p-Index From 2021 - 2026
1.152
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AGROINOTEK
Lutfi, M Wasilul
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pembuatan Kompos dari Limbah Kulit Kopi Robusta Hanuf, Atiqah Aulia; Nurin, Yusuf Mahardika; Aditya, Rizkia; Nurindriana, Fathia Meidy; Lutfi, M Wasilul
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.06

Abstract

Limbah kulit kopi jumlahnya banyak dan tidak dimanfaatkan dalam siklus pengelolaan prekebunan kopi. Kandungan BO dan unsur hara esensial  dari limbah kulit kopi ini cukup tinggi, sehingga berpotensi untuk diolah menjadi kompos yang berkualitas untuk kebun kopi. Tujuan kegiatan ini adalah menerapkan teknologi tepat guna untuk mengolah limbah kulit kopi menjadi kompos yang berkualitas. Kegiatan pengomposan dilakukan di Unit Pengomposan, Kebun Kopi Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Pengomposan limbah kulit kopi dapat menjadi solusi pengelolaan limbah kulit kopi saat ini. Kompos yang dihasilkan memenuhi syarat untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah, untuk memperbaiki kualitas tanah di kebun-kebun kopi. Bahan penunjang dalam proses pengomposan kulit kopi adalah molase (tetes tebu) , dedak padi dan dolomit untuk menghasilkan kualitas kompos yang baik. Beberapa saran yang dapat disampaikan adalah: (1) Perlu insentif khusus bagi unit pengomposan di perkebunan kopi untuk dapat mengolah limbah kulit kopi menjadi kompos yang berkualitas. dan (2) SOP (pedoman) khusus diperlukan untuk mengaplikasikan kompos di kebun kopi secara efektif dan efisien.
Pupuk Kandang Kambing dalam Lubang Resapan Biopori (LRB) untuk Memperbaiki Ketahanan Penetrasi Subsoil di Kebun Kopi Rakyat , Jatikerto, Kabupaten Malang Fitria, Lailatul; Srigiant, Ferian Cahya; Lutfi, M Wasilul; Jauhary, Muhammad Rifqi Al
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.01.05

Abstract

Pertanian kopi merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan penting dalam keberlangsungan perekonomian negara. Kopi merupakan salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Pengelolaan perkebunan kopi merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan karena merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produksi kopi. Agrotechno Park Jatikerto merupakan perkebunan kopi yang memiliki ordo tanah Alfisol yang memiliki karakteristik tekstur liat. Permasalahan yang sering terjadi pada tanah Alfisol adalah penumpukan dan pemadatan liat pada lapisan tanah atas, sehingga menyulitkan penetrasi akar tanaman. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) enam perlakuan. Perlakuan yang digunakan adalah P1 (perlakuan kontrol, tanpa BIH: lubang resapan biopori), P2 (BIH kosong), P3 (kedalaman BIH 40 cm + pupuk kandang kambing 0,5 kg per lubang), P4 (kedalaman BIH 40 cm + pupuk kandang kambing 1,0 kg per lubang); P5 (kedalaman BIH 40 cm + pupuk kandang kambing 1,5 kg per lubang); dan P6 (kedalaman BIH 40 cm + pupuk kandang kambing 2,0 kg per lubang). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji ANOVA dengan taraf 5%, kemudian dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan BIH dengan pupuk kandang kambing menurunkan berat isi tanah dan tahanan penetrasi tanah secara nyata. Berat isi tanah berkorelasi positif dengan tahanan penetrasi tanah. BIH dengan pupuk kandang kambing menurunkan tahanan penetrasi tanah secara nyata.
Aplikasi Kompos dan Pupuk Kandang terhadap Karakteristik Fisika Tanah, Inceptisol di Kebun Lemon BSIP Jestro, Desa Tlekung, Kota Batu Ariessandi, Aldhi Lucky; Soemarno, Soemarno; Lutfi, M Wasilul; Fanshuri, Buyung Al
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.02.05

Abstract

Tanah inceptisol pada umumnya memiliki sifat fisik sedang hingga tinggi. Namun, sifat fisik tersebut dapat menurun apabila terdapat faktor pembatas pada lahan, yaitu derajat kemiringan. Pada lereng yang curam, laju infiltrasi tanah menurun, hal ini menyebabkan peningkatan limpasan permukaan dan erosi tanah (Dewi et al., 2012). Limpasan permukaan menyebabkan pengangkutan bahan organik tanah ke bagian lahan yang lebih rendah. Pengolahan tanah dengan menambahkan kompos atau pupuk kandang ke dalam tanah dapat memperbaiki sifat fisik tanah dan meningkatkan kandungan C-organik tanah, yaitu meningkatkan kapasitas infiltrasi tanah, meningkatkan kapasitas lengas tanah tersedia, serta mengurangi limpasan permukaan dan erosi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RAK) dengan 8 perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak 4 kali sehingga jumlah pot yang digunakan sebanyak 32 pot. Perlakuan yang diberikan meliputi P1 (Kontrol + Tanah Atas), P2 (Kontrol + Tanah Bawah), P3 (Kompos + Tanah Atas), P4 (Kompos + Tanah Bawah), P5 (Pupuk kandang sapi + Tanah Atas), P6 (Pupuk kandang sapi + Tanah Bawah), P7 (Pupuk kandang kambing + Tanah Atas), P8 (Pupuk kandang kambing + Tanah Bawah). Penambahan pupuk organik terbukti dapat memperbaiki sifat fisik tanah. Penambahan pupuk kandang sapi (1000 g/pot) pada tanah atas (0 – 30 cm) (perlakuan P5) merupakan perlakuan terbaik. Perlakuan ini dapat menurunkan berat jenis tanah, meningkatkan porositas tanah, meningkatkan nilai DMR agregat tanah, meningkatkan kapasitas lapang, meningkatkan titik layu permanen, menurunkan porositas makro, meningkatkan porositas meso, meningkatkan porositas mikro dan meningkatkan daya tampung air tersedia. 
Penererapan Teknologi LRBB (Lubang Resapan Biopori Berkompos) di Kebun Kopi Milik Masyarakat Desa Bambang, Kecamatan Wajak Soemarno, Soemarno; Hanuf, Atiqah Aulia; Nurin, Yusuf Mahadika; Syarof, Zahrotun Naylis Syarof; Ifadah, Nisfi Fariatul; Lutfi, M Wasilul; Mustofa, Haidar Jundi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.03

Abstract

Rendahnya produktivitas  kebun kopi rakyat di wilayah Wajak disebabkan oleh kondisi tanah berpasir yang miskin bahan organic, sehingga tanah tidak mampu mendukung pertumbuhan tanaman kopi secara optimal. Teknologi yang dianggap aman dan efisien adalah penempatan kompos organic di zona perakaran tanaman kopi melalui lubang resapan biopori (LRB). Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendesain dan menerapkan teknologi LRB berkompos di kebun kopi rakyat Desa Bambang Kecamatan Wajak. Teknologi LRB ini dirakit dengan menggunakan pipa PVC diameter 15 cm dan panjangnya 40 cm, pipa ini dilubangi dindingnya dan kemudian dimasukkan ke dalam tanah di sekitar pohon kopi produktif, ada empat LRB di setiap pohon. Kompos yang telah matang dimasukkan ke dalam LRB sesuai dengan dosis rekomendasi. Dosis kompos dalam kegiatan ini sebesar 5 kg per pohon dan kemudian dimasukkan ke dalam LRB. Teknologi LRB berkompos ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tanah menyimpan air tersedia, meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan memperbaiki ketersediaan unsur hara dalam tanah di zona perakaran kopi.
Implementasi Teknologi Drone di Kelompok Tani untuk Monitoring Bukaan Lahan Pertanian Secara Cepat dan Akurat pada Lahan Cetak Sawah Rakyat di Desa Basarang, Kabupaten Kapuas: Implementation of Drone Technology in Farmer Groups for Fast and AccurateMonitoring of agricultural Land Clearing in Basarang Village, Kapuas Regency Prayoga, Reksa; Lutfi, M Wasilul; Prabowo Rahardjo, Seto Sugianto; Agung, Prasetyo; Prasetyorini, Linda; Asmaranto, Runi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Rice fields are the main source of food production that requires continuous monitoring to maintain their sustainability. This community service activity aims to implement drone technology for monitoring rice field openings in the People's Rice Field Program as part of the application of precision agriculture at the farmer level. The activity was carried out through a participatory approach involving several stakeholders, namely farmers as partners, agricultural extension workers and village officials, as well as students. The community service methods included training in drone operation, field practice in aerial imaging, and spatial data processing and interpretation using a Geographic Information System (GIS). The results show that the use of drones can increase the efficiency of monitoring time, expand the coverage of the monitoring area, and produce accurate and easy-to-understand spatial information. The visualization of aerial images and land clearing maps helps farmers understand the condition of rice fields objectively and supports data-based land management. The integration of community service activities with students also provides practical learning benefits for students while strengthening the process of technology transfer to partners. Overall, the implementation of drone technology has the potential to support the application of precision agriculture and sustainable rice field management, as well as contribute to strengthening food security at the local level.
Kompos dan Kapur Pertanian dalam Lubang Resapan Biopori Memperbaiki KTK Tanah dan Produktivitas Kopi Robusta Di Hutan Pendidikan UB Forest: Compost and Agriculture Lime in Biopore Infiltration Holes Improving Soil CEC and Coffee Productivity at the UB Forest location Bintang Arfani, Deva Fatira; Lutfi, M Wasilul; Lestari, Nina Dwi; Ifadah, Nisfi Faridatul; Soemarno, Soemarno; Alivianisha Putri, Rr. Audry
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

PCoffee productivity in UB Forest has been categorized as low in recent years, ranging from approximately 100–400 kg ha⁻¹ year⁻¹. This low productivity is presumed to be associated with land suitability constraints, particularly soil chemical characteristics such as pH and cation exchange capacity (CEC). One approach to improving subsoil chemical properties is the application of compost and lime through biopore infiltration holes (LRB). This study aimed to analyze the effects of biopore infiltration holes filled with compost and lime on soil pH and CEC, as well as their relationship with coffee productivity. The experiment was arranged in a randomized block design with seven treatments and four replications, consisting of: P0 (control), P1 (empty biopore), P2 (biopore + 1.5 t ha⁻¹ lime), P3 (biopore + 10 t ha⁻¹ compost), P4 (biopore + 20 t ha⁻¹ compost), P5 (biopore + 10 t ha⁻¹ compost + 1.5 t ha⁻¹ lime), and P6 (biopore + 20 t ha⁻¹ compost + 1.5 t ha⁻¹ lime). The results showed that five months after application, treatment P2 significantly increased soil pH at depths of 0–30 cm and 30–60 cm. Treatment P6 increased soil CEC by 28.12% at 0–30 cm and by 21.78% at 30–60 cm. Regression analysis indicated that coffee productivity was influenced by soil CEC and base saturation (Kdd) at the 30–60 cm depth (Y = –4084.997 + 89.6751X₁ + 5310.517X₂; R² = 0.7244), where Y = coffee productivity (g plant⁻¹ year⁻¹), X₁ = CEC (mEq 100 g⁻¹), and X₂ = base saturation (mEq 100 g⁻¹). These findings suggest that the application of biopore infiltration holes has the potential to improve subsoil quality and enhance coffee productivity.