningkatkan kinerja akademik. Tujuannya adalah untuk menyelidiki dosen sains yang menggunakan teknologi seluler untuk pengajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan tipe survey dan teknik random sampling digunakan untuk memilih 172 responden. Analisis data menggunakan frekuensi hitung, persentase dan uji-t. Temuan menetapkan bahwa dosen sains memiliki persepsi yang cerah dalam penggunaan teknologi seluler untuk pengajaran. Studi ini menyimpulkan bahwa persepsi dosen IPA tentang penggunaan teknologi seluler meningkatkan pembelajaran siswa mereka. Oleh karena itu, direkomendasikan agar pemerintah menyediakan platform yang terjangkau bagi dosen dan mahasiswa untuk memiliki perangkat teknologi pribadi (perangkat komputer) yang dapat mereka gunakan secara mandiri dan untuk pembelajaran kelompok.
Influence of Psychosocial Characteristics on Social Media Usage among Continuing Education Learners (Cels) in Kwara State University, Malete, Nigeria Yusuf, Murtala Akanbi; Yunusa, Abdullhai Abubakar; Sulaiman, Kabir Alabi; Adeyemi, Ismail Olatunji
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 10 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v10i2.58566

Abstract

In line with the growing incursion/adoption of social media into teaching and learning, this study was conducted to understand continuing education learners’ psycho-social characteristics and their influence on their social media. A quantitative research design approach using an online Google form with 388 participants was adopted. Descriptive statistics, t-test and ANOVA were used. Results revealed that the students mostly used Facebook as their major social media platform for connecting with friends and family along with WhatsApp, Twitter, and Instagram. In addition, the study revealed that learners with higher self-concept and socioeconomic status are more inclined to social media usage among CELs. It is believed that the knowledge of psychosocial characteristics of CELs on their usage of social media will inform a bespoke and purposeful curriculum planning, design and implementation that optimizes the achievement of the learning objectives for different classes of the students based on their psycho-social differences. Abstrak Sejalan dengan semakin maraknya penggunaan/adopsi media sosial ke dalam proses belajar mengajar, penelitian ini dilakukan untuk memahami karakteristik psiko-sosial peserta didik pendidikan lanjutan dan pengaruhnya terhadap media sosial mereka. Pendekatan desain penelitian kuantitatif menggunakan formulir Google online dengan 388 peserta diadopsi. Statistik deskriptif, uji-t dan ANOVA digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menggunakan Facebook sebagai platform media sosial utama mereka untuk terhubung dengan teman dan keluarga bersama dengan WhatsApp, Twitter, dan Instagram. Selain itu, penelitian ini mengungkapkan bahwa pelajar dengan konsep diri dan status sosial ekonomi yang lebih tinggi lebih cenderung menggunakan media sosial di kalangan CEL. Diyakini bahwa pengetahuan tentang karakteristik psikososial CELs dalam penggunaan media sosial mereka akan menginformasikan perencanaan, desain, dan implementasi kurikulum yang dipesan lebih dahulu dan bertujuan yang mengoptimalkan pencapaian tujuan pembelajaran untuk kelas siswa yang berbeda berdasarkan perbedaan psiko-sosial mereka.
The Effectiveness of Interactive e-Module for Natural Science subject at Equality Education Program Febriani, Hafiidha Ainun; Kustiyono, Kustiyono
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 10 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v10i2.59892

Abstract

This study aims to (1) develop an interactive e-module in science subjects class VII package B in SKB Kota Semarang equivalency education that is feasible and good to use, (2) know the steps for making e-modules using Adobe In design software, and (3) knowing the feasibility of developing an interactive e-module for science subjects package B for the classification of living things. The e-module development model in this study is the ADDIE model. This interactive e-module for science subjects was declared feasible to be used in learning with a feasibility score of 3.73 from material experts, 3.78 from media experts, and 3.43 from student responses. Based on material experts, media experts, and student responses, interactive e-modules for science subjects on living things classification material are very good and appropriate to be used to support learning activities for class VII learning citizens in equality education, especially for the SKB Kota Semarang. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan e-modul interaktif pada mata pelajaran IPA kelas VII paket B di pendidikan kesetaraan SKB Kota Semarang yang layak dan baik digunakan, (2) mengetahui langkah pembuatan e-modul menggunakan software Adobe In design dan (3) mengetahui kelayakan dari pengembangan e-modul interaktif mata pelajaran IPA paket B materi klasifikasi makhluk hidup. Model pengembangan e-modul pada penelitian ini adalah model ADDIE. E-modul interaktif untuk mata pelajaran IPA ini dinyatakan layak untuk digunakan dalam pembelajaran dengan skor kelayakan dari ahli materi sebanyak 3,73, ahli media sebanyak 3,78 dan respons warga belajar sebanyak 3,43. Berdasarkan ahli materi, ahli media, dan respons warga belajar, maka e-modul interaktif mata pelajaran IPA pada materi klasifikasi makhluk hidup sangat baik dan layak digunakan untuk mendukung kegiatan belajar warga belajar kelas VII di pendidikan kesetaraan khususnya SKB Kota Semarang.
Teaching Digital Citizenship for Vocational Students through “Netizen” Application: its Urgency and Effectiveness Wahyudi, Diki; Prihatin, Titi
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 10 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v10i2.61101

Abstract

This study aims to develop a mobile learning-based application, named Netizen, that supports students' independent learning. The research employs a developmental research approach, primarily utilizing the ADDIE instructional design model. The study's findings indicate a positive trend. Specifically, the validation of media and material experts at 84.67% and 96.67%, respectively, illustrates the feasibility of producing Netizen applications. The Wilcoxon test's results, with Asymp.Sig. (2-tailed) of 0.000, are less than <0.05, signifying a significant difference in the average scores of students before and after using the Netizen application. The effectiveness test results reveal a gain score of 0.7052 or 70.52%, classifying it as highly effective. In conclusion, the Netizen application can enhance students' learning processes and outcomes. Abstrak Studi ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi berbasis pembelajaran seluler, yang dinamakan Netizen, yang dapat mendukung pembelajaran mandiri siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan, dengan menggunakan model desain instruksional ADDIE sebagai pendekatan utama. Hasil penelitian menunjukkan kecenderungan positif. Secara khusus, validasi dari ahli media dan ahli materi pada tingkat 84,67% dan 96,67%, masing-masing, menggambarkan kemungkinan untuk memproduksi aplikasi Netizen. Hasil uji Wilcoxon, dengan Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, kurang dari <0,05, menandakan perbedaan yang signifikan dalam skor rata-rata siswa sebelum dan setelah menggunakan aplikasi Netizen. Hasil uji efektivitas mengungkapkan skor kenaikan sebesar 0,7052 atau 70,52%, yang diklasifikasikan sebagai sangat efektif. Sebagai kesimpulan, aplikasi Netizen dapat meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Technology Integration Trends in Hybrid Learning Environments in Indonesia: A Systematic Literature Review Nugraha, Christophorus Ardi; Iskandar, Regina; Baeha, Putri Dwinatalis
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 10 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v11i1.62125

Abstract

This study aims to identify the most used technologies in face-to-face or hybrid learning environments in Indonesia and identify how these technologies are used. The collected data is processed using PRISMA Statement. The sorting process is conducted by three researchers collaboratively. The articles are then processed to know how the technology is used, what the brand is, what subjects, and the level of acceptance. From 121 selected articles, the following findings were obtained. Technology is most widely used for learning media (65). Most articles do not mention the brand(33). Most did not mention subjects (25). The acceptance of technology is positive (111). It can be concluded that technology tends to be used for learning and less to build a learning environment, professional development, or school administration. Technology is widely used for STEM lessons, Indonesian Language, and Islamic Religious Education and less for arts and social science subjects. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi teknologi yang paling sering digunakan di lingkungan belajar tatap muka atau hybrid di Indonesia dan mengidentifikasi bagaimana teknologi tersebut digunakan. Data yang terkumpul diproses menggunakan PRISMA Statement. Proses penyortiran dilakukan tiga peneliti secara kolaboratif. Artikel lalu diproses untuk memperoleh informasi bagaimana teknologi digunakan, apa mereknya, mata pelajaran apa, dan tingkat penerimaannya. Dari 121 artikel terpilih, diperoleh temuan sebagai berikut. Teknologi paling banyak digunakan untuk media pembelajaran (65). Sebagian besar artikel tidak menyebutkan merek teknologi yang digunakan (33). Sebagian besar tidak menyebutkan mata pelajaran (25). Sebagian besar penerimaan terhadap teknologi adalah positif (111). Dapat disimpulkan bahwa teknologi cenderung digunakan untuk pembelajaran dan kurang dimanfaatkan untuk membangun lingkungan belajar, pengembangan profesi, atau administrasi sekolah. Teknologi banyak digunakan untuk pelajaran STEM, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Agama Islam serta kurang dimanfaatkan untuk mata pelajaran seni dan ilmu pengetahuan sosial.
The tension between national and international interest in curriculum policymaking: an Indonesian higher education experience Subkhan, Edi; Budiyono, Budiyono; Johan, Riche Chyntia
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 10 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v10i2.74305

Abstract

This article critically examines the Indonesian higher education curriculum policymaking officially issued by the government in 2020. Employing the framework of critical policy analysis, we scrutinize the manual of curriculum policymaking and its associated influential documents that have significantly shaped Indonesian higher education. Our analysis reveals a tension between national and international interests in curriculum policymaking. This tension, and the resulting overlap of these interests, has given rise to several issues, notably the deterioration of the academic and democratic climate on campuses due to academic humiliation and intervention, overload curriculum design, a curriculum that prioritizes skills over knowledge, and strict control over curriculum. Furthermore, the inflexible and overloaded curriculum design has resulted in challenges during implementation. This suggests that the policy exhibits a limited potential to empower graduates to effectively serve both national and international interests. Abstrak Artikel ini mengkritik pembuatan kebijakan pengembangan kurikulum untuk perguruan tinggi di Indonesia yang resmi dikeluarkan oleh pemerintah pada tahun 2020. Dengan menggunakan kerangka analisis kebijakan kritis, peneliti memfokuskan mengkaji buku panduan pengembangan kurikulum untuk Pendidikan tinggi dan dokumen terkait yang secara signifikan memengaruhi arah pendidikan tinggi di Indonesia. Analisis kami mengungkap adanya tegangan antara kepentingan nasional dan internasional dalam pembuatan kebijakan kurikulum. Tegangan ini, dan juga tumpang tindih dari kedua kepentingan tersebut, telah membuahkan beberapa masalah, terutama penurunan iklim akademis dan demokratis di kampus akibat adanya perendahan akademik dan intervensi, kurikulum yang sarat materi, lebih menekankan keterampilan ketimbang pengetahuan, dan kontrol ketat terhadap kurikulum. Selain itu, desain kurikulum yang kaku dan sarat materi juga menimbulkan menyulitkan implementasinya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahwa kebijakan kurikulum untuk perguruan tinggi dari pemerintah ini terbatas potensinya dalam memberdayakan lulusan agar dapat berkontribusi bagi kepentingan nasional dan internasional.

Page 1 of 1 | Total Record : 6