Patimah Patimah
Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran PAI pada Lembaga Pendidikan Islam Hilya Izatillah; Patimah Patimah; Ajahari Ajahari
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.901

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di era digital memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, menganalisis faktor pendukung dan penghambat penerapannya, serta merumuskan strategi pemanfaatan teknologi informasi yang relevan dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur ilmiah berupa jurnal, buku, artikel, dan dokumen akademik yang berkaitan dengan teknologi informasi dalam pembelajaran Pendidikan agama islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi literatur, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran PAI telah mulai diterapkan melalui penggunaan media digital seperti video pembelajaran, PowerPoint, Learning Management System, dan aplikasi pembelajaran interaktif. Namun, penerapannya masih belum optimal karena adanya keterbatasan kompetensi digital guru, kurangnya pelatihan, serta keterbatasan fasilitas teknologi. Strategi yang dapat diterapkan meliputi peningkatan kompetensi guru, pengembangan bahan ajar digital interaktif, pemanfaatan platform pembelajaran digital, dan penerapan blended learning. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi informasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PAI secara efektif, inovatif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.
Quarter-Life Crisis and Religious Conversion Intention among Generation Z Social Media Users: The Moderating Role of Religiosity Tri Cahyaning Utami; Hidayatus Salehah; Patimah Patimah; Nor Alini; Surawan Surawan
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.16367

Abstract

The development of digital technology and social media has reshaped how Generation Z constructs identity, including religious identity. During emerging adulthood, individuals often face social pressure, future uncertainty, and intensive identity exploration, which may trigger a quarter-life crisis characterized by anxiety, confusion, and emotional instability. In this condition, some individuals engage in spiritual exploration and may consider religious conversion as a way to seek meaning, certainty, and psychological stability. This study aimed to examine the relationship between quarter-life crisis and religious conversion intention among Generation Z social media users, as well as the moderating role of religiosity in this relationship. A quantitative survey design was employed using purposive sampling. The participants consisted of social media users aged 18–29 years. Data were analyzed using regression and moderation analysis. The findings indicated that quarter-life crisis did not have a significant direct effect on religious conversion intention. However, religiosity had a positive and significant effect and moderated the relationship between quarter-life crisis and conversion intention. Specifically, religiosity weakened the association between psychological crisis and the tendency to consider religious conversion, suggesting its role as a protective factor in maintaining religious identity stability under psychological pressure. These findings imply that religious commitment may help Generation Z manage identity uncertainty and emotional instability in the digital era. This study contributes to the literature on emerging adulthood, religious identity, and social media by highlighting the psychological and spiritual mechanisms underlying religious conversion intention. Practically, the findings underscore the importance of strengthening religious guidance, digital literacy, and psychosocial support for young adults experiencing identity-related crises.