Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Trends, Thematic Maps, and Collaboration Networks in Singapore's Multicultural Counseling Research: A Bibliometric Review Faizal Ramley; Muhammad Ilham Bakhtiar; Rahmaeni; A. Agustan Arifin; Idriani Idris; Hadryanti
International Journal of Multicultural Counseling and Development Vol. 3 No. 1 (2026): March: Article In Progress
Publisher : ILIN Education Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/ijomcd.v3i1.3424

Abstract

The purpose of this study is to determine (1) the development trends of multicultural counseling research analysis in Singapore based on bibliometrics; (2) Main themes, study focus, and research trend topics in multicultural counseling studies in Singapore; (3) Research collaboration in multicultural counseling studies in Singapore. The study uses bibliometric analysis with data from OpenAlex totaling 600 manuscripts for the period 2020–2026 using the search query TITLE-ABS-KEY ("multicultural counseling" OR "cultural counseling" OR "cross-cultural counseling" OR "culturally responsive counseling") AND TITLE-ABS-KEY (Singapore) analyzed using Biblioshiny and R.Studio. The results show that the annual publication trend is fluctuating but tends to increase, with peak productivity in 2025, predominantly published in the Journal of Multicultural Counseling and Development. Thematic map and keyword analysis found psychology, multiculturalism, and pedagogy as the main basis of the research. However, this academic landscape faces structural challenges in the form of fragmented collaboration between authors and a heavy reliance on the Singapore–United States transnational research axis.
Manajemen Layanan Bimbingan Konseling di SMP Madani Makassar Nurhidayah Nurhidayah; Riki Anggrian; Yuliani Pertiwi; Hadryanti Hadryanti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen bimbingan dan konseling (BK) di SMP Madani Makassar berdasarkan aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, ketenagaan, serta sarana dan prasarana pendukung layanan BK. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru BK SMP Madani Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen BK di SMP Madani Makassar belum berjalan secara optimal. Pada aspek perencanaan, guru BK melakukan asesmen kebutuhan peserta didik melalui angket dan pemetaan masalah, namun belum ditindaklanjuti dengan penyusunan dokumen program. Pada tahap pelaksanaan, layanan BK masih didominasi oleh layanan responsif, sedangkan layanan dasar belum terlaksana secara maksimal karena tidak adanya jadwal rutin dan alokasi jam masuk kelas. Layanan perencanaan individual dan peminatan juga belum dilaksanakan. Meskipun demikian, aspek evaluasi dan tindak lanjut telah dilakukan melalui evaluasi proses, evaluasi hasil, serta penyusunan laporan tindak lanjut layanan. Dari aspek ketenagaan, rasio guru BK dan jumlah peserta didik telah sesuai dengan ketentuan, namun kolaborasi antar personel sekolah dalam pelaksanaan layanan BK masih belum optimal. Selain itu, keterbatasan sarana dan prasarana, seperti belum tersedianya ruang konseling individu, ruang kelompok, serta instrumen pendukung layanan BK, turut menjadi kendala dalam pelaksanaan layanan secara maksimal. Secara keseluruhan, pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMP Madani Makassar telah terlaksana dengan cukup baik, namun masih perlu dilakukan perbaikan dalam hal penyusunan program tahunan sampai harian, pengoptimalan layanan perencanaan dan peminatan individu serta komponen layanan lainnya guna memaksimalkan peran bimbingan dan konseling sebagai bagian dari pendidikan dalam rangka mengoptimalkan perkembangan peserta didik.
Penerapan Bimbingan Kelompok Berbasis Filosofi Kolaborasi Pengrajin Phinisi untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Mawaddatul Maykam; Nur Asriyanti Jabir; Hadryanti; Ramli Ely; Wahyu Nurhamzah; A. Muh. Ramadhan AS.
Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 2 No. 2 (2026): Issue in Progess
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/tmdcad78

Abstract

Isu utama yang melatarbelakangi pengabdian ini adalah rendahnya keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa di era pasca-pandemi, yang berdampak pada interaksi akademik dan sosial. Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas bimbingan kelompok berbasis filosofi kolaborasi pengrajin Phinisi dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa di STKIP Andi Matappa. Pendekatan pengabdian yang digunakan adalah Mix-Methods Research dengan strategi Sequential Explanatory, di mana tahap kuantitatif menggunakan desain One-Group Pre-Post Test yang dilanjutkan dengan observasi partisipatif kualitatif. Subyek pengabdian terdiri dari 57 mahasiswa yang dipilih secara purposive dengan kriteria memiliki skor komunikasi rendah. Intervensi dilakukan dalam 8 sesi bimbingan kelompok, di mana setiap tahap bimbingan diintegrasikan dengan nilai-nilai filosofi kolaborasi pembuatan Phinisi (persiapan, pembentukan kerangka, perakitan, dan peluncuran). Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan Skala Komunikasi Interpersonal dan dianalisis menggunakan Paired Sample T-test. Data kualitatif bersumber dari FGD dan catatan observasi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada total skor komunikasi interpersonal mahasiswa (p < 0.05) dengan lima dimensi komunikasi interpersonal mengalami kenaikan rata-rata sebesar 38.6%. Analisis kualitatif mengungkap bahwa integrasi filosofi Phinisi mempercepat kohesivitas kelompok dan menumbuhkan kesadaran diri tentang pentingnya trust dan pembagian peran dalam komunikasi. Bimbingan kelompok berbasis kearifan lokal ini terbukti efektif dan relevan dalam meningkatkan keterampilan interpersonal mahasiswa.