Boisandi Buulolo
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna, Indonesia.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Biomechanical Pathways in Volleyball Spike Performance A Path Analysis of Anthropometric and Technical Factors Muhammad Syaleh; M. Ghozali Aufathul Akbar; Fadhil Ammar Rizqillah Lubis; Bastian Pratama Lumban Gaol; Boy Agustinus Sirait; Boisandi Buulolo; Yunita Mandasari; Dian Buono; Aulia Hidayati Ramadhana; Yupiter Prakasa Laia; Eka Selvia Tampubolon
Joska: Jurnal Isori Kampar Vol. 1 No. 03 (2024): November Issue JOSKA: ISORI KAMPAR JURNAL
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT & (ISORI KAMPAR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/94zzy351

Abstract

Objectives: To examine the biomechanical factors influencing volleyball spike performance through path analysis, investigating direct and indirect relationships between anthropometric measurements, physical capabilities, and technical execution parameters. Methods: Sixty elite volleyball players (30 male, 30 female) underwent comprehensive biomechanical testing, including anthropometric measurements, strength assessments, coordination tests, and performance measures. Path analysis was conducted using AMOS 26.0 software with bootstrapping (5000 samples) to evaluate relationships between variables. Multiple goodness-of-fit indices were used to assess model validity. Results: Arm length demonstrated the strongest direct effect on spike velocity (β = 0.45, p < 0.001), with a total effect of β = 0.57 when including indirect pathways. Core strength significantly influenced spike performance through coordination (β = 0.35, p < 0.001). Shoulder rotational strength directly affected ball speed (β = 0.39, p < 0.001), while reaction time significantly influenced approach timing (β = -0.32, p < 0.01). The model showed good fit with RMSEA = 0.048 (90% CI: 0.039-0.057), CFI = 0.962, and TLI = 0.955. Conclusion: The study revealed complex interrelationships between anthropometric characteristics, physical capabilities, and technical execution in volleyball spike performance. Both direct physical attributes and their indirect effects through technical parameters contribute to successful spike execution. These findings provide evidence-based recommendations for training program design and talent development in volleyball.
Correlation Between Silat Training and Motor Skill Improvement in Elementary School Children Pedomanta Keliat; Brema Pehulisa Pandia; Boisandi Buulolo; Arjuna Arjuna; Aris Simaremare; Yupiter Prakasa Laia; Akbar Alvian Sitorus; Lasdo Pangihutan Sihombing; Cristeven Tono Situmorang; Fans Darno Prianto Osra Zalukhu
Joska: Jurnal Isori Kampar Vol. 1 No. 03 (2024): November Issue JOSKA: ISORI KAMPAR JURNAL
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT & (ISORI KAMPAR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/nfdsxh76

Abstract

Objectives: This study investigated the correlation between traditional Silat training and motor skill development in elementary school children aged 7-12 years in Medan, Indonesia. Methods: A cross-sectional study was conducted with 120 elementary school students from three schools in Medan city. Participants were divided into two groups: Silat practitioners (n=60) with minimum 6 months training experience, and control group (n=60) with no martial arts background. Motor skills were assessed using the Test of Gross Motor Development-3 (TGMD-3) and Bruininks-Oseretsky Test of Motor Proficiency-2 (BOT-2). Data analysis was performed using SPSS version 28.0. Results: Silat practitioners demonstrated significantly higher motor skill scores compared to the control group (p<0.001). Strong positive correlations were found between training duration and gross motor skills (r=0.78, p<0.001), fine motor skills (r=0.65, p<0.001), and overall motor proficiency (r=0.82, p<0.001). The Silat group showed superior performance in balance (18.4±2.1 vs 14.2±2.8), coordination (19.6±1.9 vs 15.3±2.4), and bilateral coordination (17.8±2.3 vs 13.9±2.7). Conclusion: Traditional Silat training shows strong positive correlation with enhanced motor skill development in elementary school children, suggesting its potential as an effective physical education intervention for improving fundamental movement skills.
Panitia Perlombaan Tradisional Sebagai Sarana Pengembangan Keterampilan Motorik dan Sportivitas Anak Sekolah Dasar Negeri 064972 Medan Amplas Benjamin Sembiring; Aris Simaremare; Anugrah Panca Dinata; Franroso Pininggit Simatupang; Boisandi Buulolo; Melisah Melisah
Joska: Jurnal Isori Kampar Vol. 3 No. 01 (2026): March Issue JOSKA: ISORI KAMPAR JURNAL
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT & (ISORI KAMPAR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/joska.v3i01.04

Abstract

Objectives: Perlombaan tradisional merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sarat dengan nilai-nilai luhur dan dapat dijadikan media pembelajaran bagi anak-anak. Sekolah Dasar Negeri 064972 Medan Amplas menghadapi tantangan dalam mengembangkan keterampilan motorik dan nilai sportivitas siswa di era digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan potensi permainan tradisional sebagai sarana pengembangan karakter dan keterampilan fisik anak. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan keterampilan motorik kasar dan halus siswa melalui permainan tradisional, (2) menumbuhkan nilai-nilai sportivitas, kerjasama, dan disiplin, (3) melestarikan budaya permainan tradisional Indonesia, dan (4) memberikan alternatif kegiatan fisik yang edukatif dan menyenangkan. Methods: Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan: pelatihan panitia lomba (guru dan orang tua), sosialisasi kepada siswa, pelaksanaan lomba tradisional (balap karung, tarik tambang, lompat tali, gobak sodor, dan kelereng), serta evaluasi menggunakan observasi terstruktur, kuesioner, dan wawancara. Kegiatan melibatkan 150 siswa kelas I-VI yang dibagi dalam kelompok berdasarkan usia. Results: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek motorik dan sportivitas. Tingkat partisipasi mencapai 98% dari total siswa. Evaluasi pre-post test menunjukkan peningkatan keterampilan motorik kasar sebesar 42% dan motorik halus 35%. Nilai sportivitas meningkat dari rata-rata 65 menjadi 87 (skala 100). Antusiasme siswa tinggi dengan tingkat kepuasan 92%, sementara orang tua dan guru memberikan respon positif (89% dan 94%). Conclusion: Program ini memberikan dampak positif berupa peningkatan aktivitas fisik siswa, pengenalan kembali permainan tradisional kepada generasi muda, terciptanya kolaborasi sekolah-orang tua, dan tersedianya model kegiatan ekstrakurikuler yang berkelanjutan. Rekomendasi untuk pengembangan mencakup implementasi rutin setiap semester dan perluasan ke sekolah lain di wilayah Medan Amplas.