Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS SENSORIK, PROKSIMAT DAN ASAM LEMAK KEONG KOWOE DENGAN METODE PENGOLAHAN YANG BERBEDA Sahaba, Muh Alsere Bardian; Patadjai, Andi Besse; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Fish Protech Vol 2, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v2i1.6484

Abstract

AbstrakKeong kowoe adalah salah satu jenis moluska yang banyak dijumpai disungai, danau, rawa dan memiliki kandungan asam lemak yang baik untuk perkembangan otak dan mencegah penyakit jantung.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sensori, kandungan proksimat dan asam lemak pada keong kowoe dengan metode pengolahan yang berbeda.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan 3 perlakuan. Penelitian ini meliputi uji sensorik, analisis proksimat dan asam lemak metode GC.Penilaian sensori meliputi aroma, warna, Flavor (keong), umami (gurih, enak), Saltiness (Asin) dan Tekstur. Hasil penelitian menunjukkan nilai tertinggi aroma (5), warna (5,4) dan umami (5,3) ditunjukan pada metode pengasapan, untuk flavor (7,1) dan tekstur (5,9) ditunjukkan pada metode oven, sedangkan saltiness (4,6) ditunjukkan pada metode sun drying. kadar air (17,64%) tertinggi ditunjukkan pada metode pengasapan, untuk kadar protein (52,29%), lemak (11,52%) dan serat kasar (1,79%) ditunjukkan pada metode sun drying, sedangkan kadar abu (20,26%) ditunjukkan pada metode oven.  Nilai tertinggi asam lemak jenuh (63,96%) ditunjukkan pada metode oven, sedangkan asam lemak tak jenuh tunggal (21,61%) dan asam lemak tak jenuh jamak (31,68%) ditunjukkan pada metode pengasapan. Kata kunci: Asam lemak, pengasapan, proksimat, sensori, sun drying AbstractKowoe snail is one type of mollusk that is often found in rivers, lakes, swamps and have fatty acids whichare good for brain development and prevent heart disease. This study aims to determine the sensory value, proximate content and fatty acids in kowoe snails with different processing methods.This research used a descriptive method, with             3 treatments. This research including sensory test, proximate analysis and fatty acid GC methods. Sensory evaluation including aroma, color, flavor (snail), umami (savory, tasty), saltiness (salty) and texture. The results showed thatthe highest value of aroma (5), color (5.4) and umami (5.3) showed that of by smoking method, for flavor (7.1) and texture (5.9) showed that of by oven drying method, while saltiness (4.6) showed that of by sun drying method. The highest of moisture content (17.64%) showed that of by smoking method, for protein (52.29), lipid (11.52%) and crude fiber content (1.79%) showed that of by sun drying method, while ash content (20.26%) showed that of by oven drying method. The highest value of saturated fatty acids (63.96%) showed that of by oven drying method, while monounsaturated fatty acids (21.61%) and polyunsaturated fatty acids (31.68%) showed that of by smoking method. Key words: Fatty acids,proximate, sensory, smoking, sun drying
Perbandingan Metode Isolasi DNA pada Produk Perikanan Segar dan Olahan: Comparison of DNA Isolation Methods for Fresh and Processed Seafood Aninditya Artina Setiaputri; Giri Rohmad Barokah; Muh. Alsere Bardian Sahaba; Rahma Dini Arbajayanti; Nadia Fabella; Rizsa Mustika Pertiwi; Mala Nurilmala; Roni Nugraha; Asadatun Abdullah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 3 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v23i3.32314

Abstract

Seafood product is an important commodity in the global trade market, however, seafood fraud has been increasingly reported. Therefore, a method to specifically identify species of seafood products is needed. DNA methods gain many interests for detection of seafood fraud due to its robustness. This study was aimed to determine the effectiveness of several methods for isolation of DNA from fresh and processed seafood. The DNA isolation methods used in this study were the CTAB DNAzol, TianGen, Qiagen, and Fasmac.. DNA concentration and purity were determinedusing nanodrop spectrofotometry and electrophoresis. DNA isolation showed that the DNA concentration of fresh seafood products was higher than the processed seafood products. DNA isolation using CTAB method have higher levels of DNA purity (1.60-2.00) than using commercial kits in all samples. The commercial kits offer a simple procedure and minimize the possibility of environmental contaminants.
DNA Barcoding untuk Autentikasi Produk Hiu Segar dari Perairan Nusa Tenggara Barat: DNA Barcoding for Fresh Shark Products Authentication from West Nusa Tenggara Waters Muhammad Alsere Bardian Sahaba; Asadatun Abdullah; Roni Nugraha
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 24 No 3 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(3)
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v24i3.38318

Abstract

Perikanan hiu dan pari di Indonesia, termasuk Tanjung Luar di NTB, menghadapi tantangan besar karena populasi hiu dan pari yang terus menurun. Hiu sangat rentan terhadap penangkapan berlebih dan kepunahan karena faktor seperti kematangan seksual yang lambat dan fekunditas yang rendah. Daging dan sirip hiu umunya diminati konsumen; namun, produk hiu lainnya tidak dicatat secara terpisah dalam statistik perdagangan, sehingga sulit untuk diidentifikasi berdasarkan indikator morfologi. Sebagai alternatifnya dapat menggunakan metode DNA barcoding. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies hiu langka yang terdaftar di CITES yang telah mendarat di pelabuhan NTB menggunakan metode DNA barcoding. Penelitian yang dilakukan meliputi tahap isolasi DNA, amplifikasi DNA, sekuensing dan analisis bioinformatika. Hasil sekuensing DNA dan analisis bioinformatika menunjukkan spesies Sphyrna lewini dan Carcharhinus falciformis teridentifikasi pada sampel dengan tingkat kemiripan 99-100%. Hasil ini menunjukkan ikan hiu yang termasuk dalam daftar CITES masih kerap ditangkap dan dimanfaatkan, sehingga perlu dilakukan regulasi yang lebih tegas dan transfer pengetahuan kepada masyarakat agar spesies hiu yang tergolong terancam punah dapat dilestarikan.
Analisis Beberapa Parameter Fisika Kimia Kawasan Mangrove untuk Pengembangan Budidaya Kepiting Bakau (Scylla sp.) Pola Silvofishery di Pesisir Kabupaten Pangkep Hiola, Ridha; Syafaruddin, Syafaruddin; Agustina, Agustina; Sahaba, Muh Alsere Bardian
The NIKe Journal VOLUME 12 ISSUE 3 | SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v12i3.30397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa parameter fisika kimia yang berpengaruh pada budidaya kepiting bakau di Kawasan Mangrove dan mengkaji kemungkinan pengembangan budidaya kepiting bakau pola silvofishery di Kabupten Pangkep. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data yang dikumpulkan melalui data primer dan sekunder, terdiri dari beberapa tahapan yaitu: tahap survei, pengumpulan data, kompilasi data dan informasi (analisis dan pengolahan data), serta tahap penyusunan laporan. Data yang diperoleh dianalisis dengan pembobotan/skoring. Selanjutnya hasil analisis di lapangan ditentukan skornya sesuai dengan kelas kesesuaian lahan (skor : 1 - 4), kemudian skor ini dikalikan dengan bobot dan hasilnya dijumlahkan. Hasil penjumlahan tersebut dibagi 4 dan dikali 100%. Nilai akhir dari perhitungan ini kemudian dicocokkan dengan tingkat kategori kelas sehingga menghasilkan tingkat kesesuaian lahan. Dari hasil analisis data diperoleh parameter biofisika kimia lingkungan mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Pangkep khususnya di lokasi penelitian layak bagi pengembangan budidaya kepiting bakau pola silvofishery sehingga potensial untuk dikembangkan, dimana Tekolabbua 79,25 % dan Bawasalo 78,00%, sangat sesuai, sedangkan Pundata Baji 60,00%, Kanaungan 68,00 % dan Tamarupa 66,00 % cukup sesuai untuk pengembangan budidaya kepiting bakau pola silvofishery.
Komposisi proksimat, mineral dan logam berat Sargassum polycystum di perairan Pulau Payata, Kabupaten Pohuwato Manteu, Shindy Hamidah; Taniu, Nuzul Rahmah; Nento, Wila Rumina; Sahaba, Muh. Alsere Bardian
Agrokompleks Vol 25 No 2 (2025): Vol 25 No 2 (2025): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v25i2.932

Abstract

Sargassum polycystum merupakan salah satu jenis rumput laut coklat yang tumbuh secara alami di perairan Pulau Payata, Kabupaten Pohuwato. Meskipun melimpah, pemanfaatannya oleh masyarakat pesisir masih sangat terbatas. Padahal, jenis rumput laut ini memiliki potensi besar sebagai sumber pangan karena mengandung berbagai komponen nutrisi penting seperti protein, karbohidrat, dan mineral. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan gizi dan keamanan konsumsi S. polycystum melalui analisis proksimat, kandungan mineral, dan logam berat. Sampel S. polycystum segar diambil langsung dari habitat alaminya, dikeringkan, dan dianalisis di laboratorium menggunakan metode standar. Hasil analisis menunjukkan bahwa S. polycystum kering memiliki kadar air sebesar 12,80%, abu 31,87%, lemak 0,60%, protein 10,54%, serat kasar 7,42%, dan karbohidrat 44,20%. Kandungan mineral utama yang ditemukan antara lain kalsium sebesar 0,72%, magnesium 216 mg/kg, natrium 213 mg/kg, kalium 114 mg/kg, dan besi sebesar 690 mg/kg. Beberapa unsur mineral mikro lainnya seperti kromium juga terdeteksi dalam jumlah kecil, sedangkan selenium, seng, boron, dan kobalt berada di bawah batas deteksi alat. Selain itu, hasil pengujian logam berat menunjukkan bahwa kadar timbal, kadmium, dan merkuri dalam S. polycystum masing-masing <0,030 mg/kg, <0,005 mg/kg, dan <0,001 mg/kg, yang berarti masih berada jauh di bawah ambang batas aman konsumsi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Sargassum polycystum di perairan Pulau Payata, Kabupaten Pohuwato tidak hanya memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi, tetapi juga tergolong aman untuk dikonsumsi. Potensi ini membuka peluang untuk pemanfaatannya sebagai bahan pangan alternatif atau bahan baku produk pangan fungsional yang bernilai ekonomi bagi masyarakat pesisir
PENINGKATAN KUALITAS INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN DAN PERSAMPAHAN MELALUI PENGUATAN KAPASITAS PEMERINTAH DESA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA BOIDU KECAMATAN BULANGO UTARA KABUPATEN BONE BOLANGO Koniyo, Yuniarti; Gobel, Muhammad Rizq; Sahaba, Muh. Alsere Bardian
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 4 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i4.2315

Abstract

The development of settlement infrastructure in rural areas, particularly in Boidu Village, still faces various challenges, including suboptimal waste management. Bone Bolango Regency generated 20,018.79 tons of waste in 2023, contributing to environmental issues. The lack of village government capacity and low community awareness remain major obstacles in managing waste and settlement infrastructure. This program aims to enhance the capacity of village governments and empower communities in managing settlement infrastructure and waste. The methods used include surveys, Focus Group Discussions (FGDs), socialization, and the establishment and mentoring of TPS3R management institutions. A participatory approach was implemented to increase community involvement in sustainable waste management efforts. The results indicate an improvement in community awareness regarding the importance of sustainable waste management. Socialization on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) successfully increased awareness among elementary school students. FGDs resulted in agreements on waste management strategies, while infrastructure planning assistance for TPS3R helped the village government formulate a Budget Plan (RAB). Furthermore, the community and village government’s commitment to independently managing TPS3R has strengthened. The implementation of this program demonstrates that strengthening village government capacity and community participation can improve settlement infrastructure and waste management. The program’s sustainability depends on government support and active community engagement.
Pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Komposter Dan Lubang Biopori Di Desa Toto Selatan Yuniarti Koniyo; Mita Alvionita; Muh. Alsere Bardian Sahaba; Muhammad Rizq Gobel
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.12639

Abstract

Household waste management in South Toto Village, Tilongkabila District, Bone Bolango Regency, remains a pressing environmental issue that requires concrete and sustainable solutions. Most residents have not implemented waste sorting and tend to dispose of or burn waste without proper management, resulting in negative impacts on health and the environment. This community service activity aimed to empower residents through organic waste management training using appropriate technology, namely composting bags and biopore holes as simple, affordable, and environmentally friendly solutions. The implementation method consisted of four stages: (1) preparation and field coordination; (2) counseling; (3) practical training; and (4) monitoring and evaluation. The activity was carried out participatorily involving 20 participants from various community groups, including housewives, youth organizations, and community leaders. The results showed significant improvements in participants’ knowledge, skills, and awareness of the importance of sustainable household waste management. Most participants were able to independently manage organic waste, produce compost for yard plants, and implement biopore holes to improve soil water absorption. The activity also encouraged the formation of environmental action groups at the neighborhood level and plans to establish a Waste Bank in South Toto Village as a program sustainability measure. Thus, this activity successfully fostered community participation and independence in maintaining environmental cleanliness based on local empowerment.