p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Basataka (JBT)
Kasmal Kasmal
Universitas Mulawarman

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROMOSI, MUTASI, DAN ROTASI GURU DI INDONESIA Herlina Herlina; Hafid Hafid; Hanif Hanif; Tri Tri; Kasmal Kasmal; Sulfi Sulfi; Imanuel Imanuel; Laili Komariyah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1093

Abstract

Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) merupakan aset strategis dalam pembangunan sumber daya manusia nasional. Secara normatif, manajemen karier guru diatur dalam kerangka Sistem Merit yang diamanatkan oleh Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang mensyaratkan bahwa promosi, mutasi, dan rotasi harus didasarkan murni pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. Namun, makalah ini mengidentifikasi adanya kesenjangan fundamental antara idealitas regulasi dan realitas implementasi. Penelitian kualitatif berbasis telaah dokumen kebijakan dan literatur ini menemukan bahwa efektivitas Sistem Merit dalam manajemen guru terdistorsi secara sistemik oleh tiga kekuatan utama. Pertama, intervensi politik dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di daerah yang mengedepankan Spoiled System di atas Sistem Merit. Kedua, distorsi pasar talenta yang dipicu oleh disparitas ekstrem Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) antar-daerah. Ketiga, tantangan struktural berupa "Paradoks Promosi Jalur Ganda" yang memisahkan secara tajam jalur karier guru ASN dan Non-ASN. Makalah ini berargumen bahwa interaksi dari ketiga pilar yang terdistorsi ini—di mana promosi tidak merata, mutasi didorong oleh politik dan ekonomi, serta rotasi disalahgunakan sebagai sanksi—telah menciptakan erosi sistemik terhadap motivasi guru dan mendelegitimasi tujuan pemerataan kualitas pendidikan nasional. Rekomendasi kebijakan difokuskan pada penguatan sanksi pengawasan, harmonisasi kompensasi, dan standardisasi penilaian kinerja non-ASN.
FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STRATEGI DIGITALISASI ADMINISTRASI DI SEKOLAH DASAR: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Hafid Murgantara; Hanif Saifullah El Afrinuddin Zain; Kasmal Kasmal; Sulfi Ardiansyah; Tri Wahyuni; Widyatmike Gede Mulawarman; Akhmad Akhmad
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1228

Abstract

Digitalisasi administrasi di sekolah dasar menjadi agenda penting untuk meningkatkan efisiensi kerja, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan berbasis data, namun kajian yang secara khusus memetakan faktor kunci keberhasilan implementasinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis faktor-faktor tersebut melalui Systematic Literature Review (SLR) berpedoman PRISMA terhadap artikel berbahasa Indonesia dan Inggris yang terindeks di Scopus, ERIC, Google Scholar, dan portal jurnal nasional pada rentang 2019–2025 dengan kata kunci terkait digitalisasi administrasi, kepemimpinan digital, dan strategi implementasi di sekolah dasar. Proses seleksi menghasilkan 30 artikel yang dianalisis secara tematik untuk menggali pola faktor keberhasilan yang berulang. Hasil menunjukkan bahwa keberhasilan strategi digitalisasi administrasi sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah yang visioner dan suportif, kompetensi serta literasi digital guru dan tenaga administrasi, infrastruktur TIK yang memadai dan andal, budaya organisasi yang kolaboratif serta siap berubah, dan dukungan kebijakan-regulasi yang jelas mengenai tata kelola dan perlindungan data. Temuan ini didiskusikan dengan mengaitkannya pada teori kepemimpinan dan manajemen perubahan, sekaligus menyoroti kesenjangan implementasi di berbagai konteks lokal. SLR ini menyimpulkan bahwa integrasi kelima faktor ke dalam perencanaan strategis, program pelatihan berkelanjutan, dan skema pendampingan merupakan prasyarat bagi transformasi digital administrasi sekolah dasar yang efektif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika kebijakan pendidikan pada level sekolah maupun pemangku kebijakan yang lebih luas.
TINJAUAN FILOSOFIS DAN SISTEMATIS KEPEMIMPINAN AFILIASI DALAM MEMBENTUK PERILAKU INOVATIF PENDIDIK DI INDONESIA Kasmal Kasmal; Hafid Murgantara; Hanif Saifullah; Warman Warman; Amir Amir; Dwi Nugroho
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1248

Abstract

Di tengah disrupsi Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, pendidikan Indonesia dituntut berinovasi melalui Kurikulum Merdeka yang menekankan peran guru sebagai Guru Penggerak dengan Perilaku Kerja Inovatif (IWB). Namun, realitas budaya hierarkis, paternalistik (bapakisme), dan norma ewuh pakewuh sering menjadi hambatan. Penelitian ini menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA terhadap 10 artikel kunci (5 nasional, 5 internasional) dan literatur pendukung. Hasil menunjukkan bahwa Kepemimpinan Afiliasi tidak sekadar bermakna ramah, melainkan berfungsi sebagai mekanisme psychological safety yang meningkatkan IWB melalui mediasi job engagement dan psychological capital. Literatur internasional menekankan risiko “harmoni semu” bila gaya ini tidak dipadukan dengan visi strategis. Analisis berbasis Social Exchange Theory dan Self-Determination Theory menyimpulkan bahwa Kepemimpinan Afiliasi memenuhi kebutuhan dasar relatedness guru, namun perlu dikombinasikan dengan kepemimpinan transformasional. Disarankan agar pelatihan kepala sekolah mengintegrasikan kecerdasan emosional sebagai fondasi inovasi pendidikan.