Kartika Rinakit Adhe
Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Kegiatan Story telling melalui Media Buku Cerita Pop Up terhadap Kemampuan Literasi dan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini Nur Afifah; Kartika Rinakit Adhe; Rachma Hasibuan; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kristanto; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan bercerita menggunakan buku cerita pop-up terhadap kemampuan literasi dan berbicara anak usia dini. Penggunaan media pop-up diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar multisensorik yang interaktif dan konkret untuk merangsang keterlibatan aktif anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen melalui desain pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sampel penelitian mencakup anak-anak usia 5–6 tahun yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar observasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan teknik analisis data menggunakan uji statistik parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari kegiatan bercerita menggunakan buku cerita pop-up terhadap peningkatan literasi dan keterampilan berbicara anak-anak. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan skor yang jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan media visual interaktif dalam kegiatan bercerita dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan secara efektif mengoptimalkan perkembangan bahasa pada anak-anak usia dini.
Efektivitas Model Role Play Berbasis Budaya Lokal dalam Mengembangkan Kemampuan Bahasa dan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini Arifatul Husna; Rachma Hasibuan; Kartika Rinakit Adhe; Mohammad Syahidul Haq; Denok Dwi Anggraini
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2177

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas model role play dalam mengembangkan kemampuan bahasa dan keterampilan sosial anak usia 5-6 tahun di TK Al-Ihsan Omben, Kabupaten Sampang. Latar belakang didasarkan pada temuan awal bahwa kemampuan bahasa dan sosial anak belum optimal, ditandai dominasi bahasa daerah, rendahnya kepercayaan diri berbicara, serta kesulitan berinteraksi kelompok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen nonrandomized pretest-posttest control group. Subjek berjumlah 30 anak dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=15) dengan perlakuan role play selama enam minggu dan kelompok control (n=15) dengan pembelajaran rutin. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan instrument tervalidasi dan dianalisis dengan uji Mann-whitney U. hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata kemampuan bahasa meningkat dari 52,4 menjadi 78,6 (N-Gain=0,55) dan keterampilan sosial dari 50,1 menjadi 76,9, dibandingkan kelompok control yang meningkat minimal (p=0,001<0,05). Kebaruan penelitian terletak pada penggunaan skrenario role play berbasis budaya lokal sampangnyang meningkatkan relevansi dan efektivitas intervensi. Temuan ini membuktikan bahwa role play berbasis budaya lokal tidak hanya meningkatkan produksi bahasa, tetapi juga memfasilitasi interaksi sosial melalui konstruksi makna kolaboratif serta berkontribusi secara teoritis dan praktis.
Strategi Adaptasi Digital: Inovasi Guru dalam Pembelajaran Berbasis Permainan Digital untuk Anak Usia Dini Ainun Najah; Wulan Patria Saroinsong; Kartika Rinakit Adhe; Mohammad Syahidul Haq; Nurul Istiq&#039;faroh
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8390

Abstract

Permainan digital dapat memberikan landasan bagi pemahaman teknologi untuk mengubah anak menjadi pencipta teknologi yang memiliki kecakapan digital, berpikir kritis, dan adaptif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis integrasi permainan digital sebagai strategi inovasi guru dalam pembelajaran anak usia dini. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan metode Milles dan Huberman. Pengumpulan data penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian 10 guru PAUD, dan anak usia 5-6 tahun di TK Al Falah. Hasilnya guru berperan sebagai fasilitator memanfaatkan permainan digital yang dikombinasikan dengan metode konvensional secara seimbang. Inovasi permainan digital terbukti meningkatkan kreativitas dan motivasi belajar, serta menstimulasi kognitif, bahasa, motorik, dan sosio-emosional. Pentingnya pemilihan konten permainan disesuaikan dengan kebutuhan minat anak. Integrasi permainan digital yang terarah dapat mentransformasi pembelajaran menjadi interaktif dan menarik.
Furnitur Pintar Modular untuk Stimulasi Kemandirian dan Interaksi Sosial Anak Prasekolah Saraswati Ayu Indhiraswari; Wulan Patria Saroinsong; Kartika Rinakit Adhe; Mohammad Syahidul Haq; Nurul Istiq&#039;faroh
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan fitur pintar modular pada furnitur PAUD sebagai upaya stimulasi kemandirian dan interaksi sosial anak usia 5–6 tahun. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur terhadap standar perkembangan anak, kurikulum, serta teknologi sederhana. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap, yaitu mengidentifikasi kendala di kelas, merancang fitur furnitur, dan menyusun contoh penerapannya dalam kegiatan belajar. Hasil kajian konseptual menunjukkan bahwa furnitur dengan fitur sederhana, seperti lampu pengingat dan penanda kerja kelompok, dapat membantu anak belajar mandiri dan berinteraksi tanpa harus selalu diingatkan oleh guru. Respon otomatis dari furnitur mendorong anak memahami kebiasaan baik secara bertahap. Disimpulkan bahwa furnitur pintar modular dapat menjadi sarana pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter anak secara alami serta membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif, mandiri, dan kondusif.