Claim Missing Document
Check
Articles

Panduan Dasar Konsep Perancangan Identitas Visual Kawasan Kampung Wisata Arab Panjunan Cirebon Jafar Sodik; Fajar Ciptandi; Ira Wirasari
Jurnal Desain Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v11i1.15967

Abstract

Kampung Arab Panjunan merupakan kawasan di Kota Cirebon dengan mayoritas penduduk etnis Arab yang berasal dari Baghdad, Irak. Kawasan ini memiliki beberapa ciri khas salah satunya tradisi kerajinan gerabah dan pernah menjadi sentra gerabah terbesar di Cirebon. Namun, saat ini tradisi tersebut sudah tidak dapat ditemukan. Ciri khas lainnya yaitu, Masjid Merah Panjunan, makanan dan musik khas Timur Tengah. Namun, tradisi tersebut telah mengalami akulturasi. Pemerintah Daerah Kota Cirebon bersama Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memiliki rencana strategis mengembangkan Kampung Wisata Arab Panjunan, salah satunya merancang identitas visual dengan mengangkat ciri khas kawasan. Ciri khas tradisi kawasan yang hilang dan akulturasi yang terjadi menjadi permasalahan dalam merancang identitas visual. Destination branding merupakan strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan kawasan berdasarkan potensi yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan konsep perancangan identitas visual kawasan dengan mengangkat ciri khas kawasan menggunakan destination branding dengan batasan pada tahap Market Investigation, Analysis and Strategic Recommendations. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode Limas Pemandu Inovasi, Matriks Perbandingan Perwujudan Budaya, Analisis PEST dan SWOT. Hasil dari penelitian ini yaitu rekomendasi bagi pemerintah berupa panduan dasar konsep perancangan identitas visual Kampung Wisata Arab Panjunan dengan mengangkat tradisi kerajinan gerabah, Masjid Merah Panjunan, makanan dan musik khas Timur Tengah ke dalam bentuk values, strategi pengembangan dan jenis identitas visual kawasan yang layak untuk diimplementasikan.
PERANCANGAN IKLAN BUAVITA KOREAN WHITE PEACH “GLOW TOGETHER SHINE FOREVER” UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS DI KOTA BANDUNG Nia Fadhillah; Ira Wirasari; Ligar Muthmainnah
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buavita Korean White Peach merupakan varian terbaru dari Buavita yangmengandung 1.000 mg kolagen dan 100% kebutuhan vitamin C harian. Meskipun datangdari brand besar di Indonesia, tingkat kesadaran masyarakat terhadap produk ini masihrendah. Dari hasil kuesioner dan observasi, Sebagian besar konsumen belum mengetahuikandungan dan manfaat utama produk, serta belum membedakannya dari varian jus buahlainnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kampanye iklan guna meningkatkanawareness Buavita Korean White Peach, khususnya bagi wanita usia 25–40 tahun di KotaBandung yang memiliki ketertarikan terhadap kesehatan dan kecantikan kulit. Teknikpengumpulan data meliputi observasi, kuesioner, wawancara, dan studi pustaka. Datadianalisis melalui pendekatan SWOT, analisis visual, serta model perilaku konsumenAISAS. Hasil dari perancangan menunjukkan bahwa kampanye iklan dengan output utamaberupa event pop-up store yang dikolaborasikan dengan strategi media sosial, edukasilangsung, dan experiential marketing berpotensi menarik perhatian target audience.Strategi ini dirancang agar konsumen dapat merasakan manfaat produk secara langsung,sekaligus memperkuat keterikatan emosional dengan brand. Kata kunci: AISAS, Brand Awareness, Buavita Korean White Peach, Kampanye
Brand Communication through Logos in the F&B Industry: A Case Study of Lakeside Fit+ Using Peirce’s Triadic Model Rahmat Panji Wirayudha; Riksa Belasunda; Ira Wirasari
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v4i1.1666

Abstract

This study explores the strategic deployment of visual elements in the Lakeside Fit+ logo using Peirce's Triadic Model within the competitive food and beverage (F&B) industry. By analyzing how symbols, icons, and indexes such as leaf and fruit illustrations, the cup and straw, hand holding and emphatically pointing, black color, and the typographies, communicate health, freshness, and accessibility, the research elucidates the logo's effectiveness in connecting with health-conscious consumers. The methodology leveraged qualitative visual content analysis to decode these elements, offering insights into how they align with the brand's identity and consumer perceptions. The findings reveal that each component of the logo synergistically reinforces Lakeside Fit+'s commitment to quality and wellness, resonating well with the target audience. Future research is recommended to expand this analysis by comparing the visual branding strategies of other competitors. This research not only contributes to semiotic studies in marketing but also provides actionable insights for enhancing corporate brand communication in the F&B sector.
PERANCANGAN INTERIOR COMMUNITY KITCHEN BERDASARKAN ANALISIS AKTIVITAS DAN KEBUTUHAN PENGGUNA STUDI KASUS FOODCYCLE INDONESIA Dedrina Aurya Syazira; Ully Irma Maulina Hanafiah; Ira Wirasari
NETIZEN: JOURNAL OF SOCIETY AND BUSSINESS Vol. 2 No. 4 (2026): NETIZEN
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A community kitchen is a collective space that functions not only as a place for cooking but also as a platform for social collaboration, user interaction, and community empowerment. In the context of the community kitchen operated by FoodCycle Indonesia, the complexity of activities and the diversity of users’ backgrounds present particular challenges in designing spatial layouts and furniture that effectively respond to users’ needs. This study aims to develop spatial and furniture design strategies that address both functional requirements and user-centered considerations within the community kitchen. Through a design thinking approach and qualitative methods, the research focuses on identifying activity patterns, spatial issues, and the strategic role of space and furniture in enhancing work efficiency and user comfort across various activities. The problem-solving process is conducted comprehensively through the empathize stage to gain an in-depth understanding of users’ needs. The findings are formulated into spatial and furniture design strategies that are flexible and adaptable to evolving activities within the community kitchen, taking into account aspects of activity patterns, user needs, ergonomics, anthropometry, and long-term kitchen operations. The proposed design is expected to create an inclusive working environment, improve work quality, and enhance workflow comfort within the community kitchen.
INTERIOR DESIGN OF A COMMUNITY KITCHEN USING A USER ACTIVITY ANALYSIS APPROACH: A CASE STUDY OF FOODCYCLE INDONESIA Dedrina Aurya Syazira; Ully Irma Maulina Hanafiah; Ira Wirasari
International Journal Of Humanities, Social Sciences And Business (INJOSS) Vol. 5 No. 2 (2026): INTERNATIONAL JOURNAL OF HUMANITIES, SOCIAL SCIENCES AND BUSINESS (INJOSS)
Publisher : ADISAM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20094762

Abstract

A community kitchen is a collective space that serves not only for cooking activities but also as a venue for social collaboration and community empowerment. In the case of Foodcycle Indonesia, diverse activities and users with different backgrounds present challenges in designing spaces and furniture that are adaptable to user needs. This research employs a design thinking approach and qualitative methods to identify activity patterns and functional needs, as well as to develop spatial and furniture design strategies that support work efficiency and comfort. The study’s findings formulate a flexible design concept based on ergonomics and anthropometry to create an inclusive workspace that enhances the quality and comfort of activities within the community kitchen.
Pelatihan Pelafalan Bahasa Inggris Berbasis IPA bagi Pemandu Wisata Binaan Disbudpar Kabupaten Bandung Yelly Andriani Barlian; Ira Wirasari; Sri Nurbani; Sri Soedewi; Bambang Melga Suprayogi; Yosa Fiandra; Asep Kadarisman
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2921

Abstract

Ketika mendampingi wisatawan asing, pemandu wisata perlu melafalkan istilah destinasi secara jelas. Kegiatan pengabdian ini dilakukan bersama 12 pemandu wisata binaan Disbudpar Kabupaten Bandung untuk mengenalkan International Phonetic Alphabet (IPA) sebagai alat bantu membaca bunyi bahasa Inggris. Kegiatan dilaksanakan melalui penjelasan singkat, contoh dari kamus digital, latihan berulang, rekaman suara sebelum dan sesudah pelatihan, serta refleksi peserta. Hasil evaluasi memperlihatkan perubahan yang nyata: pada awal kegiatan tidak ada peserta yang mengenal simbol fonetik, sedangkan setelah pelatihan seluruh peserta telah mengenal fungsinya. Skor rata-rata kepercayaan diri pelafalan naik dari 3,43 menjadi 4,36 pada skala 5. Dalam praktik, peserta mulai lebih berani mengucapkan kata seperti destination, heritage, dan hospitality karena memiliki acuan bunyi, bukan hanya menebak dari ejaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengenalan IPA yang dikaitkan dengan kosakata wisata dapat menjadi cara sederhana untuk mendukung kesiapan komunikasi pemandu wisata saat melayani wisatawan asing.
UNDERSTANDING THE TRANSFORMATION PROCESS OF TAIPA WEAVING IN SOROWAKO, SOUTH SULAWESI: FROM TRADITIONAL HERITAGE TO CONTEMPORARY CULTURAL EXPRESSION Chaerul Adam; Ira Wirasari; Riky Azharyandi Siswanto
INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS Vol. 4 No. 2 (2026): INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS (INJOSER)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20619133

Abstract

Taipa Weaving is a cultural heritage of the Sorowako community, East Luwu Regency, South Sulawesi, which embodies historical, social, and cultural values through its distinctive motifs. However, the complexity of traditional motifs often limits public understanding and recognition of the cultural meanings they represent. This study aims to examine the transformation of Taipa Weaving motifs as an effort to enhance public understanding and recognition of the cultural values embedded within them. A qualitative descriptive approach was employed through observation, documentation, and interviews with local weavers and cultural practitioners. The findings reveal that Taipa Weaving motifs are derived from various local cultural artifacts, including pottery ornaments, stone engravings, traditional tools, and natural elements. These visual sources have undergone processes of simplification, stylization, and repetition, resulting in motifs that are more structured, recognizable, and suitable for textile applications while preserving their original cultural meanings. The transformation process reflects a form of cultural adaptation that enables local cultural values to remain relevant and accessible to contemporary society. The study concludes that motif transformation contributes to strengthening public recognition of Taipa Weaving and supports the preservation of Sorowako's cultural identity through more communicative visual representations.
Strategi Merek Berbasis Identitas Lokal Kerajaan Kendan Pada Desa Wisata Citaman Made Ayu Adinda Prima Dewi; Wirania Swasty; Ira Wirasari
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 3 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v9i3.5580

Abstract

Citaman Village, Nagreg District, Bandung Regency, holds potential in agrotourism, local historical tourism of the Kendan Kingdom, and culinary tourism, yet recorded only 614 tourist visits in 2024 due to a brand identity limited to a logo without an integrated system. This study aims to identify brand elements used by selected tourism villages in West Java as a reference for Citaman Village, analyze the causes of the suboptimal brand strategy, and formulate a local identity-based brand strategy. A qualitative approach was employed using the Strategic Design and Design Thinking frameworks. Data were collected through visual audits, in-depth interviews, and document analysis, then analyzed using thematic analysis, PEST, and SWOT. The findings indicate that: (1) selected tourism villages in West Java consistently implement six integrated brand elements encompassing brand identifiers, color palettes, typography, photography, graphic elements, and implementation across digital and physical media, (2) weakened community social capital including the absence of structured promotion, a tourism workforce regeneration crisis, and a generational shift in aspirations toward the industrial sector constitutes the root cause of the suboptimal brand strategy in Citaman Village, and (3) the local historical identity of the Kendan Kingdom fulfills the criteria of authenticity, uniqueness, and emotional relevance as a foundation for sustainable brand differentiation. Based on these findings, a Brand Guideline grounded in a visual identity system was formulated as both a social empowerment instrument and a strategy to build brand awareness. This study does not empirically measure tourist brand awareness, but rather formulates a strategy as a systematic foundation to be developed in future research.
Peningkatan Literasi Digital, Evaluasi Informasi, dan Komunikasi Visual Melalui Workshop Berbasis Komunitas pada Tapak Maca Kota Bandung, Jawa Barat Yelly Andriani Barlian; Siti Desintha; Ira Wirasari; Sri Nurbani; Sri Soedewi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3092

Abstract

Peningkatan akses terhadap teknologi digital belum selalu diikuti kemampuan masyarakat dalam memahami, mengevaluasi, serta memverifikasi informasi secara kritis. Berdasarkan observasi awal terhadap aktivitas Komunitas Tapak Maca Kota Bandung, Jawa Barat, peserta telah aktif menggunakan media sosial sebagai sumber informasi dan sarana komunikasi komunitas, tetapi masih menghadapi tantangan dalam memeriksa kebenaran informasi, membedakan fakta dan opini, serta memahami konteks pesan visual sebelum informasi dibagikan kembali. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital, khususnya pada komunitas berbasis pendidikan informal yang aktif membangun budaya belajar masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk workshop literasi digital pada Komunitas Tapak Maca dengan tujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami informasi digital secara kritis, mengevaluasi pesan visual, serta mendorong kreativitas peserta dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana edukatif. Metode yang digunakan berupa workshop partisipatif dengan evaluasi pre-test dan post-test terhadap sepuluh indikator perilaku literasi digital. Kegiatan workshop meliputi diskusi tantangan informasi digital, simulasi evaluasi konten, pengenalan komunikasi visual, serta latihan menggunakan kerangka M.A.C.A. yaitu Mengamati, Ajukan Pertanyaan, Cek Konteks, dan Aksi Kreatif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor peserta dari 4,09 menjadi 4,44 atau meningkat sebesar 8,46%. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator kemampuan membedakan fakta dan opini sebesar 23,34% serta kecenderungan untuk tidak menyebarkan informasi tanpa verifikasi sebesar 22,73%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis literasi digital dan komunikasi visual mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam menggunakan media digital secara lebih kritis dan bertanggung jawab. Manfaat kegiatan bagi komunitas terlihat melalui meningkatnya kesadaran peserta untuk memeriksa sumber informasi, membaca konteks visual secara lebih cermat, serta meningkatnya minat memanfaatkan media digital sebagai ruang produksi konten edukatif berbasis komunitas.
Optimalisasi Media Digital Melalui Strategi Digital Marketing Untuk Meningkatkan Promosi Wahana Bina Insani (WBI) Sri Soedewi; Sri Nurbani; Arry Mustikawan; Yelly Andriani Barlian; Ira Wirasari
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v8i1.8736

Abstract

Yayasan Wahana Bina Insani (WBI) merupakan salah satu organisasi non profit sosial dan edukasi di kabupaten. Sebagai organisasi non profit yang tidak menghasilkan keuntungan dari komersialisasi atau penjualan, untuk mendukung berbagai aktivitas dan kegiatan sosial, maka dibutuhkan donasi dari masyarakat atau donatur. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan promosi agar informasi mengenai penggalangan donasi dapat menyebar luas kepada masyarakat. Tujuan dari pelatihan adalah mengoptimalkan media digital sebagai media untuk promosi merupakan cara yang efektif dan tidak memerlukan biaya yang terlalu tinggi dibandingkan dengan media cetak. Strategi promosi dan pemasaran digital (digital marketing) dibutuhkan oleh Yayasan Wahana Bina Insani (WBI) untuk mengidentifikasi peluang dan melakukan aktivitas pemasaran untuk meningkatkan promosi bantuan donasi dan kegiatan sosial. Oleh karena itu, diberikan pelatihan mengenai strategi digital marketing untuk meningkatkan visibilitas dan kredibilitas WBI agar mendapatkan donasi dana yang dapat menjangkau luas masyarakat, serta mempromosikan misi sosialnya secara efektif. Pendampingan WBI bertujuan untuk memberikan edukasi peningkatan keahlian digital marketing dan dapat menambah koneksi dengan mitra atau sponsor yang relevan agar mendapatkan bantuan dana dan support masyarakat yang lebih luas.
Co-Authors Adnan, Farrel Aisyi Syafikarani Almayra Audrey Sundayana Anggie Pradina Azzahra Arif, Riksa Arini Arumsari Aripraha, Gema Ariq, Muhammad Naufal Arry Mustikawan Aryohadi, Miftah Tri Asep Kadarisman Ayub Ilfandy Imran Az Zahra, Shabrina Fitria Bambang Melga Suprayogi Bintang Nugraha Chaerul Adam Chantika Qintara Fatharani Dedrina Aurya Syazira Dedrina Aurya Syazira Elsa Graciana Nugraeni Fadhil, Indra Fajar Ciptandi Faradillah Nursari Farid, Windah Wahyuni Atika Fauzul, Aghnia Gema Ariprahara Husna, Azzuhra Fauziah I Gede Mugi Raharja I Nyoman Larry Julianto Imam Budi Justicia, Arunia Karenina Santikaputri Kurnia, Garrick Gisala Ligar Muthmainnah Made Ayu Adinda Prima Dewi Mahendra Nur Hadiansyah Mohammad Isa Pramana Koesoemadinata Mohd Ridho Kurniawan Mutiara Insani Nasution Nia Fadhillah Niznaen, Dewi Ainun Nugroho, Kevin Wisnu Nuraini, Aisyah Ogya Adwidtiya Janitra Oky Setiawan Panji Wirayudha, Rahmat Pramono, Aqilla Rizky Rahmat Panji Wirayudha Rahmat, Apriandi Rezki Saputri Riksa Belasunda Riky Azharyandi Siswanto Runik Machfiroh Saputri, Rezki Sasqia Pratiwi Hanum AT Shella Wardhani Putri Siti Desintha Sri Nurbani Sri Soedewi Sudibyo, Gina Suastika Syarip Hidayat Syifa Fadila Syifa Sabilla Adriana Tasya Natalia Wijaya Theodora Evipani BR Karo Tresna Ferdiana Ully Irma Maulina Hanafiah Wicaksono Nugroho, Kevin Wisnu Wirania Swasty Wiraprasasta, Anindya Yantami, Rizky Yelly Andriani Barlian Yelly Andriani Barlian Yelly Andriani Barlian Yosa Fiandra Zitachila Virginia Rahmallah