Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN AIR REBUSAN DAUN SIRIH HIJAU (PIPER BETLE L.) TERHADAP FLOUR ALBUS PADA WANITA USIA SUBUR DI PMB AFAH FAHMI, A. MD. KEB SURABAYA TAHUN 2018 Ula, Zumrotul; Liunesi, Derthi Ferina
Infokes Vol 8 No 02 (2018): Jurnal Info Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.674 KB)

Abstract

Flour albus merupakan gejala yang sering dialami oleh sebagian besar wanita. Flour albus yang memberi dampak kemandulan dan kanker serviks adalah flour albus patologis yang disebabkan oleh infeksi pada vagina (jamur, bakteri, parasit, virus) sehingga perlu pengobatan segera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh  penggunaan air rebusan daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap flour albus pada wanita usia subur. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental dengan rancang bangun one group pre-test post-test. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang mengalami flour albus sebanyak orang dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan wanita usia subur sebelum menggunakan air rebusan daun sirih hijau semua mengalami flour albus (100%). Wanita usia subur sesudah menggunakan air rebusan daun sirih hijau sebagian besar flour albus berkurang (91,7%) dan sebagian kecil flour albus tidak berkurang (8,3%). Hasil analisis wilcoxon p=0,003 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh  penggunaan air rebusan daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap flour albus pada wanita usia subur di PMB Afah Fahmi, A.Md.Keb. Diharapkan bagi bidan untuk memberikan informasi tentang flour albus dan menjadikan rebusan daun sirih hijau sebagai salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk mencegah terjadinya flour albus patologis.
The Impact of a Pandemic on Children's Mental Health Zumrotul Ula; Bernadetha Bernadetha; Nasrullah Nasrullah; Siti Utami Dewi; Ida Bagus Benny Surya Adi Pramana
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal eduHealth, Periode Januari-Maret, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.568 KB)

Abstract

The newly identified human infection caused by the coronavirus (SARS-CoV-2) is spreading rapidly around the world, posing a threat to population health and creating challenges to health systems. This disease, whose prognosis is unknown and uncertain with the scarcity of medical and personal protective equipment, has led to the implementation of measures limiting individual freedom. In addition to these factors, increased financial losses will contribute to widespread emotional distress and an increased risk of psychiatric disorders. This study aims to describe the psychological impact on children during the COVID-19 pandemic and identify solutions that can be provided for the data collection technique using the documentation method in the form of scientific journals published in national and international publishers on the internet. While the study of data analysis applied is the content analysis technique. The results of this study are 1) the psychological impact felt by elementary school-age children, which is most often mentioned, namely stress, then boredom and emotional instability, gadget addiction to depression, 2) the solution that can be given is that parents can involve children in household activities, Teachers can be expected to make the learning atmosphere enjoyable.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PENYAKIT INFEKSI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN Ullya Sakinah; Zumrotul Ula; Endang Budiati; Fuad Hilmi Sudasman; Aini Aini
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13179

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Ranah Singkuang Wilayah Kerja BLUD Puskesmas Air Tiris. Penelitian ini bersifat analitik menggunakan desain cross sectional. penelitian dilaksanakan pada tanggal 20-30 September 2021. Populasi pada penelitian ini adalah ibu dan balita usia 24-59 bulan dengan jumlah sampel 60 orang dipilih secara simple random sampling. Alat penggumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan gizi yang baik yaitu sebesar 78.3%, sikap ibu berada pada kategori positif yaitu 83,3%, terdapat 3,3% balita tidak memiliki penyakit infeksi dan 21,7 % responden mengalami stunting. terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan ibu terhadap kejadian stunting (p value = 0,015), sikap ibu (p value = 0,017), dan penyakit infeksi (p value = 0,001) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Ranah Singkuang Wilayah Keja Blud Puskesmas Air Tiris. Saran bagi petugas kesehatan diharapkan secara rutin dapat memberikan penyuluhan kepada orang tua tentang pentingnya pengetahuan, sikap ibu serta penyakit infeksi terhadap stunting pada balita 24-59 Bulan
Penerapan Dan Efektifitas Senam Dismenore (Menstruasi) Terhadap Antisipasi Munculnya Nyeri Haid Pada Remaja Putri Di SMP Negeri Kota Bogor Dwi Pratiwi Kasmara; Revie Fitria Nasution; Zumrotul Ula; Pratiwi Bayuningrum; Rahmaniyah R; Halimatussakdiyah Lubis
Journal on Education Vol. 7 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8010

Abstract

Menstruation is a physiological change in a woman's body that occurs periodically and is influenced by reproductive hormones, this usually occurs every month between adolescence and menopause. The purpose of the study was to determine changes in the pain scale in adolescent girls who experience dysmenorrhea before and after the implementation of dysmenorrhea exercises. This research method uses a descriptive case study by observing female adolescent respondents at SMP Negeri Kota Bogor who were given the implementation of dysmenorrhea exercises which were carried out for 3 meetings in 1 week with a time of ± 30 minutes each meeting. The results showed that after the implementation of dysmenorrhea exercises there was a decrease in the pain scale, before the gymnastics the pain scale was in the moderate pain category, after the dysmenorrhea exercises were carried out it was included in the mild pain category. The conclusion of the study stated that this dysmenorrhea exercise can reduce the pain scale in adolescent girls who experience dysmenorrhea.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MANAJEMEN LAKTASI PADA KADER, IBU HAMIL DAN IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANAH KALI KEDINDING SURABAYA Fidatul Jamila; Zummatul Atika; Zumrotul Ula; Setiya Hartiningtiyaswati
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 8 No 01 (2024): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol8.no01.a9172

Abstract

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan bahwa ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi dan batita atau bayi dibawah usia tiga tahun. Pemerintah telah mencanangkan program pemberian ASI eksklusif untuk meningkatkan status gizi bayi dan balita. Keberhasilan pemberian ASI eksklusif tidak lepas dari pengetahuan msyarakat tentang manajemen laktasi baik pada ibu hamil, ibu menyusui maupun kader. Kader posyandu memiliki fungsi penting dalam melakukan pelayanan kesehatan seperti mengadakan penyuluhan serta memberikan informasi tentang kesehatan ibu dan anak serta mematau pertumbuhan anak,balita. Angka keberhasilan pemberian ASI di wilayah kerja Puskesmas Tanah Kali Kedinding masih belum sesuai dengan target yang ditetapkan dari dinas Kesehatan Kota Surabay, hal ini disebabkan beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya pemberian ASI eksklusif diantaranya adalah kurangnya pengetahuan mengenai laktasi dan faktor psikologis. Hal inilah yang mendorong diadakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil, ibu menyusui dan kader tentang manajemen laktasi. Kegiatan ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tanah Kali Kedinding, Kota Surabaya pada tanggal 14 Mei 2024. Kegiatan ini dilakukan menggunakan media laptop, proyektor serta alat peraga atau phantom payudara. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata – rata yaitu nilai rata – rata pre test sebesar 66,13 dan nilai rata – rata post test 72,8
Suplementasi Kalsium dalam Cokelat dan Susu yang Mengandung Zat untuk Mengurangi Nyeri dan Rasa Mual saat Menstruasi dalam Perubahan Hormonal dengan Masa Pubertas Zumrotul Ula; Tenny Tarnoto; Amelia Darwis; Meilisa Carlen Mainassy; Syarifah Sahirah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3271

Abstract

Masa pubertas ditandai dengan perubahan hormonal yang signifikan pada remaja perempuan, sering kali disertai dengan gejala seperti nyeri (dismenore) dan rasa mual saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas suplementasi kalsium yang diberikan melalui media cokelat dan susu dalam mengurangi gejala tersebut. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan pre-post test tanpa kelompok kontrol. Subjek penelitian terdiri dari 60 siswi usia 12–16 tahun yang mengalami dismenore dan mual saat menstruasi. Intervensi dilakukan dengan pemberian susu cokelat yang difortifikasi kalsium dan zat pendukung lainnya seperti magnesium dan vitamin B6 selama dua siklus menstruasi. Hasil menunjukkan penurunan signifikan intensitas nyeri dan frekuensi mual (p < 0,05). Suplementasi ini terbukti menjadi alternatif efektif dan diterima baik oleh remaja.
Program Edukasi Asuhan Kebidanan Untuk Mencegah Komplikasi Kehamilan Pada Ibu Dengan Pernikahan Dini Zumrotul Ula; Rezqiqah Aulia Rahmat; Hasnia; Ainun Mardiah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pernikahan dini merupakan salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya komplikasi kehamilan pada ibu. Kurangnya pengetahuan mengenai asuhan kebidanan dan tanda bahaya kehamilan menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh ibu dengan usia muda. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil dengan riwayat pernikahan dini melalui program edukasi asuhan kebidanan. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Sasaran kegiatan adalah 25 ibu hamil dengan pernikahan dini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 58,4 menjadi 84,2. Selain itu, pengetahuan baik meningkat dari 20% menjadi 76%. Terjadi pula perubahan perilaku, dimana 80% peserta rutin melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC). Kesimpulan menunjukkan bahwa program edukasi asuhan kebidanan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil sehingga dapat mencegah komplikasi kehamilan. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Kehamilan Risiko Tinggi, Edukasi Kebidanan, Antenatal Care, Pengabdian Masyarakat ABSTRACT Early marriage is one of the risk factors that can increase pregnancy complications among mothers. Lack of knowledge regarding midwifery care and pregnancy danger signs is a major issue faced by young mothers. This community service program aims to improve knowledge and awareness of pregnant women with early marriage through midwifery care education. The method used was participatory education through counseling, interactive discussions, and mentoring. Evaluation was conducted using pre-test and post-test involving 25 pregnant women. The results showed an increase in the average score from 58.4 to 84.2. The proportion of good knowledge increased from 20% to 76%. Behavioral changes were also observed, with 80% of participants regularly attending antenatal care (ANC). In conclusion, the program is effective in improving knowledge and awareness, contributing to the prevention of pregnancy complications. Keywords: Early Marriage, High-Risk Pregnancy, Midwifery Education, Antenatal Care, Community Service
Pendidikan Kesehatan Tentang Pencegahan Keguguran (Miskram) Pada Ibu Hamil Melalui Deteksi Dini Faktor Risiko Susanti Susanti; Zumrotul Ula; Yulis Tinta; Bayu Larasati Wulandari; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1040

Abstract

Miscarriage is one of the complications of pregnancy that still occurs frequently and can cause physical and psychological effects on mothers. Miscarriage prevention needs to be carried out by increasing pregnant women's knowledge about risk factors and the importance of early detection. This community service activity aims to increase pregnant women's knowledge about miscarriage prevention through health education and early detection of risk factors. The implementation methods include health counseling, interactive discussions, and basic examinations such as blood pressure, hemoglobin levels, and obstetric history. Evaluation is carried out using pre-tests and post-tests to measure the increase in participants' knowledge. The results of the activity show an 85% increase in knowledge, as well as an increase in pregnant women's awareness of the importance of regular antenatal checkups. This activity is expected to contribute to reducing the incidence of miscarriage by increasing pregnant women's understanding and awareness of risk factors that can be prevented early on.