Asmaul Husnah Amiruddin
Universitas Negeri Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Revitalisasi Pembelajaran IPS Berkelanjutan: Sintesis Literatur tentang Epos I La Galigo dalam Kerangka Ecopedagogi Hasni Hasni; Asmaul Husnah Amiruddin; Ulul Azmi Mustari; Sakmawati Sakmawati; Amirullah Amirullah
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Vol. 13, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v13i1.83583

Abstract

Revitalisasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada abad ke-21 menuntut integrasi nilai keberlanjutan dan kesadaran ekologis dalam proses pembelajaran. Namun, praktik pembelajaran IPS masih cenderung bersifat konseptual dan belum optimal memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber belajar kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai ekologis dalam Epos I La Galigo, menganalisis relevansi ecopedagogi dalam pembelajaran IPS, serta merumuskan model integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPS. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap artikel yang bersumber dari database Scopus dan Google Scholar pada periode 2020–2025, dengan kata kunci ecopedagogy, ecological literacy, local wisdom, dan culture-based learning. Analisis data dilakukan melalui teknik sintesis tematik yang meliputi tahap pengumpulan, pengkodean, pengelompokan, dan interpretasi tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Epos I La Galigo mengandung nilai ekologis relasional, etis, dan kosmologis yang relevan dengan paradigma pendidikan berkelanjutan. Pendekatan ecopedagogi terbukti mampu meningkatkan literasi ekologis, kesadaran kritis, dan perilaku berkelanjutan peserta didik. Integrasi budaya lokal dan teknologi menghasilkan pembelajaran IPS yang kontekstual, reflektif, dan transformatif.Kata Kunci: Ecopedagogi, I La Galigo, Pembelajaran IPS, Literasi Ekologis, Kearifan LokalAbstractRevitalizing Social Studies Education in the 21st  century requires the integration of sustainability values and ecological awareness into the learning process. However, Social Studies teaching practices still tend to be conceptual and do not yet make optimal use of local wisdom as a source of contextual learning. This study aims to identify ecological values in the First Epic of La Galigo, analyze the relevance of ecopedagogy in social studies education, and formulate a model for integrating local wisdom into social studies education. The method used was a literature review of articles sourced from the Scopus and Google Scholar databases for the period 2020–2025, using the keywords ecopedagogy, ecological literacy, local wisdom, and culture-based learning. Data analysis was conducted using thematic synthesis techniques, which included the stages of data collection, coding, grouping, and theme interpretation. The research findings indicate that the first epic of La Galigo contains relational, ethical, and cosmological ecological values that are relevant to the paradigm of sustainable education. The ecopedagogical approach has proven effective in enhancing students’ ecological literacy, critical awareness, and sustainable behavior. The integration of local culture and technology results in contextual, reflective, and transformative social studies learning.Keywords: Ecopedagogy, I La Galigo, Social Studies Education, Ecological Literacy, Local Wisdom
Kesiapsiagaan Pedagogis Guru IPS Di Dalam Mereposisi Museum Sebagai Situs Marginal: Peluang Dan Tantangan Asmaul Husnah Amiruddin; Hasni
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 12 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.7952

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena marginalisasi museum dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), di mana Museum Kota Makassar sering kali hanya dipandang sebagai objek wisata statis daripada laboratorium sosial yang dinamis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapsiagaan pedagogis guru IPS dalam mereposisi museum sebagai sumber belajar aktif guna menumbuhkan kesadaran sejarah dan Eco-Spatial Empathy siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 10 guru IPS di Kota Makassar, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan pedagogis guru masih berada pada tahap transisi antara paradigma tradisional dan progresif. Terdapat kesenjangan antara kesadaran konseptual guru mengenai pentingnya museum dengan kemampuan implementatif dalam mendesain perencanaan pembelajaran yang terstruktur. Meskipun interaksi dengan artefak museum terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kausalitas siswa, hambatan struktural seperti birokrasi perizinan, keterbatasan waktu, dan minimnya modul integratif masih menjadi kendala utama. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan literasi kurasi bagi guru dan kolaborasi sistemik antara institusi pendidikan dengan pengelola museum untuk mentransformasi museum kota menjadi Contextual Social Laboratory yang inklusif.
HISTOGAME NUSANTARA: GAMIFIKASI PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK SISWA SMPN 7 MAPPAKASUNGGU Ulul Azmi Mustari; Hasni Hasni; Sagita Ramadhana; Asmaul Husnah Amiruddin; Muh Irshan Sachrir
Jurnal Abdi Negeriku Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v5i1.83927

Abstract

Di era digital, pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) khususnya materi sejarah sering kali dianggap membosankan dan terlalu berfokus pada hafalan, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi dan literasi digital siswa. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan model "HistoGame Nusantara", sebuah inovasi pembelajaran berbasis gamifikasi yang mengintegrasikan kearifan lokal Nusantara ke dalam mekanik permainan digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis situasi, workshop pelatihan bagi guru dan siswa, pendampingan implementasi, serta evaluasi hasil. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan HistoGame Nusantara memberikan dampak positif yang signifikan dan holistik. Secara kognitif, terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam memahami dan menganalisis peristiwa sejarah melalui mekanisme penyelesaian misi dan investigasi digital. Secara afektif, integrasi narasi budaya lokal berhasil memperkuat identitas nasional dan minat belajar siswa. Selain itu, program ini berhasil mentransformasi kompetensi pedagogik guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai fasilitas utama pembelajaran. Secara keseluruhan, sinergi antara teknologi digital, mekanisme gamifikasi, dan konten kearifan lokal terbukti mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang inovatif, interaktif, dan relevan untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.