Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Antara Aktivitas Fisik dan Kualitas Tidur Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Cenderawasih Watiningsih, Rita; Fadhiil, Fahmi; Pinem, Swandika; Deden Akbar Izzuddin
JURNAL OLAHRAGA PAPUA Vol 6 No 02 (2024): DECEMBER
Publisher : Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jop.v6i02.4869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara aktivitas fisik, kualitas tidur, dan tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Cenderawasih. Menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, 51 responden dipilih secara acak melalui Proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan Depression, Anxiety, and Stress Scale (DASS 42). Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan tingkat stres (P=0.597) serta antara kualitas tidur dan tingkat stres (P=0.591). Analisis regresi linear menunjukkan hanya 0.7%. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kesadaran tentang manajemen stres, promosi aktivitas fisik, dan peningkatan kualitas tidur di kalangan mahasiswa.
Gerakan Masyarakat Aktif Dan Sehat: Implementasi Program Aktivitas Fisik Senam Gembira Di Desa Tumbuh Mulia Teguh Prasetyo, Muhammad; Fadhiil, Fahmi; Pinem, Swandika
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 10 (2025): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v4i10.1767

Abstract

Program senam gembira di Desa Tumbuh Mulia dilaksanakan untuk meningkatkan aktivitas fisik dan membangun budaya hidup sehat di tingkat komunitas pedesaan. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan partisipasi masyarakat lintas usia, mendorong perubahan perilaku hidup aktif, dan memperbaiki tingkat kebugaran jasmani. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas yang terdiri dari empat tahapan: persiapan, pelaksanaan, pendampingan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan berlangsung selama enam minggu dengan frekuensi dua kali per minggu. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tiga indikator utama. Pertama, partisipasi masyarakat meningkat secara konsisten dengan retensi keikutsertaan mencapai 84%. Kedua, frekuensi aktivitas fisik mingguan peserta meningkat dari rata-rata 84 menit menjadi 162 menit. Ketiga, skor Tes Kebugaran Jasmani Indonesia mengalami peningkatan dari kategori “kurang” menjadi “cukup–baik”. Selain manfaat fisik, terbentuk pula kelembagaan komunitas senam desa yang memperkuat keberlanjutan program. Disimpulkan bahwa program senam gembira efektif sebagai intervensi berbasis komunitas untuk meningkatkan kebugaran jasmani, partisipasi aktif, serta perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan di masyarakat pedesaan.
Hubungan Kondisi Fisik Terhadap Terhadap Mental Toughness pada Olahraga Gulat Pinem, Swandika; Marpaung, Hakim Irwandi; Mubarak, Muhammad Fitrah; Prasetyo, Muhammad Teguh; Fadhiil , Fahmi; Khasanah, Fachrun Nisa Sofiyah
JSH: Journal of Sport and Health Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jsh.v7i1.4958

Abstract

This study aims to analyze the relationship between physical condition (leg muscle strength, waist flexibility, abdominal muscle strength, and arm strength) and mental toughness in wrestling athletes. The research method used was quantitative with a correlational design. The population, which also served as the sample, consisted of 15 athletes selected by a total sampling technique. Data collection instruments included a leg dynamometer for leg strength, a flexibility test for waist flexibility, a sit-up test for abdominal strength, and the MTIid to measure mental toughness. The results of the Shapiro-Wilk normality test and linearity test indicated that the data were normally distributed and had a linear relationship. Hypothesis testing using a correlation test found significant relationships between leg muscle strength (p=0.004), waist flexibility (p=0.005), abdominal muscle strength (p=0.001), and arm strength (p=0.001) with mental toughness. This study concludes that the physical condition, comprising leg muscle strength, waist flexibility, abdominal muscle strength, and arm strength, has a significant relationship with the mental toughness of wrestling athletes. The implication is that wrestling training programs should be designed integratively to develop physical and mental aspects simultaneously.
PENGARUH LATIHAN VERTICAL JUMP TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT QUADRICEPS PADA ATLET LOMPAT JAUH Abdul Bashir Nur Hasani; Muhammad Fitrah Mubarak; Swandika Pinem
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Jurnal Ilmiah Spirit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan vertical jump terhadap peningkatan power otot quadriceps pada atlet lompat jauh. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pretest-posttest control group design yang melibatkan 30 atlet lompat jauh putra yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing 15 orang. Kelompok eksperimen mendapatkan program latihan vertical jump selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu, sementara kelompok kontrol melakukan program latihan konvensional. Power otot quadriceps diukur menggunakan vertical jump test dan leg dynamometer sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan power otot quadriceps pada kelompok eksperimen dengan rerata peningkatan tinggi lompatan sebesar 8,4 cm (p=0,001) dan peningkatan power sebesar 12,7% (p=0,001). Kelompok kontrol juga mengalami peningkatan namun tidak signifikan secara statistik (p=0,082). Uji beda antara kedua kelompok menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,001), mengindikasikan bahwa latihan vertical jump lebih efektif dalam meningkatkan power otot quadriceps dibandingkan latihan konvensional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa latihan vertical jump memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan power otot quadriceps pada atlet lompat jauh dan dapat direkomendasikan sebagai metode latihan yang efektif dalam program pelatihan lompat jauh.
Optimalisasi Pengelolaan Jurnal Olahraga Papua (JOP) melalui Penguatan Tata Kelola Editorial di Fakultas Ilmu Keolahragaan Hakim Irwandi Marpaung; Irfan Deni Oktavian; Swandika Pinem; Ince Abdul Muhaemin; Giofandi Samin
-
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jrpi.v3i3.40254

Abstract

Papua Sports Journal (JOP) is a scientific publication of the Faculty of Sport Science, which plays a role in disseminating research and community service results in the field of sport. However, its management still faces various obstacles, such as optimizing the editorial process, link functions on journal pages, website appearance, and inconsistent content updates. This community service activity aims to optimize JOP management by strengthening editorial governance. The methods used include socialization, assistance in managing Open Journal Systems (OJS), improving the appearance and features of the website, and evaluating the implementation results. The activity involved a team of editors and journal managers from the Faculty of Sport Science. The results of the activity showed an increase in the editorial team's competence in OJS management, improving website functionality, updating content regularly, and improving the quality of journal governance. This program is expected to support more professional and sustainable JOP management, ready to meet national journal accreditation standards.
Pengaruh Latihan Resistance Band dalam Meningkatkan Daya Tahan Otot Tungkai Atlet Futsal AAFI Jayapura Pamungkas Yulian Effendi; Swandika Pinem; Muhammad Fitrah Mubarak; Abdul Bashir Nur Hasani; Fahmi Fadhil
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Vol. 9 No. 4 (2026): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/4g9g2f13

Abstract

This study aimed to determine the effect of resistance band training on improving leg muscle endurance in futsal athletes at AAFI Jayapura. The method used was a pre-experimental design with a one group pretest-posttest design, involving 15 AAFI Jayapura futsal athletes selected through purposive sampling technique. The test instrument used in this study was a squat test to measure endurance, and the data were analyzed using normality and homogeneity tests as prerequisite tests, followed by a paired t-test and an analysis of the mean increase. The results showed that: (1) the research data were normally distributed and homogeneous; (2) there was an increase in the mean leg muscle endurance of futsal athletes from 68.87 at pre-test to 74.07 at post-test; (3) the paired t-test result showed a significance value of 0.000 < 0.05; and (4) there was a significant effect of resistance band training on the improvement of leg muscle endurance. The conclusion of this study is that resistance band training has a significant effect on improving leg muscle endurance in AAFI Jayapura futsal athletes. Keywords: Leg Muscle Endurance, Futsal, Resistance Band Training
Pengaruh Latihan Pliometrik Terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai Atlet Gulat Swandika Pinem; Irfan Deny Oktavian; Muhammad Fitrah Mubarak; Fachrun Nisa Sofiyah Khasanah
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Vol. 9 No. 4 (2026): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/2rfwp533

Abstract

This study aims to determine the effect of plyometric training on increasing leg muscle power in wrestling athletes. The method used was a pre-experiment with a one-group pretest-posttest design, and involved 40 wrestling athletes selected through a purposive sampling technique. The test instrument used in this study was a standing broad jump, and the data were analyzed using normality and homogeneity tests as prerequisite tests, then continued with a paired t-test and calculating the average increase. The results showed that: (1) there was a significant increase in leg muscle power in wrestling athletes, namely 183.55 before treatment and increasing to 186.97 after participating in the plyometric training program; (2) the data in this study were normally distributed and homogeneous; (3) the significance value of the t-test was 0.000 < 0.05, which explains that there is a significant effect. The conclusion of this study is that there is a significant effect of plyometric training on increasing leg muscle power in wrestling athletes. Keywords: Leg Muscle Power, Plyometric Training, Wrestling
Hubungan Fleksibilitas Ekstremitas Atas dan Bawah Terhadap Tingkat Kemandirian Activity Daily Living (ADL) Pada Lansia Fachrun Nisa Sofiyah; Swandika Pinem
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 7 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, July 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i7.2805

Abstract

Penurunan fleksibilitas pada lansia dapat memengaruhi kemampuan gerak, keseimbangan, serta kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fleksibilitas ekstremitas atas dan bawah terhadap tingkat kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 47 lansia. Fleksibilitas ekstremitas atas diukur menggunakan Apley Stretch Test, fleksibilitas ekstremitas bawah diukur menggunakan Sit and Reach Test, sedangkan tingkat kemandirian ADL diukur menggunakan Index Barthel. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, uji linearitas, korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki hubungan linear. Hasil korelasi menunjukkan bahwa Apley Stretch Test berhubungan negatif sangat kuat dengan Index Barthel, sedangkan Sit and Reach Test berhubungan positif sangat kuat dengan Index Barthel. Hasil regresi menunjukkan bahwa fleksibilitas ekstremitas atas dan bawah secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 81,2% terhadap tingkat kemandirian ADL lansia. Kesimpulannya, fleksibilitas tubuh berperan penting dalam mendukung kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Modified Training Circuit: an Effective Solution to Improve Handspring Skills in Floor Gymnastics Muhammad Fitrah Mubarak; Irfan Deny Oktavian; Swandika Pinem; Ansar CS; Sifra Kafiar
Gladi : Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol. 16 No. 04 (2025): Gladi : Jurnal Ilmu Keolahragaan
Publisher : Universitas Negeri Jakarta Postgraduate of Physical Education Departments

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/GJIK.164.13

Abstract

This study aims to analyze the effect of circuit training modification on improving handspring ability in floor gymnastics in students of the Jayapura City Special Sports School (SKO). The background of the study was based on the low mastery of handspring (only 30% of students were able to perform the technique correctly) which was indicated by weak arm push, hip flexibility, and balance. The method used was an experiment with a true experimental design, involving 30 students who were divided into experimental groups (provided with modified circuit training) and control (comparator). The intervention was given for 12 meetings, focusing on explosive arm muscle power training, hip flexibility, and balance. The results showed a significant increase in the experimental group (average 1.673) compared to the control (0.687), with a P value <0.05. These findings prove that circuit training modification is more effective in improving handspring ability because of its holistic and specific approach. This study recommends the integration of this method into the physical education curriculum to optimize floor gymnastics learning.
Balap Karung Sebagai Strategi Latihan Berbasis Permainan untuk Meningkatkan Daya Ledak dan Keseimbangan Atlet Senam Usia Dini Muhammad Fitrah Mubarak; Swandika Pinem; Abdul Bashir Nur Hasani; Fachrun Nisa Sofiyah Khasanah; Indra Yudistira; Astini Asri; Toni Kogoya
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Vol. 9 No. 4 (2026): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/syaxzd04

Abstract

This study aims to test the effectiveness of sack race training as a game-based training strategy in improving explosive power and balance in early age gymnasts (6-9 years) compared to conventional training methods. The method used was quantitative with a quasi-experimental design in the form of a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 30 gymnasts who were divided into two groups: the experimental group (sack race training) and the control group (conventional training). The intervention was carried out twice per week for 12 meetings. The instruments used were the Vertical Jump to measure explosive power and the Stork Stand Test to measure balance. Data analysis used the Mann Whitney test for explosive power and the Independent t-test for balance at a significance level of 0.05. The results showed that the experimental group experienced an increase in explosive power of 16.20 (p = 0.004) and an increase in balance of 20.58 (p = 0.026), while the control group only increased explosive power by 8.24 and balance by 8.62. The conclusion of this study is that sack racing training significantly improves explosive power and balance in young gymnasts and is more effective than conventional methods. Sack racing is recommended as a fun, measurable training alternative for children's gymnastics coaches. Keywords: Sack Race, Explosive Power, Balance, Early-Age Gymnasts