Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN MARITIME ENGLISH CADETS’ OCEAN LITERACY AND ECOLOGICAL WORLDVIEWS Nurmailis Nurmailis; Siti Raudhah Maidari; Uchy Mukho Adrianty; Pangkuh Ajisoko; Yudha Aviratri
JEE (Journal of English Education) Vol. 12 No. 1 (2026): JEE (Journal of English Education)
Publisher : English Study Program University of Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jee.v12i1.4601

Abstract

Maritime English education plays an essential role in developing both professional competence and environmental awareness among future seafarers. Despite its significance, limited research has examined its relationship with environmental responsibility, particularly in relation to ocean literacy and ecological worldview. This study investigated the relationships among Maritime English competence, ocean literacy, and ecological worldview among cadets at Malahayati Maritime Polytechnic, Indonesia. A quantitative correlational design was employed involving 48 cadets. Data were collected using a Maritime English questionnaire, an Ocean Literacy instrument, and the Revised New Ecological Paradigm (NEP) Scale. Spearman correlation analysis revealed significant positive relationships between Maritime English competence and ocean literacy (ρ = 0.421, p < 0.05), Maritime English competence and ecological worldview (ρ = 0.397, p < 0.05), and ocean literacy and ecological worldview (ρ = 0.465, p < 0.01). The findings suggest that Maritime English competence is associated not only with professional communication skills but also with environmental knowledge and ecological attitudes. These results highlight the potential of integrating sustainability-related content into Maritime English instruction to promote environmentally responsible maritime professionals.
ANALISIS PENGUASAAN TATA BAHASA INGGRIS DALAM KONTEKS KESELAMATAN PELAYARAN OLEH MAHASISWA NAUTIKA POLITEKNIK PELAYARAN MALAHAYATI Yusrah; Siti Raudhah Maidari; Nurmailis
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 6 No. 2, Juli (2025): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v6i2.139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penguasaan tata bahasa Inggris oleh mahasiswa program studi Nautika dalam konteks komunikasi keselamatan pelayaran. Fokus kajian diarahkan pada dua kelas mahasiswa semester II di Politeknik Pelayaran Malahayati. Penguasaan tata bahasa yang baik sangat penting dalam komunikasi maritim, terutama saat menggunakan Standard Marine Communication Phrases (SMCP) yang menuntut kejelasan, ketepatan, dan keseragaman dalam situasi darurat maupun operasional. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa tes kemampuan tata bahasa dalam konteks keselamatan pelayaran serta wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam penggunaan struktur tata bahasa yang tepat, khususnya dalam bentuk imperatif, kalimat perintah, dan pola tanya yang berkaitan dengan situasi darurat. Faktor penyebab antara lain adalah kurangnya praktik berbahasa dalam konteks nyata serta pemahaman yang terbatas terhadap terminologi maritim berbahasa Inggris. Temuan ini menunjukkan pentingnya integrasi pembelajaran tata bahasa yang kontekstual dengan situasi keselamatan di laut guna meningkatkan kesiapan komunikasi profesional para calon pelaut.
DESCRIPTIVE ANALYSIS OF LEARNING STYLES AND TOEIC PROFICIENCY AMONG MARITIME CADETS IMPLICATIONS FOR MARITIME ENGLISH INSTRUCTION Nurmailis Nurmailis; Siti Raudhah Maidari; Yusrah Yusrah
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 6 No. 2, Juli (2025): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v6i2.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan distribusi preferensi gaya belajar dan tingkat kemampuan bahasa Inggris berdasarkan skor TOEIC di kalangan taruna Politeknik Pelayaran Malahayati. Sebanyak 56 taruna dari tiga program studi—Permesinan Kapal (n=13), Sistem Kelistrikan Kapal (n=23), dan Nautika (n=20)—dilibatkan dalam studi ini dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan teknik pengambilan sampel acak. Gaya belajar diukur melalui kuesioner berskala Likert yang mencakup empat dimensi: visual (9 item), auditori (7 item), kinestetik (10 item), dan kelompok (5 item). Sementara itu, skor TOEIC diperoleh dari tes mini TOEIC resmi yang diselenggarakan oleh institusi bekerja sama dengan penyedia layanan TOEIC, yang mengukur kemampuan menyimak (listening) dan membaca (reading). Hasil menunjukkan bahwa 51% taruna berada pada tingkat dasar (basic), 33% pada tingkat pemula (beginner), 12,5% pada tingkat menengah bawah (lower intermediate), dan hanya 1,8% mencapai tingkat menengah (intermediate). Dalam hal preferensi gaya belajar, gaya belajar kelompok (60%) dan auditori (58,9%) merupakan yang paling dominan, diikuti oleh visual (39,3%) dan kinestetik (17,9%). Temuan ini menyiratkan bahwa pengajaran Bahasa Inggris Maritim sebaiknya menitikberatkan pada aktivitas berbasis menyimak dan kerja kelompok agar sesuai dengan kecenderungan belajar taruna. Selain itu, data deskriptif ini mengindikasikan perlunya penyempurnaan kurikulum yang lebih responsif terhadap gaya belajar individu serta kebutuhan komunikasi profesional dalam konteks pelayaran.
ONLINE TEXT CHAT vs VOICE CHAT: WHICH BETTER SUPPORTS MARITIME ENGLISH SPEAKING DEVELOPMENT FOR LOW-PROFICIENCY CADETS? Siti Raudhah Maidari; Nurmailis
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 1, Januari (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i1.154

Abstract

This study investigates how two synchronous digital communication modalities—real-time text chat and real-time voice chat—support the early speaking development of low-proficiency EFL learners. The participants were beginner-level maritime cadets enrolled in an Indonesian maritime higher education institution, all of whom were classified as low-proficiency EFL learners. Adopting a comparative qualitative design, were analyzed using qualitative thematic analysis of interaction transcripts, learner reflections, and descriptive profiles of pre- and post-intervention speaking performance. Findings reveal that text chat facilitated message planning, form-focused monitoring, and reduced performance anxiety, allowing learners to develop confidence and greater control over basic linguistic structures. In contrast, voice chat provided opportunities for spontaneous production and authentic conversational engagement, prompting learners to negotiate meaning, manage turn-taking, and develop a more natural communicative rhythm despite initial anxiety. Both modalities contributed positively to oral development, though through different mechanisms: text-based interaction strengthened accuracy and conceptual clarity, while voice-based interaction fostered fluency, immediacy, and interactional competence. The study concludes that the two modalities are complementary rather than competitive. Pedagogically, a sequenced integration—beginning with text chat to build foundational stability and progressing to voice chat to promote spontaneous speech—offers an effective approach for supporting novice learners' transition into more confident oral communication
ANALISIS PENGGUNAAN ALPHABET MARITIM OLEH MAHASISWA POLITEKNIK PELAYARAN MALAHAYATI Yusrah; Nurmailis; Siti Raudhah Maidari; Tio Hadiwiguna
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 2, Juli (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i2, Juli.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan Maritime Alphabet oleh mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati, meliputi tingkat pemahaman, ketepatan, konsistensi, serta kendala dalam komunikasi maritim. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan mixed methods. Subjek penelitian adalah 48 mahasiswa semester IV Program Studi Sistem Kelistrikan Kapal. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan lisan, observasi, serta kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam menggunakan Maritime Alphabet berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 76,8%. Sebagian besar mahasiswa (41,7%) berada pada kategori baik, diikuti sangat baik (25%), cukup (20,8%), dan kurang (12,5%). Berdasarkan aspek penilaian, pelafalan (72%), ketepatan (78%), dan kelancaran (70%) juga berada pada kategori baik, meskipun pelafalan menjadi aspek terendah. Kesalahan yang ditemukan meliputi kesalahan pelafalan, penyebutan kode huruf, kurangnya kelancaran, serta pengaruh bahasa ibu. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa mahasiswa menyadari pentingnya Maritime Alphabet, namun masih mengalami kesulitan pelafalan dan kurang percaya diri. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran berbasis praktik seperti simulasi, role play, dan latihan pelafalan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi maritim
OPTIMIZATION OF WATCHKEEPING DUTIES DURING CARGO LOADING AND UNLOADING OPERATIONS ON BOARD MV. TANTO EXPRESS Alridho Rivaldhi Sukma Adji; Siti Raudhah Maidari; Rahmat Kurnia
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 2, Juli (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i2, Juli.190

Abstract

Optimal watchkeeping is a decisive factor in ensuring the safety and efficiency of cargo loading and unloading operations on board. In practice, however, cargo watchkeeping aboard MV. Tanto Express has not been carried out optimally due to a range of operational constraints encountered on deck. This study aims to identify the factors that make watchkeeping ineffective, to assess the level of operational risk involved, and to formulate strategies for optimizing cargo watchkeeping duties. A qualitative descriptive method was employed, combining a Fishbone Diagram to trace the root causes of the problem with Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) and Risk Priority Number (RPN) calculations to rank risk priorities. The findings show that the principal contributing factors fall into four categories: man, method, machine, and environment. The highest RPN value, 256, was associated with the physical and mental fatigue experienced by watch officers during the 00:00-04:00 shift, which substantially reduces situational awareness. The proposed optimization strategies center on restructuring work-rest schedules, standardizing communication procedures, and improving the effectiveness of monitoring equipment during cargo-handling operations