Meri Noktaria
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Problematika Implementasi Hadis tentang Tajhizul Jenazah (Pengurusan Jenazah) di Era Modern Regina Trismayanti; Berlianna Rahmawati; Meri Noktaria; Dedi Munawwar Yasin; Khoirul Aziz; Alihan Satra
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/mrsefj90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika implementasi hadis tentang tajhizul jenazah (pengurusan jenazah) dalam konteks masyarakat modern. Kajian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara ajaran normatif dalam hadis Nabi Muhammad SAW dengan praktik yang berkembang di masyarakat yang dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap hadis-hadis terkait, kitab syarah hadis, serta literatur fikih klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa problematika utama, yaitu dominasi tradisi lokal yang cenderung menggeser praktik sunnah, penundaan pengurusan jenazah karena alasan sosial dan administratif yang tidak selalu sejalan dengan prinsip penyegeraan, rendahnya literasi dan keterampilan masyarakat dalam pengurusan jenazah, serta munculnya tantangan kontemporer yang berkaitan dengan kondisi medis dan situasi khusus. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman hadits secara kontekstual dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip syariat, seperti kemaslahatan, kemudahan, dan pencegahan bahaya. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi keagamaan yang berkelanjutan agar praktik pengurusan jenazah tetap sesuai dengan ajaran Islam dan relevan dengan dinamika kehidupan modern.
Tafsir Maudhu`i dalam Ayat-ayat Pendidikan Akhlak dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Agama Islam Berlianna Rahmawati; Meri Noktaria; Ibnu Rozali; Mikail Aydin; M. Arridho; M. Ilham Akbar
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/3e3wd062

Abstract

Penelitian ini membahas metode tafsir maudhu’i dalam mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan pendidikan akhlak serta implikasinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya pembentukan akhlak peserta didik di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami konsep tafsir maudhu’i dalam ayat-ayat akhlak serta menganalisis penerapannya dalam pembelajaran PAI. Metode yang digunakan adalah metode analisis kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan pendapat para ahli tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir maudhu’i mampu memberikan pemahaman yang sistematis dan komprehensif terhadap konsep akhlak, yang mencakup hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia, dan lingkungan. Implikasi dalam pembelajaran PAI terlihat pada pentingnya keteladanan, pembiasaan, dan penguatan nilai-nilai moral seperti kejujuran, kesabaran, dan toleransi. Dengan demikian, tafsir maudhu’i berperan penting dalam pengembangan pendidikan akhlak yang relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.
Fiqh Berpakaian dalam Pendidikan Agama Islam sebagai Upaya Menumbuhkan Akhlak Santun dan Mencegah Catcalling serta Pelecehan Verbal Meri Noktaria; Armasito Armasito; Azzahra Refa Junia Lestari; Muhammad Alif Akbar
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/wdkkcf81

Abstract

Fenomena catcalling dan pelecehan verbal di lingkungan pendidikan menunjukkan adanya degradasi akhlak dan rendahnya kesadaran etika dalam interaksi sosial. Kondisi ini menuntut pendekatan preventif yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga edukatif dan normatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep fiqh berpakaian dalam perspektif Islam serta relevansinya dalam Pendidikan Agama Islam sebagai upaya menumbuhkan akhlak santun dan mencegah catcalling serta pelecehan verbal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research). Sumber data primer berupa Al-Qur’an, hadis, serta kitab-kitab fiqh yang membahas tentang aurat dan adab berpakaian, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku Pendidikan Agama Islam, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terkait pendidikan karakter dan kekerasan verbal. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan pendekatan normatif-teologis dan pedagogis. Hasil kajian menunjukkan bahwa fiqh berpakaian dalam Islam tidak semata-mata mengatur batasan aurat, tetapi juga mengandung nilai-nilai kesopanan, kehormatan, dan tanggung jawab sosial. Integrasi materi fiqh berpakaian dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam berkontribusi terhadap internalisasi nilai akhlak santun, pengendalian diri, serta penghormatan terhadap martabat manusia. Pencegahan catcalling dan pelecehan verbal tidak dapat dibebankan pada aspek berpakaian semata, melainkan harus dipahami sebagai bagian dari pembinaan karakter dan kesadaran moral seluruh individu. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membangun budaya saling menghormati melalui pemahaman fiqh berpakaian yang komprehensif dan kontekstual.