Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Perancangan Media Promosi sebagai Upaya Meningkatkan Identitas Bagi UMKM Herliyana Rosalinda; Nurulfatmi Amzy; Limbong, Edo Galasro
Darma Cendekia Vol. 4 No. 1 (2025): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v4i1.153

Abstract

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Masyarakat saat ini menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat dengan cara memajukan komoditi lokal di Indonesia. Dapoer Nenda sebagai mitra kegiatan abdimas ini menjadi salah satu UMKM yang baru bergerak sejak tahun 2024. Berlokasi di daerah Depok Jawa Barat, Dapoer Nenda bergerak dalam kegiatan bisnis food and beverage. Awal berdirinya Dapoer Nenda telah berusaha untuk membuat logo dan brosur sebagai identitas dan sebagai upaya promosi. Namun upaya tersebut masih belum maksimal karena kurangnya karakteristik yang ditampilkan pada media promosi tersebut. Adanya kegiatan abdimas ini memfasilitasi dan menghasilkan perancangan logo baru dan brosur yang lebih memiliki karakteristik dan informatif.
Perkembangan Visual Raksasa; Dari Artefak Candi Ke Figur Raksasa Wayang Kulit Purwa Rosalinda, Herliyana; Sunarmi, Sunarmi; Sarwanto, Sarwanto; Setiyono, Budi
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 7, No 3 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v7i3.10631

Abstract

Visual raksasa pada khasanah kebudayaan Nusantara dapat ditelusuri dari ragam hias figuratif pada bangunan candi sebagai salah satu wujud akulturasi masa Hindu-Budha yang dibawa dari India dan dilanjutkan pada masuknya budaya Keislaman. Wujud sosok raksasa yang dikenal dalam berbagai cerita pewayangan (terutama dari kisah Ramayana dan Mahabarata), hingga cerita folklore Nusantara merupakan refleksi dari bentuk hiasan yang muncul pada artefak candi, yakni sosok Dwarapala dan Kala-Makara. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap ketersinambungan antara pemikiran dari seniman masa Hindu-Budha dengan seniman masa Keislaman (yang terwujud dalam karya wayang kulit purwa) dalam menginterpretasikan sosok raksasa. Maka pendekatan yang dipakai adalah pendekatan historis dengan dibantu penjabarannya secara ikonografis. Hasil dari studi ini dapat diketahui bahwa ada akulturasi karya seniman terhadap interpretasinya pada sosok raksasa dari masa Hindu-Budha ke masa Keislaman Nusantara, di Jawa khususnya. Raksasa versi Jawa sebagai makhluk mitologis sudah divisualkan dengan wujud menyeramkan namun nampak artistik. Hal itu terlihat pada bentuk mata hidung mulut dan postur tubuh raksasa pada artefak candi ke figur raksasa wayang kulit purwa memiliki konsistensi yang membentuk ciri khasnya.