Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Bagaimana Mencegah Anemia Pada Remaja Dan Wanita Usia Subur ?: Literature Review Vivian Nanny Lia Dewi; Desi Kumalasari; Violita Siska Mutiara; Nadya Dwita Fatma Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan dimana jumlah hemoglobin (Hb) dalam darah berada dibawah normal. Remaja putri berisiko mengalami anemia defisiensi besi. Di Indonesia, prevalensi anemia pada remaja putri usia 13-18 tahun sebesar 23%, sedangkan prevalensi anemia pada remaja putra sebesar 17%. Sehingga diperlukan intervensi sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri (rematri) dan wanita usia subur (WUS). Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui upaya pencegahan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan metode Tinjauan Pustaka dengan menelusuri database Perpustakaan Nasional RI, Pubmed, Scopus dan Google Scholar tahun 2012-2022 dengan kata kunci Remaja, Wanita Usia Subur (WUS), Pencegahan Anemia. Hasil: Berdasarkan hasil review terhadap 7 jurnal ditemukan bahwa upaya pencegahan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur dapat dilakukan dengan meningkatkan cakupan tablet suplemen darah (TTD) dan intervensi perubahan perilaku yang dimulai dari memberikan pedoman pengelolaan dan mengembangkan media komunikasi, informasi dan pendidikan (KIE). Kesimpulan: pemberian Tablet Suplemen Darah (TTD) dan intervensi perubahan perilaku mulai dari pemberian pedoman penatalaksanaan serta pengembangan media komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) dapat menjadi upaya pencegahan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur.
Komunitas Daring Literasi Kesehatan Indonesia (LEKSIA) Sebagai Sarana Tular Nalar di Masa Pandemi COVID-19 Ningsih, Dwi Putri Sulistiya; Mutiara, Violita siska; Oktarina, Mika; Rahmawati, Ida
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20 No 2 (2022)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v20i2.6338

Abstract

Revolusi industri 4.0 dan pandemi COVID-19 memaksa manusia untuk melakukan perubahan dan adaptasi kebiasaan baru. Tsunami informasi kesehatan mengakibatkan banyaknya informasi dan berita-berita hoaks yang tersebar di media sosial, sedangkan indeks literasi Indonesia masih jauh tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi efektif menggunakan media sosial Komunitas Daring Literasi Kesehatan Indonesia (Leksia) terhadap penyebaran informasi kesehatan di masyarakat. Metode penelitian menggunakan riset evaluasi dengan pendekatan audit komunikasi media sosial dan aplikasi pesan instan sebagai media tular nalar kepada warganet. Setiap harinya berbagai informasi dibagikan mulai dari hari senin sampai sabtu. Selain itu terdapat juga kegiatan pengabdian, penyuluhan dan perlombaan yang diadakan diluar dari kegiatan rutin. Rekrutmen relawan dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat dari berbagai profesi yang ingin menjadi bagian dari komunitas. Hasil penelitian adalah proses komunikasi komunitas Leksia melalui media sosial instagram dan whatsapp sudah sesuai dengan kaidah-kaidah komunikasi. Konten-konten yang sudah terjadwal setiap hari dan dispesifikasi dengan jelas sehingga tidak tercampur antara satu topik dengan topik yang lainnya. Monitoring dan evaluasi belum optimal. Kontribusi berupa rekomendasi kepada komunitas online diharapkan meningkatkan komunikasi dua arah untuk menarik kepercayaan publik dan melakukan monitoring dan evaluasi secara periodik terhadap konten-konten yang dibagikan agar tidak melanggar UU ITE.
Pengaruh Penyuluhan Menggunakan Media Leaflet terhadap Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kesiapsiagaan Bencana Banjir Mutiara, Violita Siska; Anggraini, Heni; Mamora, Iing; Rahmawati, Ida; Meirika, Viola; Nurpitriani, Maya
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.348-356

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di Indonesia dan berdampak besar pada kelompok masyarakat yang rentan, terutama ibu hamil. Kurangnya pemahaman terkait kesiapsiagaan bencana berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir di wilayah kerja Puskesmas Benakat Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain one group pretest–posttest, melibatkan 32 ibu hamil yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dengan media leaflet, sedangkan pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 7,53 sebelum penyuluhan menjadi 8,22 setelah penyuluhan dengan p-value=0,017, yang menandakan adanya pengaruh signifikan penyuluhan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan kepada pihak Puskesmas agar dapat memberikan sosialisasi dan edukasi secara rutin kepada ibu hamil tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir.Kata Kunci: kesiapsiagaan, media leaflet, pengetahuan, penyuluhan
Resilience in Flood Disaster Volunteers in Indonesia: The Role of Self-Efficacy, Empathy, and Social Support Ida Rahmawati; Dwi Putri Sulistiya Ningsih; Mika Oktarina; Violita Siska Mutiara; Feri Eka Prasetya; Dini Prastyo Wijayanti; Agus Sulistyowati; Ahmad Guntur Alfianto; Manda Marclida Agustin
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 14, No 2 (2026): EDITION JULY 2026
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v14i2.8569

Abstract

Volunteer resilience during flood disasters denotes an individual's capacity to endure, adapt, and psychologically recover from the stressors encountered during emergency responses. This quality is modulated by internal and external determinants, including personal coping mechanisms and external buffering systems. This study examined the relationships between self-efficacy, empathy, social support, and resilience among flood response volunteers in Indonesia. Employing a quantitative, cross-sectional design, the study sampled 70 volunteers from Bengkulu and East Java provinces via purposive sampling technique that met inclusion and exclusion criteria. Data were collected online (via Zoom) using a structured questionnaire. Resilience was measured using the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), the self-efficacy via the General Self-Efficacy Scale (GSE), the empathy through the Interpersonal Reactivity Index (IRI), and social support using the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Construct validity was verified via Pearson Product Moment Correlation, and reliability was confirmed using Cronbach's alpha. Statistical evaluation involved univariate and bivariate chi-square test (X²). The findings revealed that self-efficacy, empathy, and social support correlated significantly with the volunteer’s resilience. Specifically, social support demonstrated the strongest association (p = 0.000; OR = 8.457; 95% CI (2.732-26.180)), followed by self-efficacy (p = 0.001; OR = 7.410; 95% CI (2.396-22.917)), and empathy (p = 0.040; OR = 3.319; 95% CI (1.175-9.370)). Strengthening volunteer’s resilience during flood emergencies requires a comprehensive framework. This approach must simultaneously enhance individual psychological capacities and provide sustainable socio-organizational support structures to optimize ongoing disaster relief efforts across Indonesia.
PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI DENGAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI MTS SABILUL MUTTAQIN Anisah Tifani Maulidyanti; Mika Oktarina; Violita Siska Mutiara
Optimal Midwife Journal Volume 3 No 1 Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/740745

Abstract

Pemeriksaan payudara sangat penting karena hampir 85% benjolan payudara terdiagnosis sendiri. Studi empiris menunjukkan bahwa pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), pemeriksaan klinis payudara, dan mamografi dapat berkontribusi dalam deteksi dini kanker payudara. Pemeriksaan payudara bulanan merupakan cara termurah dan termudah bagi perempuan untuk bertindak mandiri dibandingkan dengan mamografi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap pada remaja putri dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di MTS Sabilul Muttaqin Kelurahan Sari Bungamas Tahun 2023. Metode penelitian menggunakan metode analisis cross-sectional. Populasi dalam penelitian adalah 42 remaja putri MTS Sabilul Muttaqin Kelurahan Sari Bungamas. Sampel diambil dengan menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p.value = 0,00) dan sikap (p.value = 0,00) dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) Di Mts Sabililul Mutaqim Sari Bungamas Tahun 2023. Diharapkan remaja putri memiliki pengetahuan tentang kanker payudara dan SADARI setelah mengikuti pendidikan kesehatan sehingga dapat melakukan pemeriksaan mandiri secara rutin sebagai salah satu upaya deteksi secara dini kelainan pada payudara untuk mencegah terjadinya kanker payudara.