Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Desain

MEMOPULERKAN PANTUN BETAWI MELALUI PRODUK DISTRO Mega Mega; Nurhablisyah Nurhablisyah
Jurnal Desain Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.671 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v1i01.356

Abstract

Distribution Store atau Outlet (Distro) merupakan jenis usaha Industri sandang dengan merek independen dan dikembangkan oleh kalangan anak muda dalam produksi terbatas. Distro telah berkembang di Bandung, Yogyakarta dan Bali. Akan tetapi, sejumlah Distro yang ada di Jakarta belum banyak mengangkat seni budaya Betawi sebagai fokus desainnya. Studi ini merancang produk Distro yang menggunakan pantun Betawi sebagai seni visual. Pantun Betawi melalui produk Distro diharapkan dapat memopulerkan kebudayaan Betawi di kalangan remaja Jakarta dan menjadi ikon produk wisata. Secara diskriptif kualitatif, pembahasan meliputi penciptaan pantun, pemilihan produk Distro dan penerapannya dengan menggunakan elemen-elemen ilustrasi, tipografi dan warna. 
Anak Dalam Iklan: Tinjauan Etika Periklanan dalam TVC Selama Ramadhan 2023 Nurhablisyah, Nurhablisyah
Jurnal Desain Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v11i2.21236

Abstract

Ramadhan 2023 diselenggarakan pada akhir Maret hingga April 2023. Seperti bulan Ramadhan lainnya di negara dengan jumlah penduduk muslim yang besar, Ramadhan berarti peningkatan konsumsi dan penjualan. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh pihak marketing dengan menyediakan iklan televisi (TVC) khusus Ramadhan. Karena keluarga dan anak-anak banyak mengkonsumsi barang-barang kebutuhan rumah tangga, maka banyak iklan yang menyertakan anak-anak sebagai daya tarik visualnya. EPI (Etika Pariwara Indonesia) 2020, telah mengatur tentang konten iklan. Setidaknya, ada 15 iklan yang menggunakan anak-anak dalam konten visualnya, baik sebagai pemeran utama maupun pemeran pendukung. Keberadaan anak sebagai pendukung pemasaran harus dipertimbangkan dengan matang, karena penelitian menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia miskin literatur tentang tujuan iklan. Untuk itu, masyarakat, pemerintah, akademisi, dan industri periklanan harus bekerja sama secara sinergis untuk menyediakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak. Dengan memperhatikan etika dalam beriklan dan bermedia secara bijak, serta memberikan lebih banyak literasi media kepada masyarakat, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran literasi dan menciptakan lingkungan yang ideal bagi generasi penerus bangsa.
Desainer Grafis, Netizen dan Etika; Tinjauan Pesan Visual dalam Media Sosial Nurhablisyah, Nurhablisyah
Jurnal Desain Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.654 KB) | DOI: 10.30998/jd.v9i2.11530

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana desain grafis dan warganet bisa menggunakan Teori Etika Visual untuk menciptakan pesan verbal-visual. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan Teori Etika Visual sebagai pisau analisis. Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi di media sosial maupun digital dan studi literatur. Komunikasi teknologi mendorong pesan dapat disampaikan dengan cepat, mudah dan menjangkau khalayak yang lebih luas. Namun jika tidak digunakan secara ideal dan sesuai kebutuhannya, pesan-pesan tersebut dapat membawa perpecahan, tindak kriminal, perundungan, penyebaran hoak, dan lain sebagainya. Teori Etika Visual diperkenalkan pertama kali oleh Julianne .H Newton. Di dalamnya terdapat dua  kegiatan utama, yaitu proses dan pemaknaan yang dilihat secara etis dan tidak etis.  Seorang desainer grafis dituntut memiliki standar yang lebih tinggi dalam hal kualitas penciptaan pesan melalui perilaku, keahlian dan nilai-nilai yang profesional. Jika desainer grafis mengaplikasikan Teori Etika Visual di dalam karyanya, maka ini akan mengedukasi masyarakat (netizen) untuk berhati-hati  dan selektif dalam memproduksi dan berbagi pesan visual.