Sahrul Sahrul
Univeritas Ivet Semarang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Sahrul Sahrul; Dwi Jumaeroh; Laila Mubarokah; Uswatun Nu'mah; Munti'ah Munti'ah; Layinatul Rikha; Umi Chabibah; Ineke Rizki Fernanda; Srimarfuah Marfuah
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i1.1

Abstract

Anak yang tinggi percaya diri maka makin kreatif dalam kegiatan. Pendekatan kualitatif adalah cara untuk memahami serta meneliti yang berpijak pada metodologi dengan tujuan untuk mengetahui permasalahan sosial dan fenomena yang terjadi, metode yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan melakukan triangulasi data untuk dapat mengetahui data yang sebenarnya. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 24 anak dengan cara pengambilan menggunakan metode purposive sampling. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri anak dalam bermain angklung pada kegiatan ekstrakurikuler. Hasil penelitian bermain angklung dapat meningkatkan rasa percaya diri terhadap anak usia dini Anak sudah dapat menguasai cara pegang angklung dengan tangan kiri dan kanan, gerakkan tangan untuk menggetarkan bilah angklung, menggunakan gerakan pergelangan tangan untuk menghasilkan suara yang berbeda dan sudah dapat mainkan angklung dengan ritme dan irama yang sesuai.  
Pengembangan Kemampuan Matematika Pada Anak Usia Dini 3-4 Tahun Melalui Aktivitas Bermain Sahrul Sahrul; Yunika Nurul Izza; Siti Zahrotul Mufidah; Retno Kartika Sari; Yani Mundari; Lailatul Khafifah; Sri Marfu’ah
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i1.2

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini adalah pendidikan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang diberikan intensif belajar untuk perkembangan dan pertumbuhan jasmani dan rohani agar anak siap mengikuti pendidikan lebih lanjut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian pengembangan, Dalam penelitian pengembangan ini, adapun yang dikembangkan adalah gambar bangun ruang yang sudah dibuat dengan mewarnai supaya anak dapat merasa tertarik dengan gambar tersebut. Instrumen dibuat dan disusun sebanyak 12 butir dan dinilai oleh 5 ahli dalam bidangnya, media pembelajaran yang dibuat sudah memiliki nilai di atas 0,3. Artinya media sudah valid dan layak dibagikan kepada subyek di lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan matematika pada anak usia dini 3-4 tahun. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen bantuan software Jamovi V2.4.14 yang dibuat sebanyak 12 butir memiliki nilai di atas 0,3 (valid), kecuali pada butir 11 karena nilainya di bawah 0,3 dan hasil uji reliabilitas lebih dari 0,7 (reliabel) maka instrumen tersebut walaupun ada satu butir yang tidak valid hasil di lapangan instrumen tersebut masih layak digunakan untuk anak usia dini usia 3-4 tahun
Scoring Assessment on Multiple-Choice Questions Zulpan Zulpan; Sahrul Sahrul; Muhammad Rizky Rochmawan; Arianto Arianto; Ahmad Husein; Ahmad Fauzi Pulungan; Siti Sarah; Tri Idha Sari
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i3.77

Abstract

This article aims to explain the scoring method used in processing the results of multiple-choice tests. The focus of the discussion includes how to construct test items, how to assign scores, how to analyze the results, and how to make decisions based on the test outcomes. The article was developed by conducting an in-depth analysis and synthesis of theories from scientific articles and books related to scoring multiple-choice items. The result is a structured concept that outlines the process of item construction, scoring, and decision-making for multiple-choice tests. This article is expected to assist and facilitate teacher education students and classroom teachers in improving their teaching quality and becoming more professional in their field. The scoring method for test results is generally adjusted to the type of test used, whether it is an objective test, essay test, or other forms. For multiple-choice items, which fall under the category of objective tests, each correct answer is usually assigned a score of 1 (one), while each incorrect answer is assigned a score of 0 (zero).
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah dalam Menyelesaikan Soal Cerita Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas IV SD Ditinjau Dari Langkahnya Muhammad Fatahul Uyun; Sahrul Sahrul; Ahmad Syafi'; Mia Hafizah Tumangger; Sudarsono Sudarsono; Vivi Andrianingsih; Muhammad Rizky Rochmawan
Teaching and Learning Research Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v2i1.91

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi fundamental yang wajib dikembangkan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Kompetensi ini tidak hanya terkait dengan penguasaan konsep prosedural, tetapi juga kemampuan bernalar dan menerapkan matematika dalam konteks kehidupan nyata. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam kemampuan pemecahan masalah siswa SD kelas IV dalam menyelesaikan soal cerita materi pecahan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal untuk melakukan sintesis bukti yang komprehensif, sistematis, dan transparan mengenai kemampuan pemecahan masalah siswa SD dalam soal cerita materi pecahan. Sintesis literatur sistematis ini mengkonfirmasi bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa SD kelas IV dalam soal cerita materi pecahan masih menghadapi tantangan serius, dengan pola kesalahan yang konsisten meliputi miskonsepsi, kesalahan prosedural, dan hambatan linguistik. Faktor utama penghambatnya meliputi pengetahuan prasyarat yang lemah, kemampuan literasi membaca, dan metode pembelajaran konvensional. Bukti efektivitas intervensi menunjukkan bahwa pendekatan berbasis visual, strategi pemodelan matematika eksplisit, dan scaffolding berbasis diagnosis dapat meningkatkan kemampuan tersebut secara signifikan.