cover
Contact Name
Markus T. Lasut
Contact Email
lasut.markus@unsrat.ac.id
Phone
+6285298070889
Journal Mail Official
jurnal.asm@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jurnal Aquatic Science & Management, Gedung A Lantai 1, Pascasarjana, Universitas Sam Ratulangi, Jln. Kampus UNSRAT Bahu, Manado 95115, INDONESIA
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT
ISSN : 23374403     EISSN : 23375000     DOI : https://doi.org/10.35800/jasm.v10i1.37485
Journal of AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT publishes scientific articles of original research based on in-depth scientific study in the field of aquatic science and management, covering aspects of limnology, oceanography, aquatic ecotoxicology, geomorphology, fisheries, and coastal management, as well as interactions among them.
Articles 144 Documents
Estimation of effects of tributyltin (TBT) bioaccumulation using the imposex character in marine gastropods (Thais tuberosa and Monodonta labio) Noor, Sri Yuningsih; Rumengan, Inneke F. M; Lasut, Markus T
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 1, No 1 (2013): April
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.1.1.2013.1970

Abstract

The effects of tributyltin (TBT) have been estimated using imposex characters in two species of marine gastropods, Thais tuberosa and Monodonta labio, at 3 different locations along the Minahasa Peninsula, northern part of Sulawesi Island: Manado Bay Waters, Bitung Coastal Waters, and Tateli Coastal Waters as a control area. The estimation was done by comparing the percentage of female imposex (I) at different body size (small: shell length ≤ 25 mm; large: shell length >25 mm), and measuring the concentration of TBT in sediments and soft part of the gastropod samples. The highest I value was found in small sized T. tuberosa from Manado Bay Waters (63%) and large sized T. tuberosa from Bitung Coastal Waters (60%). Small and large sized M. labio had their highest I value, 30% and 44% respectively, in the samples from Manado Bay Water and Bitung Coastal Waters. The occurence of imposex in both speciesis correlated with the high concentration of TBT in sediments and soft part of the marine gastropod samples© Kajian tentang pendugaan pengaruh bioakumulasi logam berat tributyltin (TBT) menggunakan karakter imposeks pada gastropoda laut (Thais tuberosa dan Monodonta labio) telah dilakukan. Sampel diambil dari 3 lokasi di perairan sepanjang Semenanjung Minahasa, Pulau Sulawesi bagian Utara, yaitu Perairan Teluk Manado (PTM), Perairan Bitung (PBT), dan Perairan Pantai Tateli (PPT) sebagai lokasi kontrol. Pendugaan dilakukan dengan cara membandingkan persentase individu imposeks (I) sampel ukuran kecil (K; panjang cangkang ≤ 25 mm) dan ukuran besar (B; panjang cangkang >25 mm), dan pengukuran konsentrasi TBT pada sedimen dan bagian lunak sampel gastropoda laut. Nilai I tertinggi adalah pada T. tuberosa ukuran K asal PTM, sebesar 63%, dan ukuran B asal PBT, sebesar 60%.Untuk M. labio baik ukuran K maupun B, nilai I tertinggi adalah pada sampel asal PTM dan PBT, masing-masing sebesar 30% dan 44%. Kejadian imposeks pada kedua jenis sampel ini didukung dengan konsentrasi TBT pada sedimen dan jaringan gastropoda laut yang tinggi©
Feeding behaviour and bioerosion: the ecological role of the rock-boring urchin, Echinometra mathaei (de Blainville, 1825), in Okinawa reef flat Satyawan, Noar Muda; Tutupoho, Shelly; Wardiatno, Yusli; Tsuchiya, Makoto
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 1, No 1 (2013): April
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.1.1.2013.1976

Abstract

Erosion rate on corals due to activities of other biota is called bioerosion. The rock-boring urchin, Echinometra mathaei, when it is abundant, plays a significant role in benthic ecosystems, including biological processes like coral erosion. During feeding, E. mathaei erodes calcium carbonate besides grazing on algae living on coral, so it plays an important role in both organic and inorganic carbons in coral reefs. The urchin E. mathaei actively feeds during the night time (nocturnal grazer). Although in Okinawa four types (A-D) of the urchin exist, the research only focused on the types A and B. Type A of E. mathaei produced 0.44951 g feces per day on average while type B produced 0.38030 g feces per day. CaCO3 analysis in feces and gut contents showed bioerosion rate of E. mathaei type A was 0.64492 g/individu/day, and 0.54436 g/individu/day in type B. There were no significant differences in bioerosion impact of E. mathaei type A and B© Laju erosi pada karang yang disebabkan oleh biota, dikenal dengan bioerosi. Bulu babi jenis Echinometra mathaei, ketika melimpah, menjadi sangat berpengaruh terhadap ekosistem bentik termasuk proses biologi seperti erosi karang. Selama aktivitas makan, E. mathaei menggerus kalsium karbonat dalam proporsi yang besar di samping alga yang tumbuh menempel pada karang sehingga memiliki peran penting dalam siklus karbon organik dan anorganik di ekosistem terumbu karang. Bulu babi E. mathaei aktif mencari makan pada malam hari (nocturnal grazer). Meskipun di Okinanawa ada 4 tipe (A-D), pada eksperimen kali ini memfokuskan pada tipe A dan B saja. Tipe A E. mathaei rata-rata memproduksi 0,44951 g feses/hari dan tipe B memproduksi 0,38030 g feses/hari. Berdasarkan analisis CaCO3 yang dilakukan pada feses dan isi lambung, laju bioerosi yang disebabkan oleh E. mathaei tipe A sebesar 0,64492 g/individu/hari sedangkan tipe B sebesar 0,54436 g/individu/hari. Tidak terdapat perbedaan dampak bioerosi yang signifikan antara E. mathaei tipe A dan B©
The effect of artificial and natural baits on the capture of tuna hand line around the Molucca Sea Tauladani, Saeful A; Arifin, M Zainul; Wijaya, Novie
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Edisi Khusus 1 (2013): Mei
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.0.0.2013.2279

Abstract

Tuna hand lines have been used by fishermen to catch big pelagic species. Most of the fishermen still used natural bait in their catching operation, and just a few of them who used artificial bait. Therefore, the objective of this research was to study the effect of artificial bait toward the capture of tuna hand line. The artificial bait which been used in this research was non comercial bait, made from a plastic bag with silver color. The natural bait that been used was fish meat. This research was done by descriptive method based on case study; worked on October 2012 until January 2013 in Molucca Sea; hand line with artificial bait caugth 113 fish and with natural bait 67 fish. Analysis of t-test showed that t0 = 4,55 > t0,05;5 = 2,080; which means that the use of artificial bait could affected the catch of tuna hand line© Pancing ulur tuna biasa digunakan oleh nelayan untuk menangkap ikan pelagis besar. Umumnya mereka masih menggunakan umpan alami; masih sedikit nelayan yang menggunakan umpan buatan dalam operasi penangkapannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan umpan buatan terhadap hasil tangkapan pancing ulur tuna. Umpan buatan yang digunakan adalah umpan non-komersial (buatan sendiri) yang terbuat dari bahan plastik berwarna perak mengkilat, sedangkan umpan alami yang digunakan adalah daging ikan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif yang didasarkan pada studi kasus yang dilaksanapan pada bulan Oktober 2012 sampai Januari 2013 di perairan Laut Maluku. Pancing ulur tuna dengan umpan buatan menangkap 113 ekor dan dengan umpan alami menangkap 67 ekor. Uji-t menunjukan bahwa t0 = 4,55 > t0,05;5 = 2,080 yang berarti bahwa penggunaan umpan buatan berpengaruh terhadap hasil tangkapan pancing ulur tuna©
Environmental condition to fish culture using floating cage in Manalu Cluster, Sangihe Islands Regency Lano, Inayati H.G.M; Ngangi, Edwin L.A; Lasut, Markus T
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 6, No 2 (2018): October
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.6.2.2018.24839

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Kondisi lingkungan perairan untuk budi daya ikan dengan sistem karamba jaring apung di Perairan Klaster Manalu, Kabupaten Kepulauan Sangihe Manalu and it surroundings cluster is a zone which is designatedas a development center for agropolitan and minapolitan region and as a marine and coastal aquaculture center which include Manalu Bay, South Tabukan sub-district, South East Tabukan sub-district, and Center Tabukan sub-district. Hangke,Sensahang/Ensahange, Talawe, Kalagheng, Mutung and Bembiha areasareincluded inthis cluster, although noresearch has been conducted to studythis area. Datacollected includewater quality parameters, data about convenience and risk factor. Data about convenience and risk factorwas collected by interview with persons who consider as those who know best about the site and do marine culture for living. Water quality parameters was collected by doing measurementonsalinity, temperature, disolved oxygen, visibility, pH, water depth and current velocity  in 4 representative areas.The collected data showthat convenience factor was high and risk factor waslow. Due to lowwater depth and lowvisibility, area 1and 2 was not recomended for futher development for marine culture with floating cage construction. Area 3 and 4 can be recomended for futher development because data result show good value.Klaster Manalu dan sekitarnya merupakan zona yang diperuntukkan untuk pusat pengembangan kawasan agropolitan dan minapolitan, dan pusat budi daya pantai dan laut di mana meliputi Teluk Manalu, Kecamatan Tabukan Selatan, Kecamatan Tabukan Timur, dan Kecamatan Tabukan Tengah. Perairan Hangke, Sensahang/Ensahange, Talawe, Kalagheng, Mutung, dan Bembiha masuk dalam klaster ini, meskipun belum ada penelitian dilakukan untuk mengkaji hal tersebut. Data yang dikumpulkan meliputi parameter kualitas air, faktor kenyamanan, dan faktor risiko. Data faktor kenyamanan dan risiko dikumpulkan menggunakan teknik wawancara kepada masyarakat, yang mengetahui tentang keberadaan daerah tersebut. Parameter kualitas air dikumpulkan dengan cara melakukan pengukuran terhadap salinitas, suhu, oksigen terlarut, kecerahan, pH, kedalaman, dan kecepatan arus pada 4 lokasi yang dipilih. Hasil analisis menunjukkan, bahwa faktor kenyamanan berada pada tingkatan tinggi dan faktor risiko berapa pada tingkatan rendah. Dalam hal kondisi perairan, karena kedalaman dan kecerahan rendah pada Lokasi 1 dan 2, maka lokasi tersebut tidak dianjurkan untuk dilakukan pengembangan budi daya laut menggunakan kurungan jaring apung (KJA). Lokasi 3 dan 4 dapat dianjurkan untuk dilakukan pengembangan karena hasil pengamatan menunjukkan nilai yang “baik”.
Fish disease mapping in North Sulawesi Province Manumpil, Silvana; Tumbol, Reiny A.; Lasut, Markus T.
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 3, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.3.2.2015.14044

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Pemetaan penyakit ikan di Provinsi Sulawesi Utara This study aims to determine fish diseases and the causative pathogens, and to map the spread of the diseases in fish farms in North Sulawesi province. The organisms studied are freshwater and salt water fish. Fish samples were taken randomly both healthy fish and fish showing clinical signs of infections. Fish samples were randomly taken, 3 fishes from each sampling location, and only 1 fish farm was selected from each regency/city. Salt water fish were taken only from regency/city that has fish farm. To support the fish disease data, some water quality parameters were also measured in situ such as: temperature, pH, dissolved oxygen (DO), brightness and ammonia concentration. Results showed that the fish samples were infected with pathogenic parasites, bacteria and viruses. The bacteria were Vibrio carchariae, Vibrio mimicus, Vibrio damsel, Vibrio alginolyticus, Aeromonas hydrophilla, Pseudomonas sp, Vibrio sp, Aeromonas sp, Flexibacter sp, Pseudomonas flourescens. A. hydrophilla is the dominant species of bacteria in all freshwater fish samples from all sampling locations. The parasites were Dactylogirus sp, Trichodina sp, Ichthyopthirius multifiliis, Argulus sp, Lernea sp. Parasites Trichodina sp is the dominant parasite species found. The viruses were VNN virus (Viral Nervous Necrosis) KHV virus (Koi Herpes Virus). Virus NN virus was found only in grouper cultured in the floating net of Talengen village, district Sangihe Islands. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis penyakit ikan dan patogen penyebabnya serta memetakan penyebaran penyakit ikan di lokasi budidaya yang ada di provinsi Sulawesi Utara. Sampel yang digunakan adalah ikan air tawar dan air laut. Sampel ikan diambil secara acak baik ikan yang sehat maupun ikan yang memperlihatkan gejalah terinfeksi penyakit. Tiga ekor ikan sampel diambil dari setiap lokasi, dimana dipilih 1 lokasi budidaya di tiap kabupaten/kota. Sampel ikan air laut hanya diambil pada kabupaten/kota yang memiliki lokasi budidaya air laut. pengukuran beberapa parameter kualitas air juga dilakukan secara in situ seperti: suhu, pH, oksigen terlarut (DO), kecerahan dan kandungan amoniak. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sampel ikan yang diperiksa terinfeksi pathogen parasit, bakteri dan virus. Jenis bakteri patogen yang ditemukan adalah: Vibrio carchariae, Vibrio mimicus, Vibrio damsel, Vibrio alginolyticus, Aeromonas hydrophilla, Pseudomonas sp, Vibrio sp, Aeromonas sp, Flexibacter sp, Pseudomonas flourescens. Bakteri Aeromonas hydrophilla merupakan jenis bakteri yang paling dominan yang ditemukan di semua sampel ikan air tawar di lokasi-lokasi budidaya tempat pengambilan sampel. Jenis-jenis parasit yang ditemukan adalah: Dactylogirus sp, Trichodina sp, Ichthyopthirius multifiliis, Argulus sp, Lernea sp. Jenis parasit yang dominan adalah Trichodina sp. Jenis virus yang ditemukan adalah: virus VNN (Viral Nervous Necrosis), virus KHV (Koi Herpes Virus). Virus VNN ditemukan hanya pada sampel ikan kerapu yang dibudidayakan di jaring apung Kampung Talengen, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Coastal resources management in South Minahasa Regency, North Sulawesi Province Malinggas, Christin R.M; Manembu, Indri S; Lasut, Markus T
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 5, No 2 (2017): October
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.5.2.2017.24568

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Pengelolaan sumber daya pesisir di Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi UtaraSouth Minahasa regency has the potential of coastal resources and ecosystem services that can provide a positive impact on improving coastal community standards of living. Coastal resources in this area have been exploited through a variety of activities, and these activities often overlap one another. If this trend continues, it will cause a decrease in the quality of coastal resources. The decline in the quality of coastal resources, in turn, will negatively impact the livelihood of generations to come. For that reason, an integrated and sustainable management tool is urgently needed. This study aimed at designingdeveloping strategies for the management of coastal resources in the South Minahasa regency. Data for this study were obtained through field surveys using a questionnaire by interviewing stakeholders related to coastal resource use and management. The obtained data were analyzed using Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) known as the simple technique of multi attribute rating technique(SMART) with the Criterium Decision Plus (Criplus version 3.0.S) software. The results showed that the main priority of coastal resource management in South Minahasa regency is fishing, with the following management strategies applied, among other things: 1) establishment of a program or activity for fisheries, 2) providingsupporting infrastructure required by the public, 3) empowering the community in relation to functions and benefits of coastal resources, 4) informing the community on the use of environmentally friendly fishing gear, and 5) developing human resources through education and training activities related to the processing of fishery products.KabupatenMinahasa Selatanmemiliki potensi sumber dayadan jasa pesisir yang dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan taraf hidup masyarakat. Sumber daya pesisir di daerah ini telah dieksploitasi melalui berbagai kegiatan, dan kegiatan-kegiatan tersebut seringkali tumpang tindih satu dengan lainnya. Jika hal ini terus berlangsung, maka akan menimbulkan penurunan kualitas sumber daya pesisir. Penurunan kualitas sumber daya pesisir memberikan dampak buruk bagi generasi yang akan datang. Untuk itu, diperlukan suatu pengelolaan secara terpadu dan berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengelolaan sumber daya pesisir di Kab. Minahasa Selatan. Dalam penelitian ini data diperoleh melalui survey lapangan dengan menggunakan kuesioner pada stakeholderyang terkait dengan pengelolaan pesisir. Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan metode Multi Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan teknik simple multi attribut rating technique (SMART) dan bantuan peragkat lunak Criterium Decision Plus (Criplus versi 3.0.S).Hasil penelitian menunjukan bahwa, prioritas utama pengelolaan sumber daya pesisir Kab. Minahasa Selatan adalah perikanan, dengan strategi pengelolaan,antara lain,yaitu:1) menetapkan program/kegiatan, 2) menyediakan infrastruktur penunjang yang dibutuhkan oleh masyarakat dan tepat sasaran, 3) melakukan pemberdayaan kepada masyarakat terkait fungsi dan manfaat sumber daya pesisir, 4) mensosialisasikan tentang penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan, 5) mengembangkan sumber daya manusia melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan terkait pengolahan produk hasil perikanan.
Study on hydrodynamics of fiberglass purse seiners made in several shipyards in North Sulawesi Masengi, Melisa; Masengi, K.W.A.; Dien, Heffry V.
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 2, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.2.2.2014.12400

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Studi tentang hidrodinamis kapal pukat cincin fiberglass yang dibuat di beberapa galangan kapal di Sulawesi Utara Purse seiner, the technical specifications and movement of purse seine vessels affect the fishing operations, and therefore, both should be considered in purse seiner production. The purpose of this study was to compare the hydrodynamic characteristics of the fishing boats by using the application of Delftship software. This research used a descriptive method on the field observation data. The samples were three fiberglass purse seiners taken from several shipyards in North Sulawesi. Results found that the purse seiner from Tumumpa shipyard had good stability. Kapal Purse Seine, dengan karakter teknis dan model pergerakannya, mempengaruhi kegiatan operasi penangkapan ikan di laut. Karakter teknis dan pergerakan kapal ini hendaknya menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam perencanaan pembuatan Purse Seiner. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan karakteristik hidrodinamis kapal pukat cincin dengan menggunakan aplikasi Delftship. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang diperoleh dari pengambilan data langsung di lapangan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah tiga kapal pukat cincin fiberglass yang diambil pada beberapa galangan kapal di Sulawesi Utara. Hasil penelitian dari ketiga kapal yang dijadikan sampel ini menunjukkan bahwa kapal yang diambil di Tumumpa memiliki stabilitas yang baik.
Mercury (Hg) content in fish Meka (Xiphias sp.) in Fish Processing Unit and the local market in Manado and Bitung, North Sulawesi Rondonuwu, Synthia I; Berhimpon, Siegfried; Lasut, Markus T
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 5, No 1 (2017): APRIL
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.5.1.2017.24211

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Kandungan merkuri (Hg) pada ikan Meka (Xiphias sp.) di Unit Pengolahan Ikan dan Pasar Lokal di Manado dan Bitung, Sulawesi Utara Meka fish (Xiphias sp.) is one of the many marine products besides tuna fishery. It has potential and a competitive price to become a main product for exports from Indonesia. However, data about its quality, including heavy metals contain, is still lack. This study aimed to analyze the concentration of mercury (Hg) of the fish in three locations, i.e. the Fish Processing Unit, the local market in Manado, and Bitung. Fish consumption patterns of people living in Manado and Bitung and the risk of exposure to Hg to consumers based on the number of estimation of daily intake (EDI) and of Target Hazard Quotient (THQ) were also analyzed. The research found that there is a relationship between the concentration of Hg and the weight of the fish; the increase of weight is in line with the increase of Hg in which the greater weight of the fish is the higher levels of Hg. Further analysis showed that, based on the EDI, the amount of Hg that consumed by the community of Manado and Bitung is greater than WHO standards, and based on the THQ analysis, it was found the risk of Hg exposure to the community in Bitung. Di Indonesia, ikan meka (Xiphias sp.) merupakan salah satu dari produk perikanan selain tuna, yang potensial dan memiliki harga yang kompetitif untuk menjadi andalan ekspor. Namun, data tentang mutu ikan ini, termasuk kandungan logam berat, masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan merkuri (Hg) pada daging ikan ini di tiga lokasi, yaitu Unit Pengolahan Ikan (UPI), pasar lokal di Manado, dan pasar lokal di Bitung. Pola konsumsi ikan meka dari masyarakat yang tinggal di Manado dan Bitung, dan risiko bahaya terpapar Hg terhadap konsumen berdasarkan estimation of daily intake (EDI) dan Target Hazard Quotient (THQ) juga dianalisis. Dari hasil penelitian ditemukan, bahwa terdapat hubungan antara berat ikan dan kandungan Hg; kenaikan berat ikan sejalan dengan kenaikan kandungan Hg. Dengan demikian, semakin besar berat ikan, maka akan semakin tinggi kandungan Hg. Hasil analisis EDI menunjukkan, bahwa jumlah Hg yang masuk ke dalam tubuh pada masyarakat Manado dan Bitung lebih besar dari standar WHO. Berdasarkan hasil analisis THQ ditemukan, bahwa masyarakat Bitung berisiko terpapar Hg.
Study on carrageenan content and growth of seaweed, Kappaphycus alvarezii, infected by white spot disease using different doses of NPK in Banggai Islands Poke, Aounorofiq M; Gerung, Grevo S; Montolalu, Roike I
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Edisi Khusus 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.0.0.2014.7303

Abstract

This study was aimed at assessing the carrageenan content and the growth of seaweed K. alvarezii in white spot disease infection conditions with different doses of NPK in Banggai waters. Results showed that all doses could increase the carrageenan content of the white spot-infected seaweed, with the highest content in treatment D (25 g of NPK/ 10 liters of water), 43.862 ± 19.546, followed by  C (20 g of NPK /10 liters of water) 35.685 ± 14.693, B (15 g of NPK/10 liters of water), 23.208 ± 5.992, A (10 g of NPK/10 liters of water),19.132 ± 4.405, and K (without dose), 10.225 ± 2.782, respectively. The highest growth was recorded in treatment D, 401.333 ± 3.215 g, followed by treatment C, 310.000 ± 6.000 g, B, 7.211 g ± 298.000+ 7.211 g, A,  256. 667 ± 11.547 g, and the lowest in control treatment, 218.000 ± 9.849 g, respectively. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan karaginan dan pertumbuhan dari rumput laut K. alvarezii pada kondisi terkena penyakit white spot dengan dosis NPK yang berbeda di Perairan Kabupaten Banggai. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semua dosis mampu meningkatkan kandungan karaginan pada rumput laut yang terinfeksi white spot. Kandungan tertinggi terdapat pada perlakuan D (dosis NPK 25 g/10 liter air) yaitu 43.862±19.546, diikuti perlakuan C (dosis NPK 20 g/10 liter air) 35.685±14.693, B (dosis NPK 15 g/10 liter air) 23.208±5.992, A (dosis NPK 10 g/10 liter air) 19.132±4.405 dan K (tanpa dosis) 10.225±2.782. Pertumbuhan tertinggi terdapat pada perlakuan D yaitu sebesar 401.333 ± 3.215 gram, kemudian diikuti oleh perlakuan C 310.000 ± 6.000 gram, B 298.000 ± 7.211 gram, A sebesar 256.667 ± 11.547 gram, dan terendah pada perlakuan kontrol  yaitu sebesar  218.000 ± 9.849 gram.
Characteristics and potential development strategy for coastal women in the management of coastal resources in Manado City Rondonuwu, Deyne; Paruntu, Carolus P; Erens, Kaparang; Budiman, Johnny
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 1, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.1.2.2013.7282

Abstract

Characteristics and potential of women for coastal development strategies in the management of coastal resources in the coastal city of Manado were studied. The characteristic components of coastal women who participated, included: (1) the composition of coastal women based on the total number of inhabitants, level of education and type of employment, (2) women's income as a contribution to the family income of coastal fishermen, (3) the portion of government budget earmarked for women's empowerment in coastal areas, and (4) coastal women's participation in educational activities and training. The study formulated five women's potential coastal development strategies through SWOT analysis, namely: (1) managing coastal resources sustainably by coastal women, (2) increasing access to capital for the business development of coastal women, (3) increasing government budget allocations for coastal women's empowerment, (4) improving the education and skills of coastal women, (5) women's empowerment in the development of coastal area reclamation, waste management and the improvement of the quality of fishery commodities and handicrafts. The results of this study showed that the women in the coastal city of Manado as  resource managers are one of the great development potentials. However, this has not been well managed strategically and developed by the Government.  It is recommended to Manado City Government to be more focused on empowering coastal women in the management of coastal resources for the well-being of coastal communities and fishermen. Karakteristik dan strategi pengembangan potensi perempuan pesisir dalam pengelolaan sumber daya pesisir di enam kelurahan pesisir Kota Manado, yaitu:  Kelurahan Bunaken, Tumumpa II, Tongkaina, Malalayang I Timur, Wenang Selatan dan Sario Utara dikaji.  Komponen karakteristik perempuan pesisir yang diuji, meliputi: (1) komposisi perempuan pesisir berdasarkan jumlah total jiwa, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan, (2) kontribusi pendapatan perempuan pesisir  terhadap pendapatan keluarga nelayan, (3) besarnya bantuan pemerintah dalam APBD terhadap pemberdayaan perempuan pesisir, dan (4) partisipasi perempuan pesisir dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan.  Ada lima strategi pengembangan potensi perempuan pesisir melalui analisis SWOT, yaitu: (1) mengelola sumber daya pesisir yang berkelanjutan berbasis perempuan pesisir, (2) meningkatan akses permodalan bagi pengembangan usaha perempuan pesisir, (3) meningkatkan alokasi APBD Pemerintah untuk pemberdayaan perempuan pesisir, (4) meningkatkan pendidikan dan ketrampilan perempuan pesisir, (5) memberdayakan perempuan pesisir dalam pembangunan kawasan reklamasi pantai, pengelolaan sampah dan peningkatan kualitas komoditi hasil perikanan dan kerajinan.  Hasil kajian memperlihatkan bahwa perempuan pesisir Kota Manado dalam pengelolaan sumber daya pesisir merupakan salah satu potensi sumber daya yang besar, namun belum dikelola dan dikembangkan secara strategis oleh Pemerintah.  Untuk itu disarankan kepada Pemerintah Kota Manado agar lebih fokus dalam membangun perempuan pesisir dalam pengelolaan sumber daya pesisir untuk kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.

Page 11 of 15 | Total Record : 144