Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Astrella Vanindya Sheren; Annisa Hangesti Prihaningrum; Beryl Shira Filiandri; Risma Tria Syahrani; Tauran Tauran; Wilda Sumarsyah
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) di Universitas Negeri Surabaya menggunakan kriteria evaluasi OECD Development Assistance Committee (OECD-DAC) yang meliputi enam dimensi: relevansi, koherensi, efektivitas, efisiensi, dampak, dan keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis evaluasi on-going, yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengelola program KIP-K di tingkat universitas serta mahasiswa penerima bantuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program KIP-K memiliki relevansi yang tinggi terhadap kebutuhan mahasiswa dari keluarga kurang mampu, dibuktikan dengan besarnya jumlah pengusul bantuan dibandingkan kuota yang tersedia. Program ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Meskipun demikian, implementasi program masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain ketidaktepatan sasaran penerima yang mencapai sekitar 30%, keterlambatan pencairan bantuan, belum terintegrasinya sistem informasi antara unit pengelola, serta keterbatasan sumber daya manusia. Program ini terbukti memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan studi, motivasi akademik, dan kondisi sosial mahasiswa penerima, namun keberlanjutannya masih memerlukan penguatan pada aspek tata kelola, validasi data, transparansi informasi, dan koordinasi dengan pemerintah pusat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem verifikasi data, penyederhanaan prosedur administrasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola program, serta evaluasi program secara berkala dan menyeluruh.
Analisis Pengelolaan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan di Gunung Arjuno Berbasis Mitigasi Terpadu Izza Mutia Aqila; Beryl Shira Filiandri; Muhammad Chairil Umam; Delies Eky Purwandani; Narizky Nur Fakhri; M. Noer Falaq Al Amin; Nuh Krama Hadianto
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 2 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v8i2.537

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang serius karena tingginya tingkat kerawanan kebakaran serta dampaknya terhadap kerusakan ekosistem dan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan dan sistem pengelolaan risiko karhutla di Gunung Arjuno serta mengevaluasi efektivitas mitigasi terpadu dalam pengelolaan risiko kebakaran hutan dan lahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Disaster Risk Reduction (DRR) dan Collaborative Governance. Data penelitian diperoleh melalui studi literatur, dokumen kebijakan, data hotspot Sipongi KLHK, serta laporan BPBD Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat risiko karhutla di Gunung Arjuno dipengaruhi oleh faktor ancaman berupa musim kemarau panjang, vegetasi kering, dan angin kencang; faktor kerentanan berupa topografi curam, aksesibilitas terbatas, serta aktivitas manusia; serta kapasitas mitigasi yang masih belum optimal. Sistem pengelolaan risiko telah dilakukan melalui pemantauan hotspot, patroli kawasan, pemadaman terpadu, dan koordinasi antar-stakeholder, namun masih menghadapi kendala pada aspek sarana, pengawasan, dan integrasi data. Mitigasi terpadu dilakukan melalui pendekatan struktural seperti sistem deteksi dini, sekat bakar, dan penyediaan sumber air pemadaman, serta pendekatan non-struktural berupa edukasi masyarakat, Community-Based Fire Management (CBFiM), dan penguatan regulasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan collaborative governance, integrasi sistem informasi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan strategi mitigasi yang adaptif dan berkelanjutan merupakan langkah penting dalam mengoptimalkan pengelolaan risiko karhutla di Gunung Arjuno.