Nily Su’aida
Farmasi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

OPTIMASI SEDIAAN GEL FRAKSI ETIL ASETAT BUAH KASTURI (Mangifera casturi Kosterm.) DENGAN KOMBINASI BASIS CMC-Na DAN CARBOPOL MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN Nily Su’aida; Destria Indah Sari; Mia Fitriana
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.24 KB)

Abstract

Fraksi etil asetat buah kasturi memiliki khasiat sebagai antioksidan. Fraksi ini dibuat menjadi suatu sediaan untuk memudahkan penggunaannya. Sediaan yang dibuat dalam penelitian ini adalah gel dengan basis CMC-Na dan carbopol. CMC-Na dapat memberikan viskositas yang stabil pada sediaan penggunaan CMC-Na sebagai basis gel dapat membuat gel menjadi tidak jernih. Carbopol ditambahkan untuk dapat memperbaiki kekurangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perbandingan konsentrasi CMC-Na dan carbopol dalam sediaan gel fraksi etil asetat buah Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) menggunakan metode simplex lattice design yang menghasilkan formula optimum. Ekstrak buah kasturi diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% kemudian difraksinasi hingga didapatkan fraksi kental etil asetat. Variasi basis CMC-Na dan carbopol yang digunakan antara lain : formula I (3% : 2%), formula II (3,75%:1,25%), dan formula III (4,5 %:0,5%). Masing-masing formula dibuat dan dilakukan uji sifat fisik untuk mendapatkan parameter viskositas, daya lekat, daya sebar, dan pH. Data yang diperoleh selanjutnya diolah menggunakan metode simplex lattice design. Berdasarkan perhitungan dapat disimpulkan bahwa perbandingan konsentrasi CMC-Na dan carbopol yang menghasilkan formula optimum adalah sebesar 4% : 1%.
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN HOME REMEDIES UNTUK MENGURANGI MASALAH KESEHATAN MENTAL Nily Su'aida; Yulistia Budianti Soemarie; Karina Erlianti; Sabit Tohari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15884

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan mental merupakan salah satu permasalahan kesehatan nasional yang masuk dalam prioritas program kesehatan nasional. Fakta menjukkan bahwa 1 dari 3 remaja dengan usia 10-19 tahun di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. MAN 2 Model Banjarmasin merupakan salah satu sekolah percontohan dengan berbagai kegiatan akademik yang diantaranya dapat menjadi faktor pencetus terjadinya gangguan kesehatan mental seperti academic stress dan bullying. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan mental serta memberikan pelatihan pembuatan home remedies sebagai terapi sederhana untuk membantu mengurangi masalah kesehatan mental. Mitra pada pengadian ini yaitu siswa kelas X MAN 2 Model Banjarmasin berjumlah 37 siswa. Metode yang digunakan yaitu pemberian penyuluhan, hipnomotivasi, diikuti dengan pelatihan pembuatan home remedies. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini yaitu mitra mendapatkan ilmu pengetahuan terkait kesehatan mental yang ditunjukkan dari peningkatkan rata-rata nilai pre-test dan post-test sebesar 33% serta keterampilan dalam pembuatan home remedies yang dapat digunakan untuk terapi alternatif dalam mengurangi masalah kesehatan mental.Abstract: Mental health disorders are national health problems that are included in the priorities of the national health program. It is reported that one in three adolescents aged 10-19 in Indonesia experience mental health disorders. It is known that school is a risk factor for mental health disorders. MAN 2 Model Banjarmasin is a school with various academic activities that can trigger mental health disorders such as academic stress and bullying. The implementation of this community service activity (PKM) aims to provide education related to the importance of maintaining mental health and training in making home remedies as a simple therapy to help reduce mental health problems. A total of 37 students from the MAN 2 Model Banjarmasin participated in this public service. The methods used were counseling and hypnomotivation followed by training in making home remedies. The results obtained from this PKM are that partners gain knowledge related to mental health, as shown by an increase in the average pre-test and post-test scores by 33%, and skills in making home remedies that can be used for alternative therapy in reducing mental health problems.
Karakterisasi Fitokimia dan Uji Daya Hambat Senyawa Daun Kelakai (stenochlaena palustris) Khas Kalimatan Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Secara In Vitro Apriliyana, Nafisah Sofia; Su'aida, Nily; Fadillah, Aris; Abdi, Muhammad; Azkya, Nurizka; Nadiati, Nadiati; Halimah, Siti
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 9 No 1 (2025): Borneo Journal Of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59053/bjp.v9i1.576

Abstract

Several acne therapy modalities have been widely used to eradicate Propionibacterium acnes, the causative pathogen of acne. However, it cannot treat acne optimally and has adverse effects. Kelakai (Stenochlaena palustris) possesses antibacterial activity. Based on the antibacterial activity of S. palustris, its leaf can be utilized as an alternative acne therapeutic substance. Therefore, this study investigated the effects of the ethanol extract of S. palustris leaf on P. acnes. The extraction of S. palustris was performed using maceration with 96% ethanol. The antibiotic activity test was divided into five groups: a positive control group (Clindamycin), a negative control group (Propionibacterium acnesATCC®6919), and three test groups with concentration gradients. Phytochemical analysis was positive for the identification of saponins, tannins, alkaloids, steroids and flavonoids. The inhibitory diameter of P. acnes at 75% extraction concentration was closest to that of the positive control group and has inhibition zone of diameter 13,99 + 0,77 (strong inhibition) indicating its effectiveness in inhibiting the growth of P. acnes. Based on the antibacterial activity of the ethanol extract of S. palustris leaf, the leaf extract has the potential to be used as a medicinal substance in acne therapy.
Karakteristik dan Uji Aktivitas Antiosidan Ekstrak Kolagen Sisik Ikan Gabus (Channa sp.) Su'aida, Nily; Ridha, ainur; Soemarie, Yulistia Budianti
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 9 No 2 (2025): Borneo Journal Of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59053/bjp.v9i2.652

Abstract

This study aims to isolate collagen from the scales of snakehead fish (Channa sp.) and evaluate the antioxidant activity of the extracted collagen. Collagen was isolated using a 0.5 M acetic acid method, involving dissolution and purification procedures. The collagen extract was characterized using FTIR analysis to detect functional groups and phytochemical tests to identify active compounds. Antioxidant activity was assessed using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method to measure free radical scavenging potential. The results indicated that the collagen extract from snakehead fish scales contains bioactive compounds with significant antioxidant activity. The IC₅₀ values demonstrated a strong ability to neutralize free radicals, showing higher potency than the control. FTIR analysis detected hydroxyl (3330.21 cm⁻¹), methyl (2111.83 cm⁻¹), and carbonyl (1635.85 cm⁻¹) groups as characteristic phytochemical components of Channa sp. collagen extract. The IC₅₀ values at different concentrations were classified as very strong at low concentrations (25%), strong at moderate concentrations (50%), and moderate at higher concentrations (75%). The antioxidant activity of snakehead fish scale extract was very strong at lower concentrations but decreased as the concentration increased
PRAKTIK PEMBUATAN SABUN BERBAHAN DASAR ALAMI DI PONDOK PESANTREN Fadillah, Aris; Mardiana, Lia; Hasniah, Hasniah; Ramadhani, Juwita; Su'aida, Nily; Fauzi, Muhammad; Erlianti, Karina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26075

Abstract

Abstrak: Pada perkembangannya, kurikulum pada pesantren harus dapat menyiapkan santri untuk bisa berkiprah dan hidup di masyarakat, salah satunya adalah dengan melakukan wirausaha. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam pembuatan sabun berbasis ekstrak bahan alam, serta membuka peluang wirausaha. Mitra kegiatan adalah 76 santri putri tingkat menengah atas kelas XII. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik, dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa, dengan kenaikan nilai rata-rata dari 70,5 menjadi 95,61 (peningkatan nilai 25,11%). Evaluasi dengan metode kuis menunjukkan bahwa peserta dapat menerima materi dengan baik.. Kegiatan ini meningkatkan soft skill dan hard skill santri dalam produksi sabun berbahan alami.Abstract: In its development, the curriculum of Islamic boarding schools must be able to prepare the students to take part and live in society, one of which is through entrepreneurship. This program aims to increase student’s knowledge and skills in making natura based soap, and to inspire them on entrepreneurship ideas. Seventy-six high-school students participated. The methods used were lecturing, practical training, and evaluation. The results showed a significant increase in students' knowledge, with an increase in the average score from 70.5 to 95.61 point (increased by 25,11%). Evaluation through quiz method shows that the information was well received by participants. This program improves student’s soft skills and hard skills in the production of natural based soap.
PELATIHAN PEMBUATAN TEH KOMBUCHA UNTUK MENINGKATKAN MINAT WIRAUSAHA SANTRI PUTRI TERHADAP PRODUK FERMENTASI Yulistia Budianti Soemarie; Nily su'aida; Aris Fadillah; Rizki Rahmadi Pratama
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22946

Abstract

Abstrak: Salah satu pondok pesantren yang terletak di kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, adalah Pondok Pesantren Putri Darul Falah. Sekitar 135 santri bersekolah di pesantren ini. Salah satu masalah yang dihadapi oleh santri putri di pondok pesantren Darul Falah adalah tidak adanya kurikulum kewirausahaan yang ditawarkan oleh pondok pesantren. Akibatnya, santri putri memiliki keterampilan yang sangat rendah dan dikhawatirkan akan berdampak pada minat mereka dalam wirausaha setelah mereka lulus. Teh kombucha adalah minuman fermentasi yang memiliki banyak manfaat kesehatan dan sangat disukai oleh semua orang, jadi santri harus bisa membuatnya. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mendidik santri putri tentang dasar ilmu kewirausahaan dan mengajar mereka cara membuat teh kombucha. Selain itu, mereka juga ingin menumbuhkan minat mereka untuk berwirausaha. Proses pelaksanaan pengabdian ini dimulai dengan survei lokasi kegiatan, pembuatan surat ijin kegiatan, dan persiapan dan pelaksanaan kegiatan, yang mencakup penyediaan materi melalui ceramah, diskusi, dan pelatihan pembuatan teh kombucha. Peserta pada pelatihan ini diikuti sebanyak 68 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai pretest dan posttest sebesar 73,33%. Pelatihan juga menunjukkan bahwa peserta dapat membuat teh kombucha setelah fermentasi selama 14 hari.Abstract: One of the Islamic boarding schools located in Barito Kuala district, South Kalimantan Province, is the Putri Darul Falah Islamic Boarding School. Around 135 students at this Islamic boarding school. One of the problems faced by female students at the Darul Falah Islamic boarding school is that there is no entrepreneurship curriculum offered by the Islamic boarding school. As a result, female students have very low skills and this has a negative impact on their interest in entrepreneurship after they graduate. Kombucha tea is a fermented drink that has many health benefits and is loved by everyone, so students must be able to cook it. The aim of this service is to educate female students about the basics of entrepreneurship and teach them how to make kombucha tea. Apart from that, they also want to grow their interest in entrepreneurship. The stages of implementing this service start from surveying the activity location, making an activity permit, preparing and implementing the activity which consists of providing material using lecture methods, discussions and training in making kombucha tea. There were 68 participants in this training. The results obtained from this activity showed that there was an increase in the pretest and posttest scores by 73,33%. This training also showed that participants were able to make kombucha tea after fermenting the tea for 14 days.
PELATIHAN PEMBUATAN “NATURAL SOAP BAR” UNTUK MENGATASI MASALAH KESEHATAN KULIT DI PONDOK PESANTREN X BARITO KUALA Nily Su'aida; Yulistia Budianti Soemarie; Muhammad Fauzi; Karina Erlianti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24645

Abstract

Abstrak: Beberapa masalah Kesehatan pada kulit seperti panu, kulit kering, jerawat, hingga eksim atopik sering dialami oleh santri yang berada di lingkungan pondok pesantren yang umumnya disebabkan karena sumber air yang digunakan untuk mandi, cuci, kakus (MCK) kurang bersih seperti yang dialami santri di Pondok pesantren X di Barito Kuala. Salah satu Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan penggunaan sabun-sabun herbal yang memiliki berbagai macam khasiat. Santri diajarkan untuk membuat sabun herbal dengan bahan-bahan sederhana yang mengandung ekstrak bahan alam berkhasiat. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan hard skill dan soft skill para santri yaitu dengan mampu bekerja sama dalam membuat sabun herbal yang dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah Kesehatan kulit serta meningkatkan pengetahun santri terkait cara menjaga kesehatan Kulit. Pengabdian diikuti oleh 50 santri SMA pondok pesantren X yang diawali dengan menjawab pre-test yang dilanjutkan dengan pemberian edukasi tentang bakteri penyebab masalah kulit dan kewirausahaan serta pelatihan pembuatan sabun herbal dan ditutup dengan post-test. Hasil dari program ini yaitu mitra memperoleh pengetahuan tentang kesehatan kulit yang ditunjukkan dari peningkatan skor rata-rata sebesar 64,25% dari pre-test ke post-test, dan memperoleh keterampilan pembuatan sabun herbal yang dapat digunakan sebagai alternatif terapi untuk masalah kesehatan kulit.Abstract: Various skin health issues such as tinea versicolor, dry skin, acne, and atopic eczema are often experienced by students in X Islamic boarding schools due to the poor cleanliness of water sources used for bathing, washing, and sanitation. One of the efforts to address this issue is the use of herbal soaps, which have various beneficial properties. Students are taught to make natural soaps using simple ingredients containing extracts of beneficial natural substances. This training aims to enhance the hard and soft skills of the students by enabling them to collaborate in making natural soaps, which can be a solution for skin health issues and to increase their knowledge on maintaining skin health. The program involved 50 high school students from Islamic boarding school X, starting with a pre-test, followed by education on bacteria causing skin problems and entrepreneurship, as well as training on herbal soap making, and concluded with a post-test. The results of this program showed that the participants gained knowledge about skin health, evidenced by a 64.25% increase in the average score from pre-test to post-test, and acquired skills in making herbal soaps that can be used as an alternative therapy for skin health issues.