Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

REDESAIN ALAT PEMBELAH BUAH DURIAN MENGGUNAKAN PRINSIP SISTEM MEKANIK VERTICAL PRESS DAN PORTABLE Jemris Sairullah; Siradjuddin Haluti; Burhan Liputo
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal JTPG (April)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v3i1.165

Abstract

Durian adalah suatu tanaman yang banyak tumbuh di daerah tropis contohnya seperti di Indonesia. Durian memiliki ciri-ciri yang khas yaitu kulitnya yang berduri dan memiliki aroma yang khas yang banyak disukai masyarakat. Untuk proses pembukaan pada awalnya alat yang digunakan untuk membelah durian hanya menggunakan cara manual yaitu hanya dengan menggunakan parang atau pisau. Namun, dengan cara seperti itu memiliki banyak kekurangan yaitu dari faktor keamanan yang kurang terjamin. Untuk mengatasi masalah diatas, perlu dibuat suatu alat pembelah durian dimana pengoperasiannya secara mekanik. Prinsip alat pembuka durian ini yaitu dengan meletakkan buah durian pada dudukan tempat buah durian, kemudian tuas ditekan dan menurunkan mata pisau mengenai buah durian, setelah itu mata pisau yang mempunyai sisi yang berbentuk segitiga menusuk buah durian, kemudian barulah menekan tuas sehigga menyebabkan mata pisau menancap pada buah tersebut, selanjutnya membuka untuk melebarkan bukanya buah durian, sehingga buah durian akan terbuka dengan utuh. Pembuatan komponen-komponen alat seperti: Tiang,dudukan buah durian, tuas penekan, mata pisau dan komponen penghubung. Efisiensi waktu pembukaan buah durian manual rata-rata pengerjaan 30 detik dan menggunakan alat pembuka durian secara mekanik rata-rata pengerjaan 30 detik. Spesikasi alat dibuat dengan ukuran panjang 500 mm, lebar 150 mm, tinggi 120 mm dan berat 8 kg.
DESAIN SISTEM MEKANIK PLASMA CUTTER MENGGUNAKAN PRINSIP RUN STABILIZER PROCESS Ahmad Ridho Kistanto; Burhan Liputo; Farid Darise
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal JTPG (April)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v3i1.167

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi, logam dapat didaur ulang, dipotong dan disambung dengan mudah. Beberapa perusahaan asing maupun lokal telah membuktikan hal ini dengan menciptakan mesin-mesin produksi berskala besar yang dapat mengolah bahan logam dengan cukup mudah khususnya baja. Dengan memproduksi mesin yang mampu bekerja dengan skala besar inilah sehingga mesin-mesin yang berskala kecil tidak terlalu diutamakan mengingat keuntungannya yang lebih sedikit. Salah satu contoh mesin yang berskala kecil adalah mesin cutting plasma. Desain Sistem Mekanik Plasma Cutter Menggunakan Prinsip Run Stabilizer Process adalah suatu desain mesin penstabil yang diperuntukan untuk plasma cutter dalam menunjang proses pemotongan plat logam dengan ketebalan kurang dari 15 mm. Plasma Cutter adalah suatu komponen dari seperangkat mesin cutting plasma yang berguna untuk menyemburkan nyala api plasma untuk proses pemotongan, sementara proses operasionalnya masih sebagian besar dikendalikan oleh operator. karena beberapa aspek masih dikendalikan oleh operator berupa ketinggian antar torch dan benda kerja, kecepatan pemotongan, sudut pemotongan serta kelurusan pemotongan maka untuk hasil pemotongan yang rapi dan presisi sulit untuk dicapai. Pada penelitian ini didesain suatu mesin penstabil plasma cutter yang dapat mengoptimalkan kualitas hasil potongan dari proses pemotongan cutting plasma. Desain mesin ini sendiri memiliki 3 bagian utama yaitu lengan pengatur titik potongan, badan mesin dan rel mesin. Mesin ini menggunakan 4 susun planetary gearset dengan rasio total adalah 1 : 2210.8615 sebagai pereduksi putaran motor dc guna meningkatkan torsi mesin dalam menjaga kestabilan pemotongan. Jarak tempuh mesin yang didapatkan adalah 361.1 mm/menit dengan kecepatan pemotongan yaitu 6.01 mm/s.
UJI KOMPERASI SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN BAKAR PADA ALAT BOILER PENGHANGAT TERNAK AYAM Jusman Rauf; Burhan liputo; Iqrima Staddal
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal JTPG (November)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v4i2.458

Abstract

Pengusaha atau wirausahawan ternak ayam pedaging di Gorontalo, memiliki kendala dalam budidaya ayam pedeging. Dalam mewujudkan peningkatan produksi peternakan di Gorontalo, masyarakat Gorontalo bertujuan mengembangkan kualitas ternak, khususnya ternak ayam pedaging. Kandang ternak yang ada di Gorontalo sudah menggunakan beberapa metode pengembangan untuk pemanas kandang ternak, agar kualitas ternak ayam yang lebih unggul. Pemanas kandang ternak yang ada di Gorontalo seperti Gas Brooder yang menggunakan bahan bakar gas LPG, tetapi dilihat pada kalangan ekonomi lemah metode tersebut sangat tidak ekonomis. peneltian ini bertujuan untuk,Mengetahui berapa besar suhu yang terjadi pada saat pembakaran sekam padi didalam boiler, mengetahui berapa lama ukuran temperatur suhu pada saat pembakaran sekam padi didalam boiler. Sekam ini memiliki kerapatan jenis (bulk densil) 1125 kg/m3, dengan nilai kalori 1 kg sekam sebesar 3300 k. kalori, serta memiliki bulk density 0,100 g/ ml, nilai kalori antara 3300 -3600 kkalori/kg sekam dengan konduktivitas panas 0,271 BTU (Houston, 1972). Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam. Kegiatan penelitian ini mulai dilaksanakan pada Oktober 2018 sampai dengan Juli 2019 di Laboratorium Mesin Umum dan Welding Program Studi Mesin dan Peralatan Pertanian Politeknik Gorontalo. Proses pengujian alat, berguna untuk mengetahui cara kerja alat dan efesiensi alat penghangat ternak ayam. Pada saat pengujian alat simulator boiler berbahan bakar sekam padi pada ternak ayam dilakukan percobaan sebanyak tiga kali dengan berat sekam 1kg, 2kg dan 3kg yang masing-masing dilakukan selama satu jam. hasil percobaan pada Gas Brooder menghabiskan bahan bakar berupa gas sebanyak 3kg dalam waktu 19:00 – 06:00. Untuk simulator boiler berbahan bakar sekam menghabiskan sekam padi 6kg, namun keunggulan dari alat simulator boiler ini mudah untuk mendapatkan bahan bakarnya. Sekam mudah ditemukan didekat penggilingan padi, adapun dijual harganya tak semahal harga gas. Sedangkan untuk pemanas gas brooder ini, sulit untuk mendapatkan bahan bakarnya. Dilihat dari kondisi gas yang disediakan oleh pemerintah Gorontalo sangatlah minim untuk kebutuhan masyrakat Gorontalo
DESAIN KONSTRUKSI MEDIA PENGERING GABAH PADI ALTERNATIF SEMI-OTOMATIS Andika Kaharu; Burhan Liputo; Mustofa Mustofa
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 5 No 2 (2020): Jurnal JTPG (November)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v5i2.677

Abstract

Salah satu proses penting dalam pasca panen padi adalah pengeringan. Pengeringan ini bertujuan untuk menghilangkan kadar air, mencegah fermentasi atau pertumbuhan jamur dan memperlambat perubahan kimia pada makanan. Selama pengeringan, dua proses terjadi secara simultan yaitu perpindahan panas ke produk dari sumber pemanas dan perpindahan massa uap air dari bagian dalam produk ke permukaan dan dari permukaan ke udara sekitar. Tujuan penelitian ini adalah membuat konsep rancangan konstruksi alat pengering gabah padi dan membuat desain ruang pengering gabah. Penelitian ini menganalisis suatu konstruksi alat berdasarkan sistem kerja alat, material yang digunakan dan dimensi alat pengering. Analisis ini dilakukan berdasarkan desain setiap komponen yang dibuat dalam alat pengering gabah padi. Komponen tersebut meliputi cover (penutup wadah), alas wadah, pengukur suhu, roda gigi, gear box, motor AC, dan panel switch. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa untuk desain wadah penampung terbuat dari besi plat tipis dengan ketebalan 0,4 cm dengan luas 80x70 cm. Dimensi ukuran wadah penampung mampu menampung gabah sebanyak 5 kg. Berdasarkan analisis ini diharapkan menjadi dasar dalam pembuatan alat pengering gabah padi yang sesuai dengan kebutuhan.
Studi Eksperimen Biodigester Menggunakan Kombinasi Eceng Gondok dan Kotoran Sapi Muhammad Zahri Abdul Rahim; Romi Djafar; Yunita Djamalu; Burhan Liputo
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 8 No 1 (2023): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v8i1.1166

Abstract

Danau limboto menjadi sebuah ikon penting yang ada di Propinsi Gorontalo yang harus dilestarikan dari berbagai bentuk pencemarannya. Salah satu masalah yang belum terselesaikan hingga saat ini adalah penanganan pertumbuhan enceng gondok yang telah menutupi sebagaian besar permukaan air danau tersebut. Mengingat banyaknya enceng gondok yang tumbuh liar di dalam danau limboto dapat dimanfaatkan sebagai menjadi bahan bakar energi alternatif seperti Biogas. Biogas itu sendiri sebagai Salah satu energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan sehari-hari mulai memasak hingga kebutuhan listrik dengan menggunakan alat berupa biodigester. Hal ini dapat menjadi salah satu solusi permasalahan energi saat ini. Tujuan penelitian adalah merancang biodigester skala mikro dan mengetahui perbandingan yang optimal untuk mendapatkan hasil biogas yang terbaik. Untuk mendapatkan hasil penelitian maka dilakukan variasi perbandingan 1:1., 1:2., dan 1:3 dari bahan baku enceng gondok dan kotoran Sapi. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh perbandingan enceng gondok dan feses sapi 1:1, 1:2 dan 1: 3 dengan lama fermentasi mulai terbentuknya gas metan masing-masing 7, 9 dan 12 hari. Hasil uji nyala api dari digester perbandingan enceng gondok tetap sebanyak 5 kg dengan perubahan jumlah feses sapi sebesar 5 kg, 2.5 kg dan 1.25 di peroleh masing-masing 8.5 menit, 5, 4 meni dan 3.5 menit.
Rancang Bangun Mesin Penggiling Jagung Kombinasi Mekanik Manual dan Motor Penggerak Hafiz Murad; Siradjuddin Haluti; Burhan Liputo; Syamsu Akuba
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v9i1.1364

Abstract

Jagung merupakan tanaman komoditas masyarakat Gorontalo. Di beberapa tempat jagung dimanfaatkan sebagai makanan pokok dan bahan tambahan makanan ternak unggas dan ruminansia. Pengolahan jagung sebelum dimanfaatkan umumnya digiling secara manual. Hal ini tentu memerlukan tenaga dan waktu yang besar. Oleh karena itu perlu adanya teknologi sebagai solusi permasalahan tersebut. Penelitian ini dimaksudkan merancang mesin penggiling jagung dengan harapan agar lebih efisien, menghemat waktu dan tenaga. Mesin ini dirancang dengan kombinasi sistem mekanik manual dan menggunakan motor penggerak. Proses perancangan mesin ini dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama desain gambar dan penjelasan pada setiap komponen. Tahap keddua adalah penyediaan alat dan bahan yang digunakan. Tahap ketiga, fabrikasi dan pembuatan mesin penggiling jagung. Tahap keempat, uji fungsi dan perbaikan. Tahap akhir adalah penerapan mesin penggiling jagung dan pengambilan data. Mesin ini memiliki rangka yang terbuat dari besi siku 49mmx33mmx3mm. Tenaga penggerak pada mesin ini dirancang dalam dua metode, yaitu manual dan menggunakan motor penggerak. Sistem penggerak pada mesin ini meliputi puli, V-belt, poros, bantalan, pasak, dan pisau penggiling. Adapun jenis motor yang digunakan adalah motor bensin 5.5 PK dengan putarn 2800 RPM. Sedangkan poros penggiling pada mesin ini memiliki diameter 50.8 mm. Mesin penggiling menggunakan motor penggerak memiliki kapasitas produksi yang lebih besar dibandingkan menggunakan manual. Kapasitas produksi menggunakan sistem manual dan motor penggerak masing-masing sebesar 18.69 kg/jam dan 38.46 kg/jam. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan motor penggerak dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 105.78%.
Optimalisasi Alat Pengiris dan Penggiling Bawang Merah Chandra Mamonto; Evi Sunarti Antu; Burhan Liputo
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v9i1.1367

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu produk pertanian yang banyak penggunaannya, terutama sebagai bumbu dapur dan bahan tambahan pada berbagai jenis makanan. Pengolahan bawang merah umumnya diiris atau diulek. Sebagai bumbu dapur, proses ini tentu tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap efektifitas dan efisiensi saat pengolahannya. Namun, akan berbeda jika bawang merah diproduksi dalam jumlah besar seperti pembuatan bawang goreng. Oleh karena itu, diperlukan teknologi yang dapat mendukung sekaligus sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan mesin pengiris dan penggiling bawang merah dengan menggunakan dua sistem kerja, manual dan otomatis. Optimalisasi mesin ini difokuskan pada pisau pengiris dan penggiling melalui modifikasi mesin sebelumnya. Perancangan dan fabrikasi mesin dilakukan melalui tahapan desain, penyediaan alat dan bahan, pembuatan komponen, fabrikasi komponen, dan pengujian alat. Mesin pengiris dan penggiling bawang merah memiliki beberapa komponen utama, yaitu corong input bawang merah, sistem transmisi pengiris dan penggiling, dan corong output. Mesin ini menggunakan motor listrik ¼ HP. Mesin pengiris dan penggiling bawang merah memiliki tinggi dan lebar masing-masing 500 mm dan 250 mm. Pengujian mesin dilakukan sebanyak 3 kali dengan kecepatan putar dan berat bawang merah masing-masing 2800 rpm dan 300 gr untuk proses pengirisan. Adapun berat bawang merah untuk proses penggilingan sebanyak 200 gr. Berdasarkan hasil pengujian diketahui proses pengirisan dan penggilingan bawang merah masing-masing memerlukan waktu rata-rata 48,1 detik dan 47,42 detik. Hal ini menunjukkan bahwa berat bawang merah berbanding lurus dengan waktu yang digunakan selama pemrosesan. Kapasitas rata-rata mesin untuk proses pengirisan dan penggilingan masing-masing sebesar 22,45 kg/jam dan 15,18 kg/jam.