Articles
186 Documents
The Effectiveness of Technology for Improving the Teaching of Natural Science Subjects
Nawzad, Lezan;
Rahim, Dana;
Said, Karzan Wakil
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcets.v6i1.22863
This paper investigates the effectiveness of integrating technology with teaching method for science subjects. For this, the research was conducted in Shahid AbdulRazaq primary school in Sulaimania city-Iraq. Two methods were used for this investigation: A questioner’s form and testing method. The participant students were 50 students from grade 3 and 5. The results showed that student’s preference for using technology in teaching science was 75% and 95% for both third and fifth grade. Also, the passing rate for the students of third and fifth grade using technology teaching method is 57% and 83% compared to 43% and 17% respectively when the traditional method used for teaching science subject. This research confrmed that teaching science subjects with technology increased the student’s interest in the learning process and improved the student’s achievement scores and also helped the students to do their homework more easily compared to the traditional teaching methods. Abstrak Artikel ini mengindentifkasi keefektivan integrasi teknologi dalam metode pembelajaran mata pelajaran sains. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah dasar Shahid Abdul-Razaq, Kota Sulaimania, Iraq menggunakan 2 (dua) instrument, yaitu kuesioner dan tes. Responden penelitian ini melibatkan 50 (limapuluh) siswa kelas 3 (tiga) dan 5 (lima). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran sains sebesar 75% dan 95% untuk kelas tiga dan lima. Selain itu angka kelulusan siswa kelas tiga dan lima ketika menggunakan teknologi untuk menunjang pembelajaran sebesar 57% dan 83%, berbeda dibanding ketika menggunakan metode tradisional, yakni sebesar 43% dan 17% juga untuk kelas tiga dan lima pada mata pelajaran sains. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran sains yang ditunjang teknologi terbukti dapat meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran dan meningkatkan capaian hasil belajar siswa, selain itu juga membantu siswa dalam mengerjakan pekerjaan rumah lebih mudah disbanding ketika sekadar menggunakan metode tradisional. Keywords: Educational technology; natural science; traditional teaching method
Comparing Problem-based Learning and Experiential Learning on Civil Servant Training Program
Sediyani, Linda;
Budisantoso, Heri Triluqman
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 7 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcets.v7i2.24045
Problem-based learning and experiential learning are well-known learning approaches and often referred as powerful on facilitating learning practices, but which one is the most effective on facilitating civil servant training program? This article illustrates a one-shot case study in which focus on one civil servant training program only without comparing it to other programs. The training program was conducted by human resource development agency, Central Java Province, in March 2018. By employing quantitative research approach, this research found that the result of the training program indicated: there are no significant differences between problem-based learning and experiential learning approaches. In this case, the learning result from experiential learning approach is slightly above problem-based learning approach’s result. Abstrak Pembelajaran berbasis masalah dan berbasis pengalaman merupakan pendekatan pembelajaran yang sudah banyak dikenal dan sering disebut mampu memfasilitasi praktik pembelajaran secara optimal, namun mana di antaranya keduanya yang paling efektif dalam memfasilitasi program pelatihan PNS? Artikel ini menggambarkan one-shot case study yang fokus hanya pada satu program pelatihan PNS tanpa membandingkannya dengan program lain. Program pelatihan ini dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Provinsi Jawa Tengah, pada Maret 2018. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dapat dilihat bahwa hasil program pelatihan menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran berbasis pengalaman. Dalam hal ini, hasil pembelajaran dari pendekatan berbasis pengalaman sedikit di atas hasil pembelajaran yang menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah.
The Implementation and Improvisation of Islamic School Curriculum in Buddhist Country
Wijayanti, Fantri Agustin;
Widhanarto, Ghanis Putra
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 7 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcets.v7i2.24567
Thailand is one of the greatest Buddhist country in Southeast Asia, therefore the Buddhism values and culture inevitably intervene education, including the curriculum. It is interesting to investigate how Islamic school arranges and develops its own curriculum in order to balance the national interest influenced by Buddhism and the Islamic belief, values, and culture owned by the school in Thailand. This article tries to illustrate Anuban Islam Songkhla School as one of the Islamic schools adapts the national educational policy and arranges their curriculum rooted on Islamic vision. This research found that Songkhla School does not implement all policy endorsed by the government officially due to its incompatibility with the Islamic vision of the school. Abstrak Thailand adalah salah satu negara Budha terbesar di Asia Tenggara, oleh karena itu nilai-nilai dan budaya Budha tak terelakkan lagi pasti mengintervensi dunia pendidikannya, termasuk kurikulumnya. Sangat menarik untuk menyelidiki bagaimana sekolah Islam di Thailand mengatur dan mengembangkan kurikulumnya sendiri untuk menyeimbangkan kepentingan nasional yang dipengaruhi oleh agama Budha dengan ajaran, nilai-nilai, dan budaya Islam yang dimiliki oleh sekolah tersebut. Artikel ini mencoba menggambarkan Sekolah Songkhla Islam Anuban sebagai salah satu sekolah Islam yang mengadaptasi kebijakan pendidikan nasional dalam upaya menyusun kurikulum mereka sendiri yang berakar pada visi-visi keislaman. Penelitian ini menemukan bahwa Sekolah Songkhla tidak menerapkan semua kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah secara resmi, karena memang pada dasarnya tidak semuanya kompatibel dengan visinya sebagai sekolah Islam.
Improving Academic Performance by Applying Total Quality Management Tools: A case of Bangladeshi Students
Rahim, Mir Abdur;
Utsha, Auvishek Modak;
Bhuiyan, Ishtiaq Ahmed;
Miah, Md. Rakib;
Haque, Md. Raquibul
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcets.v6i2.25328
This article describes the educational practice of engineering student in Bangladesh, especially how they are still practicing the old and conventional way of learning, mainly by memorizing the entire subject they learn and push them to answer the question exactly as written in the book. This phenomenon brings the student to fxate on the book and will inhibit their creativity and innovation notions, even though without considering the effort to hone the students’ creativity and innovation domain, the knowledge will not develop properly, including in engineering. Trough this research the total quality management (TQM) had been developed to lead the students to get a better and satisfying result of study without losing the effort to develop their creativity, innovation and research skills as important factor and main purpose of engineering education. Abstrak Artikel ini menggambarkan praktik pendidikan di Bangladesh, terutama pada mahasiswa teknik yang masih belajar menggunakan pendekatan konvensional, yakni belajar dengan menghafal materi dari buku dan mengikuti ujian dengan cara menjawab persis seperti yang tertulis di buku. Hal tersebut menjadikan siswa terlalu terpaku pada buku hingga kesulitan untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi mereka. Padahal tanpa memperhatikan pentingnya upaya untuk mengasah kreativitas dan inovasi, ilmu pengetahuan tidak akan berkembang, termasuk dalam bidang teknik. Melalui penelitian ini, pendekatan total quality management telah dikembangkan untuk mengarahkan siswa-siswa memperoleh hasil studi yang memuaskan selain juga tetap diarahkan untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, keterampilan riset dan lainnya yang sejatinya juga merupakan tujuan utama pendidikan teknik. Keywords: Academic performance; creativity; engineering; innovation; memorizing; total quality management
Index & Acknowledgement
Team, Editorial
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcets.v6i1.25919
Keragaman Basis Paradigmatik Teknologi Pendidikan dan Potensinya untuk Transformasi Sosial
Farchan, Achmad
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcets.v6i1.25926
Buku karya Edi Subkhan ini menguraikan keragaman paradigma keilmuan yang berkembang dalam bidang teknologi pendidikan kontemporer. Barangkali paradigma yang terbilang jarang diulas dalam bidang teknologi pendidikan adalah paradigma kritis dan sosio-kultural atau postmodern. Subkhan misalnya menyatakan bahwa hendaknya pengembangan dan praksis teknologi pendidikan tidak mengekor pada perkembangan konsep dan praksis dari lingkaran AECT saja. Merujuk pada pendapat Hlynka, ia menyatakan bahwa paradigma postmodern dalam teknologi pendidikan mengajak tiap konteks sosial mengembangkan gagasan dan praksis teknologi pendidikannya sendiri sesuai jejak historis dan kondisi sosio-kultural masing-masing (Subkhan, 2006, p. 97).
The Effect of Blended Learning by Using Edmodo in Teaching English for Nursing Students
Laili, Roudlotun Nurul;
Nashir, Muhammad
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcets.v6i2.26509
Due to the developments of social networking in education, teachers have to provide the innovative techniques and select the best way in teaching learning process in classroom, especially in learning English as a foreign language so that the students are interested and eager to learn English. Edmodo as one of online learning media is believed to present an effective solution in the teaching English. This research investigates the effectiveness of blended learning by using Edmodo in teaching English for nursing students. This research used quasi experimental research design. It begins from conducting homogeneity test, deciding the experimental group and control group. Then, it was continued by giving activities to the control class using face to face learning and giving treatments to the experimental class that was using blended learning (combine face to face learning with online learning/Edmodo), then giving the same post-test to both classes. The result indicated that there was a signifcant effect of teaching English in blended learning by using Edmodo on nursing students. It is proved by the value of signifcant column of t-test table and the result is 0.000 which was lower than 0.05. Abstrak Seiring perkembangan jejaring sosial dalam pendidikan, guru harus memberikan teknik inovatif dan memilih cara terbaik dalam proses pembelajaran di kelas, terutama dalam belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing sehingga siswa tertarik dan bersemangat untuk belajar bahasa Inggris. Edmodo sebagai salah satu media pembelajaran online diyakini menghadirkan solusi efektif dalam pengajaran bahasa Inggris. Penelitian ini mengkaji efektivitas pembelajaran campuran dengan menggunakan Edmodo dalam mengajar bahasa Inggris untuk mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experimental. Dimulai dari melakukan uji homogenitas, menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan treatmen kepada kelas kontrol menggunakan pembelajaran tatap muka dan perlakuan ke kelas eksperimen yaitu menggunakan blended learning (menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online/Edmodo), kemudian memberikan post-test yang sama untuk keduanya. Hasil menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifkan dari kombinasi mengajar tatap muka dengan Edmodo terhadap kemampuan bahasa Inggris mahasiswa keperawatan. Hal ini dibuktikan dengan nilai kolom tabel t-test yang signifkan dan hasilnya adalah 0.000 yang lebih rendah dari 0.05 Keywords: Edmodo; Blended Learning; Teaching English
EFL Students’ Use of Technology in English Lesson in The Digital Era
Arigusman, Anggi;
Purnawarman, Pupung;
Suherdi, Didi
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcets.v6i2.26599
Various informations and knowledge including English lesson can easily be accessed. It gives a large opportuniy to the students to take benefts from the use of technology to up grade their English ability. However, most of EFL students seem only use technology for entertainment needs rather than for learning English. Therefore, the objectives of this research are to investigate the kinds of technology tools used by high school students and their beliefs toward the use of technology in English lesson. Mix method approach is used in this research to gain more comprehensive and representative data. The results show that there are eight activities that involve fve kinds of technology that the students frequently used. Those tools are MP3 player, internet browser, cellphone, social networking site, and television. All respondents agree that the use of technology in English lesson is effective. Some advantages of using technology in English lesson appear in this research. However, some barriers or problems also found. The most disturbing barrier faced by the students is the access to internet. They also lack of information of useful technology tools which are possible to be used in English lesson. Abstrak Berbagai informasi dan ilmu pengetahuan termasuk pelajaran bahasa Inggris dapat diakses dengan mudah. Hal itu memberikan kesempatan yang besar pada siswa untuk memanfaatkan teknologi guna meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka. Namun kebanyakan siswa EFL sepertinya lebih cenderung memanfaatkan teknologi untuk sekedar hiburan daripada untuk mengasah bahasa Inggris mereka. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menginvestigasi jenis-jenis teknologi yang digunakan oleh siswa SMA dan persepsi mereka terhadap penggunaan teknologi dalam pelajaran bahasa Inggris. Pendekatan mixed method digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh data yang lebih komprehensif dan representatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada delapan aktiftas siswa yang melibatkan teknologi yang sering mereka gunakan. Yaitu MP3 player, internet browser, telepon seluler, situs jejaring sosial, dan televisi. Seluruh responden setuju bahwa penggunaan teknologi dalam pelajaran bahasa Inggris sangat efektif. Beberapa keuntungan pemanfaatan teknologi dalam pelajaran bahasa Inggris ditemukan dalam peneitian ini. Akan tetapi beberapa kendala juga ditemukan. Kendala yang paling mengganggu yang dihadapi oleh para siswa adalah akses terhadap fasilitas internet. Mereka juga kekurangan informasi tentang jenis-jenis produk teknologi yang berguna untuk digunakan dalam pelajaran bahasa Inggris. Keywords: EFL students; English lesson; use of technology; internet
Pengembangan Modul Virtual Interaktif: Inovasi Sumber Belajar untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Kusrini, Dwi;
Haryanto, Haryanto
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 7 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcets.v7i1.26678
This research aims to: (1) generates feasible interactive virtual module as physics learning sources support of grade X senior high school, and (2) generates interactive virtual module in order to improve the achievement of learning outcome. This research method used R & D from model developed by Alessi & Trollip. The development procedures consist of: 1) Planning, 2) Design, 3) Development. The product testing consists of alpha test performed by two media experts and two material expert and beta test conduced through 2 stages that are first beta test (small group trials) of six students and second beta test (large group trials) of thirty two students. The data were analyzed by descriptive qualitative. The results of this research showed: (1) the product resulted in this development research was very feasible based on the evaluation of material experts, media experts and the trial subjects (2) the product proved effective in improving the achievement of learning outcomes, as the evidence of student achieve learning outcomes. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan modul virtual interaktif yang layak digunakan sebagai penunjang sumber belajar fisika kelas X SMA, dan (2) Menghasilkan modul virtual interaktif untuk meningkatkan capaian hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode R & D dengan mengadaptasi model pengembangan Alessi & Trollip. Prosedur pengembangan terdiri dari: (1) Perencanaan, (2) Desain, dan (3) Pengembangan. Uji coba produk terdiri dari uji alpha yang dilakukan oleh dua ahli media dan dua ahli materi, dan uji beta yang dilakukan melalui 2 tahap yaitu uji beta 1 (uji coba kelompok kecil) pada 6 siswa dan uji beta 2 (uji coba kelompok besar) dilakukan pada 32 siswa. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) produk yang dihasilkan dinilai sangat layak berdasarkan penilaian para ahli materi, ahli media dan subjek uji coba, (2) Produk terbukti efektif dalam meningkatkan capaian hasil belajar. Keywords: interactive virtual module; learning resources; learning outcome
Kendala dan Rekomendasi Perbaikan Pengembangan Kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan
Wahzudik, Niam
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 6 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijcets.v6i2.26712
The changes of curriculums always refer to a philosophical thought (idea) and various basic considerations adopted by the schools. The purpose of this study is to fnd out how the implementation of curriculum development in vocational schools is viewed from the aspect of the foundation of curriculum development. The study was carried out with a survey research design. the research sites are in Vocational Schools in Central Java Province. Data collection technique using questionnaires. Quantitative data were analyzed using quantitative descriptive analysis. Whereas qualitative data was interpreted qualitatively to reveal the meaning. The results showed that the curriculum development process in vocational schools was appropriate and already used the foundations of curriculum development. We also found that there was several supports from various stakeholders but still limited, the curriculum development assistance process was not optimal because each school does no has special resources to develop an appropriate and contextual curriculum from curriculum expert. At least we found various problems on the development of school curriculum such as the lack of stakeholder involvement, the poor quality of human resources and the assistance of the curriculum development that are still limited. Abstrak Perubahan dari setiap kurikulum senantiasa mengacu pada suatu pemikiran flosofs (ide) dan berbagai dasar pertimbangan tertentu yang dianut oleh satuan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pelaksanaan pengembangan kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ditinjau dari aspek landasan pengembangan kurikulum. Penelitian dilaksanakan dengan desain penelitian survei. Tempat penelitian di SMK di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Data yang bersifat kuantitatif dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, sedangkan data yang bersifat kualitatif akan diinterpretasikan secara kualitatif untuk mengungkap makna yang tersirat di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan kurikulum di satuan pendidikan SMK telah sesuai dan menggunakan landasan pengembangan kurikulum, terdapat dukungan dari berbagai stakeholder namun masih terbatas, proses pendampingan kurikulum belum maksimal karena di tiap sekolah tidak ada sumber daya khusus ahli pengembang kurikulum. Berbagai permasalahan dalam pengembangan kurikulum sekolah seperti terbatasnya keterlibatan stakeholder, kualitas sumberdaya manusia dan pendampingan kurikulum yang masih terbatas. Keywords: Curriculum assistance; curriculum development; curriculum expert; human resources; vocational school