cover
Contact Name
Resmi Bestari Muin
Contact Email
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
ISSN : 22527699     EISSN : 25985051     DOI : -
Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana. Jurnal ini terbit pertama kali pada bulan Februari 2012. Naskah dalam jurnal ini berupa hasil penelitian, inovasi – inovasi baru, makalah teknik (makalah lengkap), diskusi (berdasarkan makalah yang terbit sebelumnya) dalam bidang Teknik Sipil. Untuk mengirimkan atau mengupload naskah dapat menghubungi email: rekayasa.sipilumb@mercubuana.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2023)" : 7 Documents clear
Comparison of Real Response Modification Factors and Performance of SMRFS Structure with OMRFS Structure Using Pushover Method Friska Damayanti; Resmi Bestari Muin
Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2023.v12.i1.04

Abstract

The value of the earthquake response modification factor ( ) affects the results of the story drift in the SMRSF structure, where the smaller the -value, the larger the deviation and the need for longitudinal reinforcement will be more and more. For structures that do not comply with the SMRSF provisions, in some locations the need for reinforcement is less than that of structures that use the SMRSF provisions. The performance of a structure can be analyzed using the pushover method. The research was conducted with a 4-story and 8-story configuration, with soft soil and medium soil conditions and using SMRSF and OMRSF. From research analysis results, the cross-sectional dimensions of the columns and beams of the ordinary moment building structure system with soft soil type are the largest cross-sectional dimensions compared to the others. Under the provisions of ATC-40, the structure is included in the Damage Control (DC) category level, which means the building is still able to withstand the force of the earthquake, and the risk of fatalities humans are very small. The real -value of the structure with SMRSF is not much different from the  in the provisions of SNI 1726:2019.
Analisis Kesesuaian Walk Element Transit Oriented Development AR Indra Tjahjani; Isna Rahmalia
Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2023.v12.i1.03

Abstract

Pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD) pada suatu wilayah merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas. Kawasan Dukuh Atas merupakan lingkungan strategis yang direncanakan menjadi simpul pergerakan transportasi di Jakarta dan di arahkan sebagai pusat perpindahan moda transportasi dengan konsep TOD. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria konsep TOD yang ada pada kawasan Dukuh Atas dan menganalisis kesesuaian karakteristik konsep berjalan kaki dengan kriteria TOD pada kawasan transit Dukuh Atas. Stasiun Dukuh Atas merupakan salah satu dari delapan stasiun MRT yang dikembangkan menjadi kawasan TOD di DKI Jakarta. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan ITDP (2017) menggunakan analisa penilaian dengan parameter menyesuaikan Peraturan Menteri ATR/BPN No.16 Tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik Kawasan Dukuh Atas pada elemen Berjalan kaki (WALK) hanya jalur pejalan kaki yang telah sesuai dengan kriteria TOD karena telah dilengkapi tactile, peneduh, dan pelindung untuk kenyamanan dan keamanan para pejalan kaki untuk memudahkan difabel dan tidak terdapat penghalang hambatan untuk para penyandang disabilitas. Maka kawasan transit stasiun Dukuh Atas belum memenuhi standar kriteria elemen Berjalan/Walk karena, hanya kriteria jalur pejalan kaki yang memenuhi dari elemen  tersebut sebesar  87,48%.
Pendekatan Transit Oriented Development dalam Memoderenisasi Transportasi Publik di Tiga Kota Penyangga Utama Jakarta Rifai, Andri Irfan; Handayani, Susanty; Isradi, Muhammad; Nasrun, Nasrun
Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2023.v12.i1.01

Abstract

Pendekatan Transit Oriented Development (TOD) pada kota-kota penyangga merupakan tantangan tersendiri. Hal tersebut berkaitan erat dengan tingkat kesulitan penataan transportasi publik yang sudah terbentuk secara tradisional selama beberapa dekade. Tentu saja konsep yang ditawarkan tidak bisa sama dengan pengembangan di area yang sudah didesain dari awal sebagai TOD modern. Paper ini mengkaji sebuah konsep pendekatan penataan TOD dalam mendorong moderenisasi transportasi publik dengan memanfaatkan secara optimal kota penyangga yang sudah terbangun dengan terus memperhatikan estitika pembentuk kota. Analisis dilakukan pada sumber-sumber sekunder (artikel, buku, dan laporan perencanaan). Fokus studi lebih banyak pada penentuan kebijakan, serta ditambah secara minor dengan perhitungan, pengukuran, dan metrik. Kota penyangga yang dipilih, adalah kota penyangga yang terbentuk secara tradisional, yaitu Kota Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Tangerang. Hasil analisa memperlihatkan bahwa dalam Menyusun TOD pada kota penyangga tradisional harus memperhatikan penentuan strategi pengembangan kawasan TOD, kriteria teknis kawasan TOD, dan perangkat penunjang kawasan TOD. Sedangkan untuk pengembangan transportasi modern dalam mendukung TOD adalah harus memperhatikan aspek angkutan umum, Aspek keterhubungan dan konektivitas, aspek fasilitas pejalan kaki, aspek fasilitas khusus pesepeda, dan aspek peralihan moda.
Torsion Stability and Performance of Re-entrant Irregular Multistory Structures with Optimal Shear Wall Strengthening Ghivari Alkindy; Resmi Bestari Muin
Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2023.v12.i1.02

Abstract

This study aimed to reduce the torsion in the re-entrant structure that occurs due to the eccentricity distance between the center of mass and the center of rigidity. Three types of structures are modeled, namely regular structure (model A), re-entrant irregularity structure (Model B), and re-entrant irregular structure with shear wall strengthening (B-SWA). The shear wall strengthening in the B-SWA model is designed for dimensional optimization using the Nelder-Mead Algorithm method with MatLab software. Running output from the fminsearch function on MatLab, the optimal shear wall dimensions for the B-SWA model are L1 = 2.2317 m, L2 = 1.1611 m.The results of the structural analysis using the ETABS software show that the shear wall optimization carried out on the B-SWA model has succeeded in increasing the stability of the structure, namely the results of the capital mass ratio participation show a similar pattern to model A, namely in SumUX the value of 0.9019 has been reached in modal 7. Modeling optimal shear wall after performance review with pushover analysis shows that the performance of the B-SWA model has succeeded in increasing the performance seen from the Base Shear vs. Monitored Displacement value compared to models A and B.
Analisis Faktor Variation Order terhadap Kinerja Proyek Konstruksi Pada Proyek Transportasi Bandar Udara Aliyudin, Isfandina; Susetyo, Budi
Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2023.v12.i1.06

Abstract

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana membangun 16 bandara strategis nasional pada 2021 mendatang. Bandara yang akan dibangun ini tersebar dari Sumatera hingga Papua dengan total anggaran sebesar Rp 1,6 triliun. Dalam pelaksanaan proyek konstruksi, perintah perubahan diatur oleh ketentuan kontrak yang disebut dengan variation order. Variation order merupakan hal yang selalu terjadi pada setiap proyek konstruksi; pada beberapa penelitian ditemukan sebagai salah satu faktor penyebab terjadinya klaim. Perintah perubahan selalu memiliki implikasi biaya dan waktu. Apapun variasinya akan ada risiko terhadap pekerjaan yang sedang dikerjakan baik dalam keterlambatan pekerjaan maupun biaya tambahan yang harus ditanggung. Penelitian dengan metode SEM PLS dilaksanakan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab terjadinya variation order pada proyek infrastruktur dan bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja proyek transportasi. Berdasarkan hasil tanggapan dari koresponden maka nilai signifikan yang berpengaruh terhadap kinerja proyek yaitu perencanaan dan desain pada indikator dominan yaitu ketidaksesuaian antara gambar desain dengan keadaan lapangan.
Analisis Penggunaan Bekisting Konvensional, Baja dan Sistim Peri dari Segi Biaya pada Struktur Pier Konstruksi Ramp On/Off Jalan Tol Hamonangan Girsang
Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2023.v12.i1.05

Abstract

 Formwork is a concrete mold reference or temporary structural element in the work of construction that also contributes to the cost of project implementation, several types of formworks are using in the construction works are conventional, steel, aluminum, peri-system, fiberglass, that’s will make their contribution in the implementation of concrete construction structures. the selection for use of the formwork method are important role in achieving the success of the structural work, especially in the terms of costing because it is necessary to do a thorough analysis related to the formwork material used and the method of implementation. This study aims to compare the costs of using polymer system peri formwork, conventional formwork, and steel plate formwork in pier structure construction work.This research was conducted using descriptive analysis method, the data obtained from various sources were then analyzed and used for the research process in comparing costs. The construction structure reviewed in this study is specifically the pier structure construction consisting of pilecap, column and pierhead.After analyzing the use of bakesting by reviewing of cost performance, the use of polymer system peri formwork materials required costs IDR 773,879,700,- and with conventional formwork materials required costs IDR 1,391,152,241,- and using steel formwork requires IDR 1,091,953,197,- thus the comparative price index the three formwork materials are 1: 1.8: 1.4.
Analisis Keterlambatan Pekerjaan Konstruksi Jalan Tol Trans Sumatera di Segmen Sumatera Selatan Lutfiansyah, Yopi
Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2023.v12.i1.07

Abstract

Salah satu masalah terpenting dalam pelaksanaan proyek konstruksi adalah keterlambatan (delay) jadwal proyek. Keterlambatan pelaksanaan proyek selalu menimbulkan akibat yang cukup merugikan bagi pihak pengguna dan penyedia jasa. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan atau mengetahui faktor-faktor yang sangat mempengaruhi keterlambatan penyelesaian proyek konstruksi. Penelitian ini dilakukan pada pekerjaan jalan tol trans Sumatera di segmen Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data melalui teknik kuesioner (angket) dan diolah menggunakan metode statistik SEM-PLS. Penelitian ini ditargetkan untuk dimasukan ke dalam luaran publikasi ilmiah nasional dan Jurnal Rekayasa Sipil. Dari hasil penelitian didapatkan urutan rangking-rangking tiap faktor yang berpotensi terhadap keterlambatan proyek (pada progress 100%) sesuai schedule proyek yang ditetapkan oleh pemilik proyek dan kontraktor. Faktor-faktor yang berpotensi penyebab keterlambatan schedule proyek yang dilaksanakan oleh PT. X secara berurutan dimulai dari penyebab terbesar sebagi berikut: (1). Akuisisi lahan, (2) Sengketa lahan, (3). Keterlambatan material ke proyek , (4) Perbaikan pekerjaan/Rework

Page 1 of 1 | Total Record : 7