Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Hubungan Pemahaman Aspek Legal Keperawatan Dengan Kualitas Pelayanan Keperawatan Anak Marlin Eppang; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Pediatric nursing care is an essential component of healthcare services that requires both clinical competence and an adequate understanding of legal nursing aspects. A good understanding of legal aspects enables nurses to provide care in accordance with professional standards, ethical principles, and applicable regulations, thereby improving the quality of nursing services. This study aimed to determine the relationship between nurses' understanding of legal nursing aspects and the quality of pediatric nursing care. This study employed a quantitative approach with an observational analytic design using a cross-sectional method. The sample consisted of 40 nurses working in pediatric wards and selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires on legal nursing knowledge and observation sheets assessing the quality of pediatric nursing care. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 95%. The results showed that most respondents had a good understanding of legal nursing aspects (60%). Good quality pediatric nursing care was found among 67.5% of respondents. Statistical analysis revealed a p-value of 0.002 (p < 0.05), indicating a significant relationship between understanding legal nursing aspects and the quality of pediatric nursing care. It can be concluded that a better understanding of legal nursing aspects is associated with improved quality of pediatric nursing care. Therefore, strengthening legal nursing education is essential to enhance service quality and patient safety. Keywords: Legal Aspects Of Nursing, Service Quality, Pediatric Nursing Care, Nurses, Healthcare Services ABSTRAK Pelayanan keperawatan anak merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang memerlukan kompetensi klinis dan pemahaman aspek legal keperawatan. Pemahaman aspek legal yang baik dapat membantu perawat melaksanakan praktik keperawatan sesuai standar profesi, kode etik, dan peraturan yang berlaku sehingga kualitas pelayanan dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemahaman aspek legal keperawatan dengan kualitas pelayanan keperawatan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 perawat yang bertugas di ruang perawatan anak dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pemahaman aspek legal keperawatan dan lembar observasi kualitas pelayanan keperawatan anak. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pemahaman aspek legal keperawatan dalam kategori baik sebanyak 24 responden (60%). Kualitas pelayanan keperawatan anak dalam kategori baik ditemukan pada 27 responden (67,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pemahaman aspek legal keperawatan dengan kualitas pelayanan keperawatan anak. Disimpulkan bahwa semakin baik pemahaman perawat mengenai aspek legal keperawatan, maka semakin baik pula kualitas pelayanan keperawatan anak yang diberikan kepada pasien. Kata Kunci: Aspek Legal Keperawatan, Kualitas Pelayanan, Keperawatan Anak, Perawat, Pelayanan Kesehatan
Pengaruh Pelatihan Basic Life Support (BLS) Terhadap Kesiapsiagaan Perawat Dalam Penanganan Henti Jantung Djunaedi Djunaedi; Marlin Eppang
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Cardiac arrest is a life-threatening emergency that requires immediate and appropriate intervention to improve patient survival. Nurses, as frontline healthcare providers, play a crucial role in initiating resuscitation through Basic Life Support (BLS). BLS training is essential to enhance nurses’ knowledge, skills, and preparedness in managing cardiac arrest cases. This study aimed to determine the effect of Basic Life Support (BLS) training on nurses’ preparedness in handling cardiac arrest. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 40 nurses selected using purposive sampling. Data were collected using preparedness questionnaires and BLS skill observation sheets before and after training. Data were analyzed using the Paired Sample t-Test with a significance level of 95%. The results showed that the mean preparedness score increased from 65.20 ± 8.14 before training to 84.75 ± 6.32 after training. The Paired Sample t-Test yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of BLS training on nurses’ preparedness in managing cardiac arrest. In conclusion, BLS training is effective in improving nurses’ preparedness and should be conducted regularly as part of professional competency development programs. Keywords: Basic Life Support, BLS, Nurse Preparedness, Cardiac Arrest, Emergency Training ABSTRAK Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan segera dan tepat untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang sering berada di garis depan pelayanan memiliki peran penting dalam melakukan tindakan resusitasi awal melalui Basic Life Support (BLS). Pelatihan BLS diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi kasus henti jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan Basic Life Support (BLS) terhadap kesiapsiagaan perawat dalam penanganan henti jantung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 40 perawat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan dan lembar observasi keterampilan BLS sebelum dan sesudah pelatihan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-Test dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kesiapsiagaan perawat sebelum pelatihan adalah 65,20 ± 8,14 dan meningkat menjadi 84,75 ± 6,32 setelah pelatihan. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pelatihan Basic Life Support terhadap kesiapsiagaan perawat dalam penanganan henti jantung. Disimpulkan bahwa pelatihan BLS efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan perawat sehingga perlu dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pengembangan kompetensi tenaga kesehatan. Kata Kunci: Basic Life Support, BLS, Kesiapsiagaan Perawat, Henti Jantung, Pelatihan Kegawatdaruratan
Pengembangan Model Community Health Nursing Dalam Meningkatkan Ketangguhan Masyarakat Terhadap Bencana Rahmat Pannyiwi; Marlin Eppang
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Natural and non-natural disasters can cause significant impacts on community health, social conditions, economic stability, and environmental sustainability. Indonesia's high vulnerability to disasters requires effective strategies to strengthen community resilience through community-based health approaches. Community Health Nursing (CHN) is one of the approaches that can improve preparedness, adaptive capacity, and resilience among communities facing disaster situations. This study aimed to develop a Community Health Nursing model to enhance community resilience toward disasters. This study employed a quantitative approach with a descriptive analytic design. A total of 60 respondents consisting of health cadres, community leaders, and community health workers were selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and observation sheets. Data were analyzed using univariate and Chi-Square statistical tests. The results showed that the implementation of the Community Health Nursing model was significantly associated with increased community resilience toward disasters (p=0.001). Health education programs, disaster preparedness training, establishment of disaster response groups, and empowerment of health cadres significantly improved community capacity in dealing with emergency situations. In conclusion, the development of a Community Health Nursing model is an effective strategy for enhancing community resilience through promotive, preventive, and community empowerment approaches. Keywords: Community Health Nursing, Community Resilience, Disaster Preparedness, Disaster Management, Community Health ABSTRAK Bencana alam maupun nonalam merupakan peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian besar terhadap kehidupan masyarakat, baik dari aspek kesehatan, sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Tingginya risiko bencana di Indonesia menuntut adanya upaya peningkatan ketangguhan masyarakat melalui pendekatan kesehatan berbasis komunitas. Community Health Nursing (CHN) merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, kemampuan adaptasi, dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model Community Health Nursing dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang terdiri dari kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan komunitas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Community Health Nursing berhubungan signifikan dengan peningkatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana (p=0,001). Program edukasi kesehatan, pelatihan kesiapsiagaan bencana, pembentukan kelompok siaga bencana, dan pemberdayaan kader kesehatan terbukti meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Disimpulkan bahwa pengembangan model Community Health Nursing dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana melalui pendekatan promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci: Community Health Nursing, Ketangguhan Masyarakat, Bencana, Kesiapsiagaan, Kesehatan Komunitas
Perspektif Tenaga Kesehatan Tentang Perlindungan Hak Dan Martabat Pasien Melalui Prinsip Confidentiality Marlin Eppang; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Confidentiality is a fundamental principle in healthcare services aimed at protecting patients' rights, privacy, and dignity. Healthcare professionals have ethical and professional responsibilities to maintain the confidentiality of patient information throughout the healthcare process. Violations of confidentiality may reduce patient trust, cause psychological harm, and result in legal consequences for healthcare providers. This study aimed to explore healthcare professionals’ perspectives on protecting patient rights and dignity through the principle of confidentiality. This study employed a quantitative approach with a descriptive analytic design. The sample consisted of 40 healthcare professionals, including nurses and midwives, selected using purposive sampling techniques. Data were collected through questionnaires and analyzed using univariate and Chi-Square statistical tests. The results showed that most healthcare professionals had a good understanding of confidentiality principles (70%). The majority also demonstrated good implementation of confidentiality practices in healthcare services (75%). Statistical analysis revealed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant relationship between healthcare professionals' understanding of confidentiality and the protection of patients' rights and dignity. In conclusion, proper implementation of confidentiality principles enhances the protection of patient rights and dignity and strengthens patient trust in healthcare services. Keywords: Confidentiality, Patient Rights, Patient Dignity, Healthcare Professionals, Healthcare Ethics ABSTRAK Prinsip confidentiality atau kerahasiaan merupakan salah satu aspek fundamental dalam pelayanan kesehatan yang bertujuan melindungi hak, privasi, dan martabat pasien. Tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab profesional dan etik untuk menjaga kerahasiaan informasi medis pasien selama proses pelayanan kesehatan berlangsung. Pelanggaran terhadap prinsip kerahasiaan dapat menurunkan kepercayaan pasien, menimbulkan dampak psikologis, serta berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum bagi tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif tenaga kesehatan tentang perlindungan hak dan martabat pasien melalui penerapan prinsip confidentiality. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Sampel penelitian berjumlah 40 tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat dan bidan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga kesehatan memiliki pemahaman yang baik mengenai prinsip confidentiality sebanyak 28 responden (70%). Sebagian besar responden juga menunjukkan penerapan prinsip kerahasiaan yang baik dalam pelayanan kesehatan sebanyak 30 responden (75%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pemahaman tenaga kesehatan mengenai confidentiality dengan perlindungan hak dan martabat pasien. Disimpulkan bahwa penerapan prinsip confidentiality yang baik dapat meningkatkan perlindungan hak dan martabat pasien serta memperkuat kepercayaan pasien terhadap pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Confidentiality, Hak Pasien, Martabat Pasien, Tenaga Kesehatan, Etika Kesehatan
Peran Keselamatan Pasien Sebagai Pilar Utama Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Studi Analitik Djunaedi Djunaedi; Marlin Eppang
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Patient safety is a fundamental component of healthcare systems aimed at preventing injuries, medical errors, and adverse events during healthcare delivery. Effective implementation of patient safety principles can improve healthcare quality, patient satisfaction, and public trust in healthcare institutions. This study aimed to analyze the role of patient safety as a primary pillar in improving healthcare service quality. This study employed a quantitative approach with an observational analytic design using a cross-sectional method. The sample consisted of 50 healthcare professionals, including nurses, midwives, and other healthcare workers selected through purposive sampling. Data were collected using patient safety culture questionnaires and healthcare quality observation sheets. Data analysis was performed using the Chi-Square test with a significance level of 95%. The results showed that most respondents demonstrated good implementation of patient safety practices (68%). Good healthcare service quality was identified in 74% of respondents. Statistical analysis revealed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant relationship between patient safety implementation and healthcare service quality. In conclusion, patient safety plays a crucial role in improving healthcare quality. Better implementation of patient safety practices is associated with higher healthcare service quality. Keywords: Patient Safety, Healthcare Quality, Quality Of Care, Healthcare Services, Healthcare Professionals ABSTRAK Keselamatan pasien (patient safety) merupakan komponen utama dalam sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya cedera, kesalahan medis, dan kejadian tidak diharapkan selama proses pelayanan kesehatan. Penerapan keselamatan pasien yang optimal dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, kepuasan pasien, serta kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keselamatan pasien sebagai pilar utama dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner budaya keselamatan pasien dan lembar observasi mutu pelayanan kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki penerapan keselamatan pasien dalam kategori baik sebanyak 34 responden (68%). Mutu pelayanan kesehatan dalam kategori baik ditemukan pada 37 responden (74%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan keselamatan pasien dengan mutu pelayanan kesehatan. Disimpulkan bahwa keselamatan pasien memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Semakin baik penerapan keselamatan pasien, maka semakin tinggi mutu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Kata Kunci: Keselamatan Pasien, Mutu Pelayanan Kesehatan, Patient Safety, Kualitas Pelayanan, Tenaga Kesehatan
Implementasi Layanan Home Care Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Di Masyarakat Andi Kamal M. Sallo; Marlin Eppang; Rosida Rosida
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Home care services represent an innovative approach in healthcare delivery aimed at improving patients' quality of life, particularly for individuals with chronic illnesses, elderly patients, and those requiring post-hospital care. This community service program (PKM) aims to implement home care services to enhance the quality of life of patients within the community. The methods used include health education, home visits, patient condition monitoring, and family empowerment in providing self-care. The target group consists of communities with limited access to healthcare services in the assisted areas. The results indicate an improvement in family knowledge regarding patient care, increased treatment adherence, and better health conditions and quality of life among patients. The implementation of home care services has proven to be an effective holistic approach to improving patient well-being in the community. Keywords: Home Care, Quality Of Life, Patient, Community Service, Community Health ABSTRAK Pelayanan kesehatan berbasis rumah (home care) merupakan salah satu inovasi dalam sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, khususnya pasien dengan penyakit kronis, lansia, serta pasien pasca perawatan di fasilitas kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan layanan home care sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup pasien di masyarakat. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, kunjungan rumah, pemantauan kondisi pasien, serta pemberdayaan keluarga dalam perawatan mandiri. Sasaran kegiatan adalah masyarakat dengan keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah binaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman keluarga terhadap perawatan pasien, peningkatan kepatuhan pengobatan, serta perbaikan kondisi kesehatan dan kualitas hidup pasien. Implementasi layanan home care terbukti efektif sebagai pendekatan holistik dalam meningkatkan kesejahteraan pasien di masyarakat. Kata Kunci: Home Care, Kualitas Hidup, Pasien, Pengabdian Masyarakat, Kesehatan Komunitas
Edukasi dan Pendampingan Pertolongan Pertama Luka Bakar dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Mohammad Arifin Noor; Dwi Nur Aini; Marlin Eppang; Viyan Septiyana Achmad; Retno Setyawati
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Burn injuries are among the most common injuries occurring in households and workplaces and may lead to serious complications if not treated properly. Limited public knowledge regarding first aid for burns often results in inappropriate treatment that worsens the victim’s condition. This community service program aimed to improve community knowledge and skills regarding burn first aid through health education activities. The implementation methods included preliminary surveys, health counseling, first aid demonstrations, practical simulations, and evaluations using pre-test and post-test methods. The target participants were 30 community members in the assisted area. The results showed an increase in community knowledge, with the average pre-test score rising from 56 to 86 in the post-test. Participants were also able to correctly perform burn first aid procedures according to health standards. Burn first aid education has proven effective in improving community preparedness and safety in handling simple emergency situations in daily life. Keywords: Burn Injury, First Aid, Health Education, Community Safety, Community Service ABSTRAK Luka bakar merupakan salah satu cedera yang sering terjadi di lingkungan rumah tangga maupun tempat kerja dan dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pertolongan pertama luka bakar sering mengakibatkan penanganan yang salah sehingga memperburuk kondisi korban. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pertolongan pertama luka bakar melalui edukasi kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, penyuluhan, demonstrasi pertolongan pertama, simulasi praktik, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum di wilayah binaan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat dengan rata-rata skor pre-test sebesar 56 menjadi 86 pada post-test. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan langkah pertolongan pertama luka bakar dengan benar sesuai prosedur kesehatan. Edukasi pertolongan pertama luka bakar terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan sederhana di lingkungan sehari-hari. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Luka Bakar, Pertolongan Pertama, Keselamatan Masyarakat, Pengabdian Masyarakat PEND
Program Aktivitas Fisik Sehat Untuk Meningkatkan Kontrol Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Marlin Eppang; Rezqiqah Aulia Rahmat; Yudi Muammar
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a non-communicable disease with increasing prevalence and has become a major public health problem. Poor blood glucose control may lead to serious complications such as heart disease, kidney disorders, neuropathy, and visual impairment. One effective non-pharmacological intervention to help control blood glucose levels is regular physical activity. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of diabetes mellitus patients regarding the importance of healthy physical activity in blood glucose control. The implementation methods included health education, diabetes exercise demonstrations, light physical activity practice, participant mentoring, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 35 diabetes mellitus patients and their family companions. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 56 to 89 in the post-test. In addition, participants were able to independently perform physical activities and showed a decrease in average random blood glucose levels after the program. This program proved effective in improving awareness and abilities of diabetes mellitus patients in performing healthy physical activities as an effort to control blood glucose levels. Keywords: Physical Activity, Diabetes Mellitus, Blood Glucose, Diabetes Exercise, Community Service ABSTRAK Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan masyarakat. Pengendalian kadar gula darah yang tidak optimal dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, neuropati, dan gangguan penglihatan. Salah satu upaya non farmakologis yang efektif dalam membantu mengontrol kadar gula darah adalah aktivitas fisik secara rutin. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien diabetes mellitus mengenai pentingnya aktivitas fisik sehat dalam pengendalian gula darah. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi senam diabetes, praktik aktivitas fisik ringan, pendampingan peserta, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 pasien diabetes mellitus dan keluarga pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 56 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, peserta mampu melakukan aktivitas fisik secara mandiri dan menunjukkan penurunan rata-rata kadar gula darah sewaktu setelah program berlangsung. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan pasien diabetes mellitus dalam melakukan aktivitas fisik sehat sebagai upaya pengendalian gula darah. Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Diabetes Mellitus, Gula Darah, Senam Diabetes, Pengabdian Masyarakat
Program Edukasi Penggunaan Kelambu Dan Pengendalian Nyamuk Untuk Pencegahan Malaria Marlin Eppang; Cakrawati R Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Malaria remains a major public health concern in several endemic regions of Indonesia. The disease is caused by Plasmodium parasites transmitted through the bites of female Anopheles mosquitoes. Malaria prevention requires active community participation through healthy lifestyle practices, the use of insecticide-treated bed nets, and mosquito breeding site control. This Community Service Program aimed to improve community knowledge and awareness regarding bed net utilization and mosquito control as malaria prevention strategies. The methods included health education, demonstrations on proper bed net use, mosquito breeding site control education, and evaluations through pre-tests and post-tests. The program involved 40 households living in malaria-risk areas. The results showed an increase in the average knowledge score from 56.8 before the intervention to 86.5 after the intervention. Furthermore, regular bed net use increased from 42.5% to 80.0% following the program. The intervention effectively improved community knowledge and preventive behaviors related to malaria control. Continuous education and multisectoral involvement are necessary to support sustainable malaria prevention efforts. Keywords: Malaria, Bed Net, Mosquito Control, Disease Prevention, Health Education. ABSTRAK Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di berbagai wilayah endemis di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Upaya pencegahan malaria memerlukan keterlibatan aktif masyarakat melalui penerapan perilaku hidup sehat, penggunaan kelambu berinsektisida, serta pengendalian tempat perindukan nyamuk. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan kelambu serta pengendalian nyamuk sebagai upaya pencegahan malaria. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi penggunaan kelambu, edukasi pemberantasan sarang nyamuk, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada 40 kepala keluarga di wilayah yang berisiko malaria. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 56,8 menjadi 86,5 setelah edukasi. Selain itu, terjadi peningkatan penggunaan kelambu secara rutin dari 42,5% menjadi 80,0% setelah kegiatan. Program ini efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan malaria. Diperlukan edukasi berkelanjutan dan keterlibatan lintas sektor untuk mendukung keberhasilan program pengendalian malaria di masyarakat. Kata Kunci: Malaria, Kelambu, Nyamuk, Pencegahan Penyakit, Edukasi Kesehatan.