Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

DIGITALIZATION OF HEALTH INFORMATION MEDIA (MIK) IN SIDAKARYA VILLAGE, SOUTH DENPASAR: DIGITALISASI MEDIA INFORMASI KESEHATAN (MIK) DESASIDAKARYA, DENPASAR SELATAN Putu Erma Pradnyani; Putu Chrisdayanti Suada Putri; Luh Yulia Adiningsih; Gede Wirabuana Putra; I Wayan Septa Malan Vergantana; Ida Bagus Putra Mahardika
Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Vol. 5 No. 1 (2023): JUNE 2023
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/dc.V5.I1.2023.62-66

Abstract

Latar belakang: Digitalisasi pada seluruh aspek pelayanan Desa Sidakarya, Denpasar sudah mulai diterapkan,namun digitalisasi khusus bidang Kesehatan belum ada di desa tersebut. Keperluan informasi kesehatan yang berupa jadwal kegiatan posyandu, informasi-informasi akurat dan terkini mengenai isu kesehatan dibutuhkan juga oleh masyarakat desa. Tujuan: kegiatan ini diharapkan dapat membuat digitalisasi media informasi Kesehatan (MIK) Desa Sidakarya yang mudah digunakan serta berfokus pada informasi-infomasi Kesehatan sehingga meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam isu kesehatan. Metode: kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam rangka kegiatan kuliah kerja nyata yang berlangsung kurang lebih 2 minggu.Kegiatan awal dilakukan dengan melakukan FGD mengenai kebutuhan desa dan dilanjutkan dengan mendesign media informasi Kesehatan yang mudah digunakan serta mensosialisasikan kepada masyarakat. Hasil: Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan produk bentuk digitalisasi media informasi Kesehatan yang berbasis web yang dapat terkoneksi dengan Instagram yang saat ini mudah dilihat oleh masyarakat. Kesimpulan: Program ini dikatakan menjadi suatu inovasi baru dan akan diterapkan oleh Desa Sidakarya secara mandiri guna meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai isu-isu kesehatan.
HUBUNGAN PAPARAN INFORMASI KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS TERHADAP PENGETAHUAN DAN PENERIMAAN MASYARAKAT KOTA DENPASAR Putu Erma Pradnyani; Putu Ayu Indrayathi; Luh Kadek Ratih Swandewi
Jurnal Keluarga Berencana Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Keluarga Berencana
Publisher : Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.098 KB) | DOI: 10.37306/kkb.v8i1.147

Abstract

Kampung Keluarga Berkualitas (KB) adalah satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara, yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis. Tujuan dibentuknya Kampung Keluarga Berkualitas adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) serta membangun sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan paparan informasi terhadap pengetahuan dan penerimaan masyarakat tentang Kampung KB di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Proses penelitian yaitu pengumpulan data dilakukan selama 1 bulan yaitu 26 Juni-26 Juli 2021. Responden dipilih secara consecutive sampling. Jumlah responden sejumlah 138 responden. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari karakteristik demografi, paparan informasi, tingkat pengetahuan mengenai Kampung KB, dan penerimaan masyarakat terhadap desa yang dijadikan kampung KB. Analisis bivariat untuk melihat hubungan antara paparan informasi, pengetahuan, dan penerimaan menggunakan uji Chisquare/Fisher Exact. Tidak terdapat hubungan yang signifikan paparan informasi terhadap penerimaan namun terdapat hubungan yang signifikan paparan informasi dengan pengetahuan responden. Ada hubungan pengetahuan dengan penerimaan masyarakat terhadap Kampung Keluarga Berkualitas. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan mempunyai sifat sangat penting bagi kepentingan program dan masyarakat itu sendiri. Penelitian lanjutan juga penting dilakukan terkait menggali faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penerimaan masyarakat terhadap adanya Program Kampung KB sehingga Program Kampung KB dapat didukung oleh masyarakat setempat.
GAMBARAN PROSES IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI UNIT RAWAT JALAN DENGAN METODE HOT-FIT DI RUMAH SAKIT UMUM ARI CANTI Ni Ketut Juliantari; Luh Yulia Adiningsih; Putu Chrisdayanti Suada Putri; Gede Wirabuana Putra; Putu Erma Pradnyani
MAINTEKKES : The Journal of Management Information and Health Technology Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electronic medical records are very important to overcome various problems that often occur in hospitals such as the loss of medical records, large storage areas, and PERMENKES Republik Indonesia Number 24 of 2022 concerning Medical Records, Article 45 states that all health service facilities hold electronic medical records in accordance with the provisions in this ministerial regulation no later than December 31, 2023. At Ari Canti General Hospital there are no complaints related to services, but Ari Canti General Hospital is still semi-medical records. An electronic medical record is a version of a paper medical record that is made electronic. Barriers to the implementation of electronic medical records in hospitals include 4 aspects including human resources (HR), policies and regulations, infrastructure and costs, This study aims to describe the process of implementing electronic medical records with the Hot-Fit model. This model places important components in information systems, namely Human, Organization and Technology and Net-benefit. The result of this study is that there is a significant relationship between human, organizational, and technological components to net-benefit.
GAMBARAN IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) DENGAN METODE MMUST DI POLIKLINIK RAWAT JALAN RUMAH SAKIT BHAYANGKARA DENPASAR Yorisno Supardi Landang; Putu Erma pradnyani; Luh Yulia Adiningsih; I Wayan Septa Malan Vergantana; Putu Chrisdayanti Suada Putri
MAINTEKKES : The Journal of Management Information and Health Technology Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) telah banyak diterapkan di rumah sakit Indonesia. RME dapat membantu manajemen pelayanan kesehatan pasien dengan lebih baik. Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar telah menerapakan RME pada pelayanan poliklinik rawat jalan darurat sejak Maret 2022 dan tengah mengembangkan agar dapat diterapkan pada instalasi rawat inap. MMUST merupakan model untuk mengetahui gambaran sistem pada lingkungan mandatory yaitu kualitas informasi, kepuasan informasi, harapan kinerja, sikap petugas, kepuasan keseluruhan, dan kemanfaatan keseluruhan. Dengan mengetahui gambaran tersebut dapat ditemukan rekomendasi yang tepat untuk memaksimalkan penggunaan RME untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi adalah petugas rawat jalan. Sampel sebanyak 95 orang dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berjumlah 33 pertanyaan. Analisis data dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukan kualitas informasi RME sebesar 51,6% baik, kepuasan informasi RME 51,6% baik, harapan kinerja 51,6% baik, sikap petugas 52,6% baik, kepuasan keseluruhan 54,7% baik dan manfaat keseluruhan 54,7% baik. Kesimpulan bahwa gambaran implementasi RME di poliklinik rawat jalan RS Bhayangkara Denpasar dalam kategori baik untuk seluruh variabel. Disarankan agar senantiasa mempertahankan kualitas dan kinerja RME, evaluasi RME dalam hal tampilan, keamanan dan kemudahan, dan mempercepat untuk diterapkannya full RME pada pelayanan.
Gambaran Metode HOT-FIT dalam Evaluasi ePuskesmas di UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan Luh Yulia Adiningsih; Putu Erma Pradnyani; Putu Chrisdayanti Suada Putri; Coelestina Astri Bhoko
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 6, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v6i2.10450

Abstract

ePuskesmas merupakan aplikasi multi user dengan teknologi berbasis web yang memungkinkan untuk digunakan oleh lebih dari satu orang pengguna pada saat yang bersamaan. ePuskesmas mempermudah pencatatan dan pendataan pasien karena dilakukan secara elektronik. Puskesmas I Denpasar Selatan menyatakan bahwa masih terdapat permasalahan mengenai penerapan ePuskesmas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran metode HOT-Fit dalam evaluasi ePuskesmas di UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian dari penelitian ini adalah seluruh petugas yang menggunakan ePuskesmas yang berjumlah 32 responden. Variabel penelitian merupakan komponen HOT-FIT (Human, Organization, Technology, dan Net Benefit). Penelitian ini dilakukan di UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pada aspek Human yang menyatakan baik sebesar 62,5%, pada aspek Organisasi yang menyatakan baik 56%, pada Aspek Teknologi yang menyatakan baik dan kurang masing-masing 50%, dan pada aspek Net benefit yang menyatakan baik sebesar 68,8%. Secara keseluruhan gambaran metode HOT-FIT dalam evaluasi ePuskesmas di UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan dapat dikatakan sudah berjalan baik, namun dalam aspek teknologi masih perlu ditingkatkan lagi.
Intention to use telemedicine based on the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology Model Indrayathi, Ayu; Julyari, Dewa Ayu Vera; Pradnyani, Putu Erma; Luh Putu Sinthya Ulandari; Soukaina Hilal
Public Health and Preventive Medicine Archive Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53638/phpma.2023.v11.i1.p02

Abstract

Background and purpose: Due to COVID-19 pandemic, demand for technology in daily interaction has rapidly grown to ease communication while maintaining physical distance. This study examines the determinants of the intention to use telemedicine using the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) Model. Methods: This cross-sectional study was an online survey using Google Form application conducted from March 11 to May 3, 2021. The inclusion criteria of samples were aged 18 years or older, residing in Bali during the data collection period and knowing telemedicine health services. Variables collected include intention to use telemedicine, demographic characteristics of respondents and UTAUT variables, namely performance expectancy, business expectancy, social influences, and facilitation conditions. The statistical test used is simple and multiple logistic regression analysis. Results: Of 458 survey respondents, 287 were included for analysis due to incomplete data.  Almost half of the respondents (48.8%) was aged <25 years old, the majority were female (80.51%) and around two-thirds, were studying in university, being employed and earning income. We found most respondents (57.14%) were highly interested in telemedicine services. The logistic regression analysis showed that performance expectations, business expectations, social influence, and facilitating conditions were significantly associated with people's interest in telemedicine in Bali. Conclusion: Telemedicine is relatively popular in Bali, Indonesia.  Performance expectancy, effort expectancy, and social influence are the predominant factors influencing the intention to use telemedicine. It shows the potential to employ telemedicine service to cover the inadequate distribution of health professionals and healthcare in Indonesia.
Factors Related to Sexual Behavior Among Teenager Dating in Denpasar City I Gusti Ngurah Edi Putra; Putu Erma Pradnyani; Ni Nyoman Astri Artini; Ni Luh Eka Purni Astiti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v11i2.279

Abstract

The earlier age for dating among teenagers has an impact to increase the chance of sexual behavior. This study aimed to identify the factors related to sexual behavior among teenager dating in Denpasar City. This study was observational analytic with cross-sectional approach. Sample size was 880 students dating with sampling technique using nonprobability sampling. This study showed the proportion of teenager who had risky sexual behavior was 22,1%. Factors related to risky sexual behavior among teenager dating were aged >15 years old (OR=3,0; 95%CI=1,9-4,8; p<0,001), male (OR=3,0; 95%CI=2,2-4,2; p<0,001), education level of senior high school compared to junior high school (OR=3,9; 95%CI =2,4-6,2; p<0,001), education level of vocational high school compared to junior high school (OR=2,4; 95%CI =1,5-3,9; p=0,001), private school (OR=2,2; 95%CI=1,6-3,1; p<0,001), never accessed to health reproductive information (OR=2,0; 95%CI =1,3-3,0; p=0,001), accessed to pornography content (OR=4,1; 95%CI=2,8-6,1; p<0,001), lack of knowledge (OR=1,7; 95%CI=1,2-2,4; p=0,006), and lack of attitude (OR=3,1; 95%CI=2,2-4,5; p<0,001). There were relationship between age, sex, educational level, school status, the access of health reproductive information, the access to pornography content, knowledge, and attitude toward risky sexual behavior. Giving information comprehensively regarding reproductive and sexual health is essential approach through involving active participation from parents and teachers.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PENGGUNAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) PADA UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT BHAYANGKARA DENPASAR Pradnyani, Putu Erma; Landang, Yorisno Supardi; Adiningsih, Luh Yulia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47514

Abstract

Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diwajibkan menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME) diakhir tahun 2023. Kepuasan Pengguna RME dapat berdampak pada penggunaan RME. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor yang mempengaruhi kepuasan penggunaan RME di poliklinik rawat jalan RS Bhayangkara Denpasar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan analitik kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 95 orang pengguna RME di Unit Rawat Jalan. Variabel dalam penelitian ini adalah karakteristik responden (usia, jenis kelamin, jenis pengguna RME, masa kerja, dan Tingkat Pendidikan), sikap petugas terkait penggunaan RME, harapan kinerja dari RME, kualitas informasi RME, dan kepuasan penggunaan RME (variable terikat). Uji regresi logistik menemukan faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pengguna RME di Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar adalah sikap pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pengguna RME dipengaruhi oleh faktor sikap pengguna, kualitas RME, dan harapan kinerja RME. Melihat hal tersebut maka penting bagi rumah sakit untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan penggunaan RME.
Evaluasi Penerapan SITB pada Klinik Swasta di Kota Denpasar dengan Metode HOT-FIT Putra, Gede Wirabuana; Pradnyani, Putu Erma
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 6 No 4 (2025): September
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v6i4.4932

Abstract

Tuberculosis (TB) incidence in Indonesia ranks second highest globally, with case detection supported by the Tuberculosis Information System (SITB). In Bali Province, the majority of TB cases are concentrated in Denpasar City. This study aimed to evaluate the implementation of SITB in private clinics in Denpasar using a qualitative design with the Human, Organization, Technology, and Net Benefit (HOT-FIT) evaluation framework. Data were collected through in-depth interviews with six purposively selected informants from private clinics applying the Public–Private Mix (PPM) strategy and analyzed using thematic content analysis. The findings showed that, in terms of the Human factor, SITB was easy to use with relatively good user satisfaction, although staff competencies were not fully aligned; in terms of the Organization factor, medical record professionals were not yet involved in SITB reporting; in terms of the Technology factor, SITB quality was considered good, with user-friendly web-based access and available guidelines; and in terms of the Net Benefit factor, SITB improved efficiency in TB recording and reporting, although financial benefits remained limited. The study recommends strengthening human resource capacity in health information management, simplifying SITB data, and reinforcing government–private sector collaboration to support Indonesia’s TB elimination target by 2030.
Assessment of Rabies Control Attitudes During the COVID-19 Pandemic through Partial Least Square-Structural Equation Modeling Purnama, Sang Gede; Utami, Ni Wayan Arya; Subrata, Made; Pradnyani, Putu Erma; Agustina, Karang; Swacita, IBN
Kesmas Vol. 18, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 pandemic disrupts rabies control activities in the community. A new approach is needed to control rabies during the COVID-19 pandemic through digital health interventions by conducting digital surveillance and education. This study aimed to determine key attitude indicators in controlling rabies during the COVID-19 pandemic. A cross-sectional study on 166 participants in Denpasar City with a total of 31 indicators measuring five variables: perceptions of the benefits of rabies control (6 indicators), perceptions of rabies risk (6 indicators), perceptions of obstacles to rabies control (5 indicators), perceptions of the need for technology (7 indicators), and attitudes toward rabies control (7 indicators) were analyzed using partial least square-structural equation modeling. The results revealed that 80.7% of participants owned a dog, and sources of rabies information were from social media (45%), the internet (33.7%), and rabies volunteers (33%). The model explained that perception of the benefits of rabies control and the need for technology had a direct effect on attitudes toward rabies control (p-value <0.001 and 0.015). In brief, perceived benefits and the need for technology influence attitudes toward rabies control during the COVID-19 pandemic.