Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Digital Marketing Untuk Promosi Wisata Paddle Board Berbasis Media Sosial Di Silalahi Danau Toba Brema Bangun; M. Alif Hamzah; Prista Cindi Navera
Jurnal Pengabdian Keolahragaan dan Sains Vol 2 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEOLAHRGAAN DAN SAINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di kawasan Danau Toba, khususnya di Silalahi dan Paropo, dengan tujuan meningkatkan promosi wisata paddle board melalui digital marketing berbasis media sosial. Latar belakang kegiatan ini adalah besarnya potensi wisata yang belum dioptimalkan akibat keterbatasan kemampuan pemasaran digital masyarakat dan pengelola wisata. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian mitra dalam memanfaatkan platform digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan. Kegiatan utama meliputi edukasi sadar wisata dan digital marketing, pelatihan pengelolaan media sosial, pembuatan konten foto dan video, desain banner, serta pengembangan website. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam promosi digital. Luaran yang dihasilkan berupa banner promosi, konten media sosial, dan website resmi destinasi. Kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola promosi wisata secara berkelanjutan. Integrasi media digital terbukti mampu memperluas jangkauan pemasaran serta meningkatkan citra wisata paddle board di kawasan Silalahi.
TRAUMA HEALING BERBASIS TERAPI BERMAIN UNTUK ANAK-ANAK PENYINTAS BANJIR BANDANG DI KECAMATAN MANYAK PAYED, KABUPATEN ACEH TAMIANG Johaidah Mistar; Madhan Anis; M Alif Hamzah; Prista Cindi Navera; Qory Jumrotul ‘Aqobah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.2102-2107

Abstract

Bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik dan material, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang mendalam pada anak-anak penyintas, seperti gangguan stres pascatrauma (PTSD), kecemasan, dan depresi. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak penyintas melalui pendekatan trauma healing berbasis terapi bermain dengan mengintegrasikan kearifan lokal permainan tradisional Aceh, khususnya meuseuraya (permainan keubeue). Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan (action research) melalui tahapan sosialisasi, pelatihan kader dan orang tua sebagai fasilitator bermain, pendampingan, evaluasi, serta keberlanjutan program.. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendekatan terapi bermain kelompok berbasis permainan tradisional mampu menciptakan suasana yang aman, cair, dan menyenangkan. Simpulan dari program ini adalah bahwa terapi bermain berbasis kearifan lokal efektif untuk mengurangi gejala trauma pada anak penyintas banjir bandang, sekaligus memperkuat kapasitas sosial komunitas dalam pemulihan psikososial jangka panjang
Adapting Pelintau Pencak Silat Teaching in Non-Formal Education During Early Recovery After a Flash Flood Johaidah Mistar; Muhammad Sulfa; Myrza Akbari; Prista Cindi Navera; Madhan Anis
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 4 September (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i4.1619

Abstract

Background: A late-2025 flash flood disrupted the physical, social, and psychological foundations of Pelintau Pencak Silat learning in Aceh Tamiang, Indonesia. Objective: This study examined disaster impacts, instructors’ adaptive teaching strategies, and a provisional framework for disaster-responsive Pencak Silat teaching. Method: An intrinsic qualitative case study was conducted from January to March 2026. Seven purposively selected participants two lead instructors, two junior coaches, and three athletes completed 45–90-minute interviews; four training sessions were observed; and photographs, attendance records, and community archives were reviewed. Results: Interview evidence described loss of the training venue and cultural materials, dispersal, interrupted participation, and anxiety. Curriculum changes were supported mainly by lead-instructor accounts; method changes by junior-coach and athlete accounts; and organizational changes by instructor, coach, and athlete accounts. Observation and documentary materials contextualized the case, but the available record did not preserve item-level links that independently confirm particular interview claims. Cross-theme synthesis produced an interpretive pathway from disruption, through curriculum, method, and organizational adaptation and the relational mechanisms of safety, reconnection, identity, and autonomy, to participant-perceived early-recovery contributions. Conclusion: Pelintau instruction functioned as a flexible cultural learning space during early recovery. The framework is provisional rather than causal and requires stronger data-source traceability, longitudinal follow-up, and cross-site validation.