Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Book Interactive For Mentally Disabled Children Short For Increase Ability Psychomotor and Needs Sensory and Cognitive Mentally Retarded Children Sasqia Pratiwi Hanum AT; Anggie Pradina Azzahra; Ira Wirasari
Jipmor: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Humaniora Vol 3 No 2 (2025): December
Publisher : Institut Pendidikan Alfatah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jipmor.v3i2.45

Abstract

Every human being has the same right to education, including children with intellectual disabilities. The abilities of these children can be explored and optimized through simple academic learning, such as reading, writing, and arithmetic. Therefore, children with intellectual disabilities should be provided with stimulation that can aid in their development and productivity, such as interactive books. Previous research has shown that interactive books are effective for typically developing children, and it is hoped that this learning medium can also be applied to children with intellectual disabilities. The research method used in this study is the design thinking method, with a particular focus on the empathize stage. Through a combination of observation, in-depth interviews, and questionnaires, this research aims to provide comprehensive insights into the learning needs of children with intellectual disabilities at SLB C Terate Bandung. The results of this study are expected to make a significant contribution to the development of more effective and suitable teaching methods and media for students with special needs. The findings indicate that interactive books are highly effective for the education of children with intellectual disabilities, with some adjustments needed in design and approach to meet their sensory and cognitive needs.
Panduan Dasar Konsep Perancangan Identitas Visual Kawasan Kampung Wisata Arab Panjunan Cirebon Jafar Sodik; Fajar Ciptandi; Ira Wirasari
Jurnal Desain Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v11i1.15967

Abstract

Kampung Arab Panjunan merupakan kawasan di Kota Cirebon dengan mayoritas penduduk etnis Arab yang berasal dari Baghdad, Irak. Kawasan ini memiliki beberapa ciri khas salah satunya tradisi kerajinan gerabah dan pernah menjadi sentra gerabah terbesar di Cirebon. Namun, saat ini tradisi tersebut sudah tidak dapat ditemukan. Ciri khas lainnya yaitu, Masjid Merah Panjunan, makanan dan musik khas Timur Tengah. Namun, tradisi tersebut telah mengalami akulturasi. Pemerintah Daerah Kota Cirebon bersama Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memiliki rencana strategis mengembangkan Kampung Wisata Arab Panjunan, salah satunya merancang identitas visual dengan mengangkat ciri khas kawasan. Ciri khas tradisi kawasan yang hilang dan akulturasi yang terjadi menjadi permasalahan dalam merancang identitas visual. Destination branding merupakan strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan kawasan berdasarkan potensi yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan konsep perancangan identitas visual kawasan dengan mengangkat ciri khas kawasan menggunakan destination branding dengan batasan pada tahap Market Investigation, Analysis and Strategic Recommendations. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode Limas Pemandu Inovasi, Matriks Perbandingan Perwujudan Budaya, Analisis PEST dan SWOT. Hasil dari penelitian ini yaitu rekomendasi bagi pemerintah berupa panduan dasar konsep perancangan identitas visual Kampung Wisata Arab Panjunan dengan mengangkat tradisi kerajinan gerabah, Masjid Merah Panjunan, makanan dan musik khas Timur Tengah ke dalam bentuk values, strategi pengembangan dan jenis identitas visual kawasan yang layak untuk diimplementasikan.
PERANCANGAN IKLAN BUAVITA KOREAN WHITE PEACH “GLOW TOGETHER SHINE FOREVER” UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS DI KOTA BANDUNG Nia Fadhillah; Ira Wirasari; Ligar Muthmainnah
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buavita Korean White Peach merupakan varian terbaru dari Buavita yangmengandung 1.000 mg kolagen dan 100% kebutuhan vitamin C harian. Meskipun datangdari brand besar di Indonesia, tingkat kesadaran masyarakat terhadap produk ini masihrendah. Dari hasil kuesioner dan observasi, Sebagian besar konsumen belum mengetahuikandungan dan manfaat utama produk, serta belum membedakannya dari varian jus buahlainnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kampanye iklan guna meningkatkanawareness Buavita Korean White Peach, khususnya bagi wanita usia 25–40 tahun di KotaBandung yang memiliki ketertarikan terhadap kesehatan dan kecantikan kulit. Teknikpengumpulan data meliputi observasi, kuesioner, wawancara, dan studi pustaka. Datadianalisis melalui pendekatan SWOT, analisis visual, serta model perilaku konsumenAISAS. Hasil dari perancangan menunjukkan bahwa kampanye iklan dengan output utamaberupa event pop-up store yang dikolaborasikan dengan strategi media sosial, edukasilangsung, dan experiential marketing berpotensi menarik perhatian target audience.Strategi ini dirancang agar konsumen dapat merasakan manfaat produk secara langsung,sekaligus memperkuat keterikatan emosional dengan brand. Kata kunci: AISAS, Brand Awareness, Buavita Korean White Peach, Kampanye
INTERIOR DESIGN OF A COMMUNITY KITCHEN USING A USER ACTIVITY ANALYSIS APPROACH: A CASE STUDY OF FOODCYCLE INDONESIA Dedrina Aurya Syazira; Ully Irma Maulina Hanafiah; Ira Wirasari
International Journal Of Humanities, Social Sciences And Business (INJOSS) Vol. 5 No. 2 (2026): INTERNATIONAL JOURNAL OF HUMANITIES, SOCIAL SCIENCES AND BUSINESS (INJOSS)
Publisher : ADISAM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20094762

Abstract

A community kitchen is a collective space that serves not only for cooking activities but also as a venue for social collaboration and community empowerment. In the case of Foodcycle Indonesia, diverse activities and users with different backgrounds present challenges in designing spaces and furniture that are adaptable to user needs. This research employs a design thinking approach and qualitative methods to identify activity patterns and functional needs, as well as to develop spatial and furniture design strategies that support work efficiency and comfort. The study’s findings formulate a flexible design concept based on ergonomics and anthropometry to create an inclusive workspace that enhances the quality and comfort of activities within the community kitchen.