Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Charles Sanders Peirce's Semiotic Analysis in Erika Johansen's Novel "The Queen of The Tearling" Nasution, Zuraidah; Rosliani, Rosliani; Erwany, Lela
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 3 (2025): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), February
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i3.2553

Abstract

This study explores how Erika Johansen’s novel The Queen of The Tearling (2014) conveys hidden meanings through a semiotic approach. Using a descriptive qualitative method, this study applies Charles Sanders Peirce’s theory—which includes icons, indices, and symbols—to understand how various signs in the novel form deeper messages. This analysis finds that Kelsea Glyn is not just a main character, but also symbolizes resistance against injustice. Her journey reflects the struggle of a young leader in facing tough challenges, while the Tearling Kingdom depicts an oppressed world, full of inequality and social conflict. The sapphire that Kelsea inherits is not only a magical artifact, but also a symbol of wisdom and the great responsibility she must bear. More than just story elements, these signs form a sharp social critique of power and injustice. Using a semiotic approach, this study reveals how the novel speaks to readers about courage, sacrifice, and the struggle for change, showing that its meaning is much deeper than it appears on the surface.
MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING Mustika, Samsul; Simamora, Pesta Junita; Rosliani, Rosliani
Jurnal Ilmiah Aquinas Vol. 6 No. 2 (2023):, Juli 2023
Publisher : Unversitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/aquinas.v6i2.2435

Abstract

Today the use of Indonesian is in great demand by foreign nationals from different parts of the world. Indonesian can be a foreign language as well asan introduction for foreign speakers. In Indonesian learning for foreign speakers (BIPA), there are various aspects of learning. One aspect of BIPA learning is the use of learning media. Learning media is a set of educational means used to facilitate communication and learning with instructional purposes. Learning media can be very helpful in BIPA learning.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK DENGAN MEDIA DIGITAL BAGI PEMELAJAR BIPA Williyansen, Kangga Ega; Yen, Lee; Rosliani, Rosliani
Jurnal Ilmiah Aquinas Vol. 6 No. 2 (2023):, Juli 2023
Publisher : Unversitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/aquinas.v6i2.2437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menyimak dengan media digital bagi pemelajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan media digital dalam peningkatan kemampuan menyimak bagi pemelajar BIPA dan mendeskripsikan bentuk peningkatan kemampuan menyimak melalui media digital bagi pemelajar BIPA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa menyimak, menulis, dan pustaka. Penelitian ini menggunakan analisis data berupa eksplorasi. Hasil penelitian ini adalah peningkatan keterampilan menyimak efisien bagi pemelajar BIPA, peningkatan dapat diperoleh melalu media digital seperti media audio, visual, audiovisual dan lirik-lirik lagu. Media tersebut dapat digunakan untuk belajar tata bahasa, pembelajaran kosakata, mengajarkan keterampilan berbahasa, memberi contoh model pada materi pembelajaran, dan memberikan pengalaman belajar yang nyata.
Penerapan Model Kooperatif dengan Media Teka-Teki Silang dalam Pembelajaran Menulis: Penelitian Subjek Tunggal terhadap Pembelajar Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan di SMK Negeri 1 Pamatang Silimahuta Girsang, Lesnaria Br; Rosliani, Rosliani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13877

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman mengenai kemampuan menulis peserta didik BIPA tingkat dasar, khususnya kompetensi menulis teks sederhana, mengkaji proses pembelajaran menulis tingkat dasar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif dengan teka-teki silang dan untuk mengevaluasi dampak intervensi tersebut terhadap kemampuan menulis peserta didik BIPA tingkat dasar, sebelum dan sesudah penerapan model kooperatif dengan Teknik Think-Pair-Share. Melalui kemitraan kolaboratif dengan pendidik, peserta didik diberikan bimbingan dan mampu berpartisipasi aktif dalam percakapan. Metode yang digunakan ialah pendekatan subjek tunggal. Pendekatan ini memungkinkan pengujian secara langsung terhadap pengaruh media teka-teki silang dalam pembelajaran kooperatif terhadap kemampuan menulis peserta didik BIPA tingkat dasar. Keputusan untuk menggunakan metode ini selaras dengan sifat penelitian yang berfokus pada pengamatan perilaku individu dan perbedaan di antara subjek. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis peserta didik BIPA tingkat dasar melalui integrasi teka-teki silang dalam kerangka pembelajaran kooperatif.
Gambaran Wabah Dalam Karya Sastra Metamorphoses, The Good Earth, The Seventh Seal, Dan Cat’s Cradle: Kajian Interteks Erwany, Lela; Nasution, Zuraidah; Rosliani, Rosliani; Sari, Syafriani Tio
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 6, No 3 (2024): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), February
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v6i3.2016

Abstract

This paper aims to analyze patterns and causes of epidemics in the novels Metamorphoses, The Good Earth, The Seventh Seal, and Cat’s Cradle. Through the approach of intertextual theory and the hermeneutic method, common patterns are identified, namely family disintegration, unnatural births, and epidemics. The cause of these epidemics is infidelity or deviation within the family, seen as a divine punishment upon humanity. These findings highlight the relationship between literary texts and social phenomena, offering insights into how literary narratives reflect and shape our understanding of epidemics and human behavior. The implications of this analysis can provide a deeper understanding of human complexity and the relevance of literature in illuminating significant aspects of human experience, such as epidemics and morality.
Dekonstruksi kemanusiaan: Studi intertekstual Never Let Me Go dan Brave New World Zuraidah Nasution; Rosliani Rosliani; Lela Erwany
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.13863

Abstract

Never Let Me Go karya Kazuo Ishiguro dan Brave New World karya Aldous Huxley, dengan fokus pada tema kontrol sosial, dehumanisasi, dan kekosongan eksistensial dalam masyarakat yang terorganisir. Kajian ini diposisikan dalam ranah sastra bandingan dan intertekstualitas sastra distopia modern, yang memandang teks sastra sebagai bagian dari dialog lintas zaman dalam merespons kecemasan sosial dan perkembangan modernitas. Menggunakan pendekatan intertekstual, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana kedua novel merepresentasikan sistem sosial yang membatasi kebebasan individu melalui pembentukan struktur yang mengontrol tubuh, pikiran, dan identitas manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua karya lahir dari konteks sejarah dan periode penulisan yang berbeda, keduanya menyampaikan kritik yang berkelindan terhadap dominasi kekuasaan yang berujung pada hilangnya identitas dan makna kehidupan. Never Let Me Go menyoroti dehumanisasi klon sebagai objek biologis yang dikomodifikasi, sementara Brave New World mengkritik masyarakat konsumeristik yang meniadakan kebebasan berpikir dan kedalaman emosi manusia. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan relevansi kajian intertekstual dalam mengungkap kesinambungan dan transformasi kritik distopia terhadap kemanusiaan dalam sastra modern
Mimikri dan Ambivalensi dalam Novel Berpacu Nasib di Kebun Karet Karya M.H. Székely-lulofs Rosliani Rosliani
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Jentera
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v1i2.276

Abstract

Fakta dan fiksi senantiasa pengaruh-memengaruhi sehingga pembaca karya sastra mau tidak mau harus menempatkan kehidupan dalam sastra bersinggungan dengan kehidupan masyarakat yang realistik. Pengungkapan realitas fiksi dan realitas historis untuk melihat dampak kolonialisme yang berbentuk mimikri dan ambivalensi dalam novel BNdKK karya M.H. Székely-Lulofs diteliti dengan teori struktur naratif dan poskolonialisme. Pengaplikasian teori dilakukan metode kualitatif bersifat deskriptif. Hasilnya, dari struktur penceritaan novel BNdKK dan penelusuran sejarah bangsa Indonesia serta riwayat hidup M.H. Székely-Lulofs ternyata novel ini merupakan gabungan realitas fiksi dan realitas historis kehidupan bangsa yang terjajah dan bangsa yang menjajah di Hindia Belanda, khususnya Sumatera Timur. Mimikri dan ambivalensi yang terjadi berupa penggunaan bahasa, budaya dan perilaku kehidupan.Kata kunci: novel, mimikri, ambivalensi, Hindia Belanda