Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Teknologi Tepat Guna Berbasis Energi Surya untuk Pengolahan Hasil Pertanian Menjadi Berbagai Produk Industri Rumah Tangga Muhammad Hasim S., S.,; Iris Sumariyanto; Wahyudi Wahyudi; Akmal Hidayat; Mudarris Mudarris
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): April
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v1i3.248

Abstract

Indonesia as an agricultural country has great potential in processing agricultural products. However, most agricultural products are still processed into raw products with low economic value. Traditional processing of agricultural products into home industry products is inefficient, resulting in a lot of wasted crops. The solution to increase efficiency is to apply appropriate technology based on solar energy. Solar energy, as an environmentally friendly renewable energy source, can reduce the use of fossil fuels and greenhouse gas emissions, while increasing community income. The service shows that the application of appropriate technology for processing agricultural products into various solar energy-based home industry products is more efficient and meets quality standards. The benefits include economic improvement, environmental sustainability, and productivity optimization. The implementation method involves seven stages of community development from awareness to technology maintenance and development.
Pelatihan Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan Berbasis Zero Waste di SMA Nasional Makassar Mohamad Ikbal Riski A. Danial; Amirah Mustarin; Jusran Jusran; Akmal Hidayat; Hartini Ramli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.12666

Abstract

The problem of plastic waste and domestic waste in the school environment is still a big challenge in creating a sustainable education ecosystem. Makassar National High School as one of the educational institutions in urban areas faces similar problems related to the high volume of daily waste. This community service activity aims to increase the awareness and skills of students and school teachers in managing waste through the application of the Zero Waste principle. The method used in this service is participatory training which includes three stages: socialization of the 5R concept (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rotting), followed by practice or simulation to deepen the understanding of the service participants. The results of the activity showed an increase in students' and teachers' understanding of the importance of environmentally friendly waste management and the ability to implement waste sorting and management practices from sources with the application of the Zero Waste principle. It is hoped that this activity can encourage changes in the behavior of students and teachers in waste management, reduce the generation of waste disposed of at the final processing site (TPA) and the creation of a school with an environmentally friendly and sustainable culture at Makassar National High School, so as to be able to reduce the burden of waste disposed of at the Final Processing Site (TPA).
Keterampilan Dasar Menggunakan Kultivator Bagi Siswa(i) Jurusan ATP SMK Negeri 6 Takalar Rianti Rianti; Akmal Hidayat; Anggun Citra Bahar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.14001

Abstract

Mata pelajaran Pengolahan Lahan pada Jurusan ATP SMK Negeri 6 Takalar menuntut siswa(i) kelas X memiliki keterampilan praktik dalam mengoperasikan alat dan mesin pertanian, salah satunya kultivator. Namun demikian, pengalaman praktik langsung siswa(i) dalam mengoperasikan kultivator masih terbatas sehingga diperlukan pendampingan intensif agar kompetensi dasar pengolahan lahan dapat dikuasai dengan baik. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka program Asistensi Mengajar mahasiswa di SMK Negeri 6 Takalar dengan tujuan memberikan pengetahuan dasar mengenai bagian dan fungsi kultivator, serta keterampilan mengoperasikannya dengan baik dan benar. Metode kegiatan dilakukan melalui ceramah, demonstrasi, tanya jawab, dan praktik langsung di lahan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa(i) kelas X Jurusan ATP telah memahami cara kerja kultivator serta mampu mengoperasikannya dengan baik dan benar dalam kegiatan pengolahan lahan.
Pendampingan Kegiatan Pemeliharaan Lingkungan Melalui Pemotongan Rumput di SMK Negeri 6 Takalar Anggun Citra Bahar; Akmal Hidayat; Rianti Rianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.14002

Abstract

Pemeliharaan lingkungan sekolah merupakan aspek penting dalam menciptakan suasana belajar yang bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Program Asistensi Mengajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian, Universitas Negeri Makassar, yang berlokasi di SMK Negeri 6 Takalar. Permasalahan yang ditemukan adalah tingginya pertumbuhan rumput liar di area lingkungan sekolah yang mengganggu kebersihan, keindahan, serta kenyamanan proses pembelajaran, khususnya bagi peserta didik Jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP). Kegiatan pendampingan pemeliharaan lingkungan melalui pemotongan rumput ini melibatkan peserta didik kelas X Jurusan ATP yang berjumlah 16 orang, terdiri atas 10 peserta didik laki-laki dan 6 peserta didik perempuan, yang dilaksanakan pada mata pelajaran Kompetensi Keahlian (KK). Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu observasi dan persiapan, pemberian arahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta teknik pengoperasian mesin pemotong rumput, dilanjutkan dengan praktik langsung pemotongan rumput secara berkelompok dan bergiliran, serta tahap evaluasi hasil kegiatan. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa peserta didik mampu mempraktikkan teknik pemotongan rumput dengan benar dan memperhatikan aspek keselamatan kerja, lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan tertata, serta tumbuh sikap disiplin dan tanggung jawab peserta didik dalam memelihara lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif yang berkelanjutan dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan SMK Negeri 6 Takalar.
Pelatihan Metode Fun Learning Berbasis Alat Peraga Sederhana dan Kuis Interaktif di SMA Nasional Makassar Iriani Faisal; Ian Saputra; Akmal Hidayat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.14613

Abstract

Rendahnya minat belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran sains, masih menjadi tantangan dalam pendidikan tingkat menengah. Fisika sering dipandang sebagai mata pelajaran yang sulit dan kurang menarik karena konsepnya yang abstrak dan kandungan matematisnya, sementara pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah konvensional. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan fun learning melalui penggunaan alat peraga sederhana dan evaluasi pembelajaran interaktif berbasis digital. Program dilaksanakan di SMA Nasional Makassar pada 8 April 2026 dengan melibatkan 39 guru, yang terdiri atas 4 guru fisika dan 35 guru dari bidang studi lainnya. Program dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, implementasi, pendampingan, dan evaluasi. Guru dilatih menggunakan alat peraga sederhana dalam pembelajaran fisika serta mengembangkan kuis interaktif menggunakan Kahoot! sebagai alat evaluasi pada akhir pembelajaran yang dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran. Kompetensi guru dievaluasi melalui skor pre-test dan post-test. Rata-rata skor guru meningkat dari 58,20 sebelum pelatihan menjadi 81,50 setelah pelatihan, dengan nilai N-Gain sebesar 0,56 yang menunjukkan peningkatan dalam kategori sedang. Guru juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri serta kemampuan untuk secara mandiri merancang dan menerapkan kuis interaktif. Pada aspek siswa, hasil observasi menunjukkan peningkatan antusiasme, partisipasi, keaktifan bertanya, dan keterlibatan kompetitif siswa selama pelaksanaan kuis. Secara keseluruhan, program ini meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan serta berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan pembelajaran yang lebih menarik dan meningkatkan keterlibatan siswa.