Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Perancangan Film Animasi Wayang Komik Motion Berjudul Perang Baratayudha Hari ke-12 Muhamad Ilham; Iis Purnengsih; Herliyana Rosalinda
Cipta Vol 1, No 1 (2022): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1239.753 KB) | DOI: 10.30998/cpt.v1i1.1163

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang film animasi wayang komik motion berjudul “Perang Baratayudha Hari Ke-12”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan observasi yaitu pengumpulan data literatur berupa buku-buku, jurnal dan dokumen lainnya. Kemudian melakukan wawancara dengan narasumber yang berkompeten dibidangnya yaitu praktisi wayang bapak RM Donny Surya Megananda pada tanggal 26 Desember 2021. Beliau menjelaskan bahwa Wayang Mahabharata bukan hanya menceritakan tentang peperangan, tapi menceritakan kisah hidup perjalanan manusia, sifat manusia, serta karma yang akan diterima dan cerita wayang Mahabharata bersifat kekal serta sangat dekat dengan kehidupan yang kita alami sekarang.. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini sebuah perancangan film animasi yang menceritakan kisah perang Baratayudha pada hari ke 12.
Pemenuhan Kebutuhan akan Penghargaan Melalui Poster pada Kelompok PKK RW 04 Sukamaju Muhammad Rifqi; Puri Kurniasih; Herliyana Rosalinda
SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2020): SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi
Publisher : Politeknik Bina Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56881/senada.v1i2.25

Abstract

Tulisan ini membahas kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilaksanakan untuk membantu Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam memenuhi kebutuhan mereka akan penghargaan. Yang menjadi mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok PKK RW 04, Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok. Kelompok PKK RW 04 ini termasuk aktif dan dekat dengan warga. Berbagai kebutuhan dasar warga selalu berusaha diakomodasi oleh kelompok tersebut. Sayangnya, beberapa kebutuhan kelompok PKK justru tidak teranggarkan, karena dianggap sebagai penunjang belaka, sehingga bukan sesuatu yang mendesak bagi pemerintah. Dengan demikian, untuk anggaran keperluan penunjang program, sering kali Kelompok PKK RW 04 harus mengumpulkannya secara swadaya. Tim penulis selaku pelaksana kegiatan PKM, dalam hal ini, membantu untuk memenuhi salah satu kebutuhan Kelompok PKK RW 04 yang tidak teranggarkan. Kebutuhan tersebut berupa kebutuhan akan penghargaan, yang coba dipenuhi dengan merancang dan memberikan media poster. Poster tersebut terdiri atas poster tentang struktur organisasi kelompok PKK yang bertujuan untuk memotivasi Kelompok PKK RW 04 agar terus bersemangat dalam membantu warga, serta poster tentang Sepuluh Program PKK sebagai penunjang program yang dijalankan kelompok PKK.
Peningkatan Kapasitas Pengurus Rumah Belajar melalui Pelatihan Perangkat Lunak Adobe Photoshop Muhammad Rifqi; Herliyana Rosalinda; Puri Kurniasih
SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2021): SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi
Publisher : Politeknik Bina Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56881/senada.v2i2.104

Abstract

Terlepas dari statusnya sebagai ibu kota negara, DKI Jakarta masih menghadapi berbagai permasalahan serius di bidang pendidikan. Permasalahan ini tercermin antara lain dari rendahnya serapan anggaran di bidang pendidikan, serta kurang tingginya angka partisipasi sekolah. Untuk mengatasi persoalan banyaknya anak putus sekolah, keberadaan pusat-pusat kegiatan belajar masyarakat atau yang kerap dikenal sebagai “rumah belajar” merupakan salah satu faktor yang patut diperhitungkan. Rumah belajar memberikan akses kepada pendidikan bagi sebagian kalangan masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mengakses lembaga-lembaga pendidikan formal. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, penulis menjalin kemitraan dengan salah satu rumah belajar yang ada di Jakarta Utara, yakni PKBM Yayasan Jala Samudra Mandiri. Berdasarkan wawancara dengan mitra, diketahui bahwa saat ini rumah belajar tersebut tengah membutuhkan perangkat untuk mendukung pembelajaran desain grafis yang mereka adakan. Perangkat yang dimaksud berupa video tutorial penggunaan perangkat lunak Adobe Photoshop. Sesuai dengan kebutuhan tersebut, luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa pelatihan dan video tutorial penggunaan Adobe Photoshop.
Perbandingan Visualisasi Motif Kalpataru pada Berbagai Candi Peninggalan Mataram Kuno Abad 8-10 Masehi Rosalinda, Herliyana; Amzy, Nurulfatmi; Limbong, Edo Galasro
Jurnal Sejarah Citra Lekha Vol 9, No 1 (2024): Colonialism, Culture, and Identity
Publisher : Department of History, Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jscl.v9i1.58044

Abstract

This study examines the diverse visualizations of the Kalpataru motif in ancient Mataram temples. As significant religious symbols, these temples embodied societal values and were constructed with meticulous attention to materials, architecture, and aesthetics. By chronologically comparing the Kalpataru motif in Hindu and Buddhist temples, this research explores its evolving meaning and form. The Kalpataru, representing purity and sacredness in Hindu-Buddhist thought, appears prominently in temples such as Borobudur, Mendut, Pawon, Prambanan, and Sojiwan. While its origins lie in Buddhist symbolism, associated with Siddhartha Gautama's enlightenment, the motif underwent significant transformation in Hindu temples, particularly Prambanan, where it became more decorative and incorporated animal figures. This study employs a historical methodology, encompassing heuristic, critical, interpretive, and historiographical stages, to analyze these changes and their implications for understanding ancient Mataram culture.
ANALISIS HERMENEUTIK MOTIF GUIRLANDE PADA PELIPIT CANDI-CANDI PENINGGALAN MATARAM KUNO : Hermeneutical Analysis of Garland Motifs in the Spiral Ornamentation of Ancient Mataram Era Temples Nurulfatmi Amzy; Herliyana Rosalinda; Edo Galasro Limbong
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 20 No. 2 (2024): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v20i2.18821

Abstract

The temple is considered as a homage to the gods. As gods reverence, the building is decorated with numerous beautiful motifs. Each decoration presents a value, either symbolic or aesthetic. Some previous studies have only explored the decorative motifs depicted on the roof, body, and base. The temple also consists of a cornice and plinth. They serve as separators between those three main parts of the temple. Some decorative motifs are also depicted on those parts. This essay discusses one of the decorative motifs usually applied on cornices and plinths, namely garland motifs. This research aims to identify various garland motifs in the ancient Mataram temple buildings (8-10C). The method used in this research is Wilhelm Dilthey's hermeneutics. It explains that in empirical data, there are patterns connected. Those patterns give meaning to experience and life. Dilthey's hermeneutics is carried out by looking at those patterns, understanding them, and interpreting their means. This research will reveal the meaning of the elements that form the garland motif. By understanding the interconnectedness of each element's intention, we can also understand the universal value of the garland motif in the temple building.
Mural Tema Inovasi Lingkungan di SMAN 3 Depok Limbong, Edo Galasro; Herliyana Rosalinda
Darma Cendekia Vol. 1 No. 2 (2022): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v1i2.13

Abstract

Kegiatan mural yang dianggap seperti berkomunikasi zaman purba masih sering digunakan hingga zaman kini yang dilakukan oleh kalangan remaja hingga dewasa. Kegiatan mural bukan hanya sekadar kegiatan corat-coret di medium dinding saja, tetapi mural yang baik harus mampu merancang sebuah pesan kreatif melalui kata, simbol dan unsur lainnya yang memiliki makna mendalam bagi setiap orang yang memperhatikannya. Melalui mural harus bisa memberikan informasi hingga edukasi bagi target khalayak yang dituju. Sehingga dari yang tidak tahu menjadi tahu dan yang sudah tahu menjadi semakin tahu tentang pesan yang disampaikan dari gambar yang tertuang pada mural. Dalam hal ini bagi para siswa dan tenaga pengajar di lingkungan SMA Negeri 3 Depok. Dalam membuat rancangan visual harus memperhatikan isi pesan berupa kata-kata yang langsung kepada poin utamanya. Selain itu, harus memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan unsur-unsur desain seperti layout, penggunaan jenis font hingga warna yang akan ditampilkan pada mural di SMA Negeri 3 Depok.
Perancangan Papan Penunjuk Jalan di Jalan Calung II Depok Amzy, Nurulfatmi; Rosalinda, Herliyana; Limbong, Edo Galasro
Darma Cendekia Vol. 2 No. 1 (2023): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v2i1.53

Abstract

Sign system atau system tanda, seperti papan penunjuk jalan, di dalam ruang publik adalah sesuatu yang mutlak ada. Hal tersebut dirasa penting guna terpenuhinya hak-hak dan kebutuhan masyarakat. Di dalam zaman yang serba mudah, masyarakat tidak perlu lagi keluar rumah untuk sekedar berbelanja. Cukup kunjungi situs belanja online, pilih barang yang dibutuhkan, maka tidak lama kemudian barang tersebut akan diantarkan oleh kurir tepat ke rumah pembeli. Namun, hal tersebut menjadi sangat rumit apabila rumah si pembeli susah ditemukan. Itulah sebabnya, perlu penunjuk jalan yang lengkap untuk menunjang kebutuhan masyarakat semacam itu. Warga Calung II RT.14 RW.09 Mekarjaya, Sukmajaya, Depok adalah warga yang merasakan dampak dari tidak lengkapnya penunjuk jalan di wilayah mereka. Dari semua jalan yang ada di RT 14 tersebut, hanya jalan Calung II yang tidak memiliki papan penunjuk jalan. Akibatnya, banyak kegiatan warga yang menjadi terlambat untuk dilakukan. Dengan demikian, penulis bertujuan untuk melakukan pengadaan papan jalan di wilayah rumah mereka. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode kualitatif. Diharapkan dengan pengadaan papan penunjuk jalan tersebut, warga menjadi lebih mudah dalam memenuhi segala kebutuhannya
Perancangan Kop Surat dan Amplop sebagai Bentuk Komunikasi Bisnis Limbong, Edo Galasro; Amzy, Nurulfatmi; Rosalinda, Herliyana
Darma Cendekia Vol. 3 No. 1 (2024): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v3i1.80

Abstract

Pada suatu perusahaan membutuhkan brand. Adapun keberadaan brand tersebut sebagai bentuk identitas atau pengenal untuk diketahui bahkan diingat oleh pihak lain. Dalam proses mengenalkan brand yang telah dimiliki, maka dilakukan yang namanya branding. Branding juga merupakan kegiatan komunikasi yang dapat memperkuat, dan mempertahankan sebuah brand kepada klien atau konsumen. Kegiatan ini banyak dilakukan pada dunia bisnis. Nusa Biru Konstruksi sebagai pihak mitra dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat menyadari perlu dilakukannya branding mengingat baru berdiri sekitar tiga tahun. Nusa Biru Kreatif membutuhkan sarana dan prasarana untuk menunjang performa dan kredibilitasnya kepada klien. Oleh sebab itu, tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk melakukan branding kembali brand dari pihak mitra. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ada dirancang suatu kop baru yang diaplikasikan ke sebagai kop surat, amplop putih dan cokelat. Kedua media tersebut dipilih karena sering digunakan untuk mengirim berkas yang akan diberikan kepada klien ataupun calon klien bisnis. Sehingga lebih mudah untuk selalu diingat bila ada urusan bisnis.
Memaknai Bentuk Rupa Lambang Keraton Mangkunegaran Rosalinda, Herliyana; Kholisya, Umi
Jurnal Desain Vol 4, No 02 (2017): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.686 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v4i02.1127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Makna Simbolis Lambang Keraton Mangkunegaran Surakarta. Pmbahasannya digolongkan sebagai penelitian deskriptif kualitatif menggunakan metode historis, untuk menafsirkan makna simbol yang ada pada lambang keraton Mangunegaran digunakan pendekatan hermeunitika. Objeknya Keraton Mangkunegaran Surakarta sedangkan subjek penelitian ini adalah Makna Simbolis Lambang Keraton. Penelitian juga difokuskan pada  hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan kerajaan Mangkunegaran Surakarta, selain itu pemaknaan lambang sebagai identitas legitimasi suatu pemerintahan dalam kerangka budaya juga menjadi kajian yang penting, terutama dari bentuk visual, rupa, maksud atau makna simbolik yang ada pada lambang kerajaan Mangkunegaran Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan: pada setiap periodesasi pemerintahan Mangkunegara, lambang Mangkunegaran memiliki bentuk rupa dan makna simbol yang berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan karakteristik pemikiran, pemerintahan, maupun filosofis dari dalam diri raja Mangkunegaran yang sedang memerintah. Umumnya unsur gambar yang ada pada lambang Mangkunegaran berisi gambar mahkota, padi dan kapas, surya, dan logotype MN. Sedangkan untuk perbedaannya ddilihat dari perbedaan tampilan bentuk ataupun jumlah masing-masing jenis gambar tersebut.
Nilai Nasionalisme dalam Komik: Kajian Semiotika Komik Rengasdengklok Rosalinda, Herliyana; Susanti, Khikmah; Nuriyanti, Widya
Jurnal Desain Vol 6, No 02 (2019): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.953 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v6i2.3010

Abstract

Komik merupakan salah satu media bacaan yang diminati anak-anak dan juga orang dewasa. Di dalamnya berisi alur cerita dengan gambar yang ekspresif diperjelas dialog membuat komik dapat dibaca dan dipahami oleh semua kalangan. Isi komik biasanya menampilkan cerita ringan sehari-hari, penokohan heroik, ataupun cerita fiksi anak-anak. Artikel ini membahas tentang nilai nasionalisme yang tersirat dalam sebuah komik sejarah peristiwa Rengasdengklok dalam kajian semiotika. Komik tersebut merupakan komik yang dipakai sebagai media edukasi bagi anak dengan rentang usia 12 sampai 15 tahun yang diberi judul “Dibalik Bait Proklamasi”. Tinjauan nilai nasionalisme dalam komik ini dilakukan untuk membuktikan adanya korelasi antara judul komik dengan isinya. Sehingga komik tersebut dapat menjadi media edukasi bagi anak-anak yang membawa pengaruh untuk menanamkan nilai nasionalisme. Hasil kajian semiotika dalam komik ini terlihat bahwa terdapat dua dialog dalam dua halaman berbeda. Terdapat ekspresi wajah dan gerakan tubuh serta kata-kata yang menunjukkan semangat perjuangan menuju kemerdekaan yang diucapkan oleh golongan pemuda