cover
Contact Name
Cecilia Soeriawidjaja
Contact Email
cecilia.soeriawidjaja@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.fkg@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
ISSN : 08546002     EISSN : 25496514     DOI : -
Core Subject : Health,
Bidang cakupan Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran adalah semua bidang ilmu kedokteran gigi, yaitu biologi oral; ilmu dan teknologi material gigi; bedah mulut dan maksilofasial; pedodonsia; ilmu kesehatan gigi masyarakat, epidemiologi, dan ilmu kedokteran gigi pencegahan; konservasi gigi, endodontik, dan kedokteran gigi operatif; periodonsia; prostodonsia; ortodonsia; ilmu penyakit mulut; radiologi kedokteran gigi dan maksilofasial; serta perkembangan dan ilmu kedokteran gigi dari pendekatan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 29, No 1 (2017): April" : 22 Documents clear
Pola rugae palatina pada mahasiswa suku Minangkabau dan suku BatakPalatal rugae pattern in Minangkabaunese and Bataknese students Ilma, Mentari Nurul; Murniati, Nani; Ningsih, Djulaenah
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.986 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i1.18599

Abstract

Pendahuluan: Rugae palatina merupakan suatu lipatan anatomis yang terletak di sepertiga anterior palatum belakang papilla insisivum. Pertumbuhan rugae palatina dipengaruhi faktor genetik sehingga tiap individu memiliki keunikan pola rugae palatina masing-masing, termasuk antara suku Minangkabau dan suku Batak. Rugae palatina digunakan sebagai alternatif teknik identifikasi ras di kedokteran gigi forensik karena keunikannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran pola rugae palatina pada suku Minangkabau dan suku Batak. Metode: Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif sederhana kuantitatif dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling. Penelitian dilakukan di UKSU ITB dan UPBM Unpad, total sampel yang diperoleh sebanyak 42 mahasiswa UKSU UPBM angkatan 2010-2012. Data diperoleh melalui pencetakan rahang atas kemudian dibuat model untuk diinterpretasikan pola rugae palatina masing-masing suku. Data disajikan dengan tabel distribusi frekuensi sederhana. Hasil: Hasil perhitungan pola rugae palatina yang ditampilkan tabel distribusi frekuensi sederhana menunjukkan 54,48% berbentuk gelombang pada suku Minangkabau dan 73,68% berbentuk divergen, sedangkan pada suku Batak ditemukan 55,63% berbentuk gelombang dan 83,33% berbentuk divergen. Simpulan: Gambaran pola rugae palatina berbentuk gelombang dan divergen merupakan jumlah terbanyak pada suku Minangkabau dan suku Batak. ABSTRACTIntroduction: Palatal rugae is anatomical folds located on the anterior third of the palate, behind the incisive papilla. Growth of palatal rugae  is affected by genetic factor, thus it was proven that the rugae patterns are highly individualistic, including Minangkabau and Batak tribes. It is used as an alternative method for identification because of its unique anatomical structure. The aim of the study was to describe  palatal rugae patterns in Minangkabau and Batak tribes. Methods: This was a simple descriptive quantitative study, using consecutive sampling technique. Participants were recruited from UKSU ITB and UPBM Unpad, in total 42 undergraduate students from batch 2010-2012 signed informed consents. The maxillary impression of the subject was taken using alginate then transferred to casts to interpret the palatal rugae pattern. The data were presented with simple frequency distribution table. Result: The palatal rugae pattern distribution showed 54,48% wavy pattern and 73,68% divergent pattern  for Minangkabau, whereas Batak tribes had 55,63% and 83,33%, respectively. Conclusion: In this study,  the dominant shape of palatal rugae among the two tribes was wavy and divergent form.Keywords: Odontology forensic, palatal rugae pattern, Minangkabaunese, Bataknese.
Tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa usia 11-12 tahun di SDN Cijayana 1 Kabupaten GarutOral hygiene level of students aged 11-12-years-old at Cijayana 1 State Elementary School of Garut Regency Syahida, Qaulan; Wardani, Riana; Zubaedah, Cucu
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.852 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i1.18605

Abstract

Pendahuluan: Gigi  dan  mulut  merupakan  organ  penting  yang  harus  dijaga kebersihannya. Indeks kebersihan gigi dan mulut diperoleh dari dua komponen yaitu indeks plak dan indeks kalkulus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa usia 11-12 tahun di SDN Cijayana 1 Kabupaten Garut. Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif dengan teknik survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 51 siswa, terdiri dari 24 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan. Data diperoleh melalui pemeriksaan klinis, menggunakan indeks kebersihan gigi dan mulut dari Greene dan Vermillion. Hasil: Indeks kebersihan gigi dan mulut pada siswa usia 11-12 tahun di SDN Cijayana 1 adalah 2,07. Simpulan: Tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa usia 11-12 tahun di SDN Cijayana 1 termasuk kategori sedang. ABSTRACTIntroduction: Teeth and mouth are important organs that must be kept clean. Oral and dental hygiene indexes are obtained from two components, namely plaque index and calculus index. The purpose of this study was to determine the level of dental and oral hygiene of students aged 11-12 years at SDN Cijayana 1 Garut Regency. Methods: This type of research is descriptive with survey techniques. The sampling technique used is total sampling. The number of research samples was 51 students, consisting of 24 male students and 27 female students. Data obtained through clinical examination, using dental and oral hygiene indexes from Greene and Vermillion. Result: Oral and dental hygiene index for students aged 11-12 years at SDN Cijayana 1 is 2.07. Conclusion: The level of dental and oral hygiene of students aged 11-12 years at Cijayana 1 Elementary School is in the moderate category.Keywords: Oral hygiene, plaque index, calculus index.
Pengetahuan dan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu yang memiliki anak usia bawah tiga tahunKnowledge and practice of oral health maintenance in mothers with under 3-years-old children Gustabella, Monica Irvania; Wardani, Riana; Suwargiani, Anne Agustina
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.269 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i1.18601

Abstract

Pendahuluan: Pola hidup sehat sudah menjadi kebutuhan pada setiap individu saat ini. Faktor orang tua merupakan faktor yang dominan dalam menerapkan pola hidup sehat khususnya pada kesehatan gigi dan mulut. Pengetahuan dan tindakan mengenai kesehatan gigi dan mulut dari orang tua sangat diperlukan. Peranan seorang ibu dalam kesehatan gigi anaknya adalah sebagai motivator, edukator, dan fasilitator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu yang memiliki anak bawah tiga tahun. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei. Sampel sebanyak 50 ibu yang memiliki anak bawah tiga tahun dan bersekolah di PAUD kelurahan Sukajadi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil: Penelitian menunjukkan pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut 84,4% dalam kriteria baik, 15,6% dalam kriteria cukup dan untuk tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut 22.2% kriteria baik, 62,2% kriteria cukup dan 25,6% kriteria kurang. Simpulan: Pengetahuan ibu yang memiliki anak usia bawah tiga tahun di Paud Kelurahan Sukajadi menunjukkan kriteria pengetahuan yang baik dan tindakan yang cukup mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dilihat dari penggunaan sikat gigi, penggunaan pasta gigi, membersihkan gigi, dan kunjungan ke dokter gigi. ABSTRACTIntroduction: A healthy lifestyle has become a necessity for every individual today. Parent factors are the dominant factors in implementing a healthy lifestyle especially in dental and oral health. Knowledge and actions regarding dental and oral health from parents are needed. The role of a mother in the dental health of her child is as a motivator, educator, and facilitator. This study aims to determine the level of knowledge and maintenance of dental and oral health in mothers who have children under three years. Methods: This type of research is descriptive with survey methods. A sample of 50 mothers who had children under three years old and attended PAUD Sukajadi village. Data retrieval is done using a questionnaire. Result: The study showed that the knowledge of dental and oral health maintenance was 84.4% in good criteria, 15.6% in sufficient criteria and for dental and oral health care measures 22.2% good criteria, 62.2% sufficient criteria and 25.6% criteria less. Conclusion: The knowledge of mothers who have children under three years of age in PAUD Sukajadi Village shows the criteria of good knowledge and adequate action regarding dental and oral health maintenance seen from the use of toothbrushes, use of toothpaste, cleaning teeth, and visits to dentists.Keywords: Knowledge, practice, oral health maintenance.Introduction: A healthy lifestyle has become a necessity for every individual today. Parent factors are the dominant factors in implementing a healthy lifestyle especially in dental and oral health. Knowledge and actions regarding dental and oral health from parents are needed. The role of a mother in the dental health of her child is as a motivator, educator, and facilitator. This study aims to determine the level of knowledge and maintenance of dental and oral health in mothers who have children under three years. Methods: This type of research is descriptive with survey methods. A sample of 50 mothers who had children under three years old and attended PAUD Sukajadi village. Data retrieval is done using a questionnaire. Result: The study showed that the knowledge of dental and oral health maintenance was 84.4% in good criteria, 15.6% in sufficient criteria and for dental and oral health care measures 22.2% good criteria, 62.2% sufficient criteria and 25.6% criteria less. Conclusion: The knowledge of mothers who have children under three years of age in PAUD Sukajadi Village shows the criteria of good knowledge and adequate action regarding dental and oral health maintenance seen from the use of toothbrushes, use of toothpaste, cleaning teeth, and visits to dentists. Keywords: Knowledge, practice, oral health maintenance.
Pola karies pada anak kembarDental caries patterns in twins Nabhila, Amilia; Hidayat, Syarief; Herdiyati, Yetty
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.049 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i1.18606

Abstract

Pendahuluan: Karies merupakan penyakit gigi yang paling banyak dikeluhkan masyarakat. Etiologi karies multifaktorial, antara lain faktor genetik dan lingkungan. Penelitian dengan mempertimbangkan faktor tersebut dapat dilakukan pada anak kembar. Tujuan penelitian untuk memperoleh data mengenai pola karies pada anak kembar yaitu apakah terdapat kemiripan. Metode: Penelitian deskriptif dengan sampel penelitian menggunakan metode accidental sampling sebanyak 30 pasang anak kembar yang tinggal di Kota Bandung. Indikator yang digunakan berdasarkan ICDAS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola karies pada anak kembar terdapat 13,33% memiliki pola karies memiliki kemiripan, 13,33% memiliki pola karies dengan banyak kemiripan, 33,33% memiliki pola karies dengan sedikit kemiripan,  sedangkan sisanya 40% memiliki pola karies yang tidak mirip. Simpulan: Pola karies pada anak kembar lebih banyak tidak ada kemiripan dan sedikit kemiripan dibandingkan yang memiliki kemiripan dan banyak kemiripan. ABSTRACTIntroduction: Caries is a dental disease that most people complain about. Etiology of multifactorial caries, including genetic and environmental factors. Research by considering these factors can be done in twins. The research objective was to obtain data regarding caries patterns in twins, namely whether there were similarities. Methods: A descriptive study with a sample of research using the accidental sampling method as many as 30 pairs of twins living in the city of Bandung. Indicators used based on ICDAS. Result: The results showed that caries patterns in twins had 13.33% had a similar caries pattern, 13.33% had a caries pattern with many similarities, 33.33% had a caries pattern with little resemblance, while the remaining 40% had a pattern unequal caries. Conclusion: Caries patterns in twins have no more similarities and less similarities than those who have similarities and many similarities.Keywords: Twins, dental caries patterns.
Pemanfaatan ekstrak etil asetat buah merah sebagai zat warna primer pada teknik pengecatan negatif kapsul bakteriUtilization of ethyl acetate extract of red fruit as primary negative staining substance for bacterial capsule Muthiah, Hishna; Dewi, Warta; Sudjarwo, Indrati
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.744 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i1.18602

Abstract

Pendahuluan: Bakteri memiliki salah satu struktur sel yang penting untuk diamati dan dipelajari, yaitu kapsul. Kapsul merupakan salah satu struktur bakteri yang berkaitan erat dengan virulensinya pada manusia dan sel inang. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa ekstrak etil asetat buah merah dapat digunakan sebagai alternatif pengganti zat warna primer pada teknik pengecatan negatif kapsul. Metode: Penelitian ini mendeskripsikan efektif atau tidaknya ekstrak etil asetat buah merah jika digunakan sebagai zat warna primer pada teknik pengecatan negatif kapsul. Hasil: Pewarnaan berhasil dilakukan. Hasil pewarnaan yang diperoleh selanjutnya disesuaikan dengan lembar degradasi warna berdasarkan RHS Colour Chart. Simpulan: Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa penggunaan ekstrak etil asetat buah merah dapat mewarnai struktur bakteri dengan warna yang beragam dan mampu mendekati zat warna karbol fuksin. ABSTRACTIntroduction: Bacteria have one of the important cell structures to be observed and studied, namely capsules. The capsule is a bacterial structure that is closely related to its virulence in humans and host cells. This study aims to prove that the red fruit ethyl acetate extract can be used as an alternative to primary dyes in the capsule negative staining technique. Methods: This study describes the effectiveness of the red fruit ethyl acetate extract if it is used as a primary dye in the capsule negative staining technique. Result: Coloring is successful. The coloring results obtained are then adjusted to the color degradation sheet based on the RHS Color Chart. Conclusion: Based on the observations it is known that the use of red fruit ethyl acetate extract can color the structure of bacteria with a variety of colors and is able to approach the fusion carbolic dye.Keywords: Ethyl acetate extract of red fruit, negative staining technique, bacterial capsule, primary staining substance.
Gambaran klinis smoker’s melanosis pada perokok kretek ditinjau dari lama merokokThe clinical features of smokers melanosis in kretek smokers by the smoking period Vieta, Cynthia; Setiadhi, Riani; Zubaedah, Cucu
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.938 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v30i3.18532

Abstract

Pendahuluan: Kebiasaan merokok sudah melekat di masyarakat Indonesia. Terdapat beberapa jenis rokok, diantaranya adalah rokok kretek. Rokok mengandung berbagai zat yang berbahaya bagi tubuh. Salah satu efek buruk rokok adalah smoker’s melanosis yang merupakan kelainan pigmentasi di rongga mulut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran klinis smoker’s melanosis pada perokok kretek ditinjau dari lama merokok. Metode: Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan metode survei. Sampel yang diambil sebanyak 80 orang dengan menggunakan teknik stratified sampling. Hasil: Sebanyak 46,3% responden yang mengalami pigmentasi meluas ternyata memiliki kebiasaan merokok kretek lebih dari 20 tahun. Simpulan: Frekuensi pigmentasi meluas paling banyak terdapat pada kelompok perokok yang sudah merokok selama lebih dari 20 tahun. ABSTRACTIntroduction: Smoking habits are inherent in Indonesian society. There are several types of cigarettes, including kretek cigarettes. Cigarettes contain various substances that are harmful to the body. One of the bad effects of cigarettes is smokers melanosis which is a pigmentation disorder in the oral cavity. The purpose of the study was to determine the clinical picture of smokers melanosis in kretek smokers in terms of smoking duration. Methods: This research was carried out descriptively by survey method. Samples taken were 80 people using stratified sampling technique. Results: A total of 46.3% of respondents who experienced widespread pigmentation turned out to have a smoking habit of kretek more than 20 years. Conclusion: The frequency of widespread pigmentation is most common among smokers who have smoked for more than 20 years.Keywords: Kretek cigarettes, smokers melanosis, smoking period.
Tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa Sekolah Dasar Negeri di desa tertinggal Kabupaten BandungOral hygiene level of underdeveloped village State Elementary School students in Bandung Regency Sherlyta, Monica; Wardani, Riana; Susilawati, Sri
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.975 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i1.18607

Abstract

Pendahuluan: Tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa sekolah dasar di desa tertinggal dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya faktor sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebersihan gigi dan mulut pada siswa-siswi SDN Mekarjaya sebagai salah satu sekolah dasar di desa tertinggal Kabupaten Bandung. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pengambilan sampel berdasarkan teknik sampling jenuh (total sampling). Sampel penelitian sebanyak 78 siswa sekolah dasar, yaitu 40 siswa laki-laki dan 38 siswa perempuan. Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S) digunakan untuk melihat tingkat kebersihan gigi dan mulut. Hasil: rata-rata indeks kebersihan gigi dan mulut pada siswa SDN Mekarjaya, Kabupaten Bandung sebesar 2,67. Simpulan: tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa SDN Mekarjaya, Kabupaten Bandung dalam kategori sedang. ABSTRACTIntroduction: The level of dental and oral hygiene of elementary school students in disadvantaged villages is influenced by various factors, including socioeconomic factors. This study aims to determine the level of dental and oral hygiene in Mekarjaya Elementary School students as one of the elementary schools in the underdeveloped village of Bandung Regency. Methods: This type of research is descriptive with sampling based on saturated sampling technique (total sampling). The study sample consisted of 78 elementary school students, namely 40 male students and 38 female students. Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S) is used to see the level of dental and oral hygiene. Result: the average index of dental and oral hygiene for students of SDN Mekarjaya, Kabupaten Bandung amounted to 2.67. Conclusion: the level of dental and oral hygiene of students of SDN Mekarjaya, Kabupaten Bandung is in the moderate category.Keywords: OHI-S, underdeveloped village, socio-economic.
Kebersihan mulut pada penderita Diabetes Mellitus tipe 1Oral hygiene of Diabetes Mellitus type 1 patients Istiqomah, Dinda Aulia; Rusjanti, Janti; Amaliya, Amaliya
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.045 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i1.18603

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus adalah penyakit disregulasi metabolisme yang disebabkan oleh defisiensi fungsional aksi insulin dan bermanifestasi pada berbagai organ tubuh termasuk rongga mulut. Diabetes mellitus merupakan modifying factor penyakit periodontal karena dapat memperburuk respon jaringan periodontal terhadap iritasi plak bakteri. Akumulasi plak dapat diukur dari tingkat kebersihan mulut seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kebersihan mulut penderita diabetes mellitus tipe 1 di RSUP Dr. Hasan Sadikin, RSUD Ujung Berung dan RS Al Islam Bandung. Metode: Sebanyak 16 penderita diabetes mellitus tipe 1 berusia 16-48 tahun diperiksa kebersihan mulutnya menggunakan Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S) dari Greene dan Vermillion (1964). Hasil: Rata-rata skor OHI-S sebesar 1,905, berdasarkan OHI-S, skor tersebut berada dalam kriteria sedang. Simpulan: Kebersihan mulut penderita diabetes mellitus di RSUP Hasan Sadikin, RSUD Ujung Berung dan RS Al Islam tergolong dalam kategori sedang. ABSTRACTIntroduction: Diabetes mellitus is a metabolic dysregulation disease caused by a functional deficiency of insulin action and manifests in various organs including the oral cavity. Diabetes mellitus is a modifying factor for periodontal disease because it can worsen the response of periodontal tissues to bacterial plaque irritation. Plaque accumulation can be measured from the level of ones oral hygiene. This study aims to evaluate the level of oral hygiene of type 1 diabetes mellitus patients at Dr. Hasan Sadikin Hospital, Ujung Berung Hospital, and Al Islam Hospital Bandung. Methods: 16 patients with type 1 diabetes mellitus aged 16-48 years were examined for oral hygiene using the Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S) from Greene and Vermillion (1964). Result: The average OHI-S score is 1.905, based on OHI-S, the score is in the medium criteria. Conclusion: Oral hygiene of diabetes mellitus patients at Hasan Sadikin General Hospital, Ujung Berung Regional Hospital, and Al Islam Hospital is classified as moderate.Keywords: Diabetes mellitus type 1, oral hygiene, Oral Hygiene Index-Simplified.
Sintesis partikel zirkonia-alumina-silika (ZrO2-Al2O3-SiO2) dari pasir zirkon alam sebagai bahan pengisi komposit kedokteran gigiSynthesis of zirconia-alumina-silica particles (ZrO2-Al2O3-SiO2) from natural zircon sand as dental composite fillers Febrida, Renny; Joni, I Made; Susra, Silmina; Djustiana, Nina
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.075 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v30i2.18537

Abstract

Pendahuluan: Pasir zirkon (ZrSiO4) merupakan mineral alam yang tersusun atas zirkonia (ZrO2) dan silika (SiO2) yang berikatan dengan stabil. Zirkonia adalah salah satu material keramik kedokteran gigi yang banyak digunakan karena memiliki sifat mekanis dan biokompatibilitas yang tinggi. Zirkonia dapat dikombinasikan dengan silika dan alumina untuk membentuk suatu bahan pengisi komposit dengan sifat mekanis dan estetis yang dapat disesuaikan dengan sifat gigi kodrat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan bahan bahan pengisi komposit alternatif di bidang kedokteran gigi yang berasal dari pasir zirkon alam untuk dijadikan bahan bahan pengisi komposit. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratoris untuk mensintesis dan mengkarakterisasi partikel ZrO2-Al2O3-SiO2 dari bahan baku alam berupa pasir zircon dengan reaksi geopolimerisasi dan proses pemanasan suhu tinggi. Aktivator yang digunakan adalah larutan NaOH 3 mol dengan temperatur pemanasan 1100° C pada lama pemanasan 4 jam, 6 jam, dan 8 jam.  Hasil: Hasil analisis uji X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan jumlah zirkonia berstruktur tetragonal terbesar ada pada sampel pemanasan 8 jam, yaitu 24%. Hasil analisis uji Energy Dispersive Spectroscopy (EDS) menunjukkan rasio komposisi zirkonia-alumina-silika dengan nilai zirkonia tertinggi ada pada sampel pemanasan 8 jam, yaitu 55,7 : 23,6 : 20,6. Hasil analisis mikrograf Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan morfologi permukaan dan partikel yang tidak beraturan dan beraglomerasi. Simpulan: Sintesis partikel zirkonia-alumina-silika (ZrO2-Al2O3-SiO2) dari pasir zirkon alam dengan pemanasan 8 jam ditinjau dari jumlah zirkonia berstruktur tetragonal memadai digunakan sebagai bahan pengisi komposit berdasarkan uji XRD danEDS, namun pada ujiSEM partikel berbentuk tidak beraturan dan beraglomerasi. ABSTRACTIntroduction: Zircon sand (ZrSiO4) is a natural mineral that is composed of zirconia (ZrO2) and silica (SiO2) which binds stable. Zirconia is a dental dentistry material that is widely used because it has high mechanical properties and biocompatibility. Zirconia can be combined with silica and alumina to form a composite filler with mechanical and aesthetic properties that can be adapted to the nature of natural teeth. The purpose of this study was to produce alternative composite fillers in the field of dentistry derived from natural zircon sand to be used as composite fillers. Methods: This type of research was experimental laboratory to synthesize and characterize ZrO2-Al2O3-SiO2 particles from natural raw materials in the form of zircon sand with geopolymerization reaction and high temperature heating process. The activator used is a 3 mol NaOH solution with a heating temperature of 1100 ° C at a heating time of 4 hours, 6 hours, and 8 hours. Results: The results of the X-Ray Diffraction (XRD) test showed that the largest number of zirconia with a tetragonal structure was on an 8-hour heating sample, which was 24%. The results of the Energy Dispersive Spectroscopy (EDS) test analysis show the highest ratio of zirconia-alumina-silica composition with zirconia values in the 8 hour heating sample, which is 55.7: 23.6: 20.6. The results of the Scanning Electron Microscope (SEM) micrograph analysis showed that the surface morphology and particles were irregular and agglomerated. Conclusion: Synthesis of zirconia-alumina-silica particles (ZrO2-Al2O3-SiO2) from natural zircon sand with 8 hours heating in terms of sufficient tetragonal zirconia amount used as composite filler based on XRD and EDS test, but in SEM test irregularly shaped particles and agglomerated.Keywords: Zircon sand, zirconia-alumina-silica, geopolymerisation, composite filler materials
Penilaian pengguna terhadap mutu pelayanan di poli gigi Puskesmas Bogor TimurDental health service user assessment of service quality at the East Bogor Community Health Center Dental Clinic Adhelina, Muthia Kirana; Zubaedah, Cucu; Suryanti, Netty
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.802 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i1.18598

Abstract

Pendahuluan: Mutu pelayanan merupakan tingkat baik dan buruknya suatu pelayanan yang dapat diberikan oleh pemberi pelayanan. Penilaian mutu pelayanan dapat dilakukan menggunakan dimensi ServQual yang meliputi kehandalan, daya tanggap, jaminan, rasa peduli dan bukti fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi dan gambaran penilaian pengguna mengenai mutu pelayanan di Poli Gigi Puskesmas Bogor Timur Kota Bogor. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan metode survei. Penelitian dilakukan dengan observasi langsung dan pengisian kuesioner pada pengguna Poli Gigi Puskesmas Bogor Timur. Hasil: Penilaian responden dilihat dari dimensi ServQual menunjukkan 72,63% responden menyatakan baik pada dimensi kehandalan, 73,68% responden menyatakan baik pada dimensi daya tanggap, 62,11% responden menyatakan baik pada dimensi jaminan,75,79% responden menyatakan baik pada dimensi rasa peduli , dan 60% responden menyatakan baik pada dimensi bukti fisik. Simpulan: Poli Gigi Puskesmas Bogor Timur memiliki mutu pelayanan yang baik dinilai dari dimensi ServQual, namun masih terdapat beberapa hal yang perlu dievaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan Poli Gigi Puskesmas Bogor Timur. ABSTRACTIntroduction: Service quality is the level of good and bad service that can be provided by service providers. Assessment of service quality can be done using the ServQual dimension which includes reliability, responsiveness, assurance, a sense of caring and physical evidence. The purpose of this study was to obtain information and an overview of the user’s assessment of the quality of service at the Bogor Timur Health Center Dental Clinic, Bogor City. Methods: The type of research conducted is descriptive research with survey methods. The study was carried out by direct observation and filling out questionnaires to users of East Bogor Public Health Dental Clinic. Result: Respondent’s assessment seen from ServQual dimension shows 72.63% of respondents stated both on the dimensions of reliability, 73.68% of respondents stated that both in the dimensions of responsiveness, 62.11% of respondents stated both in the dimension of assurance, 75.79% of respondents stated good on the dimension of caring, and 60% of respondents stated both in the dimension of physical evidence. Conclusion: Dental Clinic of East Bogor Health Center has good service quality assessed from the ServQual dimension, but there are still some things that need to be evaluated to improve the quality of East Bogor Public Health Center Dental Service.Keywords: Service quality, dental clinic, community health center.

Page 1 of 3 | Total Record : 22