Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Hubungan Kadar Kolesterol Darah dan Hipertensi dengan Kejadian Stroke Di RSUD Ulin Banjarmasin Theresia Jamini; Yunita yunita; Yulyanti Yulyanti; Candra Kusuma Negara
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 11 No 1 (2020): November
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v11i1.323

Abstract

Stroke or Cerebrovascular disease according to the World Health Organization (WHO) is a clinical sign that develops rapidly due to focal or global brain dysfunction due to blockage or rupture of blood vessels in the brain with symptoms lasting 24 hours or more. Risk factors for stroke are related to the condition of a person's health status, namely hypercholesterolemia (excess cholesterol levels) and hypertension (high blood pressure) Methods: A descriptive analytic correlative observational study with a cross sectional approach. The number of samples was 62 people who were taken using the Slovin formula. Statistical analysis used the Sperman Rank test and Linear Regression test. Results: By using the Sperman Rank test, it was found that there was a significant relationship between blood cholesterol levels and the incidence of stroke in statistical tests with a p value of 0.004 (p <0.05), there was a significant relationship between hypertension with the incidence of stroke in statistical tests with p value 0.031 (p <0.05) there is no significant relationship between blood cholesterol levels and hypertension in statistical tests with p value 0.129 (p> 0.05) and by using Linear Regression Test obtained that the relationship between blood cholesterol levels with a mean value of 0.453 and hypertension with a mean value of 0.994 so that the most dominant with the incidence of stroke is hypertension. blood cholesterol and hypertension, and the relationship between blood cholesterol levels and hypertension with incidence The most dominant stroke is hypertension.
P Pengaruh Trunk Stability Exercise terhadap Keseimbangan Tubuh pada Lanjut Usia di PSTW Jakarta Timur Theresia Jamini
CNJ: Caring Nursing Journal Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.214 KB)

Abstract

ABSTRAK Berkurangnya kemampuan mempertahankan stabilitas tubuh pada lanjut usia dipengaruhi oleh penurunanan keseimbangan tubuh yang terjadi sebagai akibat proses perubahan secara fisiologis pada lanjut usia. Hal ini berdampak pada peningkatan resiko jatuh yang akan berkelanjutan pada penurunan kualitas hidup lanjut usia. Penanganan yang baik terhadap kondisi penurunan keseimbangan tubuh dapat mencegah resiko jatuh dan dapat meningkatkan kemandirian lanjut usia. Oleh karena itu pentingnya meningkatkan keseimbangan tubuh melalui exercise. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh Trunk Stability Exercise terhadap keseimbangan tubuh pada lansia di PSTW Budi Mulia I dan II Jakarta Timur. Desain penelitian quasi experimental pre dan post design dengan kelompok kontrol Sampel sebanyak 110 responden (82 intervensi dan 28 kontrol) teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian: berdasarkan analisis univariate mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (58,2%), IMT kategori kurus (48,2%) dan olahraga kategori sering (66,4%). Berdasarkan hasil t-independent test bahwa ada pengaruh Trunk Stability Exercise terhadap keseimbangan tubuh dengan pvalue: 0,006 (< 0,05). Berdasarkan uji beda Mann Whitney ada perbedaan signifikan peningkatan keseimbangan tubuh dengan pvalue 0,000 (< 0,05). Berdasarkan pired two test menunjukkan ada perbedaan signifikan terhadap keseimbangan tubuh sebelum dan sesudah intervensi dengan pvalue 0,000 (< 0,05). Kesimpulan: terdapat peningkatan keseimbangan tubuh pada lanjut usia di PSTW Budi Mulia I dan II Jakarta Timur setelah dilakukan Trunk Stability Exercise. Saran agar lanjut usia diberikan Trunk Stability Exercise untuk meningkatkan keseimbangan tubuh. Kata Kunci : Trunk Stability Exercie, keseimbangan tubuh, Lanjut usia
Hubungan Interaksi Sosial Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan Theresia Jamini; Fandi Jumaedy; Dwi Martha Agustina
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v6i1.1631

Abstract

Health problems often occur in the elderly, which affect social interactions. This condition can be one of the triggers for depression in the elderly in the nursing home. The incidence of depression experienced by the elderly who live in the study location is 50-75% due to loneliness, hopelessness, loss of a spouse, and loss of social roles. This type of research is a quantitative non-experimental, correlational research design with a cross-sectional approach. A total of 75 respondents at the Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera, Banjarbaru, South Kalimantan, were taken by purposive sampling technique, and in this study, a questionnaire was used as a research instrument. The statistical test used the Spearman Rank Correlation at a significant level of 0.05 and the results showed that 32 respondents had sufficient social interaction and 32 respondents had a moderate depression level. The results of statistical tests using the Spearman Rank correlation obtained the Correlation Coefficient value of 0.580 and a p-value of 0.000.
Perception of Hypertension Patients on Treatment in Tamiang Layang Hospital, Central Kalimantan, Indonesia Theresia Jamini; Putri Perdana Anggreni; Dwi Marta Agustina
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v6i2.1802

Abstract

Hypertension is a significant health problem considering the complications it causes. The research objective was to describe hypertensive patients' perceptions of their treatment at the inpatient installation of RSUD Tamiang Layang in 2019. Quantitative research methods with descriptive research design were applied with sampling with non-probability sampling is purposive sampling, amounting to 30 respondents—the process of collecting data using a questionnaire instrument. The data obtained were then processed and analyzed using Univariate Analysis. The results showed that 93.33% of respondents had a positive perception classification of their treatment, and as many as 6.67% of respondents had a negative perception classification. It was concluded that hypertensive patients' perception towards treatment in the inpatient room at RSUD Tamiang Layang in 2019 has a positive classification of treatment, which means that most patients know and understand hypertension treatment both pharmacologically and non-pharmacologically, although it is still not optimal.
PENGARUH TRUNK STABILITY EXERCISE TERHADAP KEKUATAN OTOT PUNGGUNG DAN OTOT TUNGKAI PADA LANJUT USIA DI PSTW BUDI MULIA I DAN II JAKARTA TIMUR Theresia Jamini; Lousiana Lousiana
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i1.86

Abstract

Latar Belakang: Berkurangnya kemampuan mempertahankan stabilitas tubuh pada lansia dipengaruhi oleh penurunan kekuatan otot dan keseimbangan tubuh yang dapat meningkatkan resiko jatuh. Tindakan mandiri seorang perawat medikal bedah pada pelayanan komunitas lanjut usia adalah memberikan edukasi dan keterampilan dalam upaya menurunkan resiko jatuh yang dapat menimbulkan masalah berkepanjangan. Bentuk latihan yang dapat diberikan pada lanjut usia untuk mencegah penurunan fungsi otot adalah dengan melakukan trunk stability exercise. Tujuan: Menganalisa pengaruh Trunk Stability Exercise terhadap kekuatan otot pada lansia di PSTW Budi Mulia I dan II Jakarta Timur. Metode: Desain penelitian quasi experimental pre dan post design dengan kelompok kontrol Sampel sebanyak 110 responden (82 intervensi dan 28 kontrol) diambil secara purposive sampling. Hasil: Berdasarkan analisis univariate mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (58,2%), IMT kategori kurus (48,2%) dan olahraga kategori sering (66,4%). Berdasarkan hasil t-independent test bahwa ada pengaruh Trunk Stability Exercise terhadap kekuatan otot tungkai dengan nilai pvalue: 0,004 (< 0,05) terhadap kekuatan otot punggung dengan pvalue : 0,040 (< 0,05). Berdasarkan uji beda Mann Whitney ada perbedaan signifikan peningkatan otot punggung dan tungkai kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai kekuatan otot punggung pvalue 0,001 (< 0,05) dan kekuatan otot tungkai pvalue 0,025 (< 0,05) dan terhadap keseimbangan tubuh dengan pvalue 0,000 (< 0,05). Berdasarkan pired two test menunjukkan ada perbedaan signifikan kekuatan otot punggung dan tungkai sebelum dan sesudah intervensi dengan pvalue 0,000 (< 0,05). Kesimpulan: Terdapat peningkatan kekuatan otot punggung dan otot tungkai pada lanjut usia di PSTW Budi Mulia I dan II Jakarta Timur setelah dilakukan Trunk Stability Exercise. Saran agar lansia diberikan Trunk Stability Exercise untuk meningkatkan kekuatan otot secara terjadwal.
PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP FUNGSI KOGNTIF PADA LANSIA Dwi Anugrahni Puji Astuti; Theresia Ivana; Theresia Jamini
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.118

Abstract

Latar Belakang: Proses penuaan pada lansia mengakibatkan penurunan pada sel-sel otak. Hal ini berakibat pada proses pikir menjadi lambat, sulit berkonsentrasi, dan fungsi kognitif menurun. Salah satu upaya untuk mengatasi dan mencegah penurunan fungsi kognitif dapat melalui terapi non farmakologis seperti aktivitas fisik salah satunya senam otak. Senam otak dapat memberikan rangsangan atau stimulus pada otak dimana apabila otak terus diberikan rangsangan maka fungsinya akan terus terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru. Metode : Jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan rancangan penelitian pre eksperimental design dengan pendekatan one group pretest and posttest design, teknik sampling menggunakan purposive sampling, jumlah sampel 14 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE). Analisa data yang digunakan adalah uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank. Hasil: Hasil uji Wilcoxon didapatkan p value = 0,001 (<0,005), artinya ada pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru. Kesimpulan: Adanya pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru.
DESKRIPSI KARAKTERISTIK PASIEN SUKU DAYAK MA’ANYAN YANG DIRAWAT DENGAN HIPERTENSI DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) TAMIYANG LAYANG Warjiman Warjiman; Sri Lidiawati; Theresia Jamini
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i1.229

Abstract

Latar belakang : Penyakit hipertensi sudah lama dikenal sebagai “silent killer” karena resiko kerusakan yang ditimbulkan pada organ-organ penderitanya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa jumlah penderita hipertensi akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk. Pada tahun 2025 mendatang, diproyeksikan sekitar 29 persen warga dunia akan terkena hipertensi. Provinsi Kalimantan Tengah-Indonesia pada tahun 2016 melaporkan bahwa penyakit hipertensi menempati peringkat ke-2 sebagai penyakit yang banyak diderita oleh masyarakatnya. Kasus hipertensi ini pun dilaporkan sebagai kasus penyakit yang akan terus meningkat kejadiannya setiap tahun. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karateristik pasien suku dayak Ma’anyan yang dirawat dengan penyakit hipertensi di ruang Rawat Inap RSUD Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur pada tahun 2019. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan populasi pasien hipertensi dari suku Dayak ma’anyan. Sample diperoleh dengan menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu purposive sampling. Sebanyak 30 pasien suku Dayak ikut serta dalam kegiatan penelitian ini dan mengisi kuesioner yang berisi pertanyaan tentang faktor resiko terjadinya hipertensi. Data objektif seperti tinggi badan dan berat badan untuk mengukur indeks massa tubuh diukur oleh peneliti. Hasil penelitian selanjutnya dianalisa statistic deskriptif, lalu disajikan dengan menggunakan table distribusi frekuensi. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa penderita hipertensi dari suku Dayak ma’anyan yang dirawat di ruang rawat inap RSUD Tamiyang layang, mayorits memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi (60%, n=18), berjenis kelamin perempuan (60%, n=18), berusia 56-65 tahun (40%, n=12), tidak menderita obesitas (83%, n=25), aktif mengonsumsi makanan asin atau mengandung banyak garam (30%, n=9), tidak merokok (76%, n=23), dan tidak rajin berolahraga (80%, n=24). Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik penderita hipertensi yang berasal dari suku Dayak ma’anyan mayoritas adalah berjenis kelamin perempuan, berusia 56-65 tahun, aktif mengonsumsi makanan asin atau mengandung banyak garam, tidak rajin berolahraga dan tidak mesti mengalami obesitas atau merokok. Kata Kunci : hipertensi, karakteristik pasien, faktor resiko, ruang rawat inap, RSUD Tamiang Layang.
PENGARUH SENAM PROLANIS TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS ANGSAU Warjiman Warjiman; Theresia Jamini; Deni Kristiana; Chrisnawati Chrisnawati
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v6i1.268

Abstract

Prolanis merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yangmelibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) dalam rangka pemeliharaankesehatan bagi peserta BPJS yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanankesehatan yang efektif dan efisien. Salah satu program prolanis adalah senam prolanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh senam prolanis terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis penelitian ini adalah penelitiankuantitatif menggunakan metode Quasi Experiment dengan design pretest and posttest nonequivalent control group, teknikpengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden yang dibagi menjadi 2kelompok yaitu kelompok kontrol (15 responden) dan kelompok intervensi (15 responden) yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Senamprolanis dilakukan selama 4 minggu. Analisis data menggunakan uji Independen T-Test. Hasil penelitian memperlihatkan terdapatperbedaan bermakna antara tekanan sistolik awal dan akhir pada latihan 2 kali/minggu (ρ=0,000 < α= 0,05); antara tekanan darahdiastolik awal dan akhir pada latihan 2 kali/minggu (ρ=0,000 < α 0,05). Terdapat perubahan rata-rata tekanan darah sebelum dansesudah senam pada latihan 2 kali/minggu. Penelitian ini menyimpulkan ada pengaruh bermakna senam prolanis terhadap penurunantekanan darah pada penderita hipertensi. Senam prolanis baiknya dilakukan secara rutin minimal 2 kali seminggu pada penderitahipertensi.Kata Kunci: senam prolanis, tekanan darah, hipertensi
HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN PEMBERIAN OBAT ORAL DI RUANG RAWAT INAP RSUD TAMIANG LAYANG Septi Machelia Champaca Nursery; Theresia Jamini
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v7i1.311

Abstract

Abstrak Perawat memiliki fungsi kolaboratif dalam pemberian obat-obatan bagi pasien. Perawat terlibat dalam tahap administrasi obat dan memainkan peran kunci dalam mencegah kesalahan dalam kolaborasi pemberian obat dengan menerapkan sasaran keselamatan pasien pada tahap administrasi obat sesuai dengan prinsip tujuh benar dalam pemberian obat. 4 dari 5 perawat mengakui bahwa mereka tidak sempat menjelaskan manfaat dari obat, dan perawat juga tidak menunggui pasien untuk meminum obatnya. Beberapa obat ada yang masih dipegang oleh pasien dan tidak disiapkan oleh perawat. Motivasi perawat yang kurang menyebabkan kurangnya disiplin perawat dalam pelaksanaan pemberian obat oral yang berdasarkan Standar Prosedur Operasional (SPO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan motivasi perawat dengan kepatuhan pelaksanaan pemberian obat oral di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang. Metode dari penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Uji validitas kuesioner menggunakan Pearson Product Moment dan Uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variabel bebas dan variabel terikat. Analisis bivariat dengan Spearman Rank. Hasil dari analisis univariat menunjukkan motivasi maupun kepatuhan perawat dalam pemberian obat oral dengan kategori baik. Analisis bivariat p value = 0,582 > 0,05 menunjukkan Ha ditolak sehingga hipotesis dalam penelitian ini tidak terpenuhi. Artinya, tidak ada hubungan signifikan antara motivasi perawat dengan kepatuhan pelaksanan pemberian obat oral di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang. Perawat dapat mempertahankan kepatuhan dalam pelaksanaan pemberian obat oral dan rumah sakit dengan memberikan reinforcement positive terhadap kinerja perawat dengan melakukan evaluasi performance perawat. Adapun implikasi penelitian ini adalah untuk menilai motivasi perawat dalam pelaksanaan kepatuhan permberian obat sehingga diharapkan menurunkan angka kejadian yang tidak diharapkan (medication error) di rumah sakit. Kata Kunci: Kepatuhan, Motivasi, Pelaksanaan Pemberian Obat Oral, Perawat DAFTAR PUSTAKA Aripianthy, N. (2020). Hubungan Lama Kerja Dengan Kepatuhan Perawat Dalam Melaksanakan Sop Hand Hygiene Di Ruang Dahlia Dan Anggrek Rsud Panembahan Senopati Bantul. https://almaata.ac.id/ Asmadi. (2012). Tehnik Prosedural Keperawatan (Asmadi (ed.)). Salemba Medika. Ayu, C., Gupita, R., Administrasi, D., Kesehatan, K., & Korespondensi, A. (2016). Hubungan Karakteristik Individu, Manajemen Pengendalian Infeksi Dan Peer Support Dengan Kepatuhan Perawat Melaksanakan Sop Pemasangan Infus. Jurnal Keperawatan, 9(3), 124–131. http://journal.poltekkesdepkes-sby.ac.id/index.php/KEP/article/view/391 Manajemen, M., STIE Amkop, Pp., Abdullah Manajemen, R., Manajemen, H., & STIE Nobel Indonesia, Pp. (2017). Analisis Pengaruh Supervisi Kepala Ruangan, Beban Kerja, Dan Motivasi Terhadap Kinerja Perawat Dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Jurnal Mirai Management, 2(2), 369–385. https://doi.org/10.37531/MIRAI.V2I2.62 Potter, P. A. (2012). Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, dan Praktik (Fundamentals of Nursing : Concepts, Process and Practice) (R. B. Komalasari (ed.); 4th ed., Vol. 2). EGC. Putriana, N., Nurchayati, S., Utami, S., Program, M., Keperawatan, S. I., Riau, U., Keperawatan, D., Program, K., Bedah, M., Studi, P., & Keperawatan, I. (2015). Hubungan Motivasi Perawat Dengan Kepatuhan Pelaksanaan Pemberian Obat Oral. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan, 2(1), 802–811. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK/article/view/5186 Ritonga, I. L., & Halawa, R. (2019). Hubungan Dukungan Kepala Ruangan Dengan Kepatuhan Perawat Pelaksana Dalam Meningkatkan Keamanan Obat Di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan. JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda), 2(2), 26–32. https://jurnal.uimedan.ac.id/index.php/JURNALFARMASI/article/view/194 Susanti, E. N. (2013). Hubungan Karakteristik Perawat Dengan Motivasi Perawat Dalam Pemenuhan Kebutuhan Kebersihan Diri Pasien Di Ruang Rawat Inap Rsu Dr. H. Koesnadi Bondowoso. http://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/3203 Utami, R., Wijaya, D., & Rahmawati, I. (2015). Hubungan Motivasi Perawat dengan Pelaksanaan Prinsip 12 Benar dalam Pemberian Obat di Ruang Rawat Inap RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso (The Correlation between Nurses’ Motivation with the Implementation of 12 Principles of Right in Medicine Giving in Inpat. Pustaka Kesehatan, 3(3), 457–463. https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JPK/article/view/3243
Gambaran Lama Hari Rawat Inap Pasien Covid-19 Berdasarkan Karakteristik Demografi, Klinis dan Hasil Laboratorium Pasien di Ruang Perawatan Covid-19 RSUD H. Boejasin Pelaihari Tahun 2021 Theresia Jamini
Jurnal Penelitian UPR Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.851 KB) | DOI: 10.52850/jptupr.v1i2.4086

Abstract

Corona virus (SARS-CoV-2) is a severe acute respiratory syndrome that moves quickly from human to human through direct contact which spreads so fast every day that the number of infected people continues to increase. Increased impact on length of stay, which is an indicator to determine hospital care, quality control, use of hospital services that can be assessed from various aspects. Find out the description the length of stay of covid-19 patients based on demographic, clinical and laboratory characteristics of patients in the medical ward of covid-19 H. Boejasin Pelaihari Hospital. This type of research is observational with retrospective descriptive design using with total sampling method. The number of samples is 208 medical record date of patients. Instruments for data collection of documentation sheets. Data analysis using frequency distribution table.The results showed that the number of days hospitalized for Covid-19 patients from all dominant characteristics was 14 days, the most cases were in the elderly 97 respondents (46.6%), gender of male 110 respondents (52.9%), had commorbid 125 respondents (60.1%), did not have fever when they entered the hospital, 130 respondents (62.5%), and low lymphocyte values 99 respondents (47.65%). The length of days of hospitalization for Covid-19 patients from all dominant characteristics is 14 days. More than patients whose length of stay is > 14 days.