Laode Muhamad Yasmin
Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan dengan Loyalitas Pasien Hipertensi di Puskesmas Latambaga Sindi Septianingsih; Laode Muhamad Yasmin; Hartian Dode
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1543

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas pasien, dengan pelayanan yang baik diharapkan dapat meningkatkan loyalitas pasien, sehingga mereka lebih cenderung untuk kembali dan mengikuti program pengobatan yang ditetapkan.l Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan loyalitas pasien hipertensi di Puskesmas Latambaga. Kualitas pelayanan kesehatan dalam penelitian ini diukur berdasarkan tiga variabel, yaitu fasilitas kesehatan, prosedur kesehatan, dan ketepatan waktu pelayanan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang tercatat pada tahun 2024 sebanyak 178 orang, dengan jumlah sampel 64 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara fasilitas kesehatan, prosedur kesehatan, dan ketepatan waktu pelayanan dengan loyalitas pasien hipertensi. Fasilitas yang memadai, prosedur pelayanan yang jelas dan tidak berbelit, serta ketepatan waktu pelayanan yang sesuai standar berkontribusi dalam meningkatkan loyalitas pasien untuk melakukan kunjungan ulang dan mengikuti pengobatan secara berkelanjutan.
Integrasi Edukasi Kesehatan Skrining PTM dan Pemanfaatan TOGA untuk Peningkatan Kesehatan Masyarakat Wadonggo Nazaruddin; Nurherlina Nasir; Laode Muhamad Yasmin; Juslan; Amzal Mortin Andas; Lade Albar Kalza
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 3 No. 2 (2026): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/y03jp747

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM), rendahnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta kurang optimalnya pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Desa Wadonggo. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui edukasi kesehatan, skrining PTM, serta optimalisasi pemanfaatan TOGA. Kegiatan dilaksanakan di Desa Wadonggo dengan pendekatan promotif dan preventif. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan (tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol), edukasi penggunaan obat rasional, edukasi PHBS, serta pembuatan kebun TOGA percontohan yang didukung oleh media edukasi berupa leaflet, baliho, dan papan informasi kesehatan lingkungan. Kegiatan ini melibatkan 120 masyarakat peserta aktif yang terdiri dari masyarakat dewasa, lansia, dan siswa sekolah dasar. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat yang signifikan berdasarkan hasil pretest dan posttest, yaitu dari rata-rata pretest 45,5% menjadi posttest 87,2%, meningkat sebesar 41,7%. Dari total peserta, sebanyak 85 orang mengikuti skrining kesehatan secara menyeluruh. Melalui kegiatan ini, masyarakat mulai memahami pentingnya deteksi dini PTM, kepatuhan pengobatan, penerapan PHBS, dan pemanfaatan TOGA sebagai alternatif pendukung kesehatan keluarga. Pengabdian ini diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan melalui pemberdayaan dan partisipasi aktif masyarakat