Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

OPTIMASI KOMBINASI CARBOMER DAN CMC Na DALAM SEDIAAN GEL PEWARNA RAMBUT EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) Mardiana, Lia; Sunarni, Titik; Murukmihadi, Mimiek
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.3 KB) | DOI: 10.35799/pmj.2.2.2019.26531

Abstract

ABSTRACTColor and perfume substance factors are essential in a hair dye preparation. Anthocyanin in Butterfly Pea flower (Clitoria ternatea L.) has the potency to act as a natural dye. The physical attributes of hair dye are determined from the combination of carbomer gel and CMC Na as the gelling agent. This research aimed to discover the effect of the combination of carbomer and CMC Na on the physical attributes of the hair dye and to know the optimal formula composition as well as its physical stability during storage and in irritation test. Dry powder of the Butterfly Pea flower was macerated in water that was acidified with tartaric acid using ultrasonic wave to obtain the filtering result’s filtrate with vacuum filtration. The extract was obtained through freeze dry process for 3 days. Eight Butterfly Pea flowers’ extracts with various carbomer and CMC Na compositions were tested for its physical attributes in order to obtain the optimal formula which included adhesiveness, dispersion, pH, and viscosity. To obtain the optimal formula, stability test was conducted on its physical qualities using freeze and thaw method in 3 cycles and another stability test conducted on its dying duration, washing, as well as the sunlight’s effect on it. The result showed that carbomer had dominant effect in improving viscosity, adhesiveness, and pH of the gel; meanwhile CMC Na had dominant effect in increasing the gel’s dispersion. The optimal formula for Butterfly Pea flower hair dye contained 1,66% carbomer and 6,00% CMC Na. There were no significant differences between the experiment’s response and prediction. Unstable viscosity, adhesiveness, dispersion (p<0,05) was analyzed through paired t-test in both before and after the stability test for 3 cycles. The optimal formula of the hair dye caused light irritation to the skin and the gel was the panelists’ favorite during the hedonic test (texture, color, fragrance, and ease of use).    Keywords : Butterfly Pea Flower, Carbomer, CMC Na, Factorial Design, Hair Dye. ABSTRAKFaktor zat warna dan pewangi sangat penting dalam sediaan kosmetik pewarna rambut. Antosianin pada Tanaman Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) berpotensi sebagai zat pewarna alami. Sifat fisik pewarna rambut ditentukan dari kombinasi basis gel carbomer dan CMC Na sebagai gelling agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi carbomer dan CMC Na terhadap sifat fisik pewarna rambut, mengetahui komposisi formula optimum, stabilitas fisik selama penyimpanan dan pengujian iritasi. Serbuk kering bunga telang dimaserasi dengan air yang diasamkan dengan asam tartarat menggunakan gelombang ultrasonik hingga didapatkan filtrat hasil penyaringan dengan vacuum fitrat. Ekstrak diperoleh dengan metode pengeringan freeze dry selama 3 hari. Delapan formula pewarna ekstrak bunga telang dengan variasi basis gel carbomer dan CMC Na diuji sifat fisiknya untuk mendapatkan formula optimum meliputi daya lekat, daya sebar, pH dan viskositas. Formula optimum yang dibuat dilakukan uji stabilitas mutu fisik dengan metode freeze and thaw selama 3 siklus dan uji stabilitas warna terhadap lama pewarnaan pada rambut, pencucian serta pengaruh sinar matahari. Hasil menunjukkan bahwa carbomer dominan meningkatkan viskositas, daya lekat dan pH gel sedangkan CMC Na dominan meningkatkan daya sebar gel. Interaksi dari carbomer dan CMC Na meningkatkan viskositas, daya lekat, pH dan daya sebar. Formula optimum pewarna rambut bunga telang mengandung carbomer sebesar 1,66% dan CMC Na sebesar 6,00%. Tidak ada beda signifikan antara respon percobaan dengan prediksi. Viskositas, daya lekat, daya sebar, dan pH tidak stabil (p<0,05) dianalisa dengan paired t-test pada sebelum dan sesudah uji stabilitas selama 3 siklus. Formula optimum pewarna rambut menyebabkan iritasi ringan pada kulit dan merupakan gel yang disukai oleh panelis pada uji hedonik (Tekstur, warna, aroma dan kemudahan pengambilan sediaan). Kata kunci: Bunga Telang, Carbomer, CMC Na, Factorial Design, Pewarna Rambut.
SOSIALISASI PEMANFAATAN PEWARNA ALAMI PADA PENGOLAHAN KERUPUK LAKAR DI UMKM N&N JATINANGOR Muhaimin, Muhaimin; Chaerunisaa, Anis Yohana; Milanda, Tiana; Maisyarah, Intan Timur; Lestari, Uce; Dewi, Mayang Kusuma; Mardiana, Lia; Erlianti, Karina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21970

Abstract

UMKM N&N yang berada di Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat merupakan satu-satunya UMKM yang memproduksi kerupuk lakar dengan bahan dasar singkong. Awal produksi kerupuk lakar menggunakan pewarna makanan sintetis yang berada dipasaran. Mengingat bahayanya penggunaan pewarna sintetis pada makanan akan berdampak pada kesehatan manusia salah satunya adalah timbulnya reaksi alergi pada jangka waktu yang pendek dan timbulnya penyakit kanker pada jangka waktu yang lama. Oleh karena itu untuk menghindari pengunaan pewarna sintetis pada kerupuk lakar, maka tim PKM (Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat) Universitas Padjadjaran Bandung mengadakan sosialisasi pemanfaatan pewarna alami yang berasal dari bahan alam seperti wortel (warna orange), buah naga (warna merah fanta), bayam (warna hijau) dan ubi ungu (warna ungu) untuk dijadikan pewarna pada pengolahan kerupuk lakar yang sehat dan hygienis. Adapun tujuan sosialisasi atau penyuluhan pada UMKM N&N adalah untuk mendapatkan produk kerupuk lakar yang sehat dan bebas dari pewarna sintetis, sehingga dapat meningkatkan daya tarik bagi konsumen untuk mengkonsumsinya. Hasil dari penyuluhan penggunaan pewarna alami pada makanan telah diterapkan oleh UMKM N&N pada pengolahan kerupuk lakar dengan penggunaan 4 pewarna alami seperti wortel, bayam, buah naga dan ubi ungu sehingga dapat menambah varian warna dari kerupuk lakar yang dihasilkan. Selain itu kegiatan PKM ini juga memberikan kebermanfaatan kepada UMKM N&N dengan bantuan kemasan kerupuk berupa standing pouch sehingga dapat menambah nilai jual kerupuk lakar dan dapat dijual pada pasar retail seperti minimarket dan supermarket. Kerupuk lakar yang diproduksi oleh UMKM N&N diberi nama merek dagang kerupuk lakar ANIA.
Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Granul Instan Talas (Colocasia Esculenta L) Dan Sintrong (Crassocephalum Crepidioides) Sebagai Suplemen Kesehatan Mardiana, Lia; Fauzi, Muhammad
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v1i2.272

Abstract

Sistem kekebalan tubuh dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui kebiasaan hidup sehat dengan memberikan nutrisi yang tepat serta menggunakan suplemen dan ramuan kesehatan tradisional. Suplemen kesehatan dalam bentuk granul dari Tanaman Talas (Colocasia esculenta L.) dan Sintrong (Crassocephalum crepidiodes) dapat dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan karena mengandung fenol dan flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak daun talas dan daun sintrong serta mendapatkan formula sediaan granul instan yang stabil selama waktu penyimpanan meliputi uji waktu alir, sudut diam, indeks kompresibilitas, kandungan lembab dan waktu larut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai IC50 dari ekstrak daun sintrong lebih tinggi dari ekstrak daun talas yaitu sebesar 76,34 ppm dan 83,68 ppm. Aktivias antioksidan sediaan granul menunjukan IC50 formula I, formula II, dan formula III berturut-turut adalah 85,97 ppm, 80,39 ppm, dan 75,71 ppm. Nilai IC50 sediaan granul tergolong antioksidan kuat.
Phytochemical Screening And Antioxidant Activity Test of Lupun Root (Poikilospermum suaveolens (Blume) Merr) from South of Borneo Mardiana, Lia; Milanda, Tiana; Hadisaputri, Yuni Elsa; Chaerunisaa, Anis Yohana
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v12i2.51350

Abstract

Lupun root is the local name for Poikilospermum suaveolens (Blume) Merr. in the Aranio region, South of Borneo, Indonesia. P.suaveolens is a medicinal plant traditionally used to treat various ailments and to enhance the body’s immune function. This study aimed to investigate the secondary metabolites and antioxidant capacity of the ethanol extract derived from the root of Lupun (P. suaveolens). Samples were collected from Aranio, South Borneo. Extraction was performed by maceration using 96% ethanol. The analysis included phytochemical screening and evaluation of antioxidant activity using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) assay measured by a UV-Vis spectrophotometer. Phytochemical screening revealed the presence of alkaloids, flavonoids, tannins, and phenolic compounds in the Lupun root extract. The antioxidant assay showed an IC50 value of 20.44 µg/mL, indicating strong antioxidant potential of the ethanol extract. These results highlight the plant’s promise as a candidate for pharmaceutical development.