Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Gambaran Kepatuhan Mahasiswa dalam Melaksanakan Protokol Pencegahan Covid-19 di Stikes Suaka Insan Banjarmasin Theresia Jamini; Septi Machelia
Jurnal Penelitian UPR Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.218 KB) | DOI: 10.52850/jptupr.v1i2.4093

Abstract

Virus Corona (Covid-19) merupakan penyakit yang menular melalui droplet dan aerosol yang mengandung virus SARS-CoV-2. Menjadi masalah bagi seluruh dunia bahkan di Kalimatan Selatan karena penyebarannya yang semakin hari semakin bertambah terlihat dari meningkatnya angka positif Covid-19. Di Kampus Stikes Suaka Insan Banjarmasin peneliti mengamati bahwa kepatuhan mahasiswa dalam melaksanakan protokol pencegahan perlu terus dijalankan dan ditingkatkan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan mahasiswa Stikes Suaka Insan Banjarmasin dalam melaksanakan protokol pencegahan Covid-19. Jenis Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan responden penelitian sebanyak 38 mahasiswa Stikes Suaka Insan Banjarmasin. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi melalui google form. Data dianalisis menggunakan rumus distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 38 mahasiswa yang menjadi responden sebanyak 35 mahasiswa (92,10%) Patuh, 3 mahasiswa (7,90%) Tidak Patuh. Dari hasil penelitian didapat ditarik kesimpulan bahwa mahasiswa Stikes Suaka Insan Banjarmasin mayoritas patuh dalam melaksanakan protokol pencegahan covid-19.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Penyakit HIV/AIDS di SMKN 2 Tamiyang Layang, Kalimantan Tengah Theresia Jamini
Jurnal Kaharati Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian UPR
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.982 KB) | DOI: 10.52850/jptupr.v2i1.4212

Abstract

Remaja (adolescent) adalah periode terpenting dalam tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia. Periode remaja sangat penting karena menjadi jembatan antara masa kanak-kanak yang bebas menuju masa dewasa yang menuntut tanggung jawab. Permasalahan dalam kehidupan remaja yang berkaitan dengan HIV AIDS salah satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan remaja tentang HIV AIDS. Remaja yang tidak memiliki pengetahuan tidak bisa memahami perilaku beresiko yang dapat meningkatkan kemungkinan infeksi HIV AIDS. Informasi dan pengetahuan tentang HIV AIDS sangat penting untuk menunjang pemahaman remaja dalam berperilaku. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah faktor lingkungan dan sumber informasi. Faktor lingkungan merupakan faktor yang sangat penting dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan, mengingat seseorang akan terus berinteraksi dalam lingkungannya kapan saja dan dimana saja baik di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Begitu halnya dengan sumber informasi yakni media massa yang dapat memberikan pengaruh besar khususnya dalam memperoleh pengetahuan baik dari media cetak maupun dari media elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran tingkat pengetahuan siswa tentang penyakit HIV/AIDS di SMKN 2 Tamiang Layang, Kalimantan Tengah. Penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling sebanyak 45 responden. Instrumen untuk pengambilan data menggunakan kuesioner yang di kelompokkan dalam lima indikator tentang penyakit HIV/AIDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 35,6%, Pengetahuan cukup sebanyak 62,2% dan pengetahuan kurang sebanyak 2,2%. Sebagai kesimpulan bahwa pengetahuan tentang penyakit HIV/AIDS di SMKN 2 Tamiang Layang sebagian besar berpengetahuan cukup
Gambaran Kepatuhan Mengkonsumsi Obat Pada Penderita Hipertensi di Puskemas Pekauman, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Tahun 2022 Theresia Jamini
Jurnal Penelitian UPR Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jptupr.v3i1.8298

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Peningkatan angka kejadian hipertensi berdampak pada penurunan kualitas hidup dari penderitanya. Tidak hanya berdampak pada penurunan kualitas hidup penderitanya, tetapi juga dapat berdampak pada perubahan sistem tubuh manusia bahkan dapat menyebabkan kematian. Salah satu penyebabnya adalah ketidakpatuhan penderita dalam mengkonsumsi obat hipertensi. Penderita hipertensi harus selalu rutin minum obat hipertensi dan tidak boleh putus obat apapun alasannya. Obat hipertensi sifatnya adalah memperlebar pembuluh darah sehingga dapat memperlancar peredaran darah yang dapat mencegah peningkatan tekanan darah pada penderitanya, Oleh sebab itu  diharapkan penderita rutin mengkonsumsi obat hipertensi. Kepatuhan dalam mengkonsumsi obat hipertensi menjadi sangat penting bagi penderita hipertensi.  Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bagaimana gambaran kepatuhan mengkonsumsi obat pada penderita hipertensi di Puskesmas Pekauman, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Tahun 2022. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Desain penelitiannya adalah cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Responden penelitian berjumlah 30 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil analisa penelitian yang dapat diperoleh dari 30 responden adalah bahwa  terdapat 19 responden (63,3%) patuh dalam mengkonsumsi obat hipertensi dan terdapat 11 responden (36,7%)  tidak patuh mengkonsumsi obat hipertensi. Kepatuhan penderita hipertensi dalam mengkonsumsi obat hipertensi di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin Tahun 2022 adalah mayoritas dalam kategori patuh.
Gambaran Karakteristik Penderita Kolelitiasis di Rumah Sakit Umum Daerah Moh. Ansari Saleh Kalimantan Selatan: Description of Characteristics of Cholelitiasis Patient in Regional General Hospital Moh. Ansari Saleh South Kalimantan Theresia Jamini; Bernedeta Trihandini
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i2.5326

Abstract

Cholelithiasis is a component of bile that accumulates, hardens and forms gallstones. The incidence of cholelithiasis is increasing every year. The incidence of cholelithiasis can be caused by various factors such as age, gender, education, weight and clinical manifestations experienced by sufferers. The purpose of this study was to describe the characteristics of cholelithiasis sufferers at Moh. Ansari Saleh, South Kalimantan. This research method uses a observational descriptive research design. The sampling technique used purposive sampling and used secondary data with a total sample of 32. Research show that the characteristics of respondents based on age were mostly 20-50 years old as many as 26 respondents (81.25%), the majority gender was female as many as 18 respondents (56.25%), the majority of respondents were overweight as many as 15 respondents (46 .87%) generally experienced upper right abdominal pain as many as 25 respondents (78.13%). It can be concluded that cholelithiasis occurs in the majority aged 20-50 years, female and overweight. In general, experience pain in the upper right abdomen, heartburn, nausea, vomiting and lack of appetite. The results of this study are expected to be a reference for underdeveloped professions to carry out health programs that refer to promotive and preventive efforts in carrying out nursing care processes in clinical settings.  
PELAKSANAAN SENAM LANSIA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN OSTEOATRITIS Theresia Jamini; Bernadetha Tri Handini; Ria Kamala Riani; T.Adi Kresna
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v1i2.277

Abstract

Mitra dalam program ini adalah kelompok Lansia penderita osteoarthritis di kelurahanTeluk Dalam RT 50 RW 04 kecamatan Banjarmasin Tengah, berjumlah 18 Lansia, dengankeluhan gejala nyeri pada persendian dengan skala ringan. Hal ini seharusnya ditangani dengancermat supaya tidak terjadi gejala dengan skala berkelanjutan. Menurut survey menunjukkanbahwa hampir semua penduduk lansia penderita osteoarthritis tidak mengetahui carapenanganan yang tepat. Hal ini di sebabkan oleh kurangnya pemahaman serta tidak adanyapenyuluhan serta pelatihan untuk lansia. Hal ini menimbulkan pula kurangnya kesadarankelompok sasaran akan pentingnya senam lansia untuk peningkatan kualitas hidup.Solusi penyelesaian masalah yang disepakati oleh Tim Pengabdi bersama perwakilankelompok sasaran, disepakati kegiatan yang akan dijalankan yaitu : 1)Penyuluhan tentangosteoatritis; dan 2)Pelaksanaan senam lansia 2 kali seminggu selama 4 minggu.Hasil yang diharapkan kedepannya mampu menjadi dasar bagi para lansia untuk aktifbergerak mengatasi masalah osteoatritis. sehingga kegiatan oral hygiene dapat menjadiperilaku yang diterapkan sehari-hari.Kata Kunci : Kualitas Hidup Lansia, Lansia, Osteoatritis, Senam Lansia
Hubungan Kadar Kolesterol Darah dan Hipertensi dengan Kejadian Stroke Di RSUD Ulin Banjarmasin Theresia Jamini; Yunita yunita; Yulyanti Yulyanti; Candra Kusuma Negara
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 11 No 1 (2020): November
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke or Cerebrovascular disease according to the World Health Organization (WHO) is a clinical sign that develops rapidly due to focal or global brain dysfunction due to blockage or rupture of blood vessels in the brain with symptoms lasting 24 hours or more. Risk factors for stroke are related to the condition of a person's health status, namely hypercholesterolemia (excess cholesterol levels) and hypertension (high blood pressure) Methods: A descriptive analytic correlative observational study with a cross sectional approach. The number of samples was 62 people who were taken using the Slovin formula. Statistical analysis used the Sperman Rank test and Linear Regression test. Results: By using the Sperman Rank test, it was found that there was a significant relationship between blood cholesterol levels and the incidence of stroke in statistical tests with a p value of 0.004 (p <0.05), there was a significant relationship between hypertension with the incidence of stroke in statistical tests with p value 0.031 (p <0.05) there is no significant relationship between blood cholesterol levels and hypertension in statistical tests with p value 0.129 (p> 0.05) and by using Linear Regression Test obtained that the relationship between blood cholesterol levels with a mean value of 0.453 and hypertension with a mean value of 0.994 so that the most dominant with the incidence of stroke is hypertension. blood cholesterol and hypertension, and the relationship between blood cholesterol levels and hypertension with incidence The most dominant stroke is hypertension.
Pengaruh Pursed Lips Breathing Terhadap Kapasitas Vital Paru Pada Lansia Dengan PPOK di Puskesmas Kota Banjarmasin Jamini, Theresia; Chrismilasari, Lucia Andi
Jurnal Penelitian UPR Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jptupr.v4i1.13700

Abstract

Kapasitas vital paru berkurang akibat menurunnya fungsi paru dan serabut otot yang mempertahankan pipa kecil dalam paru-paru supaya tetap terbuka mengalami penurunan elastisitasnya, Lansia dengan bertambahnya usia terjadi penurunan fungsi ini dan akan lebih berat jika lansia tersebut memiliki kebiasaan merokok dan tidak biasa melakukan kegiatan berolahraga, Hal ini akan mempengaruhi  kapasitas vital  paru. Apabila  suplai oksigen yang masuk keparu berkurang maka metabolisme dalam tubuh pun kurang maksimal sehingga akan menimbulkan penurunan kesehatan. Pursed Lips Breathing adalah salah satu bentuk latihan napas yang mampu memperbaiki, pola, frekuensi dan ventilasi alveoli untuk pertukaran gas tanpa terjadi peningkatan kerja dari pernafasan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Pursed Lips Breathing terhadap kapasitas vital paru pada lansia dengan PPOK. Design penelitian ini adalah pre experiment one group pre dan posttest design menggunakan 10 responden. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi. Data dianalisa menggunakan uji wilcoxon Dimana didapatkan hasil p value 0,008 (p= < 0,05) nilai rerata standar deviasi pre intervensi 12.65 dan post intervensi 16.00. Penelitian ini menunjukan adanya pengaruh Pursed Lips Brathing terhadap kapasitas vital paru lansia dengan PPOK. Hasil penelitian ini terbukti bahwa Pursed Lips Breathing dilaksanakan secara rutin maka dapat meningkatkan kapasitas paru oleh sebab itu diharapkan agar lansia mampu melakukan Pursed Lips Breathing secara teratur untuk menjaga Kesehatan fisik dengan mempertahankan dan terus meningkatkan nilai kapasitas vital paru.
Perspektif Masyarakat Suku Banjar Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Emanuella, Amabel Ellian; Ivana, Theresia; lanawati, lanawati; Jamini, Theresia; Dias, Maria Frani Ayu Andari; Trihandini, Bernadeta
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v10i1.635

Abstract

Perspektif masyarakat terhadap keberadaan ODGJ dipengaruhi nilai dan keyakinan budaya yang dimiliki, dan dapat memengaruhi kesiapan masyarakat menjalankan peran sosial sebagai sistem pendukung.  Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi perspektif masyarakat suku Banjar terhadap ODGJ menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tujuh informan, dipilih secara purposive sampling, dan dilakukan dalam bahasa daerah Banjar. Analisis data menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil temuan menunjukan perspektif masyarakat suku Banjar serupa dengan perspektif masyarakat  suku lain di Indonesia, yaitu ODGJ dipandang tidak terurus, berpenampilan kotor, penyebabnya dikaitkan dengan faktor spiritual dan supranatural, dianggap berbahaya dan tidak mampu bersosialisasi, serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap tanggung jawab rehabilitasi. Disarankan adanya program edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan komunitas dalam menghilangkan stigma, serta pendekatan budaya dalam asuhan keperawatan jiwa
Edukasi Kesehatan dengan Model SECI Berbasis Augmanted Reality Terhadap Self-Care Management dan Kepatuhan Cairan pada Pasien Gagal Ginjal Kronis dengan Hemodialisis Jamini, Theresia; Chrismilasari, Lucia Andi; Negara, Candra Kusuma; Prawira, Ricky
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 7 No. 4 (2025): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/9vv6cw80

Abstract

This study aims to analyze the effect of health education using the SECI model based on Augmented Reality (AR) on self-care management and fluid adherence in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis. The method was a quasi-experimental study with a pretest-posttest approach and a control group design. The results showed a significant increase in self-care management and fluid adherence scores in the intervention group compared to the control group (p < 0.05). In conclusion, education based on the SECI model and Augmented Reality has been proven effective in improving self-management skills and fluid adherence in hemodialysis patients and positively impacting their overall quality of life.   Keywords: Augmented Reality, Health Education, Chronic Kidney Disease, Hemodialysis, Fluid Adherence, SECI Model, Self-Care Management
Assessment of Stressors and Coping Sources of Inmates in Class II A Corrective Institutions Maratning, Anastasia; Kristianti, Olivia; Jamini, Theresia; Dias, Maria Frani Ayu Andari
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5081

Abstract

Inmates at Class IIA Penitentiary in Banjarmasin face various stressors, including loss of freedom, family isolation, and adaptation to the structured prison environment, which may trigger anxiety and depression. The purpose of this study is to assess stressors and coping sources of inmates in Class II A Corrective Institutions in Banjarmasin City. This study uses a cross-sectional design approach on 75 selected respondents. The sampling technique was purposive sampling. Data were collected through validated questionnaires addressing cognitive, affective, physiological, behavioral, and social aspects and personal, social, material, and spiritual coping resources. Validity was tested using product moment correlation, with coefficient results >0.361, indicating that the instrument is valid. Reliability testing using Cronbach's Alpha produced a value of 0.807 for the stressor questionnaire and 0.703 for the coping source questionnaire, so it was declared reliable. Data analysis was carried out descriptively to describe the frequency distribution and percentage of research variables with the results revealed that 56% of inmates negatively evaluated their stressors, with common symptoms including sleep disturbances (56%) and appetite loss (40%), coupled with low social interaction. Only 8% demonstrated effective coping resources, primarily through prayer, while participation in social activities was minimal. This study shows that inmates at Class IIA Penitentiary in Banjarmasin City The majority of respondents have a negative assessment of the stressors they experience, which reflects an inability to manage stress adaptively. In addition, the coping resources used by most respondents are classified as poor, with reliance on ineffective coping mechanisms and low participation in social and productive activities.