cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
ISSN : 25274430     EISSN : 25487620     DOI : -
Core Subject : Social,
JURNAL FIKRI adalah jurnal berkala Ilmiah yang diterbitkan oleh Institut Agama Islam (IAIMNU) Metro Lampung. Jurnal Fikri memuat artikel hasil penelitian maupun artikel konseptual (baik kualitatif lapangan atau kualitatif pustaka) dengan fokus kajian di bidang “Kajian Agama, Sosial dan Budaya”. Pengelola (Redaksi) mengundang para ilmuan, sarjana, peneliti, LSM maupun mahasiswa untuk mengembangkan keilmuan dan mempublikasi hasil penelitiannya setelah melalui mekanisme seleksi naskah, telaah mitra bestari, dan proses penyuntingan. Jurnal Fikri terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). Jurnal Fikri telah menggunakan Open Journal System (OJS). P-ISSN: 2527-4430 dan E-ISSN: 2548-7620.
Arjuna Subject : -
Articles 302 Documents
Hak-hak Pendidikan Kaum Perempuan di Indonesia Perspektif Hak Asasi Manusia Rinrin Rina
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2017): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.334 KB) | DOI: 10.25217/jf.v2i1.92

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang ketidakadilan kaum perempuan di Indonesia di bidang pendidikan. Artikel ini di analisis dengan menggunakan pendekatan hukum hak asasi manusia (HAM). Angka perempuan masuk kelembaga pendidikan lebih kecil dibanding angka laki-laki. Semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin kecil angka rata-rata masuk perempuan. Menteri Peranan Wanita (Menperta) mengatakan terbelakangnya anak perempuan dalam pendidikan tergambar dalam jumlah buta huruf dimana anak perempuan yang buta huruf lebih banyak tiga kali lipat dari anak laki-laki yang buta huruf. Padahal Secara normatif-doktrinal, Islam dengan tegas mengakui konsep kesejajaran antara laki-laki dan perempuan. Hal tersebut juga ditegaskan kembali dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) 1948, didalamnya termuat bahwa hak dan kebebasan sangat perlu dimiliki oleh setiap orang tanpa diskriminasi, termasuk tidak melakukan diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, laki-laki dan perempuan mempunyai derajat yang sama. Fokus kajian artikel ini adalah: Pertama, bagimanakah hak-hak pendidikan perempuan di tinjau dari perspektif hukum hak asasi manusia (HAM)? Kedua, apa kendala-kendala dalam menegakkan keadilan gender dalam bidang pendidikan?
TEDHAK SITEN: AKULTURASI BUDAYA ISLAM- JAWA (STUDI KASUS DI DESA KEDAWUNG, KECAMATAN PEJAGOAN, KABUPATEN KEBUMEN) Nuryah Nuryah
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 2 (2016): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.31 KB)

Abstract

This paper describes About Tedhak Siten as acculturation Islam - Java. The article describes a study initiated Of A Village kedawung, District Pejagoan, Kebumen, Central Java, then society in kedawung Village, District Pejagoan classified as Java community. Properly on Java community in general, society in kedawung Village, District Pejagoan Also running religious rituals in traditional Javanese, although some rituals Performed By community in the village kedawung. People in the village kedawung, District Pejagoan hearts run Tedhak Siten Tradition now has much different from rules indigenous people of Java. Had a lot of 'people in the village Kedawung, District Pejagoan implement Tedhak Siten with more how well as shape the practical and modern. Tedhak Siten what do usually kids time 7 months old Javanese calendar And first down through the soil. Singer it is customary or habits that are very good For Ask The Java community Condensed spiritual with not contradict the norms of Islam. So we must be proud and maintain the preservation of the culture.
Implikasi Kajian Yuridis Perlindungan Hak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Luar Negeri Aprina Chintya
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2017): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.725 KB) | DOI: 10.25217/jf.v2i1.100

Abstract

Perlindungan terhadap buruh/pekerja merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari perlindungan terhadap warga negara sebagai kewajiban negara. Meskipun demikian, pemerintah masih belum memberikan perlindungan yang maksimal kepada para TKI yang bekerja di luar negeri, khususnya mereka yang mengalami penyiksaan dan kekerasan. Penelitian ini bertujuan melihat kajian yuridis perlindungan hak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Penelitian ini adalah penelitian pustaka yang bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis data yang digunakan adalah konten analisis. Hasil penelitian menujukkan bahwa keberadaan beberapa peraturan perundangan seperti Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan Undang-Undang No. 39 Tahun 2004 Tentang Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia beserta aturan-aturan turunannya merupakan landasan yuridis tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri sudah memberikan payung hukum bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Kata kunci: hak, TKI, yuridis, peraturan, perlindungan.
PENGEMBANGAN WAKAF UANG TUNAI SEBAGAI SISTEM PEMEBERDAYAAN UMAT DALAM PANDANGAN ULAMA KONVENSIONAL DAN KONTEMPORER M. Anwar Nawawi
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 1 (2016): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.176 KB)

Abstract

Pengelolaan harta wakaf banyak dikembangkan untuk hal-hal yang bersifat produktif dan hasilnya digunakan untuk kepentingan umat Islam. Model wakaf tunai produktif diaplikasikan dalam bentuk wakaf tunai, yaitu wakaf dengan menggunakan uang tunai sebagai harta yang diwakafkan. Wakaf tunai mempunya potensi ekonomi yang luar biasa untuk membantu kaum dhu‟afa dan mengentaskan kemiskinan, terlebih lagi mengingat mayoritas penduduk Indoenesia beragama Islam sehingga dana wakaf yang dapat dihimpun dari masyarakat tertentu sangat besar. Namun kajian mengenai wakaf uang tunai dalam implementasinya banyak mengalami perdebatan secara serius oleh pemeluk umat muslim. Hal ini disebabkan oleh ulama yang menjadi pedoman atau acuan memang juga berbeda pandangan mengani wakaf uang tunai. Baik ulama klasik maupun ulama modern/ulama kontemporer. Oleh karena itu, fokus kajian dalam tulian ini adalah: Pertama, bagaimana wakaf uang tunai menurut pandangan ulama konvensional dan kontemporer? Kedua, bagiaman potensi wakaf tunai dalam memberdayakan ekonomi umat? Ketiga bagiamana manajemen wakaf uang di Indonesia?
TOKOH PROKLAMATOR NAHDLATUL ULAMA (STUDI HISTORIS BERDIRINYA JAM’IYYAH NAHDLATUL ULAMA) Ehwanudin Ehwanudin
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 2 (2016): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.587 KB)

Abstract

This study of the founders of the organization Nahdlatul Ulama ', which is the largest organization of his followers in Indonesia, is still very interesting to study. Therefore, researchers memunculka four issues: how the background of the birth of Nahdlatul Ulama '?, who Proclaimers character? How objectives to be achieved? In this research study method to figure mengunkap understanding of the persona of an individual in a particular community and in specific areas, revealing views, motivation, life history, and ambitions as individuals through confession, then analyzed using historical analysis, fenomenologig and conten analysis.The purpose of the study is the first, to reveal more about the background of the establishment of Jam'iyya Nahdlatul Ulama (Ulama Awakening). Secondly, To reveal character Jam'iyya Prokalmator establishment Nahdlatul Ulama (Ulama Awakening), third, to reveal the intent and purpose of the establishment of Jam'iyya Nahdlatul Ulama (Ulama Awakening). The conclusion of this study is that the birth Jam'iyah Nahdlatul Ulama 'in essence an attempt to accommodate an existing item. By other terms, the form as jamiyyah diniyyah Nahdlatul Ulama (religious organizations) that currently, merely affirmation formal recognition of informal routines among scholars agree. While birth influenced by several factors namely religious motives, cultivating nationalism and efforts to maintain ahlu understand the Sunnah wal Jamaah. Jam'iyah establishment Nahdlatul Ulama 'initiated by Supreme Master (Hadaratus Sheikh) K.H. M. Hashim Ash'ari, with intent and uphold their end is one of the four schools of Imam, namely: (1) Shafi (2) Maliki, (3) Hanafi (4) Hambali, and do nothing makes serious benefits to religion.
DASAR HUKUM HAKIM MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM MEMUTUSKAN PERKARA NO.46/PUUVIII/2010 TENTANG STATUS HUKUM ANAK DI LUAR NIKAH (PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HAK ASASI MANUSIA) Habib Shulton Asnawi
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 1 (2016): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.214 KB) | DOI: 10.25217/jf.v1i1.7

Abstract

Indonesia telah meratifikasi Convention on The Rights of The Child yaitu Konvensi Internasional tentang Perlindungan terhadap Hak-Hak Anak pada tahun 1990. Namun hal ini, belum mempunyai dampak positif dan siginifikan bagi pemenuhan, penghormatan dan perlindungan hak-hak anak. Khususnya hak-hak anak di luar perkawinan (anak hasil nikah siri, hasil zina/selingkuh) mengalami ketidak-adilan dan diskriminasi. Hal ini disebabkan oleh penerapan Pasal 43 UU. No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Kedudukan anak luar nikah yang diatur dalam ketentuan tersebut selama ini tidak cukup memadai dalam memberikan perlindungan hukum dan cenderung diskriminatif. Oleh karena itu, Pemohon mengajukan judicial review terhadap Pasal 43 UU. No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang dianggap bertentangan dengan Konstitusi (UUD 1945). Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga Negara telah mengambil langkah dalam memutuskan perkara tersebut dengan putusan mahkamah konstitusi No.46/PUUVIII/2010. Oleh karena itu, fokus dalam tulisan ini adalah apa dasar hukum hakim mahkamah konstitusi dalam memutuskan perkara No.46/PUU-VIII/2010 tentang status hukum anak di luar nikah ditinjau dari perspektif hukum Islam dan hak asasi manusia.
AQIDAH DAN BUDAYA: UPAYA MELIHAT KORELASI AGAMA ATAU BUDAYA DALAM MASYARAKAT Wage Wage
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 2 (2016): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.673 KB)

Abstract

This paper will try to review the special problems of religion in the aqidah is faced with a growing culture of trust in our society today. Although it has experienced a shift towards the establishment and implementation of the values to Islamization in this case is a creed, but not necessarily completely eroded confidence entrenched culture of our ancestors. It is important to understand and inculcate the belief in the values of a civilized society, because Islam itself is very appreciative of cultural values, even culture is one tool to spread the religion in a historical context. So that people can discover the truth aqidah as guidance in religious community life and culture. That is, people who are subject to the rule of God, the people who have social ties of kinship and community ties and strong cultural religiosity.
Kekerasan Dalam Rumah Tangga Perspektif Hak Asasi Manusia Noor Fatimah Azzahra
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2017): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.124 KB) | DOI: 10.25217/jf.v2i1.94

Abstract

Artikel ini tentang fakta kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang merak terjadi di masyarakat. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat diposisikan sebagai akibat yang dilahirkan dari sebuah system social yang bias gender. Dalam prakteknya, KDRT bisa terjadi disemua lapisan masyarakat dari kelompok masyarakat kaya sampai masyarakat miskin atau dari kelompok tidak terdidik sampai yang terdidik sekalipun. KDRT bisa saja dilakukan oleh seorang dengan penuh kesadaran bahwa apa yang ia lakukan adalah kekerasan, namun bisa saja pelaku menganggap prilaku kekerasan yang dilakukan merupakan bagian dari hak yang ia miliki sebagai justifikasi dari otoritas yuridis atau dalil agama. Fokus kajian artikel ini adalah: Pertama apa faktor penyebab timbulnya kekerasan terhadap isteri dalam rumah tangga? Kedua, Bagaimanakah kekerasan dalam rumah tangga dalam perspektif Hak Asasi Manusia (HAM)? Kata Kunci: Kekerasan dalam Rumah Tangga, Hak Asasi Manusia, Keadilan Gender.
Diskursus Islam dan Hak Asasi Manusia (Kajian Universalitas dan Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia) Ahmad Muhtarom
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2017): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.935 KB) | DOI: 10.25217/jf.v2i1.83

Abstract

This paper explains the compatibility of islam and human rights as well as efforts to protect human rights ini Indonesia as a Muslim country. This paper thus rejects the opinion of a number of observers about the incompatibility or conflict between islam and human rights just because of the fact that the majority of muslim countries does not fully protect an enforce human rights. Since the beginning, islam has recognizied the protection of human rights, which were then formulated by the ulama with the concept of maqa>sid al-syari>’ah (objectives of shari’ah). As a muslim country, Indonesia in the reform era has committed to the protection and enforcement or human rights ini line with the impelementation of substantive democracy. Yet there remain a number of problems or obstacles in the protection of human rights caused by several factors, be they substantive, structural or cultural. The government, parliament as will as civil society an religious organizations have conducted efforts to solve the problem and obstacles.
HERMENEUTIKA DALAM KAJIAN ISLAM M. Luqmanul Hakim Habibie
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 1 (2016): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.945 KB)

Abstract

Dalam konteks Islam, hermeneutika adalah seperangkat metode, teori dan filsafat terfokus pada masalah pemahaman teks, sebenarnya telah muncul pada hari-hari awal ketika teks Al-Quran adalah sulit untuk memahami danrumit, yang karenanya harus dijelaskan, diterjemahkan dan ditafsirkan agar dapat dipahami. Masalah hermeneutis menjadi lebih rumit setelah Nabi Muhammad wafat karena tidak ada lagi otoritas tunggal untuk menjelaskan Quran,dan Muslim telah menjadi berkenalan dengan banyak kebangsaan yang berbeda, budaya, dan peradaban lainnya.Dalam perjalanan sejarah, para ilmuwan Muslim untuk menerapkan hermeneutika dalam hal menjadi sejalan dengan perkembangan disiplin ilmu ini di hari mereka masingmasing untuk memahami teks suci yang mereka percaya Qur'an. Dalam perjalanan sejarah, perkembangan hermeneutika tidak dapat dipisahkan dari perkembangan studi Islam dan ilmu-ilmu Islam (khususnya teori hukum Islam (Ushul al-fiqh), filsafat dan tasawuf dan ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Oleh karena itu, hermeneutika tidak hanya termasuk dalam apa yang secara tradisional disebut sebagai ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. itu telah berubah menjadi bidang multi dan interdisipliner. Esensi disiplin interdisipliner ini sangat jelas dalam hermeneutika kontemporer, di mana penerapan ilmu sosial dan humaniora tidak dapat diabaikan.

Page 2 of 31 | Total Record : 302