cover
Contact Name
Markus T. Lasut
Contact Email
lasut.markus@unsrat.ac.id
Phone
+6285298070889
Journal Mail Official
jurnal.asm@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jurnal Aquatic Science & Management, Gedung A Lantai 1, Pascasarjana, Universitas Sam Ratulangi, Jln. Kampus UNSRAT Bahu, Manado 95115, INDONESIA
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT
ISSN : 23374403     EISSN : 23375000     DOI : https://doi.org/10.35800/jasm.v10i1.37485
Journal of AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT publishes scientific articles of original research based on in-depth scientific study in the field of aquatic science and management, covering aspects of limnology, oceanography, aquatic ecotoxicology, geomorphology, fisheries, and coastal management, as well as interactions among them.
Articles 139 Documents
THE CONTRIBUTION OF PURSE SEINE FISHERY HOME-BASED IN THE COASTAL FISHING PORT OF TUMUMPA ON GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT (GRDP) OF MANADO Sjamsuddin, Gusari; Sitanggang, Effendi P; Budiman, Johnny
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 1, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Graduate Program of Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.1.2.2013.7281

Abstract

The coastal fishing port of Tumumpa has a primary supply of marine fishes caught by purseseiners to fulfill the Manadonian needs. This descriptive study using literature and field research is to determine the contribution of purseseine fishery to the gross regional domestic product (GRDP) of Manado. The results showed that the sub-sector of fishery has a LQ (location quotient) < 1 (average 0.30). It means, the sub-sector of fishery in Manado is not an important sector in Manado. To fulfill the Manadonian needs, import of fish is expected to be necessary. The purseseine fishery has a high contribution to the GRDP of Manado, from 1.58% in 2003 to 82.5% in 2012 (annual average of 30.5%) with average growth of 71.5% per year, based on market price. The revenue of ship?s crews depends on each person's responsibility on the ship. Financial analysis concluded that purseseine fishery is economically feasible with R/C ratio varying from 1.09 to 1.22 (average 1.16). The operational costs must be the owners? responsibility, which reduces revenue disparity between owners and crews. Considering the lack of fish supply and the fact that marine fishes of North Sulawesi seawaters still have high potential, it is recommended to add some new purseseiners. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tumumpa Manado menjadi pemasok utama ikan yang  tertangkap oleh kapal pukat cincin untuk masyarakat Kota Manado. Penelitian deskriptif yang menggunakan library research dan field research ini bertujuan mengetahui sampai sejauh mana kontribusi perikanan pukat cincin ini terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Manado. Dari analisis data diperoleh bahwa subsektor perikanan memiliki nilai LQ < 1 (rerata 0,30) yang berarti subsektor perikanan di Kota Manado bukanlah merupakan sektor basis bagi perekonomian Kota Manado. Dengan demikian, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dari subsektor perikanan tersebut perlu dilakukan impor. Perikanan pukat cincin ini berkontribusi tajam dari tahun ke tahun terhadap PDRB Kota Manado, dari 1,6% tahun 2003 menjadi 82,5% tahun 2012 (rerata 30,5% per tahun), dengan kenaikan rerata 71,5% per tahun (ADHB). Pendapatan kru kapal dibedakan sesuai tugas dan tanggungjawab di kapal. Usaha perikanan pukat cincin ini layak secara finansial, dengan nilai R/C rasio 1,09 - 1,22 (rerata 1,16). Biaya operasional seyogianya menjadi tanggungan pemilik untuk mengurangi disparitas pendapatan antara pemilik dan kru kapal. Mengingat kurangnya pasokan ikan dan masih cukup tersedianya potensi lestari sumberdaya perikanan laut di perairan Sulawesi Utara, penambahan kapal pukat cincin seyogianya mutlak dilakukan.
Analysis of sago starch fermented with aerobic and anaerobic processes as alternative material for fish meal Wuniarto, Erwin; Sampekalo, Julius; Lumenta, Cyska
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 2, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.2.2.2014.12397

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Analisis pati sagu yang difermentasi dengan proses aerob dan anaerob sebagai bahan alternatif pengganti tepung ikan Fish meal is commonly used as the main ingredient in aqua feeds. In this study, sago (Metroxylon spp.) starch was fermented through aerobic and anaerobic processes using Rhizophus sp. The duration of fermentation was 10 days. Based on proximate analysis, the unfermented sago starch had protein content of 1.11%, while the fermented one showed five to eight times increased protein level. The carbohydrate, lipid, and ash contents were found to decline in both aerobic and anaerobic fermentation. On the other hand, water content and crude fiber increased in both aerobic and anaerobic processes. Tepung ikan umumnya digunakan sebagai bahan baku utama dalam pakan organisme budidaya. Dalam penelitian ini, bahan pati sagu (Metroxylon spp.) difermentasi secara aerob maupun anaerob dengan menggunakan Rhizopus sp. Lamanya fermentasi adalah 10 hari. Berdasarkan hasil uji proksimat, kandungan protein pati sagu tanpa fermentasi adalah 1,11 %, sedangkan bahan pati sagu yang difermentasi memperlihatkan peningkatan kandungan nilai proteinnya sebanyak lima sampai delapan kali. Kandungan karbohidrat, lemak, dan kadar abu berkurang pada kedua fermentasi aerob dan anaerob. Sebaliknya, kadar air dan serat kasar meningkat pada kedua proses aerob dan anaerob.
Diversification of business and its implications for the welfare of traditional fishermen community in Uso Village, Batui District, Luwuk Banggai, Central Sulawesi Province Srinurmahningsi, Sri; Andaki, Jardie A; Wantasen, Adnan
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 5, No 2 (2017): October
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.5.2.2017.24567

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Diversifikasi usaha dan implikasinya terhadap kesejahteraan masyarakat nelayan tradisional Desa Uso,Kecamatan Batui,Kabupaten Luwuk Banggai,Provinsi Sulawesi Tengah This study aims to determine the business diversification selected by the fishing community in maintaining family life, to determinethe difference in choice of business diversificationas well as the implications on the fishing communityof Uso Village, Batui District, Banggai Regency, Central SulawesiProvince. This study used a mixed method, which is a research approach that combines qualitative and quantitative research. Data used in this research is both descriptive and analytical. Comparative test was performed using Student’s t-test. The results of this study concluded that 1) there is diversification outside the fishing effort by the fishermen of the village,such asworking as construction workers, company workers, motorcycle taxi drivers, merchants and farming, 2) there is a significant difference between fishing effort and business diversifications in which the contsruction workers have lower income then the fishing efforts, while the income of business diversifications as company workers, motorcycle taxi drivers, and farmers are not significant, 3) diversification of fishing effort has a positive impact on the lives of fishermen to use their spare time not to fish due to weather factors, replace lost income because it does not go to the sea, and combines a variety of businesses in outside the fishing business potential in increasing the family income of fishermen in the village, and 4) cash-flow and financial analysis shows fishing effort is feasible, as well as diversification is feasible as the support of fishing effort.Penelitian ini bertujuanuntuk menentukan diversifikasi usaha yang dipilih oleh masyarakat nelayan dalam mempertahankan hidup keluarga,untukmenentukan perbedaan pilihan diversifikasi usaha danimplikasinyapada masyarakat nelayan Desa Uso,Kecamatan Batui,Kabupaten Banggai,Provinsi Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu mixed-method.Analisis data menggunakandeskriptif analitik. Uji perbandingan menggunakan uji-t. Hasil penelitian dapat disimpulkan, 1) diversifikasi usaha, yangdilakukan selain usaha penangkapan ikan, yaitu bekerja sebagai buruh bangunan, buruh perusahaan, tukang ojek, pedagang dan bertani, 2) terdapat perbedaan nyata antara usaha penangkapan ikan dengan diversifikasi usahadi mana pendapatan sebagai buruh bangunan lebih rendah daripendapatan nelayan. Sedangkan diversifikasi usahasebagai buruh perusahaan, tukang ojek,dan bertani,tidak berbeda nyata, 3) diversifikasi usaha nelayan berimplikasi positif pada kehidupan nelayan dalam memanfaatkan waktu luangsaattidak melaut karena faktor cuaca, mengganti kehilangan pendapatan karena tidak melaut, dan mengkombinasikan berbagai usaha di luar usaha penangkapan ikan yang berpotensi pada peningkatan pendapatan keluarga nelayan, dan 4) Cash-flowdan analisis finansial menunjukkanbahwausaha perikanan tangkap layak dilaksanakan, demikian pula diversifikasi usaha sebagai penunjang usaha nelayan.
SURVIVAL AND GROWTH RATES OF TRANSPLANTED SCLERACTINIAN CORALS ON THE REEF FLAT AT KALASEI WATERS, MINAHASA REGENCY, NORTH SULAWESI Tioho, Hanny; Paruntu, Carolus P; Patrich, Hendra
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 1, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Graduate Program of Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.1.2.2013.7272

Abstract

In order to know survival and growth rates of some scleractinian coral species, 538 colonies from 46 species were collected from the reef which was affected by reclamation activity and transferred to the adjacent reef about 300 meters from the former location.  All of the transplanted colonies were observed during 12 months (April 2011 ? March 2012).   We found that 47 (8.74%) dead coral colonies dominated by branching corals and 491 (91.26%) were dominated by live coral colonies of the growth forms encrusting, folioseandmassive.  The highest coral growth (10.59 to 11.32cm/year) was showed by branching Acropora, while the lowest (0.35 to 0.71 cm/year ) was showed by the group of massive-submassive growth form.  This study concluded that corals with encrusting, folioseandmassive growth formhad a high survival rate, but they have slow growth ratescompared withbranching growth form. Untuk mengetahui tingkat ketahanan hidup dan pertumbuhan karang Scleractinia,  46 jenis karang Scleractinia yang terdiri dari 538 koloni dikoleksi dari areal terumbu karang yang sementara direklamasi dan ditransplantasi ke area rataan terumbu yang berjarak sekitar 300 meter dari area aktivitas reklamasi di pantai Kalasey dan pengamatan dilakukan selama satu tahun (April 2011 - Maret 2012).  Ditemukan 47 (8,74 %) koloni karang yang mati dan didominasi oleh karang bercabang, dan 491 (91,26 %) koloni yang hidup didominasi oleh karang dengan bentuk pertumbuhan encrusting, foliose dan massive. Pertumbuhan karang tertinggi adalah karang bercabang dari kelompok Acropora yaitu 10,59 - 11,32 cm/Tahun, sedangkan terendah adalah kelompok dengan bentuk pertumbuhan massive-submassive yaitu 0,35 - 0,71 cm/Tahun. Penelitian ini memperlihatkan bahwa karang dengan bentuk pertumbuhan encrusting, foliose dan massive memiliki tingkat ketahanan hidup yang lebih tinggi, tetapi memiliki pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan dengan karang bercabang.
The content of mercury (Hg) in oilfish (Ruvettus pretiosus) and escolar (Lepidocybium flavobrunneum) in the fish processing units in Jakarta and Bitung, Indonesia Samad, Sulthana; Berhimpon, S; Montolalu, Roike I; Lasut, Markus T
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Edisi Khusus 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.0.0.2014.7307

Abstract

Research on the mercury (Hg) content in oilfish (Ruvettus pretiosus) and escolar (Lepidocybium flavobrunneum) has been carried out, which aims to examine and assess the quality of the fish based on Hg content. Measurement of Hg performed using the analysis procedures in accordance with the Indonesian National Standard (SNI 01-2354-2006). The results showed that Hg measured in all fish samples in which its amount varies based on the size and place, and is influenced by the size (weight) of the sample. Furthermore, it can be concluded that the smaller the size of the fish sampled, then the lower the content of Hg, and the size (weight) >11 kg, the two types of fish that have bad quality where it is not safe for consumption, because it contains Hg higher than the safety limit set by the Government of Indonesia (0.5 ppm). Penelitian tentang kandungan merkuri (Hg) pada ikan oilfish (Ruvettus pretiosus) dan escolar (Lepidocybium flavobrunneum) telah dilakukan, yang bertujuan untuk menelaah dan menilai mutu kedua jenis ikan tersebut terhadap kandungan Hg. Pengukuran Hg dilakukan menggunakan prosedur analisis sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-2354-2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hg terukur pada semua sampel ikan di mana jumlahnya bervariasi berdasarkan ukuran dan tempat, serta dipengaruhi oleh ukuran (berat) sampel. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa semakin kecil ukuran ikan sampel, maka makin rendah kandungan Hg, dan pada ukuran (berat) >11 kg, kedua jenis ikan tersebut memiliki mutu yang tidak baik di mana tidak aman untuk dikonsumsi, karena memiliki kandungan Hg lebih tinggi dari batas aman yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia (0,5 ppm).
Characteristics of Aeromonas hydrophila isolated from tilapia (Oreochromis niloticus) Arwin, M.; Ijong, Frans G.; Tumbol, Reiny
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 4, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.4.2.2016.14450

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Karakteristik Aeromonas hydrophila yang di isolasi dari ikan nila (Oreochromis niloticus) Information related to bacteria Aeromonas hydrophila that infects almost all freshwater fish and brackish water fish with low salinity that causes significant losses to fish farmers is highly needed. Thus this study aimed to characterize some isolates of A. hydrophila from several farms. The method used in this research was the exploratory-description method. The isolates used in this study were from Denpasar, Luwuk and Manado. The isolates were then identified using a series of microbiological test which included test motility, gram test, haemolysis test and a series of biochemical tests. The results showed that haemolysis test of isolates of A. hydrophila in hemolysis from Manado was α type weheras Denpasar and Luwuk were β-type. Catalase test and oxidase test were positive all isolates. TSI test showed Acid-Alkaline for Manado and Luwuk isolates but Acid-acid for Denpasar isolates. Indol and MR test twere positive for Manado and Denpasar isolates, whereas Luwuk was negative. Vp, Citrate and Urea tests were negative for all siolates and OF test was fermentative. Gelatinase and DNase test were positive for all isolates. Test NaCl 4% for isolates Manado and Denpasar Positive, negative Luwuk. 6% NaCl third test negative isolates. The incubation temperature at 37% was positive for Manado isolates, Denpasar and Luwuk were negative.The motility test was positive for Manado and Denpasar isolates, whereas Luwuk isolate was negative. The gas glucose test was negative for Manado isolates, Denpasar and Luwuk isolates were positive. Sugars test on Glucose was positive for all isolates, lactose-negative, Sucrose was negative Manado but positive for Denpasar Luwuk; whereas in Inositol and Raffinosa tests, all isolates were negative and KCN test was positive for all. From the results of this study it can be concluded that A. hydrophila isolated from some areas have slightly different characteristics from one another. Informasi yang berhubungan dengan bakteri Aeromonas hydrophila yang menyerang hampir semua ikan air tawar dan ikan yang dipelihara di tambak dengan salinitas rendah dan menyebabkan kerugian yang cukup berarti bagi pembudidaya ikan sangat dibutuhkan. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengikarakterisasi beberapa isolat A. hydrophila yang berasal dari beberapa lokasi budidaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda eksploratif-deskripsi. Isolat yang digunakan berasal dari Denpasar, Luwuk dan Manado. Isolat yang ada selanjutnya diidentifikasi dengan menggunakan serangkian test mikrobiologi yang meliputi test motilitas, uji gram, uji hemolisis dan serangkaian uji biokimia. Hasil menunjukkan bahwa isolat A. hydrophila pada uji hemolisis bertipe α (Manado), bertipe β (Denpasar, Luwuk), Uji Katalase dan oksidase ketiga isolat positif, Uji TSIA untuk Manado dan Luwuk Asam-Alkali tetapi untuk Denpasar Asam-Asam. Uji Indol dan MR Untuk Manado dan Denpasar Positif sedangkan Luwuk negatif. Uji Vp, Citrat dan Urea Ketiga isolat negatif; dan Uji OF ketiganya Fermentatif. Uji Gelatinase dan DNase ketiganya positif. Uji NaCl 4% untuk isolat Manado dan Denpasar Positif, Luwuk negatif. Uji NaCl 6% ketiga isolat negatif. Suhu inkubasi pada 37% Manado positif, Denpasar dan Luwuk negatif. Untuk Uji Motilitas, isolat Manado dan Denpasar positif, sedangkan isolat Luwuk negatif. Uji Gas glukosa, isolat Manado negatif, isolat Denpasar dan Luwuk positif. Uji gula-gula pada Glukosa ketiganya positif, laktosa Negatif, pada Sukrosa Manado negatif Denpasar dan Luwuk positif, sedangkan pada Inositol dan Raffinosa ketiganya negatif dan Uji KCN ketiganya positif. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bawah Isolat A. hydrophila yang diisolasi dari beberapa lokasi ini memiliki karakteristik yang sedikit berbeda satu dengan yang lainnya.
A study on the cytotoxic activity of marine sponges on the embryo development of sea urchin Diadema savigny Angkouw, Esther D; Mangindaan, Remy E. P
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Edisi Khusus 1 (2013): Mei
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.0.0.2013.2287

Abstract

A study on the cytotoxic activity of five sponges has been conducted. The samples were collected from Malalayang beach, extraced with ethanol to give ethanolic extract. The ethanolic extratc then partitioned with hexane, ethyl acetate, buthanol to yield three fractions. Crude extracts, hexane and chloroform fractions were subjected to cytotoxic assay using fertilized Sea urchin eggs. The results showed that sponge Theonalla sp. contained a potential cytotoxic compound(s). After partitioned lay open that  dissolve fraction ethyl acetate showed activity of highest cytotoxic. The study gives a high probability in discovering many novel cytotoxic compounds from the sea© Suatu penelitian tentang pengujian aktivitas sitotoksik dari lima jenis spons (Petrosia nigricans, Plakinolophia mirabilis, Axinella corrugata, Ianthella basta, Theonella sp.) telah dilakukan. Spons yang diambil dari perairan Malalayang diekstrak dengan etanol. Ekstrak etanolik dipartisi dengan  pelarut heksan, etil asetat dan butanol. Ekstrak etanolik dan fraksi-fraksi diujikan pada sel telur bulu babi Diadema savigny yang telah dibuahi. Pengamatan dilakukan selama 48 jam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kontrol mencapai tahap pluteus sedangkan pengujian ekstrak etanolik dari kelima jenis spons diperoleh hasil Theonella sp. mempunyai aktivitas tertinggi. Sampel spons Theonella sp. mampu menghambat/memperlambat pembelahan sel bulu babi sampai pengamatan 48 jam hanya sampai pada pembelahan 4. Dari pengujian ketiga fraksi menunjukkan  bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas sitotoksik yang tinggi dibanding fraksi heksan dan fraksi butanol. Hasil penelitian ini membuka peluang besar penemuan berbagai senyawa aktif sitotoksik dari organisme laut khususnya spons yang berasal dari perairan Sulawesi Utara©
Seasonal variation in meat and liver histopathology of white snapper (Lates calcarifer) from mercury-polluted Kao Gulf Waters, North Halmahera, Indonesia Husen, Azis; Herawati, Endang Yuli; Risjani, Yenny
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.4.1.2016.14394

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Histopatologi daging dan hati ikan kakap putih (Lates calcarifer) pada musim berbeda dari Perairan Teluk Kao yang tercemar merkuri (Hg), Halmahera Utara, Indonesia. Fish caught in Kao Gulf waters has been contaminated by mercury in low concentration. This study aimed to identify and analyze the impact of mercury (Hg). Water, sediment and fish samples were taken using a plastic scoop, a grab, and fishing. Hg content analysis used AAS (atomic absorption spectrophotometer). While the histopathological analysis of the fish meat and liver used automated slide stainer and microscope. Hg concentration of Kobok and Taolas river water in dry season and rainy season was not safe to consume according to Indonesian National Standard of 7387/2009 for natural mineral water. Hg concentration of the sediment also did not meet the Indonesian quality standard according to Government Regulation Numbered 82/2001. Fish were still allowed to be consumed. The meat and liver histopathology  in dry and rainy season had tissue cell change, such as edema, degeneration hydrophic, and lamellae fusion. Ikan yang tertangkap di Perairan Teluk Kao telah terkontaminasi dengan merkuri dalam jumlah rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak pencemaran merkuri (Hg) dengan menginformasikan keamanan konsumsi ikan Kakap Putih di perairan Teluk Kao Halmahera Utara.  Sampel air diambil mengunakan gayung plastik, sampel sedimen dengan alat grab sampler sedangkan sampel ikan mengunakan alat pacing. Analisis kandungan Hg air, sedimen dan ikan dengan metode AAS (atomic absorption spectrophotometer). Analisis histopatologi daging dan hati ikan dengan alat automated slide stainer dan mikroskop. Hasil menunjukkan bahwa Nilai Hg air sungai Kobok dan Taolas pada musim panas dan musim hujan tidak layak dikonsumsi menurut SNI 7387/2009. Konsentrasi Hg dalam sedimen juga tidak memenuhi Standar Baku Mutu Indonesia menurut Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001.  Ikan kakap putih masih diizinkan untuk dikonsumsi. Histopatologi daging dan hati ikan kakap putih pada musim panas dan musim hujan yang mengalami perubahan jaringan sel, seperti mengalami edema, degenerasi hidropis, dan fusi lamellae.
Effectiveness of vessel sinking legal action in eradicating illegal fishing in the area of marine and fisheries resources monitoring base of Bitung, North Sulawesi Suawa, Youdy R; Luasunaung, Alfret; Lasut, Markus T; Karwur, Denny B.A; Darwisito, Suria
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 7, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.7.1.2019.24997

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Efektivitas tindakan hukum penenggelaman kapal dalam pemberantasan illegal fishingdi wilayah Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Bitung, Sulawesi Utara This study aimed to assess the effectiveness of vessel sinking legal action to eradicate illegal fishing practices by the Ministry of Marine and Fisheries Affairs of Indonesia (MMFAI) in the area of Marine and Fisheries Resources MonitoringBase of Bitung (MFRMBB), North Sulawesi. The assessment was carried out by analysing five aspects, 1) regulations; 2) institutional functions, duties, and authority; 3) institutional programs and planning; 4) ideal conditions; and 5) stakeholder perceptions. The research used a method of ‘content analysis’ and questionnaire survey. The result showed that the implementation to sink foreign and ex-foreign vessels by MMFAI is a legal certainty according to fisheries regulations in Indonesia; it was conducted according to functions, duties, and authorities of the implemented institutions; was conducted well; and has achieved an ideal condition which was indicated by diminishing of illegal fishing practices; it was done according to fisheries regulations and stakeholder perceptions. Finally, it can be concluded that the legal action of vessel-sinking in MFRMBB was effective in eradicating illegal fishing practices.Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektifitas tindakan penenggelaman kapal untuk memberantas illegal fishingoleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Bitung, Sulawesi Utara. Penilaian dilakukan dengan cara menganalisis 5 aspek, yaitu: 1) peraturan dan ketentuan; 2) fungsi, tugas, dan wewenang lembaga pelaksana; 3) program dan rencana lembaga pelaksana; 4) kondisi ideal; dan 5) persepsi stakeholder. Metode penelitian yang digunakan ialah analisis isi (content analysis) dan survei menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukan, bahwa implementasi penenggelaman kapal asing dan eks asing yang dilakukan oleh KKP merupakan suatu kepastian hukum sesuai ketentuan dan peraturan dan perundang-undangan di bidang perikanan yang berlaku; telah dilaksanakan sesuai fungsi, tugas, dan kewenangan KKP RI; telah terlaksana dengan baik; dan telah mencapai kondisi ideal di mana ditandai dengan berkurangnya pelaku tindak pidana perikanan; serta tindakan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku di bidang perikanan, menurut persepsi stakeholder. Dengan demikian, dapat disimpulkan, bahwa tindakan hukum penenggelaman kapal yang dilakukan di Pangkalan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Bitung adalah efektif dalam memberantas kegiatan illegal fishing.
Alkaline proteinase in muscle of commercial fishes Pangkey, Henneke; Rimper, Joice R.S.T.L; Kemer, Kurniati
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 1, No 1 (2013): April
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.1.1.2013.1974

Abstract

Sea products are valuable resources of natural substances such as lipids, polysaccharides, enzymes, vitamins, and proteins. Fish proteases have been characterized and some purified. Many of these enzymes display potentially interesting new biochemical properties for biotechnological applications. In this research, we have found activity of some proteases (alkaline proteinase, cathepsin S and cathepsin D) in muscle tissues of marine tropical commercial fish species in North Sulawesi (i.e. Epinephelus fuscoguttatus, Caranx ferdau, Lutjanus malabricus, and Katsuwonus pelamis). All of these fish are economical species with low prices that are highly consumed by local people©Produk yang berasal dari laut merupakan sumberdaya yang kaya akan bahan-bahan alamiah seperti lipida, polisakarida, enzim, vitamin dan protein. Beberapa enzim protease pada ikan telah diidentifikasi dan dimurnikan. Banyak dari enzim ini menunjukkan potensi yang penting sebagai bahan biokimia yang baru. Pada penelitian ini, kami menemukan beberapa jenis protease (alkalin proteinase, katepsin S dan katepsin D) yang aktif pada otot dari beberapa jenis ikan laut tropis yang komersil di Sulawesi Utara (Epinephelus fuscoguttatus, Caranx ferdau, Lutjanus malabricus, and Katsuwonus pelamis). Ikan-ikan ini sangat bernilai ekonomis dan sangat digemari oleh masyarakat lokal©

Page 9 of 14 | Total Record : 139