Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Description Analysis of Warm Compress, NaCl 0,9%, and Aloe Vera Gel on Flebitis Degress in Children at Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital Utami, Esti; Sholikhah, Umi; Anggraeni, Atika Dhiah; Wirasti, Unang
Proceedings Series on Health & Medical Sciences Vol. 6 (2025): Proceedings of the 5th International Nursing and Health Sciences Universitas Muhammad
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pshms.v6i.1419

Abstract

Phlebitis is a nosocomial infection caused by microorganisms and is characterized by clinical symptoms experienced by patients for 3x24 hours during the treatment period in the hospital. Appropriate handling both pharmacological and non-pharmacological in phlebitis can help minimize pain and injury in children. Compress is an alternative non-pharmacological treatment that can be done using several types of compresses, namely warm compresses, 0.9% NaCl compresses and aloe vera gel compresses. This type of research is quantitative research with descriptive analytic research design. The sample used amounted to 15 respondents children who are treated in the aster room of Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital with incidental sampling technique. The main variable in this study is the degree of phlebitis. This research data analysis is carried out interactively, in which there are three components, namely data reduction, data display, and conclusion drawing. The degree of phlebitis in children decreased every day after giving warm compresses, 0.9% NaCl compresses and aloe vera gel compresses and did not cause side effects during the intervention process with an average decrease on days 2 and 3. The results of giving warm compresses to 5 respondents showed a decrease in the degree of phlebitis with an average value of degree of phlebitis 3 to degree of phlebitis 2. While giving 0.9% NaCl compress 1 respondent recovered from phlebitis with a degree score of 0 from the previous degree score of 2. For the administration of aloe vera gel compresses on 5 respondents showed a decrease with an average value of degree of phlebitis 2 to 0 and 4 of the total 5 respondents given the intervention showed a degree score of 0 or recovered from phlebitis. Giving compresses helps reduce the degree of phlebitis in children so that it can be used as an alternative intervention against the incidence of phlebitis in children.
Hubungan Kualitas Makanan, Sanitasi Lingkungan, dan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Stunting Pada Balita Usia 1-5 Tahun : Pendekatan Teori Florence Nightingale Fadila, Syifa Nur; Anggraeni, Atika Dhiah
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v16i01.1512

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan serius yang berdampak pada pertumbuhan otak, dan kualitas hidup di masa depan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti asupan gizi, kondisi sanitasi lingkungan dan riwayat penyakit infeksi. Kondisi ini memelurkan perhatian khusus untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian stunting di wilayah tersebut.Metode: Metode yang digunakan dengan desain analitik kuantitatif pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 98 balita yang dipilih menggunakan metode cluster random sampling. Analisis dilakukan menggunakan uji statistic chi-square.Hasil: Penelitian ini menunjukan hubungan signifikan antara kualitas makanan dan kejadian stunting (p<0,05). Sanitasi lingkungan yang buruk memiliki hubungan yang signifikan dengan stunting nilai (p<0,05). Selain itu, balita dengan riwayat penyakit infeksi menunjukan ada hubungan yang signifikan dengan stunting (p<0,05). Berikut merupakan faktor yang dikaji dalam penelitian ini yang berkaitan dengan stunting.Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa hubungan kualitas makanan, sanitasi lingkungan dan riwayat penyakit infeksi memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian stunting pada balita.
Efektivitas Media Kalender terhadap Peningkatan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri sebagai Upaya Pencegahan Anemia Saputra, Dimas Duwi; Anggraeni, Atika Dhiah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.6263

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat dicegah melalui kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Namun, kepatuhan konsumsi TTD masih rendah sehingga dibutuhkan media edukatif yang efektif, salah satunya adalah media kalender sebagai alat pengingat visual. Tujuan untuk mengetahui efektivitas media kalender terhadap peningkatan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri sebagai upaya pencegahan anemia. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pre-test and post-test. Sebanyak 61 remaja putri usia 12–18 tahun dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi berupa penggunaan media kalender dilakukan selama dua minggu. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara daring dan dianalisis menggunakan uji paired t-test. Sebelum intervensi, mayoritas responden berada dalam kategori kepatuhan rendah (95,1%). Setelah dua minggu intervensi dengan media kalender, terjadi peningkatan kepatuhan menjadi kategori sedang pada 75,4% responden. Rata-rata skor kepatuhan meningkat dari 3,04 menjadi 6,67. Uji statistik paired t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Media kalender terbukti efektif meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri. Media ini dapat menjadi salah satu alternatif edukasi visual yang mendukung program pencegahan anemia di kalangan remaja.
Efektivitas montase dan terapi menulis terhadap peningkatan motorik halus pada anak usia prasekolah Nirwana, Raras Vergita Puspa; Anggraeni, Atika Dhiah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1553

Abstract

Background: Children with fine motor disorders and delays tend to experience learning difficulties, lack self-confidence, shyness, dependency, and a lack of creativity due to their inability to use their hands skillfully according to their age-appropriate developmental tasks. One effort to improve children's fine motor skills is through montage and writing therapy. Purpose: To determine the effectiveness of montage and writing therapy in improving fine motor skills in preschool-aged children. Method: This study was a quasi-experimental study with a pretest-posttest approach without a control group. It was conducted at Pertiwi Kindergarten, Banjaranyar, Sokaraja Regency. Thirty-six children (aged 4–6 years) were recruited using a total sampling technique. The instrument used was the Denver Developmental Screening Test (DDST), with data analysis using the Wilcoxon and Mann-Whitney U tests. Results: The mean age of the montage group was 67 months and the writing group 64.94 months, with the majority of respondents being female. The Wilcoxon test for the montage group yielded a p-value of 0.025 (p<0.05). Meanwhile, in the writing group, the p-value was 0.564 (>0.05). Conclusion: Montage therapy is more effective than writing therapy in improving children's fine motor skills.   Keywords: Fine Motor Skills; Montage; Preschool Children; Writing.   Pendahuluan: Anak dengan gangguan dan keterlambatan motorik halus cenderung mengalami kesulitan belajar, kurang percaya diri, pemalu, ketergantungan, serta kurang kreatif akibat ketidakmampuan menggunakan tangan secara terampil sesuai dengan tugas perkembangan usianya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak adalah melalui pemberian montase dan terapi menulis. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas montase dan terapi menulis terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak usia prasekolah. Metode: Desain penelitian quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest without control group yang dilaksanakan di TK Pertiwi Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja. Jumlah responden sebanyak 36 anak (usia 4–6 tahun) yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Denver Developmental Screening Test (DDST), dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney U. Hasil: Rata-rata usia kelompok montase adalah 67 bulan dan kelompok menulis 64,94 bulan dengan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan. Uji Wilcoxon, kelompok montase menghasilkan p-value 0.025 (p<0.05). Sementara pada kelompok menulis didapatkan p-value sebesar 0.564 (>0.05). Simpulan: Terapi montase lebih efektif dibanding terapi menulis dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak.   Kata Kunci: Anak Usia Prasekolah; Menulis; Montase; Motorik Halus.
Hubungan Frekuensi Kunjungan Posyandu, Riwayat Imunisasi Dasar Lengkap, dan Riwayat Hipertensi Terhadap Kejadian Stunting Hanifah, Aulia Nur; Anggraeni, Atika Dhiah
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 1 (2024): Februari 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i1.1197

Abstract

Tingginya angka kejadian stunting di Indonesia mendorong berbagai upaya untuk mengatasinya. Salah satunya dengan mengidentifikasi faktor risiko sunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi kunjungan posyandu, riwayat imunisasi dasar lengkap, dan riwayat hipertensi terhadap kejadian stunting. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional dan desain cross sectional study. Populasi penelitian ini seluruh ibu yang memiliki balita stunting, dengan teknik penarikan sampel yaitu Total Sampling sebanyak 56 balita. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner 7 pertanyaan dan sudah dilakukan uji validitas di desa Karanganyar. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini terdapat hubungan frekuensi kunjungan posyandu (p-value 0,007), riwayat hipertensi (p-value 0,043) dengan kejadian stunting, dan tidak ada hubungan antara riwayat imunisasi dasar lengkap (p-value 0,470) dengan kejadian stunting.
Peningkatan Kesadaran Gizi Ibu Hamil melalui Platform Edukasi GIMBAL (Gizi Seimbang Ibu Hamil) Saputra, Dimas Duwi; Anggraeni, Atika Dhiah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.2997

Abstract

Faktor penyebab buruknya status gizi pada ibu hamil adalah kurangnya pengetahuan. Pengetahuan dan sikap ibu akan mempengaruhi kebutuhan nutrisi pada kehamilan. Pengaruh pengetahuan ibu hamil mengenai gizi seimbang sangat mempengaruhi perkembangan kesehatan ibu dan janin, karena termasuk pengaruh gizi seimbang. pada janin yang dapat memicu stunting dan berdampak pada ibu yang dapat menyebabkan anemia dan KEK defisiensi energi kronik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan ibu hamil dalam pemenuhan gizi seimbang menggunakan website GIMBAL. Metode: Penelitian ini menggunakan pra eksperimental dengan desain one group pretest-postest design. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan total sampling sebanyak 15 orang ibu hamil trimester awal. Analisis data menggunakan uji wilcoxon dengan α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan ibu hamil dalam pemenuhan gizi seimbang menggunakan website GIMBAL dengan peningkatan rata-rata skor pengetahuan responden berdasarkan uji wilxocon yang diperoleh. p-value = 0,00 (p-value < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi pada ibu hamil mengenai pemenuhan gizi seimbang menggunakan website GIMBAL. Temuan ini menyarankan agar pemanfaatan media digital dalam edukasi kesehatan dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran gizi ibu hamil secara luas.
Penggunaan arm bag infused terhadap kenyamanan dan efektivitas mobilisasi pasien rawat inap Faidah, Nur Laely; Anggraeni, Atika Dhiah; Isnaini, Nur; Aprilina, Happy Dwi
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/48bgn814

Abstract

Latar Belakang: Ketidaknyamanan akibat keterbatasan stand infus dapat menghambat aktivitas pasien seperti roda macet, tiang berkarat, risiko tersandung atau cedera kaki karena berjalan sambil mendorong stand infus, mengurangi privasi dan terjadi arus balik darah. Oleh karena itu, penelitian yang berfokus pada kenyamanan pasien melalui inovasi alat pengganti stand infus, terutama yang mendukung mobilitas pasien menjadi sangat krusial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan Arm Bag Infused terhadap kenyamanan dan efektivitas mobilisasi pasien rawat inap.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest pada 30 responden kelompok intervensi dan kontrol yang memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh melalui observasi 8 jam dan lembar observasi yang kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test.Hasil: Terdapat selisih mean rank kelompok Arm Bag Infused sebesar 36,05 sedangkan pada kelompok stand infus 23,95. Hasil analisis menggunakan uji mann-whitney menunjukkan Arm Bag Infused efektif dalam meningkatkan kenyamanan pasien rawat inap dengan nilai p value 0,014 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan.Kesimpulan: Penggunaan Arm Bag Infused dapat meningkatkan kenyamanan dan efektivitas mobilisasi pasien rawat inap.