cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
HUBUNGAN ZONA MINERALISASI BIJIH DENGAN KADAR TINGGI Au-Ag SISTEM EPITERMAL URAT CIJIWA, KECAMATAN SIMPENAN, KABUPATEN SUKABUMI, PROVINSI JAWA BARAT Agus Didit Haryanto, Seto Adi Prabowo, Mega Fatimah Rosana,
Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.517 KB)

Abstract

Cijiwa merupakan salah satu daerah dengan prospek mineral ekonomi di Kabupaten Sukabumi, JawaBarat. Salah satu bagian dari segmen sistem epitermal urat Cigaru yang memanjang dari barat lauttenggara.Penelitian ini dimaksudkan untuk mengenali zona mineralisasi yang berhubungan dengan kadar tinggi unsur logam Au-Ag dan base metal. Metode yang digunakan berupa kajian mineragrafi dan assay geokimia 11 unsur. Analisis dilakukan pada 10 sayatan poles dari empat sampel urat kuarsa dan lima sampel uji geokimia yang memiliki kandungan mineral bijih. Hasilnya berupa zonasi mineralisasi yang terbagi berdasarkan kedalaman dan asosiasi mineral bijih. Zona mineralisasi yang ada yaitu zona pirit, zona pirit-arsenik, zona pirit-kalkopirit dan zona pirit-galena-sfalerit-kalkopirit. Kandungan logam mulia dengan kadar tertinggi pada Au ada dalam zona mineralisasi pirit-arsenik sebesar 10.8 g/t dan Ag dalam zona mineralisasi pirit-kalkopirit sebesar 42.8 g/t. Untuk kandungan logam dasar seperti Cu dan Zn hadir paling tinggi pada zona pirit-kalkopirit sebesar 4.1% dan 0.4%, serta Pb dan Zn dalam zona pirit-galenasfalerit-kalkopirit sebesar 4.6%. Kata kunci: Cijiwa, Emas, Epitermal, Geokimia, Mineralisasi
REKAYASA LERENG DAN PERENCANAAN PERKUATAN DINDING PENAHAN TANAH DI SALAH SATU SEGMEN JALAN DAERAH CILETUH Zufialdi Zakaria, Dicky Muslim., Adytia Putra Pradana,
Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.887 KB)

Abstract

Ciletuh merupakan kawasan yang diyakini merupakan salah satu kawasan dengan batuan tertua di Jawa Barat. Kawasan ini berpotensi menjadi sebuah kawasan pariwisata dengan ciri khas geologinya yang unik dan telah diwujudkan dengan dibukanya Ciletuh Geopark. Tentunya hal ini cukup menarik perhatian karena diperlukan pembangunan infrastruktur-infrastruktur pendukung karena rentannya kawasan ini terhadap bencana alam. Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang (1) kestabilan lereng dan (2) perancangan dinding penahan tanah untuk penguatan lereng tersebut pada salah satu segmen jalan yang mengalami kelongsoran di Kawasan Ciletuh, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Analisis kestabilan lereng menggunakan Metode Irisan Bishop. Setelah itu dilakukan perancangan rekayasa lereng dengan terasering yang diperkuat dinding penahan tanah agar didapatkan desain lereng yang lebih aman dan optimal untuk mencegah kelongsoran terjadi kembali. Kemudian dinding penahan tanah dirancang sesuai dengan syarat kestabilan dinding penahan tanah terhadap pergeseran, penggulingan, dan kapasitas daya dukung tanahnya. Tekanan tanan lateral pada dinding penahan tanah dihitung dengan menggunakan Metode Rankine. Berdasarkan simulasi kestabilan lereng, faktor keamanan lereng LR-05A terhadap longsor didapatkan sebesar 1,183 – 0,543 (tidak stabil) tergantung kedalaman muka air tanahnya. Desain perbaikan lereng yang telah dilakukan dapat diaplikasikan jika tanah dasar dan tanah di belakang dinding penahan tanah diubah menjadi tanah urug non-kohesif karena kuat gesernya yang tidak terpengaruh oleh keadaan air tanah. Dengan digunakannya tanah urug non-kohesif pada tanah dasar dan tanah dibelakang dinding penahan tanah, maka desain perbaikan lereng yang digunakan dan dinding penahan tanah stabil secara keseluruhan.Kata kunci: Kestabilan Lereng, Angka Keamanan, Dinding Penahan Tanah, Longsor
POTENSI TANAH MENGEMBANG HASIL LAPUKAN BATUAN VULKANIK BERDASARKAN INDEKS PLASTISITAS DI KAWASAN DESA CILAYUNG Agung Mulyo, Hendarmawan, Nadia Farahnaz, R. Irvan Sophian,
Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.312 KB)

Abstract

Secara geologi daerah penelitian terdiri dari satuan tuff, satuan breksi aliran piroklastik dan satuan breksi vulkanik. Daerah vulkanik memiliki potensi kebencanaan geologi yang cukup besar, salah satunya diakibatkan keberadaan mineral lempung sebagai hasil dari lapukan batuan vulkanik. Perbedaan jenis batuan penyusun di daerah penelitian akan berpengaruh terhadap jenis mineral lempung yang menyusun batuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik tanah dan potensi tanah mengembang berdasarkan indeks plastisitas serta mengetahui hubungan setiap parameter pengujian yang dilakukan di Wilayah Cilayung. Sembilan sampel tanah tak terganggu diambil, selanjutnya dilakukan pengujian sifat fisik tanah yang meliputi kadar air tanah, berat jenis tanah, bobot isi tanah, batas-batas konsistensi tanah dan analisis butiran tanah. Sifat fisik tanah yang diklasifikasikan dalam sisitem USCS menunjukkan terdapat tiga jenis tanah: Satuan Tanah Lempung Plastisitas Tinggi (CH), Satuan Tanah Lanau Plastisitas Tinggi (MH) dan Satuan Tanah Lanau Plastisitas Rendah (ML). Hasil analisis menunjukkan kadar air mempengaruhi niai persentase lempung. Ketika persentase lempung tinggi maka kemungkinan potensi tanah mengembang terjadi. Daerah Cilayung memiliki potensi tanah mengembang yang tinggi, hal itu menjadi dasar analisis selanjutnya untuk potensi kebencanaan geologi yang dapat terjadi.Kata Kunci : Jatinangor, sifat fisik tanah, tuf, potensi mengembang dan indeks plastisitas
KARAKTERISTIK MORFOTEKTONIK SUB DAS CIKAPUNDUNG DAN KAITANYA TERHADAP RESPON LITOLOGI GUNUNGAPI KUARTER Ismawan,Pradnya P. Raditya, Murni Sulastri S, Supriyadi,Nana Sulaksana,
Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1455.789 KB)

Abstract

Sub DAS Cikapundung merupakan salah satu Sub DAS yang berada di hulu Sungai Citarum.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi patahan aktif dan respon litologi pada Sub DAS Cikapundung berdasarkan analisis morfometri yang berupa; rasio percabangan sungai(Rb), sinusitas muka gunung (Smf), rasio perbandingan lebar dasar lembah dengan tinggi lembah (Vf),dan asimetri sungai (AF) pada sub DAS Cikapundung. Berdasarkan parameter analisis morfometri tersebut dapat simpulkan bahwa di daerah penelitian terdapat patahan aktif kelas menengah sampai lemah. Namun terdapat perbedaan variasi nilai Smf dan Vf yang signifikan menunjukan adanya pengaruh respon litologi gunungapi kuarter terhadap kajian morfotektonik daerah penelitian. Litologi gunungapi kuarter yang kurang resisten terhadap pelapukan dan erosi ditunjukan dengan adanya nilai Smf dan Vf yang lebih tinggi.  Kata Kunci : Sub DAS Cikapundung, Active Fault, Respon Litologi
PENGARUH TEKSTUR BATUAN KARBONAT TERHADAP NILAI KANDUNGAN SERPIH DAN POROSITAS BATUAN KARBONAT PADA FORMASI KAIS, CEKUNGAN BINTUNI, KEPALA BURUNG PAPUA BARAT Ildrem Syafri,Hanif Mersil, Joko Wahyudiono, Aulia Martias, Yusi Firmansyah,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.81 KB)

Abstract

Formasi Kais yang menjadi daerah penelitian didominasi oleh batuan karbonat sebagai penyusun utama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara tekstur batuan karbonat terhadap sifat fisik batuan berupa kandungan serpih dan porositas tersebut, sehingga dari masing-masing fasies dapat terlihat bagaimana pola sifat fisiknya. Data yang digunakan meliputi data batuan inti, dan Well Log. Metode yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya adalah analisis litofasies, elektrofasies, dan perhitungan parameter petrofisika. Fasies yang ada pada interval penelitian dibagi menjadi fasies Packstone, Boundstone, Wackestone dan Packstone-Grainstone. Pembagian fasies tersebut dilakukan berdasarkan tekstur pengendapannya. Lingkungan pengendapan pada daerah penelitian dibagi menjadi tiga lingkungan pengendapan, yakni Inner Barrier, Barrier Bar, Subtidal. Sifat fisik batuan berupa kandungan serpih dan porositas akan bervariasi, sesuai tekstur deposisi yang ada pada batuan karbonat. Fasies yang memiliki tekstur deposisi lebih banyak mengandung lumpur akan memiliki nilai kandungan serpih lebih besar dan porositas lebih kecil. Fasies yang memiliki nilai kandungan serpih dan porositas baik yaitu Packstone-Grainstone. Nilai kandungan serpih pada fasies Packstone-Grainstone sebesar 18.95% pada sumur Wiriagar-3 dan 40.75% pada sumur Wiriagar Deep-1. Nilai porositas pada fasies PackstoneGrainstone sebesar 11.33% pada sumur Wiriagar-3 dan 9.78 pada sumur Wiriagar Deep-1. Kata Kunci : Batuan Karbonat, Fasies, Petrofisika, Porositas 
EVALUASI FORMASI BATURAJA BERDASARKAN PARAMETER PETROFISIKA PADA FORMASI BATURAJA, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA Febriwan Mohamad, Adang Sukmatiawan, Harvey Zakaria, Undang Mardiana,
Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.231 KB)

Abstract

Lapangan HZ merupakan lapangan yang terletak pada Formasi Baturaja Cekungan Jawa Barat Utara. Formasi Baturaja yang menjadi daerah penelitian didominasi oleh batuan karbonat yang terbentuk setelah terjadinya rifting dan pada saat terjadinya penurunan muka air laut global. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi zona hidrokarbon berdasarkan parameter petrofisika terhadap kualitas reservoir pada lapangan HZ.  Data – data yang digunakan adalah data wireline log pada 1 sumur dan data serbuk bor. Analisis litostratigrafi dilakukan untuk menentukan fasies dan lingkungan pengendapan daro semua sumur. Analisis petrofisika yang dilakukan adalah adalah menghitung kandungan serpih, porositas, dan saturasi air. Hasil analisis petrofisik menunjukkan nilai cut off dari semua sumur yakni, 0.312 untuk volume shale, 0.085 untuk porositas, dan 0.7 untuk saturasi air. Reservoar net pay pada daerah penelitian adalah batugamping yang memiliki kualitas reservoar “ fair-good” berdasarkan hasil pengolahan petrofisika dari sumur, HZ-03 yang disebandingkan dengan klasifikasi Koesoemadinata.Kata Kunci:  Fasies, Petrofisika, Kualitas Reservoar, Formasi Baturaja
METODE DALAM MENENTUKAN ARSITEKTUR PLATFORM INTERIOR RESTRICTED - OPEN MARINE PATCH REEF Rifky Nurdeani* BERDASARKAN ANALISIS BATUAN INTI Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Rifky Nurdeani, ldrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.897 KB)

Abstract

Metode dalam menentukan arsitektur suatu lingkungan pengedapan memiliki banyak cara salah satunyaadalah dengan analisis dari batuan ini. Deskripsi secara megaskopis dan mikroskopis untuk mengetahuikarakteristik batuan. Data yang dimiliki terdapat 3 batuan yang telah dideskripsi, setelah dilakukananalisis terdapat 3 fasies diantaranya batugamping foraminifera, batupasir foraminifera dan batulempungforaminifera. Batugamping foraminifera terendapkan pada lingkungan Platform Interior Patch Reef,batupasir foraminifera terendapkan pada lingkungan Platform Interior Restricted dan batulempungforaminifera terendapkan pada lingkungan Platform Interior Open Marine. Ketiga fasies ini disatukanmenjadi asosiasi fasies Platform Interior Restricted – Open Marine. Hasil asosiasi fasies ini digambarkanpadasuatu arsitektur 3 dimensi. Tiga tahap dalam menggambarkan Platform Interior Restricted - OpenMarine Patch Reef yaitu, deskripsi megaskopis dan mikroskopis batuan inti, analisis fasies danlingkungan pengendapan dan analisis asosiasi fasies. Kata Kunci : Batuan Inti, Fasies, Asosiasi Fasies
BIOFASIES BERDASARKAN FORAMINIFERA BENTONIK KECIL RESEN PADA CORE JPA 07-04 DI PERAIRAN JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH Lia Jurnaliah, Winantris, Erika Silviani,
Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.179 KB)

Abstract

Lokasi penelitian secara administratif, berada di perairan Jepara, Provinsi Jawa Tengah yang terletak pada koordinat 110º17’08,80” E dan 06º32’58,27” S. Sampel yang digunakan merupakan 20 sampel sedimen pada Core JPA 07-04 dengan panjang 100 cm dan berada pada kedalaman 41 m .Kelimpahan fosil foraminifera bentonik resen di daerah penelitian dapat digunakan untuk menentukan biofasies pada daerah penelitian. Penelitian dilakukan berdasarkan metode analisis kuantitatif dengan menggunakan analisis kluster dengan software SPSS 16.0 . Penentuan Biofasies pada daerah penelitian didasarkan pada kelimpahan jumlah spesies dan individu pada setiap sampel, Biofasies pada daerah penelitian dibagi menjadi 4 Biofasies, yaitu Biofasies 1, Biofasies 2 , Biofasies 3 dan Biofasies 4.Kata kunci : jepara, foraminifera bentonik kecil resen , biofasies
PENGARUH AKTIVITAS LEMPUNG TERHADAP NILAI DAYA DUKUNG TANAH FONDASI DANGKAL DI KAWASAN CIMENYAN, KABUPATEN BANDUNG Dicky Muslim, Ridho Taufanadhie, Irvan Sophian,
Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.311 KB)

Abstract

Cimenyan merupakan daerah pemukiman padat penduduk yang terletak di daerah Kabupaten Bandung yang tanahnya merupakan hasil lapukan batuan vulkanik.  Tanah hasil lapukan batuan vulkanik ini memiliki karakteristik yang unik, salah satunya adalah mengandung mineral lempung yang bersifat ekspansif. Sifat ekspansif ini membahayakan masyarakat sekitar jika tidak di tangani dengan benar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan aktivitas lempung terhadap daya dukung tanah di daerah Cimenyan. Empat belas sampel tanah tidak terganggu diambil, selanjutnya dilakukan pengujian sifat fisik tanah yang meliputi kadar air tanah, berat jenis tanah, bobot isi tanah, batas-batas konsistensi tanah, dan analisis butiran serta sifat mekanik tanah dengan menggunakan metode triaksial. Sifat fisik tanah yang diklasifikasikan dalam sistem USCS menunjukkan terdapat satu jenis tanah yaitu Tanah Lanau Plastisitas Tinggi (MH). Angka aktivitas berkisar dari 0,53 sampai 1,45. Kaolinit, illite, dan montmorilonit merupakan mineral lempung yang dominan berdasarkan angka aktivitas lempung. Hasil analisis daya dukung tanah fondasi dangkal menunjukkan bahwa jenis fondasi dangkal yang tepat (dengan jenis keruntuhan General Shear Failure) untuk daerah penelitian adalah jenis fondasi square karena memiliki nilai daya dukung terbesar diantara jenis-jenis lainnya dengan nilai  berkisar dari  21,16 sampai 72,36 t/m2. Sedangkan jenis fondasi yang menghasilkan nilai daya dukung terkecil adalah jenis fondasi menerus dengan nilai berkisar dari 16,83 sampai 56,25 t/m2, yang dibagi menjadi 5 zonasi daya dukung tanah. Hubungan daya dukung tanah dengan angka aktivitas lempung menunjukkan hubungan dengan nilai koefisien korelasi negatif  (r = -0,5437) yang menunjukkan bahwa peningkatan angka aktivitas lempung akan menurunkan nilai daya dukung tanah daerah penelitian.Kata Kunci : sifat fisik dan mekanik tanah, daya dukung tanah, angka aktivitas lempung, fondasi.
KARAKTERISTIK MORFOMETRI DAS CI BUNI BAGIAN HULU, KABUPATEN CIANJUR, PROVINSI JAWA BARAT Yusi Firmansyah, Reza Mohammad Ganjar Gani, Budiyanto, Emi Sukiyah,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1294.604 KB)

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Ci Buni bagian hulu terletak di Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat. DAS Ci Buni bagian hulu dibagi menjadi 154 sub-DAS. Secara regional DAS Ci Buni bagian hulu tersusun atas batuan sedimen berumur Tersier dan batuan vulkanik berumur Kuarter. Pengertianmengenai karakteristik morfometri dimaksudkan untuk mengetahui aspek kuantitatif sub-DAS yang meliputi Dimensi DAS, Linear Morfometri dan Areal Morfometri. Analisis karakteristik dimensi DAS yang meliputi luas, panjang sungai induk, keliling dan lebar DAS menunjukan bahwa sub-DAS batuanberumur Kuarter memiliki dimensi DAS yang lebih besar dibandingkan sub-DAS batuan berumur Tersier. Hasil analisis variabel linear morfometri menunjukan bahwa rasio percabangan sungai (Rb) dan panjang sungai (RL) di wilayah batuan Kuarter lebih besar dibandingkan batuan berumur Tersier, hal tersebut terkait dengan jenis batuan yang relatif lebih lunak. Areal morfometri, Dari segi kerapatan pengaliran (Dd) kelompok sub-DAS batuan berumur Tersier memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan kelompok sub-DAS batuan berumur Kuarter. Dari segi tekstur (Rt) kedua kelompok subDAS mempunyai tekstur sangat kasar. Dari segi nisbah kelonjongan (Re) dan nisbah bentuk (Rf) kedua kelompok sub-DAS memiliki bentuk yang relatif memanjang atau melonjong. Kata Kunci: Geomorfologi, Morfometri, DAS Ci Buni Bagian Hulu

Page 2 of 49 | Total Record : 488


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue