Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Omnichannel Marketing Strategies For Tourism Destinations: Implications For Industry Practices Olaf Tri Wilopo Simanjuntak; Eunike M. Gegung; Sonnya Marliani
Jurnal Inovasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 2 (2025): Business Innovation and Entrepreneurship Journal (May)
Publisher : Entrepreneurship Faculty, Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/biej.v7i2.953

Abstract

The advancement of technology has affected many sectors including the tourism industry. Adopting omnichannel marketing has become indispensable to enhance customer engagement and provide seamless, personalized experiences. Omnichannel marketing integrates multiple communication channels, such as websites, social media, mobile apps, and in-person interactions, into a unified system, offering a consistent and cohesive brand experience across all touchpoints. This strategy stands in contrast to traditional multichannel marketing, where channels often operate in isolation. Omnichannel marketing has been extensively studied in retail and e-commerce, while its application within the tourism sector is still emerging. This article explores the benefits and challenges of implementing omnichannel strategies in tourism destinations, drawing on case studies, industry reports, and academic literature. The findings indicate that omnichannel marketing can significantly enhance customer loyalty, increase revenue, and improve brand equity for tourism destinations. Examples such as Lake Toba in Indonesia, and Disneyland theme parks highlight the potential of omnichannel strategies to deliver integrated, frictionless experiences that increase customer satisfaction and drive repeat visitation. However, challenges such as data privacy concerns, adaptation of technology and budget constraints, must be addressed to elevate practices within the industry.
Implementasi Total Quality Management (TQM) dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Gerakan Bersih Pantai di Pantai Lasiana, Kupang: Pengabdian Ravel Anwar; Sonnya Marliani; Yudi Adrian; Emilia Gie; Eunike Martha Gegung; Junita Cestilia Nenabu; Sari Angriany Natoni; Septimus Adrianus Mali; Johanis Oenunu; Abram Danial Lubertus Laleb; Theddy Bashkara Foenale; Viktor Amos; Rena Saputri Hilaria Sitanggang; Maria Karmelita Delistiani Sambang; Yunita Chrisna Riane Antonia Bere; Lukas Hattu; Erna Eryani Giri; Yoan Maureen Darianty Dara Odrada; Dendi Sigit Wahyudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7318

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas pendekatan Total Quality Management (TQM) dalam mengatasi problematika limbah padat komersial di kawasan pesisir Pantai Lasiana, Kota Kupang. Program intervensi aksi ini diinisiasi oleh kelompok mahasiswa kelas 4B dan 4E Program Studi Administrasi Bisnis, Universitas Nusa Cendana, dengan menggandeng pelaku usaha mikro (pedagang) setempat sebagai mitra kolaborasi utama. Metode pelaksanaan difokuskan murni pada eksekusi fisik partisipatif secara langsung tanpa penyelenggaraan sesi diskusi maupun forum tanya jawab formal. Tahapan operasional mencakup pemetaan lokasi, persiapan logistik, pemberian instruksi taktis berlandaskan prinsip efisiensi operasional, serta eksekusi pembersihan pantai secara serentak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peniadaan birokrasi komunikasi formal terbukti mampu mengoptimalkan alokasi waktu dan tenaga partisipan. Keberhasilan ini dibuktikan dengan terevakuasinya lebih dari 100 kilogram limbah (setara 20 kantong polibag besar) yang langsung disortir ke dalam kategori plastik sekali pakai dan organik komersial, menghasilkan transformasi visual kebersihan kawasan pesisir secara seketika dan drastis. Kesimpulannya, penerapan TQM melalui aksi gotong royong langsung terbukti efektif mengatasi pencemaran lingkungan pesisir sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan kolektif (sense of belonging) di kalangan pelaku usaha, sehingga meletakkan fondasi tata kelola pelestarian ekosistem yang berkesinambungan.