Ni Luh Putu Indiani
Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERAN VARIASI MENU, LOKASI, DAN KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KEMBALI (STUDI KASUS PADA ZACTIE BAR AND RESTAURANT) Ni Wayan Putri Findia Antika; Ni Luh Putu Indiani
Warmadewa Management and Business Journal (WMBJ) Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmbj.5.1.2023.1-13

Abstract

In the midst of increasingly intense competition in the culinary industry marked by a significant growth in the number of restaurants in recent years, marketers need to put extra effort into understanding consumer needs and wants. A better understanding can be a reference in developing marketing strategies to increase consumer interest in repurchasing. This is the background of this study to analyze the factors that drive repurchase decisions. This study conducted a case study at Zactie Bar and Restaurant Denpasar. The population in this study are consumers who visit Zactie Bar and Restaurant. The research sample amounted to 96 respondents who were taken using the Crochran formula. The method of data collection is a survey with a questionnaire. Multiple linear regression analysis technique was used to test the effect of the independent variable on the dependent variable. The results of the study found that menu variations, location, and service quality had a positive and significant effect on purchasing decisions. In an effort to improve purchasing decisions, aspects that need to be considered regarding menu variations are increasing the types of food and beverage choices, creating unique and varied flavors of food and beverages and increasing the portion sizes of food and beverages. Aspects that need to be considered in site selection are the affordability of the location, smooth access to the location, and the proximity of the location to the center of community activities. Aspects that need to be considered in improving service quality are employee reliability, employee responsiveness, food quality assurance, understanding of consumer demand, and the comfort of the restaurant space.
Pengendalian Sampah Plastik, Penanggulangan Banjir, dan Penguatan Kapasitas UMKM di Desa Getasan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung I Putu Iwan Pramana Putra; Ni Luh Putu Indiani
Postgraduated Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pcsj.5.1.2024.9-14

Abstract

Getasan Village is one of the seven villages in Petang District. In addition to plantations, Getasan Village also has potential in the livestock sector. From the observation results, there are a number of problems faced by Getasan Village, the first is the lack of public awareness in utilizing plastic bottle waste. Second, the lack of water infiltration in the area of Village Temple and Dalem Temple, Getasan Village. Finally, many small MSMEs still cannot use social media to promote their businesses. The solution we provide for the first problem is to provide early education to elementary school children. The solution to the second problem is the installation of biopores around the Village Temple and Dalem Temple areas of Getasan Village. The solution to the last problem is the socialization of marketing strategies using social media, specifically Instagram. The success of activities is measured using indicators: the achievement of training objectives, the achievement of planned targets, and the sustainability of the program. The level of achievement of these three indicators shows an average value of above 75 percent so that this service activity has been running well. Programs in these community service activities need to be maintained in sustainability with cooperation between the government and the community so that they can increase awareness in recycling plastic bottle waste to provide more benefits, pay attention to the biopores that have been installed so that they are properly maintained, socialization about strategies in marketing products online must also be emphasized periodically so that MSME actors can continue to maintain their social media always update.
Program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan Pendukungan UMKM Naik Kelas di Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Kotamadya Denpasar Cokorda Krisna Yudha; Ni Luh Putu Indiani; Bayu Pasupati
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.4.2.2022.150-156

Abstract

Potensi Desa Dangin Puri Kangin cukup menjanjikan karena letak wilayah yang berada di perkotaan dan padatnya penduduk. Dari hasil observasi, terdapat sejumlah permasalahan yang dihadapi masyarakat. Permasalahan pertama adalah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pembuangan sampah dan limbah rumah tangga serta cara pengelolaan sampah dan limbah yang dapat didaurulang. Permasalahan kedua adalah penurunan omzet Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Bumdes di wilayah Desa Dangin Puri Kangin sebagai imbas pandemi. Sejumlah UMKM juga belum memiliki Izin Usaha Mikro Kecil sehingga menyulitkan akses UMKM ke lembaga keuangan. Selain permasalahan tersebut, stunting juga menjadi agenda penting untuk diperhatikan mengingat permasalahan stunting cukup sering terjadi belakangan ini dan telah menjadi perhatian pemerintah. Dari permasalahan yang dihadapi maka solusi yang ditawarkan adalah edukasi pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat rumah tangga serta sosialisasi pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel. Untuk meningkatkan kinerja pemasaran digital UMKM dan Bumdes, solusi yang diberikan adalah pelatihan pemasaran digital. Untuk membantu UMKM naik kelas, dilakukan sosialisasi tata cara pengurusan izin usaha dan memberikan pelatihan membuat laporan keuangan dengan menggunakan neraca sederhana. Untuk permasalahan stunting, solusi yang diberikan adalah kegiatan penyuluhan gizi dan stunting. Keberhasilan kegiatan diukur menggunakan indikator: ketercapaian tujuan pelatihan, ketercapaian target yang telah direncanakan, dan keberlanjutan program. Tingkat ketercapaian ketiga indikator ini menunjukkan nilai rata-rata di atas 75 persen sehingga kegiatan pengabdian ini telah berjalan baik. Program-program dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini perlu dijaga keberlanjutannya dengan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dapat meningkatkan efektivitas program penanggulangan sampah dan pengembangan UMKM serta peningkatan gizi di Desa Dangin Puri Kangin.
Program Pengelolaan dan Benchmarking Wisata Alam Berkelanjutan di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar Ni Luh Putu Indiani; I Made Sara; Suparto Wijoyo; Rosa Ristawati; Putu Ayu Sita Laksmi; Gede Sanjaya Adi Putra; I Made Aditya Pramartha; Anak Agung Istri Krisna Gangga Dewi; I Komang Putra; I Wayan Gde Yogiswara Darma Putra
Community Service Journal (CSJ) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.5.1.2022.1-7

Abstract

Desa Wisata Taro memiliki daya tarik wisata alam yang asri berupa hutan bambu yang terkonservasi oleh desa, sungai yang bersih serta peternakan lembu putih yang dikelola secara adat dan diternak dengan baik oleh warga desa. Dari hasil observasi, ditemukan beberapa permasalahan yaitu: pengelolaan desa wisata belum optimal, pengurus desa wisata belum mengetahui dasar hukum yang tepat dalam pengelolaan desa wisata, dan permasalahan yang tidak kalah penting adalah kurangnya wawasan pengurus Desa Wisata Taro mengenai metode yang tepat dalam pengelolaan wisata alam berkelanjutan. Solusi yang ditawarkan untuk permasalahan pertama adalah melakukan kegiatan loka karya. Kemudian untuk permasalahan kedua diberikan penyuluhan terkait dasar hukum pengelolaan desa wisata. Solusi permasalahan ketiga adalah benchmarking metode pengelolaan wisata alam berkelanjutan yang diterapkan di Swiss. Secara garis besar metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri atas identifikasi masalah, observasi, analisis situasi, seminar/penyuluhan/benchmarking. Keberhasilan kegiatan diukur menggunakan indikator: tercapainya tujuan kegiatan, tercapainya target yang telah direncanakan, dan keberlanjutan program. Tingkat ketercapaian ketiga indikator ini menunjukkan nilai di atas 75% sehingga kegiatan pengabdian ini telah berjalan baik. Sebagai bentuk keberlangsungan proram, promosi Desa Wisata Taro perlu terus dilakukan dan diperbaharui agar meningkatkan daya tariknya, masyarakat Desa Taro perlu mengimplementasikan materi dari penyuluhan dasar hukum pengelolaan desa wisata, dan hasil benchmarking metode pengelolaan sustainable tourism perlu dijadikan referensi oleh pengelola Desa Wisata Taro dalam mengelola dampak pariwisata terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi untuk masa kini dan masa depan, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan
PEMBERDAYAAN UMKM, PENCEGAHAN STUNTING, DAN REVITALISASI DESTINASI EKOWISATA DI KELURAHAN PENATIH, KECAMATAN DENPASAR TIMUR, KOTA DENPASAR Ade Ruly Sumartini; Ni Luh Putu Indiani; Luh Gede Pande Sri Eka Jayanti
Community Service Journal (CSJ) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.5.2.2023.62-68

Abstract

Permasalahan yang dihadapi Kelurahan Penatih adalah permasalahan ekonomi terkait potensi jangkauan pemasaran UMKM yang belum optimal. Di samping permasalahan tersebut, di Kelurahan Penatih terdapat anak-anak yang mengalami stunting. Permasalahan yang tak kalah penting adalah mengenai destinasi ekowisata yang belum maksimal pengelolaannya. Dengan permasalahan yang dihadapi Kelurahan Penatih tersebut maka solusi yang diberikan adalah sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya pemasaran digital bagi UMKM. Kegiatan ini diawali dengan observasi ke beberapa UMKM, mengedukasi pelaku UMKM tentang pentingnya promosi produk/usaha secara digital seperti melalui media sosial. Sebagai solusi permasalahan stunting, tim pengabdian melakukan sosialisasi pencegahan stunting bagi seluruh kader posyandu di Kelurahan Penatih. Metode pelaksanaan program ini yaitu edukasi pencegahan stunting dengan narasumber yang ahli di bidangnya dengan materi ciri-ciri anak stunting, faktor penyebab, dampak, serta pencegahan dan penanganan stunting. Sementara itu, untuk permasalahan pengelolaan potensi ekowisata, solusi yang ditawarkan adalah sosialisasi dan edukasi kepada warga mengenai pelestarian serta promosi ekowisata. Tim Pengabmas membantu merancang dan memasang papan nama, denah, sekaligus membuatkan video promosi Ekowisata Subak Anggabaya. Keberhasilan kegiatan dapat dilihat dari terlaksananya semua kegiatan dengan baik dan menghasilkan luaran yang jelas. Kegiatan pelatihan perlu dilanjutkan ke depannya dengan materi lanjutan untuk semakin meningkatkan pemahaman masyarakat dan ketercapaian tujuan kegiatan pengabdian.
Pendampingan Pemasaran Bumdes, Teknik Ternak Sapi yang Tepat dan Program Pengelolaan Sampah di Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan Cokorda Krisna Yudha; Ni Luh Putu Indiani; Luh Gede Pande Sri Eka Jayanti; Ni Made Santini
Community Service Journal (CSJ) Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.6.2.2024.53-58

Abstract

Peken Belayu merupakan sebuah desa di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Sebagian besar penduduknya terampil dalam bidang kerajinan tangan, seni ukir dan pahat, diwariskan turun temurun hingga sekarang. Dari hasil observasi, terdapat sejumlah permasalahan yang dialami, pertama adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam mendukung BUMDES. Kedua, pemahaman warga desa setempat masih kurang mengenai cara berternak sapi yang baik dan benar. Ketiga, penanganan sampah yang belum maksimal. Dari permasalahan yang dihadapi maka solusi yang ditawarkan adalah sosialisasi mengenai upaya promosi BUMDES melalui media sosial. Memberikan pelatihan dan pendampingan pada seluruh peternak sapi agar memahami cara berternak sapi yang baik dan benar. Program bank sampah diimplementasikan untuk meningkatkan partisipasi aktif warga dalam menangani masalah sampah. Keberhasilan kegiatan diukur menggunakan indikator: ketercapaian tujuan pelatihan, ketercapaian target yang telah direncanakan, dan keberlanjutan program. Tingkat ketercapaian ketiga indikator ini menunjukkan nilai rata-rata di atas 75 persen sehingga kegiatan pengabdian ini telah berjalan baik. Program-program dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini perlu dijaga keberlanjutannya melalui kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sehingga meningkatkan efektivitas program pengembangan BUMDES, wawasan mengenai teknik berternak yang baik dan benar perlu semakin disebarluaskan termasuk kepada generasi penerus, serta penanggulangan sampah yang berkelanjutan perlu dipertahankan.